17. Ampunan dan Siksa

Bagian dari kewajiban setiap mukmin adalah meyakini bahwa Allah Ta’ala memberi anugerah ampunan bagi pelaku dosa besar yang bertobat, dan Dia mengampuni hamba atas dosa kecil karena dia meninggalkan dosa besar. Allah Ta’ala berfirman, “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” [QS. an-Nisa’ 4:31]

Perlu diyakini bahwa orang yang mati sebelum sempat bertobat dari dosa-dosa besar selain dosa kekafiran (syirik), ia berada dalam kehendak Allah. Jika menghendaki, Dia akan menyiksanya dengan adil. Jika menghendaki, Dia juga bisa mengampuninya dengan kemurahan-Nya. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [QS. an-Nisa’ 4:48]

Kita juga mesti yakin bahwa Allah akan menyiksa sebagian hambaNya dari umat ini yang melakukan dosa besar dan mati sebelum bertobat, karena ada keterangan dari syara’. Yang dimaksud “umat ini” adalah ummatul-ijbah, yakni kaum mukminin, karena itu sebagian yang disiksa tersebut tentu dari kalangan mukminin. Namun kalaupun ancaman Allah terhadap pelaku dosa itu pasti berlaku, mereka tidak kekal di neraka. Setelah disiksa sesuai kadar dosanya, mereka akan dimasukkan ke dalam surga dan kekal di dalamnya. Lain halnya dengan orang kafir yang akan tetap disiksa dan kekal di dalam neraka.

Kesimpulannya, manusia terbagi dua kelompok, mukmin dan kafir. Yang kafir akan kekal di dalam neraka. Sedangkan yang mukmin terbagi lagi dalam dua kelompok, yang taat dan yang bermaksiat. Yang taat akan masuk surga dan menetap selamanya. Yang bermaksiat terbagi dua golongan, yang tobat dan tidak tobat. Yang tobat pasti akan masuk surga. Sedangkan yang tidak bertobat, dia berada dalam kehendak Allah. Kalau pun disiksa, dia tidak akan kekal di dalam neraka.

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Mursyid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Tomas
Baitul Fatih, Pangkalan Bun

Abangda Vici
Baitul Fatih, Kediri

Indeks

Tanwirul Qulub

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Mursyid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Tomas
Baitul Fatih, Pangkalan Bun

Abangda Vici
Baitul Fatih, Kediri