Menjemput Rahmat Allah Agar Selamat

JIKA INGIN TERBEBAS DARI WABAH INI MAKA JEMPUTLAH RAHMAT ALLAH ITU

Kita perlu mengkoreksi kesalahan² dan dosa² di masa lalu, sebagaimana dalam sebuah hadits yang mengatakan “Telah terjadi kerusakan² di darat dan laut karena perbuatan tangan² manusia, merenung dirilah kita untuk melihat apa² yang telah dilakukan oleh manusia di masa² yang lalu”. Untuk itu maka ada baiknya jika kita belajar dari pengalaman umat² terdahulu yaitu :

Pengalaman pertama ketika terjadi kemarau panjang dan peceklik dimasa Nabi Yusuf AS, dan kenyataan pada waktu itu mereka senantiasa bermohon turunnya rahmat Allah tetapi juga secara teorinya yaitu mereka juga melakukan persiapan² untuk menyimpan bahan pokok disaat hasil melimpah. Disitu menunjukkan bahwa perlu adanya doa tetapi tidak melupakan adanya ikhtiar sebagai manusia.

Pengalaman kedua yaitu keterjajahan Bani Israil selama 400 tahun, yang akhirnya dibebaskan oleh Nabi Musa AS. Para ulama²nya mengatakan bahwa di tengah keterjajahan yang begitu berat maka akan datang nanti seseorang yang akan membebaskan dari keterjajahan tersebut, tapi rasanya terlalu berat dan terlalu lama menunggu. Bahkan ada juga sebagian masyarakat yang meragukan apakan cerita tentang keterbebabasan itu hanyalah dongeng atau hanya sebagai penghibur saja. Kebiasaan kita bahwa ketika penderitaan itu sangat berat maka kitapun seolah-olah tidak percaya akan sebuah keberhasilan atau keterbebasan. Maka tak ada bedanya dengan yang kita alami sekarang ini, sungguh terasa sangat berat wabah covid ini.

Pengalaman ketiga yaitu terjadinya kekosongan kekuasaan dan kepemimpinan Bani Israil, maka lahirlah kepemimpinan Thallut dan Nabi Daud AS.

Pengalaman keempat yaitu terjadinya kerasukan massal (kemasukan jin) yang melanda seperlima penduduk pada masa itu dan siap akan menularkan kepada seperempat penduduknya lagi, lalu kemudian terjadi kegoncangan negara dimasa kepemimpinan Nabi Sulaiman AS. Pada waktu itu Nabi Sulaiman mengatakan cobaan ini terlalu berat, dan bahkan belum pernah dialami oleh ummat dan nabi² sebelumnya. Dan mungkin kita juga akan mengatakan bahwa cobaan covid yang melanda seluruh dunia saat ini mungkin juga belum pernah dialami oleh umat² sebelumnya dan sama beratnya.

Tapi ada sebuah keanehan dari orang-orang yang kerasukan itu walaupun memang sangat mengganggu tapi anehnya mereka tak berani memandang wajah Nabi Sulaiman. Dan akhirnya terjadi kegoncangan Negara. Kalau diamati kebelakang memang ada kehilapan² yang dilakukan sebelumnya. Ditengah kegoncangan tersebut salah seorang penasihat Nabi Sulaiman AS mengatakan bahwa masalah ini diselesaikan dengan sebuah keputusan, maka muncul lagi masalah lain. Posisi Nabi Sulaiman pada waktu itu selain sebagai seorang Nabi beliau juga seorang Raja. Lalu kemudian Penasihat Nabi Sulaiman itu mengatakan “Wahai Paduka .. Saya merasa Paduka mulai bersunyi diri seperti dulu lagi” Nah itulah anjuran dari penasihatnya.

Kalau kita sebagai orang-orang tarikat mestinya paham apa itu bersunyi diri …? Tentu maksudnya tidak lain yaitu “SULUK”. Dengan suluk berarti kita telah menjemput Rahmat Allah. Memang ada kehilapan² yang terjadi sebelumnya, tapi sebenarnya kehilapan² itu tidak menjadi masalah bagi Nabi Sulaiman tapi umatnya yang kena dampaknya.

YM SS. BUYA H. AHMAD FARKI

 

Foto: Abangda Teguh bersama Yang Mulia Sayyidi Shaykh Buya H. Ahmad Farki

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Catatan Lainnya

Rekomendasi

Play Video

Kitab Tanwirul Qulub: Syaikh Muhammad Amin Al-Kurdi (qs) adalah salah satu tokoh yang sangat berpengaruh di Universitas Al Azhar Mesir. Dalam menjalankan aktivitas syariatnya, sosok ini dikenal bermadzhab syafi’i. Di luar aktivitas syariat, nilai-nilai spiritualitas berhasil dibangun saat terjun ke majelis Tarekat Naqsyabandiyah. Bahkan pada abad ke-14 H, beliau menjadi pilar penting dalam tarekat ini di Mesir. Beliau wafat pada Ahad malam tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun 1332 H.

Rekomendasi

Tarekat Kita

Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah dibangun dengan 3 pilar yaitu: –

Thariqat

Renungan bagi Murid

Di antara syarat thariqat mu’tabarah adalah Syaikh Mursyid thariqat yg sanadnya bersambung sampai Rasulullah Saw., dan diakui keberadaannya. Hal ini disebabkan karena jika seseorang yg

Tasawuf

Shahwu (Kesadaran Hakiki)

SHAHWU (KESADARAN HAKIKI) Kitab: Jami’ al-Ushul fi al-awliya Kesadaran hakiki dalam istilah tasawuf itu merupakan capaian ruhani setelah merasakan nikmatnya wushul sehingga tak lagi merindukan-Nya

Berbagai Thariqat

Tarekat Qadiriyah di Indonesia

Seperti halnya tarekat di Timur Tengah. Sejarah tarekat Qadiriyah di Indonesia juga berasal dari Makkah al-Musyarrafah. Tarekat Qadiriyah menyebar ke Indonesia pada abad ke-16, khususnya di seluruh

Biografi

Dzun Nun al-Mishri

Beliau adalah seorang sufi agung yang memberikan kontribusi besar terhadap dunia pemahaman dan pengamalan hidup dan kehidupan secara mendalam antara makhluk dengan Sang Pencipta, makhluk

Tasawuf

Anjuran untuk Tidak Langsung Minum Air Setelah Dzikir

Dasar perintah berdzikir adalah Al-Qur’an dan hadits Rasulullah Saw. Allah Ta’ala berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا (٤١) وَسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّأَصِيْلًا (٤٢)

Tauhid & Ma'rifat

Cinta Allah kepada Hamba

Bukti-bukti Al Qur’an menunjukkan bahwa Allah SWT mencintai hamba-Nya. “Allah Mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.” (QS .Al Maidah : 54) “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang

Biografi

Sulthanul Awliya Syaikh Abdul Qadir al-Jilani

Syaikh Abdur Qadir al-Jilani adalah imam yang zuhud dari kalangan sufi. Beliau lahir tahun 470 H di Baghdad dan mendirikan tarekat Qadiriyah. Diantara tulisan Beliau antara lain

Thariqat

Dimensi Kemanusiaan Sufisme dan Thariqah

Sufisme atau tasawwuf adalah pemahaman keislaman yang moderat serta bentuk dakwah yang mengedepankan “qaulan kariman” (perkataan yang mulia), “qaulan ma’rufan” (perkataan yang baik), “qaulan maisuran”

Biografi

Syaikh Muhammad Ali as-Sanusi

Pada awal abad ke-20 M muncul gerakan revolusi di Libya, yang dimotori oleh Tarekat Sanusiyah. Tarekat itu didirikan oleh Syaikh Muhammad bin Ali al-Sanusi (1787-1859 M).

Silakan muat-ulang halaman.
Share via
Copy link
Powered by Social Snap