Hati-Hati dengan Prasangkamu Karena Mata Sering Kali Menipu | Pejalan Ruhani

5 years ago

< 1 min read

Penjahit tua dan tukang daging

Seorang penjahit tua tinggal di sebuah desa kecil dan biasa menjahit pakaian yg sangat rapi dan indah dan menjualnya dengan harga yg bagus cukup mahal.

Suatu hari, seorang pria miskin dari desa datang kepadanya dan berkata kepada penjahit, “Anda menghasilkan banyak uang dari pekerjaan Anda, lalu mengapa anda tidak membantu orang miskin di desa?”

“Lihatlah penjual daging di desa yg tak punya banyak uang dan setiap hari membagikan daging kepada orang miskin.”

Penjahit itu tidak menanggapinya dan tersenyum tenang. Orang miskin itu keluar dari penjahit dan mengabarkan ke penduduk di desa bahwa penjahit tua itu kaya tetapi pelit, sehingga orang² desa membencinya.

Dan setelah beberapa saat penjahit tua itu jatuh sakit, dan tidak ada penduduk desa yg peduli padanya, dan dia meninggal sendirian. Hari² berlalu dan orang² desa menyadari bahwa tukang daging tidak lagi mengirimkan daging gratis kepada orang miskin.

Dan ketika mereka bertanya mengapa tak lagi membagikan daging ke penduduk desa yg miskin? Penjual daging itu memberi tahu mereka bahwa penjahit tua itu biasa memberi saya sejumlah uang setiap bulan untuk sedekah, untuk memberi daging kepada orang miskin. Setelah ia meninggal, berhenti sedekah karena kematiannya.

*****
Beberapa orang mungkin berpikir buruk tentang kita, dan yg lain mungkin berpikir bahwa kita lebih murni daripada air. Ini tidak akan menguntungkan kita, juga tidak akan merugikan kita, yg penting adalah apa yg Allah ketahui tentang kita.

Jangan menilai seseorang dari apa yg kita dengar dari orang lain, karena dia mungkin memiliki hal² lain dalam hidupnya. Jika suatu saat kita mengetahuinya, kita akan menyesali semua ucapan, pikiran dan sikap kita padanya.

Share this post

August 16, 2021

Copy Title and Content
Content has been copied.

Artikel

Baca juga:

Baca berbagai artikel Islami dan tambah wawasan bersama.

Adab Mencari Ilmu (Tasawuf) | Pejalan Ruhani

Syaikh Abu Nashr as-Sarraj berkata, “Saya mendengar Ahmad bin Ali al-Wajihi berkata, saya mendengar Abu Muhammad al-Jariri berkata, “Duduk untuk bermudzakaroh (belajar ilmu) akan menutup

Tatkala Tuhan Menyapa | Pejalan Ruhani

Musa ngotot ingin ‘melihat’ Tuhan, dijawab oleh Tuhan bahwa Musa tak akan mampu, maka Musa diperintahkan oleh Tuhan untuk melihat gunung…. Maka hancur leburlah gunung

Safar: Perjalanan Batin yang Tak Berujung

Di antara bulan-bulan yang berputar dalam lingkaran waktu, ada yang menyebutnya bulan sial, ada pula yang membungkusnya dengan takhayul dan kekhawatiran. Namun, tidak dapat dipungkiri

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Sekretariat:
Perum Jaya Maspion Permata Beryl
B2-10 Gedangan, Sidoarjo
Jawa Timur
61254

Email Sekretariat:
suraubaitulfatih@gmail.com
baruk46@gmail.com

Web/App Developer:
Hubungi nomor atau email berikut untuk perihal teknis yang berhubungan dengan website/aplikasi Pejalan Ruhani.

aldibudimanputra@gmail.com
Whatsapp link