02. Faqir

Dlm Fathur Rabbani:

Majelis ke 2
“Faqir”

Pengajian Syaikh Abdul Qadir al-Jilany, 5 syawal 545 H di Madrasahnya.

Beliau mengatakan:
Kontramu dengan Allah Ta’ala, akan mengusirmu dan menghilangkan dirimu dari Allah. Kembalilah dirimu dari sikap kontramu sebelum engkau dihantam, dihinakan dan dinistakan oleh ular² bencana dan kalajengking cobaan. Betapa pedihnya rasa cobaan, apalagi jika engkau terperdaya. Karena itu anda jangan bergembira dengan dunia karena apa yg ada di tangan anda pasti sirna.

Allah Ta’ala berfirman:

“Sehingga ketika mereka bergembira atas apa yg mereka dapatkan, tiba² Kami mengambil mereka seketika…”

Meraih anugerah keuntungan dari Allah Ta’ala harus ditempuh dengan kesabaran. Karena itu Allah menguatkan berkali² tentang sabar itu. Kefakiran (rasa butuh kepada Allah) dan kesabaran tidak akan pernah bertemu kecuali bagi kewajiban orang beriman.

Sedangkan para pecinta yg senantiasa mendapat cobaan, lalu mereka menjadi sabar, terlimpahi ilham untuk berbuat kebaikan beriringan dengan cobaan dan ujiannya, senantiasa bersabar atas sesuatu yg baru terjadi dari Allah Ta’ala.

Kalau bukan karena kesabaran, anda semua tidak akan pernah bertemu denganku. Aku telah membuat jebakan untuk memburu burung, dari satu malam ke malam berikutnya, yg membuatku terus terjaga dan membuatku sunyi dari orang ketika di siang hari dengan mata yg terpejam. Seorang lelaki yg terikat oleh jaring² jebakan, dan itu pun dilakukan demi kemaslahatan anda semua, sementara anda semua tidak mengerti.

Kalau bukan demi berselaras dengan Allah Ta’ala, bagaimana mungkin orang berakal mau bergaul dengan penduduk negeri yg telah dibutakan hatinya oleh riya’, kemunafikan dan kezaliman, bercampurbaurnya syubhat dan keharaman? Betapa banyak nikmat² Allah telah dikufuri, sementara terjadi kolusi luar biasa untuk menciptakan kefasikan dan penyimpangan. Betapa banyak orang lumpuh di rumahnya sendiri, orang zindiq dalam kedai minumnya, orang jujur di atas kursinya. Kalau bukan karena sebuah aturan, niscaya aku bicara tentang hal² yg ada di rumah² kalian. Namun bagiku ada fondasi yg harus kubangun. Aku punya anak² yg butuh pendidikan. Seandainya tersingkap sebagian apa yg ada dalam diriku, itu bisa menjadi penyebab berpisahnya diriku dengan diri kalian semua, lalu terlempar dalam jejak² yg menghancurkan.

Karena itu tutuplah pintu² kemakhlukan (dari hatimu) dan bukalah pintu² antara dirimu dengan Allah. Akuilah dosa²mu, mohonlah maaf kepada-Nya atas keteledoranmu selama ini. Yakinlah, bahwa sesungguhnya tidak ada yg bisa membahayakan, memberikan manfaat, yg memberikan anugerah, tidak ada yg bisa mencegah, kecuali Allah Ta’ala semata. Dengan demikian, kebutaan mata hatimu akan sirna, lalu mata hati terbuka bergerak, hingga membuka mata kepalamu.

Wahai anak²ku…. Persoalan sesungguhnya bukan memakai pakaian kumal atau pun makanan kasar. Persoalan sesungguhnya adalah kezuhudan dalam hatimu. Awal mula yg dipakai oleh shiddiqun adalah pakaian wol dalam hatinya, lalu terefleksi kesederhanaan itu dalam lahiriyahnya. Ia memakai pakaian itu dalam rahasia batinnya, lalu dalam hatinya, kemudian untuk menutup nafsunya, lalu fisiknya. Ketika secara keseluruhan dirinya menggunakan pakaian sederhana, maka tibalah tangan² lembut dan kinasih serta tangan anugerah, sampai akhirnya berubah drastis dalam tragedi ini. Ia copot baju hitamnya dan diganti dengan baju kegembiraan pesta, ia ganti penderitaan dengan kenikmatan, ia ganti dendam dengan keceriaan, ia rubah ketakutan dengan rasa aman, ia rubah rasa jauh menuju rasa dekat, rasa fakir menuju rasa cukup.

Wahai anak²ku, raihlah bagian dengan tangan zuhud, bukan dengan tangan ambisi pribadi. Orang yg makan dengan menangis, berbeda dengan orang yg makan dengan tertawa. Makanlah bagian itu, dan hatimu bersama Allah Ta’ala. Anda akan selamat dari keburukannya. Jika engkau makan dari resep dokter atau ahli kesehatan tentu itu lebih baik daripada anda makan sendiri, tanpa anda tahu asal usulnya makanan itu, sehingga, menyebabkan hatimu keras jauh dari amanah, sementara anda benar² kehilangan rahmat. Hilang pula amanah syariah di sisimu, karena kalian telah meninggalkan dan mengkhianatinya. Sungguh celaka, jika amanah kalian sia²kan.

Jagalah mahkotamu itu bersama Tuhanmu Azza wa Jalla. Waspadalah atas ancaman-Nya, karena siksa-Nya begitu dahsyat. Siksa itu bisa merebut rasa amanmu, rasa sehat afiatmu, foya² dan sukacitamu. Taatlah kepada-Nya, karena Dia adalah Tuhan langit dan bumi. Jagalah nikmat-Nya dengan syukur. Terimalah perintah dan larangan-Nya dengan patuh dan taat. Terimalah kesukaran dari-Nya dengan kesabaranmu, dan terimalah dengan syukurmu atas kemudahan-Nya.

Karena demikian adalah perilaku pendahulumu, dari para Nabi, para Rasul dan orang² yg saleh, yg senantiasa bersyukur atas nikmat dan bersabar atas cobaan. Tegaslah terhadap kemaksiatan. Terimalah ketaaatan. Jagalah aturan-Nya, dan ketika datang kemudahan bersyukurlah. Sebaliknya jika yg datang kesukaran bertobatlah dari dosa²mu, lalu debatlah, lawanlah hawa nafsumu. Karena Allah tak pernah menzalimimu.

Maka dari itu ingatlah maut dan resiko sesudah maut. Ingatlah Tuhan Yang maha agung dan Luhur, hisab dan pengawasan-Nya padamu.Bangunlah, sampai kapan kamu semua tidur terlelap, sampai kapan kamu terlempar dalam kebodohan dan keluar masuk dalam kebatilan? Bergelimang dengan nafsu, hawa, dan kebiasan². Kenapa? Kenapa tidak mendidiknya demi ibadah kepada Allah dan mengikuti aturan hukum-Nya. Padahal ibadah itu meninggalkan kebiasan² nafsu, kenapa tidak mendidik dirimu dengan adab Qur’an dan sunnah?

Anak² muridku…. Jangan bergaul dengan banyak orang disertai kebutaan hati, ketololan disertai kealpaan dan kelelapan. Bergaulah dengan mereka, dengan mata hati, ilmu dan keterjagaan jiwa. Jika anda temukan hal yg terpuji dari mereka, ikutilah, dan jika ada yg menyeretmu pada keburukan, jauhilah dan tolak. Engkau berada dalam alpa total, alpa dari Allah Ta’ala. Makanya, anda harus bangkit, disiplin dengan masjid, memperbanyhak sholawat kepada Rasulullah Saw.

Rasulullah Saw. bersabda:

“Seandainya neraka turun dari langit, tak ada yg selamat kecuali ahli masjid.”

Jika kalian semua menunaikan sholat, totalkan sholatmu hanya kepada Allah Ta’ala, dan karena itu Rasulullah Saw. bersabda, “Yg paling dekat bagi hamba pada Tuhannya, apabila hamba sedang bersujud.”

Duh.. Celaka kalian. Kenapa kalian sering membuat ulah dan mencari² keringanan? Orang yg mencari² takwil demi seleranya sesungguhnya terperdaya. Padahal jika kita merengkuh ‘azimah (prinsip), dan kita bergantung pada Ijma’, sementara amal kita ikhlas, maka kita pun akan bersih bersama Allah Ta’ala. Lalu bagaimana bisa terjadi jika anda malah merekayasa azimah, mencari jalan kemudahan nafsu, lalu para pemegang teguh azimah sirna?

Inilah zaman rukhsoh, bukan zaman ‘azimah. Inilah zaman riya’ dan kemunafikan, dimana harta didapat dengan cara tidak benar. Betapa banyak orang yg sholat, puasa, zakat, haji, dan berbuat baik untuk makhluk, bukan untuk Khaliq. Dan mayoritas yg memenuhi alam semesta ini adalah demi kepentingan sesama makhluk, bukan demi Khaliq. Kalian semua telah mati jiwa, menghidupkan nafsu dan hawa nafsu untuk dunia.

Padahal hidupnya hati ketika keluar dari kepentingan makhluk dan teguh bersama Allah Ta’ala.

Hidupnya hati dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah Ta’ala. Hidupnya hati dengan sabar atas Qodlo, Qodar dan ujian-Nya.

Wahai anak muridku… Serahkan dirimu kepada-Nya dalam soal kepastian-Nya. Bangunlah bersama-Nya dalam soal itu. Perkara itu butuh fondasi, lalu butuh bangunan, dan dawamkan setiap waktu, siang dan malammu. Karena itu, waspadalah. Tafakkurlah dalam masalah hatimu.

Jika engkau melihat kebajikan, bersyukurlah. Jika engkau melihat keburukan bertobatlah. Dengan tafakkur ini agamamu akan hidup dan matilah syetanmu. Karena itu dikatakan, tafakkur sejam lebih baik dibanding bangun sepanjang malam.

Wahai umat Muhammad, bersyukurlah kepada Allah Ta’ala yg telah menerima amalmu yg sedikit dengan menyandarkan kepada amal pendahulumu. Sebab kalian semua adalah yg terakhir di dunia, tetapi yg pertama di hari kiamat. Jika kalian benar, maka tak ada yg lebih benar menandingi kalian. Kalian semua adalah para pemuka dan pemimpin, sedangkan umat lain adalah rakyat. Tetapi jika sepanjang anda masih duduk di rumah nafsumu dan watakmu, sulit untuk menjadi benar. Jika sepanjang anda bangkit bersama makhluk dan terpaku terhadap apa yg ada di tangan mereka, dengan menarik mereka melalui riya’ dan kemunafikan anda, sungguh tetap tidak benar bagi anda. Sepanjang anda masih ambisi dunia, sepanjang hati anda masih bersiteguh pada selain Allah, tidak ada yg dibenarkan. Ya Allah berilah kami rizki, untuk senantiasa di sisi-Mu.

Tuhan, berikanlah kami kebajikan di dunia, dan kebajikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok