Kisah Rasulullah Saw. dengan Seuntai Anggur

4 months ago

< 1 min read

Suatu ketika datang seorang miskin kepada Rasulullah Saw. dengan membawa hadiah semangkuk buah anggur. Beliau pun menerima hadiah itu dan mulai memakannya.

Biasanya, Rasulullah Saw. selalu memberi makanan kepada para sahabat jika ada yang memberi sedekah dan Beliau sendiri tidak ikut makan. Sementara jika ada yang memberi hadiah, Rasulullah Saw. juga memberi kepada para sahabat dan Beliau pun ikut makan.

Namun kali ini berbeda, Beliau memakan buah pertama lalu tersenyum kepada orang tersebut. Beliau mengambil buah kedua lalu tersenyum kembali. Orang yang memberi anggur itu serasa terbang bahagia karena melihat Rasulullah Saw. menyukai hadiahnya. Sementara para sahabat melihat Beliau dengan penuh rasa heran. Tak biasanya Rasulullah Saw. makan sendirian.

Satu per satu anggur itu diambil oleh Rasulullah Saw. dengan selalu tersenyum, hingga semangkuk anggur itu habis tak bersisa. Para sahabat semakin heran dan orang miskin itu pulang dengan hati penuh bahagia.

Lalu seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, “Duhai Rasulullah, mengapa engkau tidak mengajak kami ikut makan bersamamu?”

Beliau pun tersenyum dan menjawab,

“Kalian telah melihat bagaimana wajah bahagia orang itu dengan memberiku semangkuk anggur. Dan ketika aku memakan anggur itu, kutemukan rasanya masam. Dan aku takut jika mengajak kalian ikut makan denganku, akan ada yang menunjukkan sesuatu yang tidak enak hingga merusak kebahagiaan orang itu.”

Sungguh besar kepedulian Rasulullah Saw. dalam menjaga perasaan orang lain. Betapa luhur dan agungnya akhlak dan budi pekerti Beliau, dan sungguh benar firman Allah Ta’ala:

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيم

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (QS. al-Qalam: 4)

: : : : : : : : :

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Share this post

September 3, 2025

Copy Title and Content
Content has been copied.

Artikel

Baca juga:

Baca berbagai artikel Islami dan tambah wawasan bersama.

Shahwu (Kesadaran Hakiki) | Pejalan Ruhani

SHAHWU (KESADARAN HAKIKI)Kitab: Jami’ al-Ushul fi al-awliya Kesadaran hakiki dalam istilah tasawuf itu merupakan capaian ruhani setelah merasakan nikmatnya wushul sehingga tak lagi merindukan-Nya karena

Dzun Nun al-Mishri | Pejalan Ruhani

Beliau adalah seorang sufi agung yang memberikan kontribusi besar terhadap dunia pemahaman dan pengamalan hidup dan kehidupan secara mendalam antara makhluk dengan Sang Pencipta, makhluk

Tarekat Kita | Pejalan Ruhani

Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah dibangun dengan 3 pilar yaitu:– “jiddin” (جِدٍّ)– “haqqin” (حَقٍّ)– “shidqin” (ٍصِدْق). Jid itu tekun. Haq itu benar yg telah disahkan. Shidq itu

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Sekretariat:
Perum Jaya Maspion Permata Beryl
B2-10 Gedangan, Sidoarjo
Jawa Timur
61254

Email Sekretariat:
suraubaitulfatih@gmail.com
baruk46@gmail.com

Web/App Developer:
Hubungi nomor atau email berikut untuk perihal teknis yang berhubungan dengan website/aplikasi Pejalan Ruhani.

aldibudimanputra@gmail.com
Whatsapp link