26. Memandang Wajah Mulia Sang Kekasih

Di akhirat, Allah Ta’ala akan memuliakan hamba-hamba-Nya yang beriman dengan memberi mereka kesempatan untuk melihat wajah mulia-Nya dengan mata kepala, setelah mereka masuk surga dan sebelumnya. Tetapi, mereka melihat wajah-Nya tanpa bagaimana dan seperti apa. Alqur’an dan hadis telah menegaskan kenyataan ini. Allah Ta’ala berfirman, “Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat.” [QS. al-Qiyamah 75:22-23]

Rasulullah Muhammad saw. bersabda, “Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhan kalian seperti kalian melihat bulan di malam purnama.” Hadis ini diriwayatkan oleh al-Bukhari di dalam Shahih-nya. Yang diserupakan di dalam hadis ini adalah penglihatan, yakni tiadanya keraguan dan kesamaran dalam penglihatan, bukan penyerupaan objek penglihatan (sungguh, Allah tidak bisa diserupakan dengan sesuatu pun selain Dia). Dalil akal tentang mungkin-nya melihat Allah, itu karena melihat merupakan salah satu bentuk ketersingkapan dan ilmu bagi subjek yang melihat objek, ketersingkapan yang diciptakan Allah ketika indera berhadapan langsung dengan objek. Dan Allah bisa saja menciptakan ketersingkapan yang sama bagi subjek yang tidak berhadapan langsung dengan objek. Seperti kenyataan Rasulullah saw. yang dapat melihat orang yang berada di balik punggungnya seperti beliau melihat orang yang berada di hadapan matanya. Atau, seperti kenyataan bahwa Allah Ta’ala melihat kita bukan dengan berhadapan atau dari arah tertentu.

Telah maklum bahwa ‘melihat’ merupakan pertalian khusus antara yang melihat dan yang dilihat. Berdasarkan akal, bila salah satu di antara yang melihat dan yang dilihat itu ada di arah tertentu, maka yang satunya lagi juga demikian. Demikian pula bila salah satunya jelas tidak berada di arah tertentu, maka yang satunya lagi juga tidak di arah tertentu.

Kami mengatakan bahwa pemuliaan tersebut hanya bagi orang yang beriman, untuk menafikan orang kafir. Karena orang-orang kafir sungguh tidak akan pernah melihat Allah di Hari Kiamat. Allah Ta’ala berfirman, ”Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka.” [QS. al-Mutaffifin 83:15]. Tidak pula orang-orang kafir itu akan melihat Allah di surga, karena mereka sungguh tidak akan masuk surga. Bagi yang berminat mengetahui lebih jauh tentang pembahasan ini, silakan merujuk kitab kami yang berjudul Dhau’ as-Siraj fi al-lsra’ wa al-Mi’raj.

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Tomas
Baitul Fatih, Pangkalan Bun

Abangda Vici
Baitul Fatih, Kediri

Indeks

Tanwirul Qulub

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Tomas
Baitul Fatih, Pangkalan Bun

Abangda Vici
Baitul Fatih, Kediri