Saat Nabi Muhammad Saw. di Isra’ dan Mi’raj-kan oleh Allah Ta’ala ke langit, Beliau diperlihatkan berbagai keajaiban yang tak terbayangkan oleh akal manusia. Salah satu yang menarik perhatian Beliau adalah pemandangan surga dengan empat sungai yang mengalir di dalamnya.
Namun sungai-sungai itu bukan sungai biasa. Masing-masing mengalirkan air tawar yang jernih, susu yang tak berubah rasa, khamr yang tidak memabukkan, dan madu yang murni. Melihat keajaiban itu, Rasulullah Saw. pun bertanya kepada Malaikat Jibril as., “Wahai Jibril, dari manakah asal sungai-sungai ini, dan ke manakah alirannya?”
Jibril as. menjawab dengan penuh adab, “Sungai-sungai itu mengalir menuju Telaga al-Kautsar. Namun aku tidak mengetahui dari mana hulunya. Mintalah kepada Allah Ta’ala agar Dia memberitahumu.”
Rasulullah Saw. pun berdoa kepada Allah Ta’ala agar diberi penjelasan tentang sumber keempat sungai tersebut. Tak lama kemudian, datanglah seorang malaikat yang memberi salam kepada Beliau.
“Wahai Muhammad, pejamkanlah kedua matamu,” kata malaikat itu.
Rasulullah Saw. pun menuruti perintah tersebut.
“Sekarang, bukalah kedua matamu,” lanjut malaikat itu.
Ketika Rasulullah Saw. membuka mata, Beliau mendapati dirinya berada di bawah sebuah pohon yang sangat besar. Di hadapannya tampak sebuah kubah raksasa yang terbuat dari mutiara, dengan pintu emas yang berkilauan. Kubah itu begitu besar, hingga seandainya seluruh jin dan manusia berkumpul di atasnya, mereka tak ubahnya seperti burung kecil di puncak gunung.
Namun pintu kubah itu terkunci.
Di bawah kubah itulah Rasulullah Saw. melihat keempat sungai tadi mengalir. Kini jelaslah jawaban atas pertanyaan Beliau. Merasa cukup, Rasulullah Saw. pun hendak melanjutkan perjalanan.
Malaikat yang mengantarnya bertanya, “Mengapa engkau tidak masuk ke dalam kubah itu?”
Rasulullah Saw. menjawab, “Bagaimana aku bisa masuk, sementara pintunya terkunci dan aku tidak memiliki kuncinya?”
Malaikat itu pun berkata, “Kuncinya adalah Bismillāhirrahmānirrahīm.”
Rasulullah Saw. mendekati pintu kubah tersebut dan mengucapkan, “Bismillāhirrahmānirrahīm.”
Seketika, pintu kubah itu pun terbuka.
Saat Rasulullah Saw. masuk ke dalamnya, Beliau melihat bahwa keempat sungai tersebut mengalir dari empat tiang utama kubah. Pada setiap tiang tertulis lafadz Bismillāhirrahmānirrahīm. Dari setiap huruf dan nama Allah itu, mengalir sungai-sungai surga:
Air tawar mengalir dari huruf mim pada kata Bismi
Sungai susu mengalir dari huruf ha pada kata Allah
Sungai khamr mengalir dari huruf mim pada kata Ar-Rahman
Sungai madu mengalir dari huruf mim pada kata Ar-Rahim
Saat itulah Rasulullah Saw. mengetahui bahwa asal-usul keempat sungai surga tersebut bersumber dari lafadz basmalah.
Kemudian Allah Ta’ala berfirman, “Barang siapa dari umat-Ku menyebut-Ku dengan nama-nama ini, dengan hati yang bersih dari riya’, dan ia mengucapkan Bismillāhirrahmānirrahīm, maka Aku akan memberinya minum dari sungai-sungai ini.”
Kisah ini mengajarkan bahwa basmalah bukan sekadar pembuka lisan, tetapi kunci keberkahan, pintu rahmat, dan sumber kenikmatan surga bagi hati yang ikhlas dan bersih. Wallāhu a’lam













