Teknologi Al-Qur’an

Sumber: http://suraukita.id/teknologialquran.php

 

Begitu juga kita sujud bukan membabi buta sujud di muka Ka’bah untuk sujud pada Batu Ka’bah, tetapi kita sujud pada Allah yang TALINYA/HUBUNGANNYA ada pada Ka’bah (Bait Allah) dan Ka’bah merupakan Lambang Kesatuan dan Persatuan Kaum Muslimin seluruh Dunia..

Medan, 1 Januari 1989, (Jumadil Ula 1409)

TEKNIK MUNAJAT KEHADIRAT ALLAH SWT

SEBUAH NASKAH dari : PROF.DR.H.S.S. KADIRUN YAHYA

SATU URAIAN LAGI SECARA ILMIAH YANG LEBIH DALAM, JELAS DAN LUAS TENTANG MURSYID SEBAGAI PENERUS PEMBAWA WASILAH ALLAH/THE WASILAH CARRIER, YANG DITERIMA RASULULLAH SAW DARI ALLAH SWT DAN TENTANG HAL-HAL YANG BERSANGKUTAN DENGAN TARIKAT SEBAGAI METODOLOGI DALAM TEKNOLOGI AL QUR’AN.

Dalam naskah ini tidak dikupas persoalan lain yang menyangkut Agama Islam,yang diuraikan hanya persoalan yang 3 (Tiga) tersebut diatas saja ( MURSYID, THARIQAT DAN WASILAH ) karena persoalan yang 3 (Tiga) tersebut diatas yang selalu menimbulkan “masalah” (problem), tentang hokum-hukum agam islam lain yang nyata, dalam Syariat Islam tidak kita bahas lagi karena semuanya itu sudah settled. (HARAP DI BACA DENGAN KEPALA DINGIN DAN BERSIH , TANPA DOGMA-DOGMA)

Assalamu’Alaikum Wr.Wb.

Q.S. Al-Anbiyaa , Ayat 107 : “WA MAA ARSALNAKA ILLAA RAHMATAN LIL’AALAMII” Artinya :
“Kami tiada mengutus engkau (ya muhammad), melainkan menjadi rahmat untuk semesta alam” (Tiada AKU turunkan engkau y Rasul ke dunia, melainkan untuk membawa rahmat-KU ke seluruha alam, lansung dari-KU)

Komentar dalam Bahasa Eletrok-teknik :

Tidak kumasukkan engkau ya kawat, kedalam rumahku, melainkan untuk menyalurkan Rahmat Electricity kedalam seluruh rumahku (langsung dari Central Dynamo) Dan jika aku teruskan sambungan kawatku ke kawat-kawat dirumah-rumah jiran dibelakang rumahku, mereka semua akan dapat pula rahmat Electricity ke rumah-rumahnya masing-masing Langsung dari Central Dynamo itu sendiri, BUKAN DENGAN PERANTARAKU, dan bukan pula dengan perantara Rumahku, hanya saja kebetulan listrik itu lewat/Via melalui Rumahku, namun ia tetap LANGSUNG dari CENTRAL DYNAMO itu sendiri.

HR.Abu Daud :
“BARANG SIAPA BELUM BESERTA ALLAH, BESERTALAH IA DENGAN ORANG(RUH NYA) yang beserta ALLAH (RUH) orang itulah (yang RUHnya berisi Wasilah Allah) yang menghubungkan (Ruh) engkau (LANGSUNG) dengan ALLAH”

H.R. Abu Syuraih Al Khuja’I :
“Bahwasanya Al Qur’an ini satu ujungnya di Tangan Allah dan satu lagi di tangan kamu (Muhammad), maka peganglah kuat-kuat akan dia” Dan barang siapa pula yang menghubungkan diri dengan Tali Allah itu yang(ujungnya) berada dalam diri Muhammad, ia pun akan LANGSUNG berhubungan dengan Allah.

Begitu juga Listrik dari Central Dynamo, bermuatan kurang lebih 170.000 KVA yang dimasukkan kedalam sebuah Travo, guna menurunkan kapasitasnya, sehingga sesuai dengan apa yang diperlukan guna pemakaian di rumah-rumah, maka semua rumah yang berhubungan dengan Travo tersebut, dinamakan Langsung berhubungan dengan Sentral Listrik itu sendiri, BUKAN PERANTARA TRAVO, hanya Via/melalui/lewat travo dan bentuk Si Listrik yang ada pada kawat, pada saat si listrik berada dalam kawat, adalah persis sama dengan Bentuk si Kawat.

Begitu juga bentuk api yang sedang merah yang sedang berada pada besi ada lah persis seperti bentuk Besi itu sendiri. Begitu juga bentuk Air yang sedang berada dalam pipa water leiding bentuk si Air sama dengan bentuk si Pipa.

Begitu juga bentuk Cahaya Matahari yang memasuki lubang pada dinding rumah kita adalah seperti bentuk lubang pada dinding rumah itu sendiri.

Begitu juga bentuk WASILAH, yang sedang dihantar disalurkan oleh Arwah Sang Murid yang diterima pula sambung menyambung (Seperti kawat listrik sambung menyambung) dari Arwahul Muqaddasah Rasulullah SAW melalui/via arwah para Ahli Silsilah, para aulia yang pilihan, yang telah bersatu pula sebelumnya (UNITED) bergabung dengan Arwahul Muqaddasah Rasulullah SAW yang karena sangat halusnya, telah menjadi satu (seperti gas-gas halus jika di persatukan hanya mengambil tempat yang sangat Minim).

Apalagi Arwah-arwah suci yang impounderable dan sangat-sangat halusnya, MAKA JELAS PULALAH, BAWAH BENTUK WASILAH ALLAH YANG AGUNG DAN DASYAT itu, SERUPA DENGN BENTUK WAJAH SANG MURSYID ITU SENDIRI, DAN MURSYID BUKAN PERANTARA, Mursyid adalah si Penerus/si Pembawa/PENYALUR WASILAH yang DAHSYAT dan AGUNDA dari ALLAH SWT, Wasilah mana Langsung berkekalan berkomunikasi dengan ALLAH SWT, timbal balik, seperti si Kawat Listrik diatas yang Langsung detik itu juga menghantar Listrik ke Rumah-rumah kita, timbal balik.

Hadits Qudsi :

“TIDAK DAPAT BUMI DAN LANGIT-KU MENJANGKAU/MEMUAT AKAN ZAT-KU (yang membawa Asma-KU/Kalimah-KU) melainkan yang dapat menjangkaunya/memuatnya ialah HATI HAMBAKU YANG MUKMIN, SUCI, LUNAK DAN TENANG”

(Hadits Qudsi R. Ahmad dari Wahab bin Munabbih).

Perkataan Voltage dalam Induk Dynamo Sama dengan Voltage yang berada dalam TIAP-TIAP PESAWAT yang berada dalam KESATUAN Lingkaran Listrik yang berhubungan dengan INDUK DYNAMO.

Betapa HEBAT ILMIAH yang di ucapkan RASUL YANG UMMI (puluhan Abad sebelum ditemukan Teknologi Electricity) Nyata BENARNYA.

Hadits Qudsi diatas :

Tidak dapat memuat Zat-Ku akan BUMI DAN LANGIT-KU yang dapat memuat ZAT-KU adalah HATI Hambaku yang SALEH ( para Rasul, para Ambia, para Aulia, Sholihin, Shiddiqin, para Kekasih-Ku, para Ahli Silsilah dll).!

Bagi para Beliau diatas berlaku : “TANGAN-KU berada diatas tangan mereka” (Wajah-Ku berada diatas wajah mereka”) (Q.S Al Fathu, 10); kalau mereka mengambil, aku tangannya, kalau mereka berjalan, aku kakinya.
Kalau mereka di gempur musuh, Aku lawannya, (H.Qudsi R. Bukhari) ; Jika Muhammad Memanah, Aku yang memanah ! (QS. Al Anfal 17) ; dikuatkan FIRMAN ALLAH dalam Al Qur’an Surat Al Mujaadilah ayat 21 : “Allah telah menetapkan bahwa : TIDAK ADA KAMUS KALAH BAGI-KU, dan bagi PARA RASUL-RASUL-KU, sesungguhnya ALLAH MAHA KUAT DAN MAHA GAGAH”!

DISINILAH LETAKNYA :

KEMENANGAN ABSOLUT para RASUL dan para AULIA dan lain-lain Kekasih-kekasih ALLAH SWT, itulah sebabnya MUSA menang melawan FIR’AUN yang hebat, begitu juga kemenangan IBRAHIM melawan Namrud dll, ialah KARENA DALAM DIRI MEREKA telah mengalir ENERGI KETUHANAN yang dibawa NAMA ALLAH yang MAHA AKBAR sesuai

Q.S AL BAQARAH 152 : Artinya : Dzikirlah kamu kepada KU niscaya AKU Dzikir kepadamu, dan bersyukurlah kepada KU, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-nikmat KU.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd.

 

Q.S Al Fathu, Ayat 10 : “Innal Ladziina yubaa yi’uu naka innamaa yubaa yi’unallaaha Yadullaahi fauqa aidiihim”
Artinya :
Sesungguhnya orang-orang yang berjanji teguh dengan engkau (Muhammad) sebenarnya mereka berjanji teguh dengan Allah. Tangan Allah diatas tangan mereka (Wajah Allah diatas Wajah mereka).

Komentar :
Karena Muhammad memiliki Wasilah, yang automatis langsung detik itu juga meneruskan janji tersebut pada Allah SWT.

Jelas kelihatan, bahwa mereka adalah apparat Allah yang memilki wasilah dalam diri Rohaninya, yang meneruskan detik itu juga secara LANGSUNG segala sesuatu pada Allah SWT.

Barang siapa yang melanggar janjinya maka bahayanya itu atas dirinya sendiri dan barang siapa yang menyempurnakan janjinya dengan Allah, maka Allah menganugrahkan pahala yang besar kepadanya.

Hadits Qudsi R.Bukhari :

“Allah Ta’ala berfirman :

Barang siapa memusuhi seorang Wali-Ku, maka aku mengumumkan perang kepadanya, Dan Apabila hamba-Ku menghampirkan diri kepada KU dengan sesuatu amalan, yang lebih aku cintai daripada sekedar mengamalkn apa-apa yang telah aku wajibkan atasnya, kemudian ia terus menerus mendekatkan dirinya kepada Ku dengan amalan-amalan yang nawafil (yang baik-baik) hingga aku mencintainya, Maka apabila telah mencintainya, adalah aku pendengarnya bila ia mendengar dan akulah penglihatannya bila ia melihat dan akulah kakinya bila ia berjalan, Demi jika ia memohon kepada KU niscaya aku perkenankan permohonannya dan jika ia meminta perlindungan kepada KU, pastilah aku lindungi dia”.

(Akulah mata mereka, akulah tangan mereka, akulah kaki mereka dan akulah lawan musuh mereka kalau mereka di gempur) (H.Qudsi R.Bukhari).

Q.S. An Anfal, Ayat 17 :
“Wa maa ramaita idz walaa kinnallaaha ramaa”
Artinya :
Bukan engkau (ya Muhammad) yang melontar/memanah/memukul/menyebut nama Allah, Tetapi Allah-lah yang melontar/memanah/memukul/menyebut nama-Nya.

Komentar :
Seperti juga Air Gula, Air tidaklah pernah manis selama dunia terkembang, namaun dimana saja kita jilat air gula itu, detik itu juga manisnya guka yang terasa, bukannya manisnya Air, karena si Air beserta dengan di Gula, karena si Air adalah Pengantarnya LANGSUNG, bukan perantara, namun keduanya tidak bersyarikat, Begitu Air Gula di panaskan, air akan terbang, Gula tidak menjadi Air selama dunia terkembang, hanya keduanya adalah sangat rapat berhampir.

Begitu juga Api dengan besi, yang membakar adalah api, bukan besi, namun kemana saja si besi dihampirkan, detik itu juga langsung si Api membakar. Api dengan besi tidak bersyarikat, Api adalah Api, Besik adalah Besi (Ferrum rumusnya) api tidak ada Rumusnya karena Api adalah Energi, dan api tidak akan menjadi besi atau sebaliknya, Besi tidak akan menjadi api dan Api dan besi tidak bersyarikat satu sama lainnya, hanya sangat rapat berhampir.

Begitu juga Kawat dengan Listrik yang berdaya guna adalah Listrik bukan kawat, namun kemana saja dicucukkan si Kawat, langsung si Listrik yang bekerja. Dimanasaja kita sentuh di Kawat, langsung si Listrik yang menggigit, bukan si Kawat, Kawat dengan listrik tidak bersyarikat, hanya sangat berhampir atau saling beserta, apabila dimatikan kontaknya Listrik hilang entah kemana, Kawatnya yang tertinggal, tanpa mampu mengeluarkan Daya apa apa lagi., dan Listrik takan menjadi Kawat, dan Kawat tidak akan menjadi Listrik, karena listrik bukan kawat.

Begitu juga halnya dengan Isa Ibnu Maryam , kemana saja tangannya di sentuhkannya, untuk mengobati, disitu orang jadi sembuh, Lansung di sembuhkan oleh ENERGI Ketuhanan tersalur dari WASILAH ALLAH yang berada dalam dirinya.

Q.S. Al Fathu, Ayat 10 :
“TANGAN ALLAH DIATAS TANGAN MEREKA (WAJAH ALLAH DIATAS WAJAH MEREKA)” Namun ISA BUKAN TUHAN, dan tak akan jadi TUHAN, Ia hanya menyalurkan RAHMAT ALLAH kea lam sekitarnya seusai :

Q.S Al Anbiyaa, ayat 107 :

“Wa maa Arsalnaaka Illa Rahmatan Lil’Aalamiin”

Artinya :
Kami tiada mengutus engkau (Ya Muhammad) melainkan menjadi Rahmat untuk “semesta Alam” (Tiada Aku turunkan engkau ya Rasul ke dunia, melainkan untuk membawa rahmat-KU ke seluruh alam, Langsung dari-KU).

Kemudian Q.S. Maryam ayat 30-31 :

Artinya :

Dia (Isa) berkata : Sesungguhnya aku seorang Hamba Allah, Dia (Allah) memberi kepadaku Al Kitab (Injil) dan menjadikan aku seorang Nabi.

Dan Dia (Allah) menjadikan aku seorang yang diberkati (yang dilimpahi Allah Kurnia Nya) dan Pembawa Bahagia dimana aku berada.

ISA menyalurkan RAHMAT ALLAH melalui WASILAH ALLAH yang berada dalam DIRI-nya. Begitu juga kekeliruan Iblis, Disangkanya ia diperintahkan Allah untuk menyembah Adam dan ia ingkari, Para Malaikat yang lain menyembah/sujud semuanya, bukan pada ADAM, tetapi pada Ruh Allah yang telah dimasukkan kedalam Ruh Sang Adam, Yang telah hadir di situ.

Q.S. Al Hijr, ayat 29 :

Artinya :

“Apabila Aku sempurnakan kejadiannya, dan Ku tiupkan kedalamnya dari pada ruh-Ku, lalu meniaraplah mereka sujud kepadanya” (Ingat : Allah dan Rasul tidak pernah menyuruh kita sujud selain kepada Allah)

Begitu juga kita sujud bukan membabi buta sujud di muka Ka’bah untuk sujud pada Batu Ka’bah, tetapi kita sujud pada Allah yang TALINYA/HUBUNGANNYA ada pada Ka’bah (Bait Allah) dan Ka’bah merupakan Lambang Kesatuan dan Persatuan Kaum Muslimin seluruh Dunia.

Jadi jelas kelihatan, bahwa WASILAH ALLAH dan RUH SANG MURSYID si pembawa WASILAH, keduanya mempunyai bentuk rupa yang sama dan sangat berhampiran satu sama lain, antara si Penyalur dan yang Disalurkan, taka da antranya, namun tidak bersyarikat dan berlainan “ZAT” seperti si Kawat dengan si LIstrik sama bentuknya, sangat hampir satu sama lain, namun berlainan Zat, dan karena si Pembawa Wasilah adalah manusia itu sendiri.

Maka karenanya Sang Wasilah tentu menyerupai wajah Sang Mursyid dan arwah Sang Mursyid tentu menyerupai Wajah Sang Mursyid, dan arwah Sang Mursyid telah bergabung dengan arwah pada Ahli Silsilah (yang merupakan Aulia-Aulia Allah pilihan) dan arwah para Ahli Silsilah ini telah terdahulu bergabung pula dalam Arwahul Muqadasah Rasulullah SAW yang khalis mukhlisin yang tidak bercerai berai dari sisi Allah SWT.

Dan Rasulullah SAW adalah sumber yang pertama yang telah menerima Wasilah Akbar dari Allah SWT yang diteruskan oleh para Ahli Silsilah dan sampai pada Sang Mursyid (Al’Ulamaa u waratsatul Anbiya)/ Ulama itu adalah Pewaris Nabi, Sang Mursyid telah mewarisi/memiliki Sang Wasilah dalam Ruh-nya, dari rohani Rasulullah SAW via rohani para Ahli Silsilah (para aulia Allah).

Walaupun hubungan antara satu sama lain berabad-abad jauhnya, antara Sang Mursyid dan Rasulullah SAW dan Ahli Silsilah (Aulia-Aulia Allah), namun karena hubungan itu semua terlaksana antara Zat dengan Zat yang sangat halusnya, maka jarak dan waktu tak menjadi soal lagi (Semuanya menjadi Nol).

Semua ahli Fisika Mufakat, bahwa Ether dalam alam semesta yang sangat halus dan impounderable, jika di kutub utara bergetar pada saat itu juga, maka di seluruh jagad Ether itu akan turut bergetar pada saat itu juga, walaupun antara keduanya bermilyard mil jauhnya.

Jadi jika ada pada Rohani Sang Mursyid sesuatu “Sentuhan”, maka saat itu juga langsung akan sampai tersalur pada wasilah Allah dan pada saat itu pula langsung sampai pada Allah SWT, dan pada saat itu pula kembali dari Allah SWT, melalui Wasilahnya Langsung pada si Penyentuh Tadi.

Semua kejadian itu terlaksana dalam saat itu juga, dalam saat yang bersamaan! Langsung timbal balik tanpa perantara.

Q.S. Al Baqarah, Ayat 152
“Aku dzikir kepadamu dan bersyukurlah kamu kepada Ku dan janganlah Kamu mengingkari nikmat-Ku”

Q.S. Qaf, Ayat 16 :
“Wa nahnu aqrabu Ilaihi min hablil wariid”

Artinya:
“Dan Kami lebih berhampir kepadanya daripada kedua urat lehernya”

Komentar :
Tentu bagi mereka yang telah memiliki Wasilah, yaitu suatu Unsur/suatu Faktor yang tak terhingga gelombangnya yang senantiasa berhubung dengan Allah SWT (Nurun Ala Nurin)

H.Qudsi R.Ath Thabrani, Al Hakim dan Abu Na’im :

Allah Ta’ala berfirman :

Sesungguhnya Wali-wali Ku dari para hamba KU dan Kekasih-kekasih KU dari makhluk Ku, yaitu mereka yang disebut namanya, Jika orang menyebut nama-KU dan Aku disebut bila seorang menyebut nama Mereka.

Sebut nama WaliKU/KekasihKU, Aku telah hadir pada sisimu; jika kita sebut nama Muhammad dalam shalawat, Allah Langsung hadir pada sisi kita untuk memberi pertolongan, Jelas kelihatan, bahwa Nama-Ku tidak bercerai dengan nama Muhammad dan nama WaliKu/Kekasih-KekasihKU.

H.R. Tirmidzi :

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka allah akan bershalawat kepada orang itu sepuluh kali.

H.R. Tirmidzi :

Dari Umar Ibnu Khaththab, ia berkata : Sesungguhnya doa itu terhenti diantara langit dan bumi, sedikit pun tidak bisa naik, sehingga engkau bershalawat akan Nabimu.

Doamu tidak akan dikabulkan tanpa shalawat atas Rasulullah, doamu tergantung di awang-awang.

Salah satu kriteria seorang Rasul atau Aulia Allah, ialah walaupun mereka adalah MANUSIA-MANUSIA BIASA, namu mereka telah menerima WASILAH dari ALLAH SWT, kalau tidak mana mungkin mereka berkomunikasi langsung dengan Allah, kalau memang mereka-mereka itu PesuruhNya dan UtusanNya, tentu harus ada alat komunikasi yang mempunyai Frekwensi tak terhingga yang berkekalana berhubung dengan ALLAH SWT, karena terbit dari sisi Allah sendiri (NUR-Nya), sehingga dapat mencapai gelombang-gelombang pada sisi Allah SWT, itulah dia Nurun ala Nurin yang juga dinamakan Wasilah (Al Islam adalah sangat Tinggi Ilmiahnya, dan tak ada yang dapat melebihnya).

Itulah sebabnya saya katakana dalam Buku-Buku Karangan Saya yang terdahulu, bahwa Ber-Dzikirullah dengan metode THARIQATULLAH yang diamalkan para mukmin sejati dan para Aulia Allah selama berabad-abad lamanya sejak zaman Rasulullah SAW hingga sekarang ini, hanya dapat diterangkan dengan Ilmu SUNATULLAH yang tinggi sekali, yaitu Ilmu Alam dan Lain-Lain, Ilmu Eksakta yang tinggi-tinggi, yang merupakan Firman-Firman Allah yang tertulis dalam alam semesta (Surat Yusuf 105)

Q.S.Yusuf , Ayat 105 :

“Wak ayyin min aayatin fissamaawaati wal ardhi yamurruuna ‘alaihaa wahum’anhaa mu’ri dhunaa”

Artinya :
Dan banyak sekali ayat (tanda-tanda kebesaran Allah/Kekuasaan Allah yang ditulis Nya) dilangit dan di bumi, sedang mereka lalu lintas diatasnya, tetapi mereka berpaling daripadanya (Tidak mau merisetnya).

Ucapan Prof.DR.Mukti Ali (Mantan Menteri Agama RI/Mantan Rektor I.A.I.N Yogjakarta) :

Hukum-hukum dalam alam semesta adalah Firman-Firman Tuhan yang tertulis dalam alam semesta, tidak tertulis dalam Al Qur’an, tetapi terkandung didalamnya.

TARIKATULLAH tak mungkin diterangkan dengan Ilmu Pidana atau Perdata, atau Imu Fiqih atau Ilmu Sosial lain-lainnya, karena Tarikatullah termasuk dalam bidang Teknologi dalam Al Qur’an.

Kalau ada sesuatu METODOLOGI dalam ilmiah, itu sudah termasuk ilmu Teknologi, dengan Ilmu Tarekat yang begitu hebat, dapat dimengerti/dipahami maka diamalakn dan dipraktekkan dengan Gilang Gemilang Ayat-ayat Dahsyat Teknologi Al Qur’an seperti Ar Ra’ad 31, Al Hasyir 21 dan lain lain.

Q.S. Ar Ra’ad, Ayat 31 :

“Walau anna qur’aanan suyyirat bihil jibaalu au quththi ‘at bihil ardhu au kullima bihil mautaa”

Artinya :

Dan sesungguhnya andaikata ada suatu bacaan (Kitab Suci) yang dapat membuat gunung-gunung berjalan/bergoncang dahsyat atau bumi dipotong-potong/dibelah-belah atau orang orang mati diajak bicara/dapat bicara (Niscaya Kitab Suci itu ialah Al Qur’an dan mereka pun tidak juga mau beriman).

Q.S. Al Hasyir, Ayat 21:

“Lau Anzalnaa Haadzal Qur’aana’Alaa jabalil laraaitahuu khaasyi’am mutashaddi’am min khasyyatil laaahi wa tilkal amtsaalu nadhribuhaa linnaasi la’allahum yatafakaruun”

Artinya :

Andaikata Al Qur’an ini kami turunkan/kami letakkan diatas gunung/bukit niscaya engkau akan lihat bukit itu tunduk lagi belah/hancur berantakan, karena takut kepada Allah dan perumpamaan perumpamaan itu Kami jadikan kepada manusia agar supaya mereka berpikir ( Agar mereka merisetnya tentau dengan cara teknologi, dan untuk ini perlu metodologinya = Athariqatnya = Tarikatnya).

Para Rasul pada zaman dahulu sudah jelas tidak ada yang menerangkan secara Teknologi (walaupun Beliau-beliau itu mempraktekkannya diaman perlu melawan musuh yang merusak agama) karena waktu itu Ilmu Teknologi belum ada atau tidak diketahui sama sekali, Tetapi ini bukanlah berarti menerangkan Ilmu Teknologi dalam Al Qur’an itu adalah salah atau tertolak, malah dianjurkan(Lihat surat Yusuf 105 diatas).

Apakah salah kalau Ilmu Teknologi Metafisik Al Qur’an diterangkan dengan Ilmu Teknologi fisik yang parallel (asalkan orangnya islam, beriman, bertaqwa). Bukankah Islam itu adalah sangat Iboleh ILMIAH sehingga semua Ilmu boleh dipakai untuk menerangkannya asalkan orangnya Islam, beriman, betaqwa ? Bukankah Allah melipatkan gandakan petunjuk-Nya dalam hukum-hukum alam semesta?.

Q.S. Ali Imron,Ayat 190 :
“Sesungguhnya dalam kejadian-kejadian pada Alam Semesta dan pergantian antara malam dan siang, banyak sekali Petunjuk bagi mereka yang berakal/berpikiran (Lebih-lebih lagi Petunjuk para ahli ilmu Alam/Fisika, Kimia, Biologi, Teknologi, Kosmografi)”

Q.S. An Nur, Ayat 35 :

“Allah Sumber cahaya yang menyoroti langit dan bumi Allah membuat perumpamaan-perumpamaan dalam melipat gandakan Petunjuk-Nya kepada manusia dan Allah Maha Mengetahui segala-galanya”

Bukankah Rasul mengatakan : Ajarkanlah Agama itu menurut ilmu mereka Dan bukankah dunia dewasa ini telah penuh dengan Ilmu Teknologi dimana mana? Dan bukankah Islam itu sangat dahsyat ilmiahnya, sehingga tak ada yang melebihnya?!.

Bukankah Al Qur’an itu katakanlah, merupakan sebuah NASKAH dari Allah SWT yang paling hebat, hingga tak ada taranya dan taka da yang mampu melebihinya, yang diberikan untuk kaum muslimin ?.

Sedangkan Naskah Prof. DR. EINSTEIN saja yang pada awalnya hanya dapat dimengerti oleh beberapa orang ahli saja di dunia, namun sesudah di olah DR. Niels Bohr dan kawan-kawannya, ternyata menimbulkan energy yang maha dahsyat yang dikenal dengan Tenaga Atom dan Nuklir?!. Yang mampu mengkiamatkan benua-benua didunia dalam beberapa saat saja? Sedangkan dalam uji coba senjata nuklir saja pun, Bumi bergetar dahsyat sekali, getaran mana terus menjalar, hingga dapat mengakibatkan gempa bumi yang sangat fatal dan mengerikan, Jika tepat tersalur pada lapisan-lapisan Bumi atau terowongan yang porous (tidak padat).

Apalagi Al Qur’an NASKAH dari Allah Ta’ala yang mengandung energy maha dahsyat yang rahmatnya tak habis-habisnya, walaupun habis delapan buah lautan dawet dan seluruh kalam di rimba untuk menuliskannya, namun Rahmatnya tak habis-habisnya.

Q.S. Lukman, Ayat 27 :

“Kalau sekiranya kayu-kayuan yang dimuka bumi ini, menjadi kalam (pena) dan air lautan menjadi dawat(tinta), serta ditambah lagi dengan air tujuh buah lautan yang lain, niscaya tidak ada habis-habisnya Rahmat Allah dituliskan”

KurniaNya sebanyak pasir dilautan dan sebanyak bintang dilangit, jagat raya ini akan hancur dibuatnya jika tenaganya dikeluarkan dengan metodologi yang tepat, Apakah ini semua dilarang oleh Rasul? Apakah salah membuat Kapal Terbang, Karena Kapal Terbang tidak pernah dibuat oleh Rasul ?

Apakah pakai dasi, makan gado-gado, pecal membuat gedung 100 tingkat, pakai pantalon dan lain-lain salah, karena Rasul tidak pernah ada membuatnya, memakainya atau memakannya?

Tarikat hanya dapat dipahami dengan ilmu teknologi tinggi, karena oa termasuk dalam Teknologi Al Qur’an yang sangat dahsyat dan tinggi sekali!!!.

Yang tidak tahu tarikat sedalam dalamnya, atau tidak tahu teknologi, tidak ada saham dan tidak ada hak sama sekali untuk menilai Tarikatullah, karena ia tidak mampu untuk itu ( dan pasti penilaiannya meleset) apalagi untuk menyalahkannya! Dan Tarikatullah dewasa ini bukan dianut oleh orang-orang bodoh lagi, Ribuan orang Sarjana diantaranya 32 orang professor, 45 orang Kyai yang kenamaan di Jawa, Sumatera, Luar Negeri, Pembesar-pembesar Negara, Sipil, Militer, Sarjana-Sarjana IAIN, para dokter, para insinyur yang telah mengamalkan Dzikirullah dengan memakai metode TARIKATULLAH (TARIKATULLAH NAQSYABANDI Murni dan Asli dari Jabal Qubis yang kami emban).

Belum lagi dihitung ribuan mahasiswa, Pemuda, Pedagang, Rakyat banyak dan lain-lain, yang kalau menurut perhitungan para murid sudah lebih 4 jutaan banyaknya selama 36 tahun, dan madrasah/Surau/Masjid besar kecil sudah kurang lebih 250 buah yang kami dirikan tersebar di seluruh tanah air dan luar negeri.

Dan rata-rata mereka semuanya telah mendapat nikmat kemenangan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam shalatnya merasakan betapa indahnya shalat khusuk! Mereka telah merasakan benar-benar bahwa dalam islam itu adalah nyata.

Buka saja untuk pedoman ibadat, tetapi juga untuk keselamatan hidup dunia akhirat. Semuanya ini tidak pernah dialami mereka sebelumnya, Justru karena semua kemenangan nyata inilah, mereka tetap melaksanakan Dzikirullah dengan metode TARIKATULLAH , semua mereka yang tersebut diatas tidak mungkin akan dibodohi lagi sampai bertahun-tahun oleh siapa pun dimuka bumi ini.

Dan beribu-ribu Kasus yang tidak mungkin dapat dituntaskan dengan tenaga fisik, telah dapat tuntas diselesaikan dengan energy TEKNOLOGI Dzikirullah dengan metode TARIKATULLAH.!

Umpama saja : Beratus ratus Penderita Narkotika yang dipulihkan kesehatannya dalam beberapa hari saja, Penderita-Penderita Kanker, Anak-Anak Nakal, banditisme dan lain lain yang menjadi baik dalam beberapa hari saja, Gunung Berapi yang sedang mengamuk ditenangkan dalam beberapa hari saja, Gunung Berapi yang sedang mengamuk ditenangkan dalam beberapa detik saja, lautan api di padamkan dalam beberapa menit saja, galodo, bencana alam yang dihambat perkembangannya dan lain lain.

Terhadap semua Kasus tersebut diatas telah di uji coba ke dahsyatan senjata Kalimah Allah dan ayat-ayat Al Qur’an yang bersangkutan dengan metode TARIKATULLAH!

Bahkan RASULULLAH SAW Bersabda :
1. Tidak akan datang Kiamat jika masih ada didunia, orang yang berDzikir Allah, Allah.

2. Jika Tuhan telah menetapkan bahwa unia akan dikiamatkan-Nya pada suatu saat tertentu, maka jika saat itu telah tiba dan masih ada lagi orang yang berdzikir Allah, Allah; maka Allah akan menunda Kiamat Dunia 40 Tahun lagi ( Tentu saja Dzikirullah yang Berjaya dengan metode).

3. Orang berdzikir disbanding dengan orang yang tidak berdzikir, seperti orang hidup dengan orang mati ( Tentu yang dimaksud adalah DZIKIR yang hidup, yang langsung datang dari Allah, yang di juluk turun oleh Dzikirullah si murid dengan syafaat para Arwahul Muqadasah KEKASIH-KEKASIH ALLAH yaitu para Aulia Allah dan Rasulullah yang Arwahul Muqadasahmya telah bergabung dalam diri Sang Mursyid).

Q.S. Al Baqarah, Ayat 152 :

“Dzikirlah kamu kepada-Ku niscaya AKU Dzikir kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-nikmat-Ku”

Dan Akhirulkalam : TEKNOLOGI AL QUR’AN yang akan mampu mengalahkan semua TEKNOLOGI ATOM DAN NUKLIR dari lawan-lawan, anti agama dan perusak Agama dan peradaban manusia di muka bumi, karena ENERGI AL QUR’AN adalah diatas segala-gala Teknologi diDUnia, karena dimensinya lebih Tinggi dari segala Dimensi (A higher Dimension commands a lower Dimension).

BELIEF in God is no longer merely a Belief BUT it has become to be a SCIENCE OF THE HIGHEST DIMENSION.

Peperangan yang berkecamuk dapat dicegah, hingga sama sekali berhenti, di hantam dengan kekuatan kedahsyatan Kalimah Allah dengan Metode Tarikatullah.

Apakah tuan-tuan yang dianggap telah memiliki “sebukit” ilmu tentang Al Qur’an (secara teori) sudah pernah melaksanakan uji coba kekuatan-kekuatan Ayat-ayat

Allah tersebut dan meraih kemenangan-kemenangan seperti tersebut diatas?!. Ummat intelektual tidak mau lagi dinina bobokan dan sudah bosan dan jemu mendengar kehebatan-kehebatan dan kemenangan-kemenangan Islam dalam cerita-cerita saja, tanpa bukti nyata! Ummat Islam Intelektual mau bukti kenyataan dari Kedahsayatan Al Qur’an yang harus nyata mampu membawa ummat kepada kemenangan Hidup Gilang Gemilang Dunia Akherat!.

Mereka telah melihat dan merasa dimana kurangnya dakwah dari para ulama kita dewasa ini di seluruh dunia yaitu :
Para Ulama dewasa ini antara lain : Tetap Dogmatis seolah-olah tidak berani/takut keluar dari Dogma mengikat, dan tidak berani memakai akal yang lebih logis, lebih ilmiah, lebih mendalam, lebih nyata dan riil (akal adalah dasar agama), mereka tak mengetahui ilmiah pelaksanaan teknis dari pelaksanaan Shalat Khususk, yang merupakan TIANG AGAMA ISLAM dan yang membawa kemenangan Hidup! Sehingga umpamanya tidak pernah mengadakan SEMINAR tentang teknis pelaksanaan SHALAT KHUSUK.!.

Q.S. Al Mu’minuun, Ayat 1-2 :
“Qad aflahal mukminuun alladziina hum fii shalaatihim khaasyi’uun”
Artinya :
Sesungguhnya mendapata kemenanganlah orang-orang mukmin yang berhati Khusuk dalam Shalatnya.
Karena mereka tidak mengetahui/menguasai ILMU TARIKAT(metodenya) sehingga tidak mampu membuahkan kenyataan SATU AYAT atau SATU HADITS-pun.?

Benar kata RASULULLAH SAW : Di akhir Zaman orang islam tidak mengenal lagi akan Islamnya yang sebenarnya (H.R. Bukhari).

H.R. Ibnu Majah dan Tirmidzi :
“Saya-tii ‘alaa ummatii zamaanun laa yabqaa diinuhum illa ismuhuu walaa minal qur-aani illah rasmuhuu”
Artinya :
Akan datang pada masa ummatku, suatu masa dimana Agama Islam tinggal namaya dan Al Qur’an tinggal tulisannya.

(yang tinggal hanya cerita, tanpa ENERGI dan DAYA)

Kalimah Allah adalah senjata Absolut yang Maha Dahsyat dari Allah SWT, yang mampu tembus kemana-mana saja di DUNIA dan DI AKhirat, karena Aksi Radius Kalimah Allah tak ada batasnya, tak habis-habisnya, tak terbatas..!.

Dan Energi Kalimah Allah harus di uji coba dan harus mampu memadamkan api Neraka di Dunia (segala cobaan berat di Dunia) dan kalau di Dunia berhasil, tentu di AKHERAT pun berhasil, karena undang-undangnya sama di mana saja, karena nilai Kalimah Allah adalah Absolut dan mampu membawa Kemenangan Absolut, di Dimensi mana saja, Dunia Akhirat!.

Hadits Qudsi (HR Ibnu Najjar, Abu Nu’aim, Ibnu Asakir) :

Qaalal laahu ta’aalaa :

“Laa ilaaha Illallaahu kalaamii wa ana huwa man qaalahaa dakhala hishnii waman dakhala hishnii amina min’iqaabii”

Artinya :

Allah Ta’ala berfirman : Lailaaha illallah itu adalah perkataan-KU, Ia adalah Aku, siapa yang menyebutnya masuk dalam benteng-Ku dan siapa masuk ke Dalam benteng-Ku terpeliharalah ia daripada siksaan Ku ( Siksa Dunia Akhirat).

Apakah hadits ini telah tuan-tuan uji coba kebenarannya ?

Dan kekeramatannya ?

Dan apa hasilnya ?

Hadits Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi :
“Bismillaahil ladzi la yadhurru ma�asmihii syai�un fil ardhi wa laa fissamaa-I”

Artinya :
“Atas nama Allah, yang tidak memberi mudharat apa-apa yang dibumi dan di langit ialah orang yang beserta dengan nama-Nya”

Apakah Hadits ini, kehebatannya dan kekeramatannya telah juga di uji coba oleh tuan-tuan dan apa hasilnya ?

Coba pula kita lihat Ta’awwudz :

“A’uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim”

Artinya :
“Aku berlindung dengan Allah dari pada Syeitan yang kena rajam”

Apakah Ta’awwudz ini telah tuan-tuan uji coba dan apakah hasilnya? Siapakah yang lari ? Si setankah, si Jin kah atau tuan sendirikah yang pontang panting lari terbirit-birit.

Keyakinan pada kehebatan Kalimah Allah yang teoritis, harus diiringi dan di analisa dengan ilmu yang benar, baru diamalkan dengan sungguh-sungguh, baru di uji coba dan kalau berhasil, baru terbit HAQQUYAKIN yang tak dapat goyah lagi selama-lamanya, karena telah matang dan faham akan “rahasia” ilmunya, telah diamalkan dengan Kafiatnya (dengan metodenya) dan telah di uji coba pula dengan hasil yang gilang gemilang kemudian telah dimahirkan pula sehingga Kalimah Allah itu merupakan Pondasi dan Modal yang Maha Kokoh dalam Ruh Kita, yang akan menyebrang kea lam Baka dan seterusnya kelak?!

Karena Kalimah Allah serupa itu adalah Kalimah Allah yang ditanamkan oleh Allah Sendiri yang di juluk turun oleh DZIKIRULLAH si murid dengan memakai TEKNOLOGInya (At-Thariqah nya yang TEPAT).

Kalau kita ambil kesimpulan maka dalam ibadat pada zahirnya seperti 2 buah kawat diatas sama sekali tidaklah ada kelihatan bedannya antara kedua golongan: Golongan orang yang tidak pakai metode (Langsung secara awam) = Golongan Pertama.
Lanjutan :

TEKNIK MUNAJAT KEHADIRAT ALLAH SWT

Q.S. AL Baqarah, ayat 152: “Dzikirlah kamu kepadaKu niscaya Aku Dzikir kepadamu” (Komentar : apa tidak HEBAT ini! Bukan main! ; Allah sendiri memberikan DZIKIRNYA pada kita! BERKAT Syafaat para Aulia Allah, Rasulullah dan syafaat Mursyid) dan bersyukurlah kepada KU, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-nikmat KU (Sadarlah akan nikmat KU). Kemudian Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang sebelum ia sendiri berusaha mengubah nasibnya sendiri.

Q.S. Ar Ra’ad, Ayat 11 :

“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu Kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”

(Al Qur’an Departemen Agama R.I Hal.370)

Tuhan tidak akan memberikan Nur Dzikirnya (Kurnianya) pada seseorang, sebelum orang itu sendiri mendzikirkan dirinya pada Allah( untuk mencapai Kurnia daripada Allah) Tuhan tidak akan MENSUCIKAN RUH seseorang, sebelum orang itu sendiri berusaha mensucikan Ruhnya sendiri (Diri-nya yang batin) dengan Dzikirullah (dengan metode Tarikatullah) karena ucapan dari LIDAH yang zahir saja tak akan tembus menembus kedalam Ruh yang berlainan DIMENSINYA dan substansinya ; dan apalah jadinya semua hal kelak, jika sebelumnya kemampuan Kalimah Allah itu sempat di uji coba, kita telah berada dipintu Fi Sakaratul Maut ?.

Apalah jadinya jika kita yang tidak pernah pandai berenang tiba-tiba tercampak di laut..?

Kita semua yakin bahwa api dapat membakar, Namun kalau kita sebut-sebut saja 100x atau 1000x sekalipun : “Api membakar, api membakar” jangankan terbakar janggut kita, panas pun tidak akan terasa dimulut kita, Kita mendengar dan percaya, bahwa dalam kayu ada apinya, namun kalau kita belah kayu besar itu sampai bagian yang sekecil-kecilnya, tidak akan ditemukan api, tetapi kalau kita gesek-gesekkan dua batang kayu kering, tak lama niscaya akan terbit apinya.

Satu Contoh Lagi :

Air yang sifatnya sejuk, dan memadamkan api, jika di olah dengan metode ELEKTROLISA akan menerbitkan ledakan dahsyat dan menyemburkan api yang menghancurkan, begitu juga ayat-ayat Allah yang dibaca dengan lagu yang merdu, akan menghancurkan segala lawan, jika diproses dengan metode Tarikat, itulah sebabnya Tarikat termasuk TEKNOLOGI AL QUR’AN termasuk antara lain Pemusnah Setan, Tetapi harus dengan metodenya, barulah ia menjadi senjata maha hebat!.

Sebagai Penutup bersama ini kami lukiskan suatu ilustrasi yang kiranya akan dapat dijadikan renungan seperlunya bagi kita :

Jika Presiden RI mengeluarkan Surat Perintah Hariannya yang ditanda tangani oleh Beliau Sendiri, di Istana, atau di Bina Graha, atau di cendana kemudian disalurkan melalui SEKMIL, atau para menteri, terus ke Gubernur dan Bupati dan seterusnya, maka seluruh Angkatan Bersenjata RI dan Rakyat Indonesia akan mendukungnya dan melaksanakan serta mengamankannya!Berjuta-juta Bangsa Indonesia akan mematuhinya dan siap bertempur jika musuh mana saja akan merusaknya.

Tetapi jika bukan Presiden yang menandatangani atau ditiru tanda tangan Beliau, maka Surat Perintah itu tidak berlaku atau TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN SAMA SEKALI karena tanda tangan itu tiruan.

Begitu juga jika nama Allah yang di salurkan dari sisi Allah SWT, dengan saluran WasilahNya(Channel-Nya) maka seluruh angkatan Malaikat yang berjuta-juta akan mengamankannya tapi jika bukan Tuhan yang mengucapkannya, melainkan Tuhan produksi sendiri tentu tidak aka nada satu malaikat pun yang akan mendukungnya, karena Nama Allah itu adalah tiruan.

Disinilah bedanya Kalimah Allah yang di ucapkan oleh para Rasul dengan yang di ucapkan oleh orang awam! Allah sendiri mengakui, bahwa jika Rasul mengucapkannya, maka Allah yang menyebut Nama-Nya. “Bukan engkau yang menyebut Nama-KU ya Muhammad tatkala engkau menyebut nama-Ku melainkan Aku yang dan menyebut”.

Disinilah letaknya KUNCI TERBESAR apa sebabnya , apa saja yang kita sebut, selalu tidak berhasil dan apa saja yang disebut para Rasul dan para Aulia Berhasil..!

Diatas telah dikatakan, bahwa Para Ambiya dan Para Aulia itu memiliki WASILAH, yang mengandung seperti RADAR, yang langsung menghubungkan Sang Rasul dengan Allah SWT, Radar inilah yang harus kita WARISI dari Rasul dengan menggabungkan Rohani Rasul dengan Ruh kita sendiri, Maka barulah dapat kita memiliki Radar atau Wasilah itu, baru dapat mengalir Getaran-Getaran MAHA ULTRA SONOOR dari Sisi ALLAH SWT. DIsinilah bedanya antara orang yang mengucapkan/menyebut nama Allah dengan memakai metode dan dengan orang yang tidak memakai Metode.

Walaupun sama bunyi Kalimah-nya; tetapi tidak sama isinya; si awam dengan kekuatan sendiri, si Ahli TARIKAT/Ahli Metode melalui Via Radar/Wasilah yag diwarisi dari Rasul, melalui Ahli Silsilah (para Aulia- Aulia Allah) langsung tersalur dari sisi Allah SWT.

Seperti 3 buah kawat listrik, keduanya sama kelihatannya pada zahirnya, tetapi yang satu ada hubungan/saluran langsung dengan Dynamo Listrik walaupun sambung menyambung, yang satu lagi tidak dialiri listrik, sehingga sama sekali tidak mempunyai daya apapun.

KESIMPULAN :

Kalau kita ambil kesimpulan maka dalam ibadat pada zahirnya seperti 2 buah kawat diatas sama sekali tidaklah ada kelihatan bedannya antara kedua golongan:

1. Golongan orang yang tidak pakai metode (Langsung secara awam) = Golongan Pertama.

2. Golongan orang yang memakai metode Tarikat (Langsung juga tetapi dengan metode) yang inti
saripatinya : Berimam-imam pada Rohani Rasulullah dalam munajat pada Allah, bahkan lebih intensif lagi, yaitu bergabung “Fusif” antara Ruh sang Ikhwan dengan Ruh Rasulullah (yang telah sangat sempurna itu )- Golongan Kedua.

Kedua golongan tersebu adalah Ahli Sunnah Waljama’ah dan berpedoman pada hukum-hukum nya, jadi sama, mungkin sama-sama bermazhab Syafi’I pula.

Bedanya hanya pada bathinnya saja yang tidak kelihatan sama sekali, Orang Golongan Pertama beribadat kepada Tuhan hendak langsung secara awam dan sendiri-sendiri ke hadirat Allah SWT. Yang Maha Tinggi dan Maha Rahasia, Golongan Kedua dalam beribadat kepada Tuhan juga Langsung, tetapi secara Teknologi, yaitu memakai Metode Tarikat yang intinya memakai frekwensi yang ada pada Ruh Rasul yang sesuai dengan frekwensi yang ada pada sisi Allah SWT, lain tidak ada bedanya.

Hanya kadang-kadang timbul “Pertikaian” karena metode ini selalu di gempur oleh Golongan Pertama (yang Awam yang tidak mengerti Teknologi)selama berabad-abad lamanya dan tidak juga selesai selesainya, maka agar dapat selesai kami menguraikan metode yang Akbar ini (Tarikat yang Khalis Mukhlisin) dengan memakai Ilmu Teknologi yang Eksak yang sangat ilmiah.

Sebelum kami menjadi seorang Saidi Syekh yang menuntut Ilmu Tarikat Naqsyabandi secara Murni dan Asli dari 4 orang Guru-Guru Besar Kenamaan, asal Jabal Qubis Makkah, selama hampir sepuluh tahun dan kami dapat melihat secara nyata, bahwa Tarikat adalah termasuk Teknologi dalam Al Qur’an, Didalam Al Qur’an banyak sekali terdapat ayat-ayat Allah, yang berisi Teknologi, sedangkan cara penyalurannya Tidak diketahui sama sekali.

Ilmu Teknologi dalam Al Qur’an telah dilupakan dibahas oleh seluruh kaum muslimin di Dunia, karena hanya selalu tenggelam dalam pengupasan AL Qur’an dengan ilmu social semata-mata saja dan Amalan-Amalan Dzikirullah dengan Metode Tarikat, kami kembangkan sudah 38 tahun sejak tahun 1950 diantara bermacam-macam lapisan masyarakat, hingga jutaan bayaknya, ribuan sarjana, Pembesar-pembesar Negara, Sipil dan Militer, pemuda, mahasiswa dan lain-lainnya, dalam dan luar negeri, mudah-mudahan semua nya dengan sukses dalam semua aspek-aspeknya.

Semoga warisan kami ini mendapat perhatian dari seluruh Dunia Islam, karena kami telah melihat nyata bahwa Seluruh Dunia Islam adalah Lumpuh dihantam antara lain oleh Kekuatan kaum Zionisme, dihantam oleh perpecahan Islam dengan Islam, Persatuan tidak terwujud lagi, karena ada gelombang syaitan dalam dirinya masing-masing yang begitu tinggi dimensinya yang dianggap telah musnah dihantam hanya dengan ucapan simple “A’uudzu bilaahi minasy syaithaanir rajiim” tanpa disertai teknologi yang secanggih-canggihnya, yaitu Teknologi Al Qur’an dan dimana-mana didunia ini hanya Ilmu Teknologi lah yang mampu menyalurkan/mengeluarkan “POWER” yang Maha Hebat! Bukan Ilmu Sosial.

Kami serukan ke seluruh Dunia Islam agar membaca makalah ini demi ke bangkitan islam, kemenangan dan kedahsyatan Islam di Akhir Zaman!

Lihat dunia super power telah merajai daratan, lautan, angkasa raya, karena menguasai Teknologi Ilmu Fisikanya begitu Tinggi, begitu canggih, hingga mampu menundukkan bangsa-bangsa lain di dunia, termasuk kaum muslimin yang tidak mengetahui bahwa Teknologi yang terpendam dalam Al Qur’an adalah maha superior yang mampu merajai teknologi dunia.

ARWAHUL MUQADASAH RASULULLAH adalah Tempat Tumpuan Al Qur’an HAKIKI

H.R. Abu Syuraih Al Khuja’I :

“Bahwasanya Al Qur’an ini satu ujungnya ditangan Allah dan satu lagi ditangan Kamu (Muhammad) maka peganglah kuat-kuat akan dia”

Dan di ARWAHUL MUQADASAH RASULULLAH pulalah Tempat Tumpuan dari ARWAH SANG MURSYID yang sedang berdzikir sehingga DZIKIRULLAH YANG DIAMALKANNYA Dalam hati sanubarinya turut bergetar dan berresonansi dengan getaran-getaran maha ultra sonoor yang mempunyai frekwensi tak terbatas (=?) /Tali Allah/Wasilah itu dalam ARWAHUL MUQADASAH RASULULLAH sehingga tahqik antara Hamba dengan Tuhannya LANGSUNG terwujud dalam realitas yang seindah-indahnya.

ALLAHU AKBAR!!.

QS. Al Baqarah, ayat 152 :

“Dzikirlah kamu kepada Ku niscaya Aku dzikir kepadamu, dan bersyukurlah kepada KU dan janganlah kamu mengingkari nikmat-nikmat KU”

Keterangan gambar :

Gambar I :
H = adalah Jasad Bani Adam yang Mursyid

M= adalah Rohani Bani Adam yang Mursyid

Bentuk H dan M adalah sama.serupa

ISI H = Jasad = Darah Daging

ISI M = Ruh berisi Gabungan Ruh Ahli Silsilah yang 35 ( AULIA-AULIA ALLAH PILIHAN) yang tergabung bersatu dengan Arwahul Muqadasah Rasulullah, yang berisi :

Nur Ilahi = Wasilah Allah = The Link to God, TALI ALLAH HAQIQI (yang Bathin) LANGSUNG datangnya dari SISI ALLAH SWT, Penuh dengan Getaran-getaran dari KALIMAH-KALIMAH ALLAH yang maha cemerlang/Maha Ultra Sonoor = Maha Dahsyat, Tak Berhuruf , Tak bersuara.

Maka oleh sebab itu kita pun BERDZIKIR TIDAK bersuara, sesuai dengan Firman Allah :

QS. Al A’raaf, ayat 205 :

“Dzikirlah akan Tuhanmu dalam hatimu, serta merendahkan diri dan tunduk dan bukan dengan suara terdengar, waktu pagi dan petang hari dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang tidak berdzikir (lalai tidak ingat)”.

Jika melalui MICnya = Lisan Rasulullah baru bersuara isinya dan bunyi Ayat-ayat Al Qur’an = (Wasilah zahir = Tali Allah yang Zahir) JADI SAMA SEKALI TIDAK SERUPA DENGAN BERHALA-BERHALA ZAMAN NABI NUH, NABI IBRAHIM DAN LAIN LAIN, SEPERTI YANG DISANGKA-SANGKA SI AWAM!.

Gambar II :
H1 = Adalah Jasad si Murid

M1 = Adalah Rohani sang Murid

H mengajari H1 dengan ilmu-ilmu agama melalui lisan H, dan H1 menerima ajaran itu melalu telinga, H1 menjadi baik, menjadi Islam pada alam sadar, mentalnya dan lain-lain.

Dalam munajat ke HADIRAT ALLAH M1 (Rohani Murid) menghubungkan DIRI pada WASILAH ALLAH yang berada pada M = Gabungan Rohani Aulia-aulia Allah Pilihan + Rohani Rasulullah dimana ada WASILAH ALLAH, hingga Dzikir si murid LANGSUNG terkirim sampai pada SISI ALLAH dan dari Sisi Allah “membalas”-Nya dengan mengisi Ruh si murid LANGSUNG, sekali lagi LANGSUNG dengan Nur Dzikir Allah.

QS. Al Baqarah, ayat 152 :

“Dzikirlah kamu kepada Ku niscaya Aku dzikir kepadamu, dan bersyukurlah kepada KU dan janganlah kamu mengingkari nikmat-nikmat KU” LANGSUNG! Dikatakan LANGSUNG, karena ujung TALI ALLAH, yang dikatakan WASILAH ALLAH sudah berada dalam ARWAHUL MUQADDASAH SANG AULIA ALLAH DAN RASULULLAH yang sedang menunggu.

Penjelasan :

NUR ILAHI, menuju Arwahul Muqaddasah Rasulullah, dan mengisinya dengan Kalimah-Kalimah Allah, kemudian Arwah Rasul bergabung dengan ARWAHUL MUQADDASAH para aulia-aulia Allah berserta isinya yaitu : Kalimah-Kalimah ALLAH dan kemudian bergabung dengan ARWAH sang Mursyid dan mengisinya dengan Kalimah-Kalimah Allah, jadi dinamakan WASILAH ALLAH inilah dia, yaitu KALIMAH-KALIMAH ALLAH yang berada dalam ARWAH SANG GURU, jadi bukan menggambar-gambarkan Wajah Guru, seperti yang disangkakan oleh mereka yang Awam!

Dan Kalimah Allah yang berada dalam ARWAH RASULULLAH LANGSUNG DARI ALLAHU SUBHANAHUWATA’ALA.

Begitu Sang Murid menggabungkan Ruh-nya dengan Ruh Sang Guru dan berdzikir, maka Dzikirnya turut berresonansi/berfrekwensi dengan Dzikir Rasul maka LANGSUNG dibalas ALLAH dengan KARUNIA yang tak ada taranya.

QS. Al Baqarah, ayat 152 :

“Dzikirlah kamu kepada Ku niscaya Aku dzikir kepadamu, dan bersyukurlah kepada KU dan janganlah kamu mengingkari nikmat-nikmat KU”

KOMENTAR :

Jadi jelas ternyata, sejelas-jelasnya dalam Firman Allah ini : Bahwa dzikir kita terhadap Allah, jika memakai Rukun dan Syaratnya/dengan memakai metodologinya yang tepat, yaitu memakai 3 Faktor :
1 Thariqat, Metode Berdzikir

2 Wasilah, Tali Allah Hakiki ( Faktor tak terhingga jadi Al Buraq)

3 Mursyid, Si Pewaris/Si Penghantar Wasilah Allah dari Rasulullah.

Bahwa dzikirullah kita ini menyebabkan Wasilah Allah tersebut turut bergetar, yang langsung pula mengirim getaran-getaran Dzikirullah kita terhadap Allah SWT itu dan detik itu pula dari Sisi Allah langsung pula mendapat balasan.

Yang tidak dapat dihitung Akbarnya, yaitu Dzikir Allah dari Allah yang diberikan sendiri, Dzikirullah yang mempunyai Syafaat sebanyak bintang dilangit dan sebanyak pasir di lautan, dzikir dari Allah sendiri yang membawa Rahmat tak terhingga banyaknya, tak habis-habisnya, Dzikirullah yang Hidup dan Haq dari YANG MAHA HIDUP dan YANG MAHA HAQ yang diiringi dan dikawal oleh jutaan Malaikat! Rahmat dan karunia mana jelas turut menyelimuti si Pendzikir itu sendiri! ( Jadi bukan pula karena “jayanya” dzikir kita sendiri, tetapi karena hebatnya dzikir dari Allah SWT semata-mata juga yang memberi bekas! Dan Berjaya!”)

Itulah dia yang merupakan Kurnia terbesar bagi kita dari Allah SWT, yang disebutkan Tuhan dalam lanjutan ayat itu juga : “Bersyukurlah engkau kepada KU dan sadarlah engkau akan nikmat-nikmat-KU”!

Niscaya orang yang mendapat Kurnia Akbar seperti yang disebut diatas, meraih kemenangan Dunia dan Akhirat yang dapat dinilai besarnya dan yang tiada taranya! Inilah dia salah satu uang merupakan HAKIKAT Kemenangan Dunia Akhirat bagi kita dalam ber-Agama Islam Mulia Raya! WALADZIKRULLAAHI AKBAR, Fazkurullaaha la’allakum tuflihuun! Man kaana aakhiru kalaamihii Laa ilaa haillallah dakhalal Jannah!.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillaahilhamd.

Assalam mu’alaikum Warahmatullaahi wa barakatuh.

QS. Al A’raa, Ayat 205 :

“Wadzkur rabbaka fii na fiika tadharru’aw wakhiifatan waduunal jahri minal qauli bilghuduwwi wal aashaali walaa takun minal ghaafiliin”

Artinya :”Sebutlah Tuhanmu dalam hatimu, serta merendahkan diri dan tunduk, dan bukan dengan suara terdengar, waktu pagi dan petang hari, dan janganlah engkau termasuk orang yang tidak dzikir (tidak ingat = lalai)”

Saran kami terakhir sekali sebagai salam perpisahan kami ialah : kami ingin menyampaikan sepatah dua kata untuk kebaikan kita bersama yaitu : Kalau saudara-saudaraku kaum muslimin telah membaca naskah ini, yang di uraikan secara Ilmu Teknologi, yang membawa kemenangan Islam dengan nyata secara gilang gemilang untuk seluruh dunia, maka haraplah mereka saudara-saudara saya yang selama ini “mendiskriditkan” Thariqat ini, menahan akan dirinya, karena diburuk-burukkannya/yang disyakwasangkakannya adalah termasuk Firman Allah murni yang diuraikan secara Teknologi, karena kita tahu semua, bahwa menyangkal Firman Allah, sadar atau tidak sadar adalah dosa besar sekali dosanya.

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok

Indeks

Kumpulan Tulisan

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok