Aspek Keistimewaan | Pejalan Ruhani

5 years ago

2 min read

Banyak Kyai pintar atau ada wali yang punya keistimewaan, tapi justru yang mengambil manfaat ilmu dan doanya dari luar daerah sendiri. Itu krn orang orang terdekatnya lebih banyak melihat sisi ‘basyariyyah’ (sifatnya sebagai manusia biasa) dari pada ‘khususiyyah’ (keistimewaan).

Menurut Guru saya, yang demikian krn mereka melihat secara langsung bagaimana saat kentut, makan, ke kamar mandi, marah, susah, senang: hanya melihat aspek ‘basyariyyah’ inilah yang menjadi penghalang kita mendapat manfaat. Maka dikatakan, yang paling sedikit mendapat manfaat dari seorang syekh adalah justru istri dan anak atau yang mengurus urusan syekh tersebut.

اقل الناس نفعا بالشيخ زوجته وابنه ونقيبه لكثرة مشاهدتهم له ووقوفهم مع ظاهر بشريتهم دون الوصول الي معرفة قلبه وما فيه من الاسرار والمشاهد النفيسة

“Orang yang paling sedikit mengambil manfaat dari seorang syekh adalah istri, anak dan yang mengurus segala keperluannya. Karena intensitas melihat mereka yang terlampau sering, namun hanya terpaku pada aspek ‘basyariah’ (manusianya) semata, tidak sampai pada kemakrifatan hati syekh, rahasia serta fenomena menakjubkan di dalamnya.”

Abu Yazid al-Busthami mengatakan, “siapa saja yang melihatku, ia masuk sorga.” Sebagian muridnya mempersoalkan, “bagaimana bisa, sementara melihatnya Abu Jahal dan Abu Lahab pada nabi saja tidak memberikan efek apa apa.” Abu Yazid menjawab, sebab mereka melihat Muhammad bukan sebagai Nabi, tetapi hanya sebagai yatim-nya Abu Thalib.”

Terkadang juga, seorang wali meninggal, namun baru dikenal ramai setelah ia meninggal: makamnya diziarahi orang banyak. Tapi saat masih hidup, ia bukanlah siapa siapa di tengah masyarakatnya. Maka ada ungkapan, ada syekh atau wali yang memberikan manfaat pada orang yang masih hidup justru ketika sudah meninggal. Krn semasa hidup, orang yang se zaman hanya melihat sisi ‘basyariyyah’ saja.

لانهم يرون البشرية لا الخصوصية

“Mereka melihat sisi basyariyyahnya, bukan khususiyyahnnya.”

Yang melihat aspek keistimewaannya hanya orang orang tertentu saja.

Quthb al-Zaman, al-Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad, merupakan wali yang dianggap bukan siapa siapa oleh manusia semasa beliau hidup. Hanya segelintir orang yang menimba ilmu.

Salah seorang muridnya mengatakan, bagaimana bisa, sosok sekaliber Abdullah Alawi al Haddad tidak ada yang datang mendekat. “Diamlah, jika banyak orang tahu, maka kita tak akan bisa sedekat ini.”

Share this post

June 1, 2021

Copy Title and Content
Content has been copied.

Artikel

Baca juga:

Baca berbagai artikel Islami dan tambah wawasan bersama.

Empat Sungai Surga dan Rahasia Basmalah

Saat Nabi Muhammad Saw. di Isra’ dan Mi’raj-kan oleh Allah Ta’ala ke langit, Beliau diperlihatkan berbagai keajaiban yang tak terbayangkan oleh akal manusia. Salah satu

Hanya dengan Mengingat Allah | Pejalan Ruhani

Oleh: Abangda Zainuddin (Sumbawa) Selagi kita menjadi manusia maka kebahagiaan adalah sesuatu yang sangat kita inginkan. Tetapi apabila kita mendefinisikan kebahagiaan dengan mendapatkan apa yang

Sejarah Tarekat Syadziliyah | Pejalan Ruhani

Secara pribadi Syaikh Abul Hasan asy-Syadzili tidak meninggalkan karya tasawuf, begitu juga muridnya, Syaikh Abul Abbas al-Mursi, kecuali hanya sebagai ajaran lisan tasawuf, doa, dan hizib. Syaikh

Adab Menziarahi Ulama | Pejalan Ruhani

Ada kalanya seorang murid ingin menjumpai untuk bersilaturahmi ataupun mengambil ilmu dan berkah dari ulama, akan tetapi terkadang ada niat ataupun bisikan hati yang berbeda

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Sekretariat:
Perum Jaya Maspion Permata Beryl
B2-10 Gedangan, Sidoarjo
Jawa Timur
61254

Email Sekretariat:
suraubaitulfatih@gmail.com
baruk46@gmail.com

Web/App Developer:
Hubungi nomor atau email berikut untuk perihal teknis yang berhubungan dengan website/aplikasi Pejalan Ruhani.

aldibudimanputra@gmail.com
Whatsapp link