Tentang Khalifah Guru Kita | Pejalan Ruhani

5 years ago

< 1 min read

Apapun yang terjadi didunia ini adalah seizin Allah SWT seperti wabah penyakit,musibah dan bencana sudah seizin-Nya. Sebagai seorang murid kita hanya mampu menyaksikannya kebesaran-Nya dan selalu berikhtiar utk selalu mendekatkan diri kita kepada-Nya dengan amalan amalan yang sudah diajarkan Guru kita. Janganlah kita sekali kali menyalahkan keadaan apa yang terjadi apalagi menyalahkan Guru kita dikarenakan kita kena musibah apapun itu musibahnya. Itu semuanya bentuk Cinta Kasih Guru kita. Dengan adanya musibah akan menciptakan rasa khauf (takut) kepada Allah SWT akhirnya membuat kita bertaubat. disitu juga tercipta rasa roja (harapan) kepada Allah SWT bahwa manusia tidak dapat berharap apapun kepada mahluk kecuali harapan itu kepada Allah SWT.

Dengan adanya musibah juga menciptakan rasa syukur, Dengan musibah juga akan menciptakan rasa ikhlas.karena bagi murid kebahagian dan penderitaan itu sama indahnya. Yakinlah apapun yang terjadi tetaplah pegang Amalan amalan yang sudah diajarkan Guru Mursyid kita lewat para Khalifah-khalifah Guru Mursyid.Karena apa yang diajarkan Khalifah-khalifah Guru Mursyid sebetul betulnya dan sebenar benarnya itu dari Guru Mursyid. Beliau-beliau itu orang mulia dan dimuliakan. Jagalah Beliau-beliau (para Khalifah Guru) seperti Engkau menjaga dirimu. Karena sebenarnya Khalifah Guru adalah Gurumu juga.

Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil adhiimi
Semoga Syafa’at Guru mursyid senantiasa tercurah untuk kita semua…🤲🤲🙇🏻‍♂️😇❤
Allohumma Sholli’ala Sayyidina Muhammad..🙏🙏🙏

Share this post

February 1, 2021

Copy Title and Content
Content has been copied.

Artikel

Baca juga:

Baca berbagai artikel Islami dan tambah wawasan bersama.

Anjuran untuk Tidak Langsung Minum Air Setelah Dzikir | Pejalan Ruhani

Dasar perintah berdzikir adalah Al-Qur’an dan hadits Rasulullah Saw. Allah Ta’ala berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا (٤١) وَسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّأَصِيْلًا (٤٢)

Sejarah Tarekat Alawiyyah | Pejalan Ruhani

Tarekat Alawiyyah berbeda dengan tarekat sufi lain pada umumnya. Perbedaan itu, misalnya, terletak dari prakteknya yang tidak menekankan segi-segi riyadlah (olah ruhani) dan kezuhudan, melainkan

Mahabbah (Mencintai Allah) | Pejalan Ruhani

Oh Allah, anugerahkanlah kami cinta-Mu,Dan cinta kepada siapapun yang mencintai-MuDan amalan yang akan membimbing kami kepada cinta-Mu(sebuah doa Nabi Muhammad Saw) Mahabbah menurut arti bahasa adalah

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Sekretariat:
Perum Jaya Maspion Permata Beryl
B2-10 Gedangan, Sidoarjo
Jawa Timur
61254

Email Sekretariat:
suraubaitulfatih@gmail.com
baruk46@gmail.com

Web/App Developer:
Hubungi nomor atau email berikut untuk perihal teknis yang berhubungan dengan website/aplikasi Pejalan Ruhani.

aldibudimanputra@gmail.com
Whatsapp link