10. Mengimani Kitab-Kitab Samawi

Salah satu bagian dari kewajiban seorang mukallaf adalah mengimani kitab-kitab samawi yang diturunkan Allah Ta’ala, secara global maupun rinci. Secara global kita harus meyakini bahwa Allah Ta’ala mempunyai beberapa kitab yang diturunkan kepada para rasul-Nya, yang di dalam kitab itu Allah menerangkan perintah dan larangan-Nya, janji dan ancaman-Nya. Secara rinci pula kita harus mengenal kitab Allah yang empat. Yaitu, at-Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa, az-Zabur yang diturunkan kepada Nabi Dawud, al-lnjil yang diturunkan kepada Nabi ‘Isa dan Alqur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.

Kita juga harus meyakini bahwa Allah Ta’ala menjaga kitab-Nya yang mulia—Alqur’an—dari penggantian dan perubahan. Sebagaimana ditegaskan di dalam firman-Nya, “Yang tidak datang kepadanya (Alqur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” [QS. al-Fushshilat 41:42]

Allah Ta’ala juga berfirman, “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alqur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.” [QS. al-Hijr 15:9]. Yakni Allah menjaganya dari perubahan, pengurangan dan penambahan. Seandainya ada seseorang di dunia ini yang mencoba mengubahnya dengan satu huruf saja, atau satu titik saja, niscaya penduduk bumi akan berkata, “Engkau sungguh pendusta.” Kalau pun yang menyetujui perubahan itu seorang syaikh yang sangat agung dan dihormati, niscaya anak kecil pun akan berkata kepadanya, “Engkau salah, wahai syaikh, yang benar adalah ini.”

Berbeda halnya dengan kitab-kitab selain Alqur’an. Sebab kitab-kitab samawi selain Alqur’an telah dirasuki berbagai penyimpangan dan perubahan dari ulama-ulama busuk (‘ulama as-su’). Alqur’an tetap terjaga, meskipun banyak sekali pemuka kaum kafir, Yahudi dan Nasrani yang berusaha membatalkan dan merusaknya.

Kita mesti meyakini bahwa Alqur’an telah mencakup semua kandungan kitab-kitab samawi terdahulu. Kita juga mesti yakin bahwa Allah telah memberikan kemudahan hafalan bagi orang mempelajarinya. Allah Ta’ala berfirman, “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alqur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” [QS. al-Qamar 54:32]. Sehingga Alqur’an mudah dihafal, bahkan oleh anak kecil dalam waktu yang singkat. Sedangkan umat-umat terdahulu tidak mampu menghafal kitab mereka. Selain itu, Alqur’an merupakan ayat yang akan tetap eksis selagi alam dunia ini masih ada. Alqur’an telah menasakh semua kitab samawi yang diturunkan sebelumnya. Karena itu semua mukallaf wajib mempelajari Alqur’an, mengamalkannya dan menjadikannya sebagai pegangan hidup.

Ya Allah, limpahkanlah taufiq dan hidayah kepada kami agar dapat mengamalkan Alqur’an dan berpegang padanya, wahai Yang Mahamulia.[]

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Mursyid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Tomas
Baitul Fatih, Pangkalan Bun

Abangda Vici
Baitul Fatih, Kediri

Indeks

Tanwirul Qulub

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Mursyid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Tomas
Baitul Fatih, Pangkalan Bun

Abangda Vici
Baitul Fatih, Kediri