24. Bertanya Kepada Ulama

Dlm Risalatul Mu’awanah:

24. Bertanya Kepada Ulama

(واعلم) أنه لا يستقل بعرض جميع أموره التي تقع له في ظاهره وباطنه على الكتاب والسنة كل أحد، فإن ذلك مخصوص بالعلماء الراسخين فإن عجزت عن شيء من ذلك، فعليك بالرجوع إلى من أمرك الله بالرجوع إليه في قوله تعالى: (فاسألوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون) وأهل الذكر هم العلماء بالله وبدينه العاملون بعلمهم ابتغاء وجه الله تعالى الزاهدون في الدنيا الذين لا تلهيهم تجارة ولا بيع عن ذكر الله تعالى الداعون إلى الله على بصيرة المكاشفون بأسرار الله.

Ketahuilah, bahwa tak seorang pun mampu menyelesaikan segala persoalannya sendiri baik lahir dan batin sesuai dengan Al-Qur’an dan hadits, karena kemampuan tersebut hanya dimiliki oleh ulama yg ilmunya sudah mendalam.

Jika engkau menghadapi suatu masalah yg tak mampu engkau selesaikan sendiri, maka kembalikanlah permasalahan itu pada orang² yg dipilih Allah sebagai tempat kembali (ulama).

Allah Ta’ala berfirman:

فَسْئَلُواأَهْلَ الذِّكْرِإِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

“Maka bertanyalah kepada ahli dzikir, jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43)

Yg dimaksud ahli dzikir adalah ulama yg mengetahui dan memahami Sifat² Allah dan agama-Nya, mengamalkan ilmu yg dimilikinya, selalu mencari keridhaan Allah, zuhud terhadap keduniaan, selalu ingat pada-Nya, tidak terganggu oleh perniagaan dan jual beli, berdakwah ke jalan Allah Ta’ala dengan akal dan kearifan sehingga terbuka baginya rahasia² Allah. Ahli dzikir inilah yg patut menyandang identitas ulama’ur-rashihin.

وقد عز على بسيط الأرض وجود واحد من هؤلاء حتى لقد زعم جماعة من الأكابر أنهم مفقودون، والحق أنهم موجودون ولكن قد سترهم الله برداء الغيرة وضرب عليهم سرادقات الإخفاء، لغفلة الخاصة وإعراض العامة، فمن طلبهم بصدق وجد في ذلك لم يعوزه -إن شاء الله تعالى- وجود واحد منهم، فالصدق سيف لا يوضع على شيء إلا قطعه، والأرض لا تخلو من قائم لله بحجة. وقد قال عليه الصلاة والسلام: “لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق لا يضرهم من ناوأهم حتى يأتي أمر الله”.

Namun ulama seperti ini sudah sangat langka keberadaannya sehingga beberapa ulama besar berpendapat bahwa ulama’ur-rashihin ini sudah tidak ada lagi.

Tetapi, pada hakikatnya, ulama’ur-rashihin itu masih ada. Hanya saja mereka ditutupi oleh Allah dengan tirai sifat kemuliaan-Nya dan di rahasiakan, karena perbuatan orang² tertentu dan berpalingnya orang² awam dari mereka.

Barangsiapa yg ingin mencari ulama’ur-rashihin, hendaklah bersungguh², Insya Allah dapat menemukan salah satu di antara mereka. Karena kesungguhan itu laksana pedang, bila diletakkan pada sesuatu, maka ia akan memotongnya. Dan juga di bumi ini tidak akan sunyi dari orang² yg berjuang dan menegakkan agama Alalh, sebagaimana sabda Rasulullah Saw.:

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِىْ ظَاهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ نَاوَأَهُمْ حَتَّى يَأْتِىَ أَمْرُاللَّهِ.

“Segolongan umatku senantiasa menyampaikan kebenaran, tidak goyah atas tindakan orang² yg menentang mereka hingga hari kiamat.”

أولئك نجوم الأرض وحمال الأمانة ونواب المصطفى وورثة الأنبياء، رضي الله عنهم ورضوا عنه، أولئك حزب الله ألا إن حزب الله هم المفلحون.

Mereka laksana bintang yang bertaburan di atas bumi ini, pemegang amanah, pengganti Rasulullah Saw., pewaris para Nabi dan prajurit Allah. Ketahuilah bahwa prajurit Allah adalah orang² yg berbahagia.

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok

Indeks

Risalatul Mu'awanah

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok