Peristiwa perjalanan spiritual Rasulullah Saw. dalam Isra’ dan Mi’raj tidak hanya menghasilkan perintah shalat lima waktu.
Dalam perjalanan agung itu, Rasulullah Saw. —ditemani Malaikat Jibril as.— juga diperlihatkan keadaan neraka, sebagai peringatan bagi umat manusia.
Rasulullah Saw. bersabda bahwa Beliau tidak pernah menyaksikan pemandangan yang lebih mengerikan daripada apa yang Beliau lihat pada hari itu. Di antara penghuni neraka yang Beliau lihat, kebanyakannya adalah kaum wanita.
Ketika Rasulullah Saw. sampai di pintu neraka, Beliau disambut oleh seorang malaikat. Malaikat itu adalah satu-satunya malaikat yang tidak tersenyum ketika bertemu Rasulullah Saw.
Rasulullah Saw. pun bertanya kepada Malaikat Jibril as., “Wahai Jibril, siapakah malaikat yang berbicara kepadaku ini, namun ia tidak tersenyum dan aku tidak mendapatkan kabar gembira darinya sebagaimana yang kudapatkan dari malaikat-malaikat lain?”
Malaikat Jibril as. menjawab, “Seandainya malaikat ini pernah tertawa kepada seseorang sebelum atau sesudahmu, niscaya ia akan tertawa kepadamu. Namun ia tidak pernah tertawa. Dialah Malaikat Malik, penjaga neraka.”
Rasulullah Saw. kemudian meminta kepada Malaikat Jibril as. agar diperlihatkan neraka. Ketika pintu neraka dibuka, tampaklah api yang menyala-nyala, seakan mampu membakar apa pun yang ada di hadapannya.
Di sana, Rasulullah Saw. melihat sekelompok manusia yang memiliki bibir seperti bibir unta. Tangan mereka menggenggam bongkahan api neraka seperti batu, lalu mereka memasukkannya ke dalam mulut, dan api itu keluar melalui dubur mereka.
Rasulullah Saw. bertanya, “Siapakah mereka itu, wahai Jibril?”
Malaikat Jibril as. menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang memakan harta anak yatim dengan cara yang zalim.”
Perjalanan pun berlanjut. Rasulullah Saw. melihat sekelompok manusia dengan perut yang sangat besar, sesuatu yang belum pernah Beliau lihat sebelumnya. Mereka berada di jalan yang akan dilalui oleh pengikut-pengikut Fir’aun, tampak seperti unta-unta kebingungan yang akan diseret ke dalam neraka.
Rasulullah Saw. kembali bertanya, “Siapakah mereka itu, wahai Jibril?”
Malaikat Jibril as. menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang memakan harta riba.”
Kemudian Rasulullah Saw. melihat sekelompok orang yang dihadapkan pada hidangan daging yang empuk dan baik, sementara di sampingnya terdapat daging yang busuk dan bernanah. Namun anehnya, mereka justru memakan daging yang busuk dan meninggalkan daging yang baik.
Rasulullah Saw. bertanya lagi, “Siapakah mereka itu, wahai Jibril?”
Malaikat Jibril as. menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang meninggalkan istri-istri yang dihalalkan Allah Ta’ala, lalu mencari perempuan-perempuan yang diharamkan bagi mereka.”
Kemudian Rasulullah Saw. melihat para wanita yang digantung dengan payudara mereka. Beliau pun bertanya, “Siapakah mereka itu, wahai Jibril?”
Malaikat Jibril as. menjawab, “Mereka adalah perempuan-perempuan yang memasukkan lelaki yang bukan anaknya ke dalam rumah suaminya.”
Peristiwa-peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi umat manusia. Apa yang diperlihatkan kepada Rasulullah Saw. bukanlah sekadar gambaran, melainkan nasihat penuh kasih dari Allah Ta’ala agar hamba-hamba-Nya menjauhi kezaliman, dosa, dan pengkhianatan, serta kembali kepada jalan yang lurus.













