21. Larangan Memikirkan Dzat Allah Ta’ala

Dlm Risalatul Mu’awanah:

21. Larangan Memikirkan Dzat Allah Ta’ala

(وإياك) والتفكر في ذات الله تعالى وصفاته من حيث تطلب الماهية وتعقل الكيفية، فقلما ولع بذلك أحد إلا وهوى في مهاوي التعطيل أو تورط في تورطات التشبيه، وقد روي مرفوعاً إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم: “تفكروا في آيات الله ولا تتفكروا في ذات الله، فإن لن تقدروه حق قدره”.

Seluruh ciptaan Allah adalah sumber obyek tafakkur yg dapat mempengaruhi dan memperkokoh keimanan yg mendalam di dalam hati. Dan jangan sekali-kali kau pikirkan Dzat Allah dan Sifat²Nya dengan penyelidikan dan perbincangan hakikatnya secara mendalam. Karena hal itu sangat tidak sesuai dengan keterbatasan otak dan akal manusia yg tak mampu menjangkaunya.

Sabda Rasulullah Saw.:

تَفَكًّرُوْافِىْ آيَاتِ اللَّهِ وَلَا تَفَكَّرُوْافِى اللَّهِ فَإِنَّكُمْ لَمْ تُقَدِّرُوْهُ حَقَّ قَدْرِهِ.

“Pikirkanlah kekuasaan² Allah dan janganlah kau pikirkan Dzat-Nya. Sesungguhnya kamu tak akan mampu memikirkan hakikat-Nya.” (HR. Ibnu Hibban)

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok

Indeks

Risalatul Mu'awanah

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok