Kisah Rasulullah Saw. dengan Seuntai Anggur

5 months ago

< 1 min read

Suatu ketika datang seorang miskin kepada Rasulullah Saw. dengan membawa hadiah semangkuk buah anggur. Beliau pun menerima hadiah itu dan mulai memakannya.

Biasanya, Rasulullah Saw. selalu memberi makanan kepada para sahabat jika ada yang memberi sedekah dan Beliau sendiri tidak ikut makan. Sementara jika ada yang memberi hadiah, Rasulullah Saw. juga memberi kepada para sahabat dan Beliau pun ikut makan.

Namun kali ini berbeda, Beliau memakan buah pertama lalu tersenyum kepada orang tersebut. Beliau mengambil buah kedua lalu tersenyum kembali. Orang yang memberi anggur itu serasa terbang bahagia karena melihat Rasulullah Saw. menyukai hadiahnya. Sementara para sahabat melihat Beliau dengan penuh rasa heran. Tak biasanya Rasulullah Saw. makan sendirian.

Satu per satu anggur itu diambil oleh Rasulullah Saw. dengan selalu tersenyum, hingga semangkuk anggur itu habis tak bersisa. Para sahabat semakin heran dan orang miskin itu pulang dengan hati penuh bahagia.

Lalu seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, “Duhai Rasulullah, mengapa engkau tidak mengajak kami ikut makan bersamamu?”

Beliau pun tersenyum dan menjawab,

“Kalian telah melihat bagaimana wajah bahagia orang itu dengan memberiku semangkuk anggur. Dan ketika aku memakan anggur itu, kutemukan rasanya masam. Dan aku takut jika mengajak kalian ikut makan denganku, akan ada yang menunjukkan sesuatu yang tidak enak hingga merusak kebahagiaan orang itu.”

Sungguh besar kepedulian Rasulullah Saw. dalam menjaga perasaan orang lain. Betapa luhur dan agungnya akhlak dan budi pekerti Beliau, dan sungguh benar firman Allah Ta’ala:

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيم

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (QS. al-Qalam: 4)

: : : : : : : : :

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Share this post

September 3, 2025

Copy Title and Content
Content has been copied.

Artikel

Baca juga:

Baca berbagai artikel Islami dan tambah wawasan bersama.

Thariqah Naqsyabandiyah | Pejalan Ruhani

Ketahuilah bahwa Thariqah Naqsyabandiyah merupakan thariqah yg paling dekat dan paling mudah bagi murid untuk mencapai derajat tauhid, meskipun kemampuan penerimaan si murid kurang baik

Hedonic Threadmill | Pejalan Ruhani

Manusia pada hakikatnya diciptakan oleh Allah Ta’ala dengan tujuan sangat mulia yaitu untuk mengabdi pada-Nya, senantiasa berserta dengan Yang Maha Sejahtera, Yang Maha Sempurna. Akan

Sejarah Tarekat Syadziliyah | Pejalan Ruhani

Secara pribadi Syaikh Abul Hasan asy-Syadzili tidak meninggalkan karya tasawuf, begitu juga muridnya, Syaikh Abul Abbas al-Mursi, kecuali hanya sebagai ajaran lisan tasawuf, doa, dan hizib. Syaikh

Disiplin Sufi | Pejalan Ruhani

Dalam disiplin Tarekat, seorang murid Sufi, selain dilatih menegakkan Syari’at yg kokoh, juga dilatih: 1]. DZIKRULLAH terus-menerus hingga melanggengkannya. Tujuannya agar bisa menyadari dan merasakan

Semua Indah pada Waktunya | Pejalan Ruhani

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani qs. mengatakan:“Sungguh aneh jika kau marah kepada Rabb-mu, menyalahkan-Nya dan menganggap Allah Yang Maha Berkuasa dan Maha Agung telah bertindak tak

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Sekretariat:
Perum Jaya Maspion Permata Beryl
B2-10 Gedangan, Sidoarjo
Jawa Timur
61254

Email Sekretariat:
suraubaitulfatih@gmail.com
baruk46@gmail.com

Web/App Developer:
Hubungi nomor atau email berikut untuk perihal teknis yang berhubungan dengan website/aplikasi Pejalan Ruhani.

aldibudimanputra@gmail.com
Whatsapp link