05. Sebab Cinta Allah Kepada Hamba-Nya

Dlm Fathur Rabbani:

Majelis ke 5
“Sebab Cinta Allah Kepada Hamba-Nya”

Pengajian Syaikh Abdul Qadir al-Jilani, Hari Selasa Sore tanggal 12 Syawal tahun 545 H di Madrasahnya

Beliau berkata:
Anak² muridku semua, manakah sesungguhnya Ubudiyah yg benar kepada Allah Ta’ala? Betapa jauh anda meraih hakikatnya. Raihlah rasa cukup bersama Allah dalam seluruh perkara kehidupan anda.

Anda adalah hamba yg pergi dari Tuan anda, dan kembalilah kepada-Nya. Merasalah sebagai hamba yg hina dan rendah hatilah di hadapan-Nya, mengikuti perintah dan menjauhi larangan-Nya. Bersabar dan berselaras terhadap ketentuan-Nya. Bila semua ini sudah anda lakukan dengan sempurna berarti pengabdian anda pada Tuan anda sudah maksimal, dan anda bisa merasa cukup bersama Allah.

“Bukankan Allah telah mencukupi hamba-Nya?”

Jika ubudiyah anda benar, Allah pasti mencintai anda yg anda rasakan dalam hati anda, yg membuat hati anda mesra bersama-Nya. Taqarrub anda pun tanpa disertai susah payah, dan anda tidak merasa kesunyian karena Allah bersama anda, sehingga anda terus menerus Ridlo kepada-Nya dalam segala hal. Bahkan jika saja dunia ini terasa sempit bagi anda dan peluang²nya tertutup, maka Allah Yang Maha luas tetap bersama anda. Bahkan anda tidak ingin makan makanan selain dari-Nya, anda pun akan berselaras dengan Nabi Musa as, ketika Allah berfirman:

“Dan Kami haramkan pada Musa untuk disusui para wanita penyusu sebelumnya.” (QS. Al-Qashash: 12)

Allah Ta’ala senantiasa Melihat dan Menyaksikan segalanya, dalam segala sesuatu senantiasa Hadir, Dekat dengan segala-Nya, tidak butuh pada segala-Nya. Lalu kenapa mesti ada keingkaran setelah mengenal-Nya? Celaka anda ini. Anda sudah mengenal-Nya kenapa harus mengingkari-Nya berkali²? Kalau anda tidak segera kembali kepada-Nya, anda akan terhalang dari semua kebaikan. Karena itu bersabarlah bersama-Nya, dan jangan bersabar untuk jauh dari-Nya.

Ketahuilah, siapa yg sabar akan mendapatkan kemampuan. Mana akal dan kehidupan anda? Allah sampai berfirman:

“Wahai orang² yg beriman, bersabarlah dan jadilah orang yg penyabar, berkaitlah kepada Allah dan bertaqwalah pada Allah agar kalian semua meraih kemenangan.”

Banyak ayat tentang kesabaran yg menunjukkan adanya kebaikan dan kenikmatan, balasan dan pemberian yg besar, ringan dalam kehidupan dunia dan akhirat. Karenanya bersamalah dengan Allah, dunia akhirat anda akan bahagia dengan kebajikan.

Anda semua harus banyak berziarah kubur dan ziarah pada orang² yg shaleh, berbuat kebaikan, maka perkara kehidupan anda akan beres. Jangan seperti orang² yg mendapat nasehat tetapi tidak dihayati, dan seperti orang yg mendengarkan pengetahuan tetapi tidak diamalkan.

Hilangnya Agama Ini karena Empat Hal:

Pertama, Karena anda tidak mengamalkan apa yg anda ketahui .

Kedua, karena anda mengamalkan perkara² yg anda tidak mengetahuinya.

Ketiga, karena anda tidak mau belajar hal² yg tidak anda mengerti, lalu anda terus menerus bodoh.

Keempat, anda menghalangi orang² yg belajar pengetahuan, dimana mereka tidak tahu.

Wahai kaum Sufi…. Jika anda menghadiri majlis dzikir, ternyata anda menghadirinya agar masalah anda terpecahkan. Anda malah kontra dengan nasehat kebajikan, lalu anda pelihara kesalahan dan ketergelinciran, bahkan anda tertawa dan main². Anda benar² mengkawatirkan, padahal anda bersama Allah Ta’ala. Karena itu bertobatlah kalian dari situasi itu, jangan sampai anda ini seperti para musuh Allah. Raihlah manfaat dari apa yg anda simak disana.

Anak²ku, anda sudah terikat dengan ibadah, dan Allah mengikat dengan Anugerah-Nya. Hendaknya anda berpijak pada Sang Penyebab, bukan pada akibat, dan bertawakallah pada-Nya. Hendaknya anda tidak mengabaikan amaliah, hendaknya pula ikhlas dalam beramal.

Allah Ta’ala berfirman:
“Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah.”

Allah tidak menciptakan mereka untuk berdusta, tidak menciptakan mereka untuk bermain² hampa, menciptakan mereka bukan untuk makan dan minum, tidur dan kawin. Ingatlah! Wahai orang² yg alpa dari kealpaanmu. Ingatlah, anda melangkahkan hatimu satu langkah, Allah menuju kepadamu beberapa langkah, dan Dia paling layak untuk anda rindukan semua dibanding yg lain-Nya.

“Allah memberi rizki pada yg dikehendaki tanpa terhingga.”

Jika Allah menginginkan pada hamba-Nya, Allah menyediakan langsung padanya. Ini sesuatu yg berhubungan dengan makna hakiki bukan rupa fisik. Bila si hamba benar dalam ubudiyahnya ini, maka benarlah zuhudnya di dunia dan akhirat.

Selain Allah Ta’ala, ketika anda datang padanya, anda bisa tetap benar, baik raja, sulthan, pemerintah, maka kedatangan anda, atom anda adalah bukit, tetesannya adalah lautan, bintangnya adalah rembulan, rembulannya adalah matahari, sedikitnya adalah banyak, terhapusnya adalah tetapnya, fana’nya adalah baqa’nya, geraknya adalah tetapnya. Pohonnya menjulang hingga menyentuh Arasy, dan akarnya membumbung sampai ke bintang Tsurayya, dan dahan²nya melindungi dunia dan akhirat.

Pohon apakah ini? Pohon Hikmah dan Pengetahuan. Dunia seperti lingkaran cincin, bukan dunia yg anda miliki, bukan akhirat yg anda kait, yg tidak dimiliki oleh raja maupun budak, tidak bisa dihalangi oleh apa pun atau diambil oleh siapa pun, tidak bisa dikotori. Jika anda bisa memenuhi semua itu, anda akan bagus ketika berada di tengah² khalayak publik.

Manakala Allah menghendaki kebajikan pada hamba-Nya, maka Allah menjadikan hamba itu sebagai dalil bagi mereka, menjadikan dokter bagi mereka, menjadikan pendidik dan pengatur mereka. Sang hamba dijadikan penerjemah untuk mereka, dijadikan riasan bagi mereka, dijadikan lampu dan matahari bagi mereka. Bila Allah menghendaki, segala terwujud. Jika tidak demikian, si hamba ditirai dari segala hal selain Diri-Nya.

Individu² jenis manusia seperti ini memang ditugaskan di tengah² makhluk tetapi dengan perlindungan dan keselamatan menyeluruh pada dirinya. Allah menolong hamba ini untuk sebuah kemashlahatan makhluk dan memberikan jalan menuju hidayah.

Orang yg zuhud dari dunia, diuji dengan akhirat. Orang yg zuhud dari dunia dan akhirat, diuji oleh Pencipta dunia dan akhirat.

Kalau semua telah alpa, seakan² kalian tidak pernah bakal mati, seakan² kalian tidak akan dihamparkan di padang mahsyar, anda tidak di hisab di sana, anda tidak melewati jembatan Shirothol Mustaqim? Ini sifat² anda, padahal anda mengajak Islam dan Iman. Ini Al-Qur’an dan Ilmu sebagai argumentasi bagi kalian. Jika kalian hadir dalam majlis Ulama, dan anda menolak apa yg dikatakan mereka, maka kehadiran anda sebagai hujjah yg membuat anda berdosa. Sebagaimana anda semua bertemu Rasulullah Saw., di hari kiamat nanti, sementara anda tidak menerima Beliau, ketika seluruh makhluk dalam ketakutan atas kebesaran, keagungan dan keadilan serta kesombongan-Nya, maka ketika itu seluruh kerajaan dunia musnah, dan hanya kerajaan Ilahi yg abadi, semuanya di hari kiamat kembali kepada-Nya.

Sementara itu para pemuka kaum Sufi juga tampak di sana dengan kemuliaan dan kelengkapannya, dan bagaimana Allah memuliakan mereka di hari itu.

Para paku bumi, adalah penegak bumi, yaitu mereka sebagai penguasa makhluk dan pemukanya sekaligus sebagai wakil Allah Ta’ala. Mereka hari ini tidak tampak dalam rupa, tapi dalam makna, tetapi esok mereka tampak dalam rupa.

Para pemberani dalam argumentasi dan perang adalah mereka yg melawan orang kafir. Sedangkan sang pemberani dari kalangan orang² sholeh adalah yg melawan hawa nafsunya, watak manusiawinya, syetan dan para kolaborator kejahatan. Mereka ini adalah syetan² manusia.

Sedangkan sang pemberani dari kalangan Khowash adalah keberaniannya dalam zuhud dunia dan akhirat dan zuhud dari segala hal selain Allah secara total.

Anak² muridku sekalian…. Ingatlah, sebelum di ingatkan, tanpa anda harus diperintah mendekat kepada Allah. Bergaullah dengan kalangan ahli agama, karena mereka adalah manusia paling berakal dan mengerti siapa yg paling taat kepada Allah dan siapa paling maksiat pada-Nya.

Rasulullah Saw. bersabda, “Beruntunglah anda…” Artinya anda sangat butuh kepada-Nya dan anda cukup bersama-Nya. Bila anda bersama Ahlud Din, dan anda mencintainya anda akan merasa cukup, dan hati anda akan lari dari kemunafikan. Karena kaum munafik sesungguhnya hanya suka pamer, tidak ada yg diterima amalnya. Allah tidak menerima bentuk amal anda, rupa amal anda, tetapi Allah menerima apa yg ada dibalik amal anda, hati anda. Jika anda melawan hawa nafsu anda, syetan anda, duniawi anda dalam amaliyah anda, Allah akan menerima anda. Berbuatlah kebaikan, Allah akan menerima dari sisi jiwanya. Dan jangan melihat amaliyah anda sedikit pun, karena Allah tidak akan menerimanya kecuali amaliyah itu hanya untuk-Nya, demi Wajah-Nya, bukan untuk wajah makhluk.

Celaka anda ini! Anda berbuat baik demi makhluk, tetapi ingin diterima oleh Allah Ta’ala. Ini sebuah penipuan dari diri sendiri. Tinggalkan kerakusan anda, kesombongan anda, kesenang²an anda. Anda harus prihatin, jangan bersenang², sebab anda berada di alam keprihatinan dalam penjara dunia.

Rasulullah Saw. senanatiasa bertafakkur, tidak banyak gembiranya, banyak prihatinnya, tidak banyak tertawanya kecuali hanya tersenyum, hanya untuk menyenangkan lainnya. Hati Rasulullah Saw. penuh kerpihatinan dan kesibukan bersama Allah. Jika saja bukan karena para sahabat dan perkara dunia ini, Rasulullah Saw. tak akan pernah keluar dari rumahnya dan tak pernah duduk dengan siapapun.

Wahai anak muridku.. Jika Khalwat anda benar bersama Allah Ta’ala, sirr-mu akan cemerlang dan hatimu akan jernih. Pandangan anda akan penuh pelajaran. Hati anda akan penuh dengan tafakkur, ruh anda akan membumbung menuju Allah Ta’ala, wushul kepada-Nya.

Memikirkan dunia justru menyiksa dan menghijab. Sedangkan tafakkur tehadap akhirat membuahkan pengetahuan dan menghidupkan hati.

Allah tidak memberikan anugerah bagi orang yg tafakkur kecuali pengetahuan mengenai dunia akhirat.

Wah! Anda telah menelantarkan hati anda di dunia, sedangkan Allah Ta’ala telah memberikan segalanya untuk anda. Allah telah menentukan waktu setiap hari bagi anda, dan Allah telah terus menerus melimpahkan rizki pada anda, baik anda mencarinya atau tidak. Ambisi dan kerakusan anda telah membuat anda hina di depan Allah maupun di depan makhluk. Dengan iman yg kurang anda lalu mencari rizki, padahal ketika iman anda bertambah anda tidak perlu mencarinya. Bahkan dengan keparipurnaan dan kesempurnaan iman, anda cukup istirahat dari dunia.

Anak muridku, anda jangan mencampur adukkan hal yg serius dengan guyonan. Jika hati anda belum mampu teguh, bagaimana anda bersama khalayak untuk anda baurkan bersama Khaliq, sedang anda berhati ganda dengan dunia? Bagaimana anda bersama Allah? Bagaimana anda bisa mencampuradukkan yg lahir dan yg batin? Yg tak masuk akal dan yg masuk akal, hal² yg ada di sisi makhluk dan Khaliq? Betapa bodohnya orang yg melalaikan Khaliq dan sibuk dengan makhluk, berteguh dengan yg duniawi dan alpa pada Allah? Melupakan yg abadi dan bergembira dengan yg fana?

Anak muridku, Anda bersahabat dengan orang² bodoh lalu mereka menularkan kebodohannya pada anda. Sebab, bergaul dengan orang tolol berarti meraih kesia-siaan. Bergaullah dengan orang mukmin yg yakin, yg mengamalkan ilmunya. Karena orang beriman seperti ini, betapa baiknya mereka, betapa kuatnya perjuangan mereka dalam melawan hawa nafsunya. Dalam konteks inilah Rasulullah Saw. bersabda:

“Kegembiraan orang beriman pada wajahnya, prihatinnya ada dalam qalbunya.”

Itulah kekuatan si mukmin ini, hingga mampu mengekspresikan kegembiraan di hadapan para makhluk, sementara ia mampu menyembunyikan keprihatinannya, antara dirinya dengan Allah Ta’ala. Sepanjang hidupnya ada keprihatinan, banyak merenungnya, banyak menangisnya pada Allah, sedikit tertawanya, dan itulah Rasulullah Saw. bersabda:

“Tak ada kegembiraan bagi orang mu’min kecuali bertemu Allah Ta’ala.”

Orang beriman menutupi keprihatinannya dengan kegembiraannya. Fisiknya bekerja di dunia, batinnya bersama Allah Ta’ala. Fisiknya untuk keluarganya, batinnya untuk Allah Ta’ala. Ia tak pernah mengumbar keprihatinan jiwanya kepada keluarganya, istri dan anaknya, tetangga²nya, bahkan kepada siapa saja dari khalayak makhluk-Nya, karena ia mendengarkan ucapan Rasulullah Saw.:

“Raihlah pertolongan atas persoalan kalian semua melalui cara merahasiakan (masalah)”.

Ia senantiasa menyembunyikan apa yg ada di dalam batinnya. Seandainya saja ada yg keceplosan, itu pun tetap ia ungkapkan dengan metafor, lalu ia tutupi, dan ia mohon maaf atas apa yg terungkap.

Anak² muridku…. Jadikan diriku sebagai cerminmu. Jadikan diriku sebagai cermin hati dan rahasia batinmu, sebagai cermin amaliahmu. Kemarilah mendekat kepadaku, anda akan melihat apa yg ada di dalam dirimu, sesuatu yg tidak bisa anda lihat ketika kalian jauh dariku. Jika anda punya hajat seputar agamamu, anda harus dekat denganku, karena aku tidak akan pernah menyembunyikan agama Allah Ta’ala. Tak ada yg harus malu menyangkut agama Allah Ta’ala. Karena anda selama ini berada dalam pelukan kemunafikan.

Tinggalkan duniamu yg ada di rumahmu, mendekatlah kepadaku. Karena saya berdiri di pintu gerbang akhirat. Bersamalah denganku dan dengarkan kata²ku, dan amalkanlah sebelum maut menjemputmu. Masalahnya bagaimana membangun rasa takut kepada Allah. Bila kalian tidak punya rasa takut pada-Nya, kalian tidak aman di dunia dan di akhirat. Sedangkan rasa Cinta dan Takut itu datang dari Allah juga untuk anda yaitu mengenal-Nya dengan sesungguhnya. Karena itu Dia berfirman:

“Sesungguhnya yg takut kepada Allah di antara hamba²Nya adalah para Ulama’ ”

Tak ada yg takut penuh cinta kecuali para Ulama yg mengamalkan ilmunya, yg mengamalkannya dan memang mengetahuinya. Bahkan mereka tidak meminta balasan dari Tuhannya, kecuali hanya ingin Wajah-Nya dan mendekati-Nya, hanya ingin Cinta-Nya, bersih dari hijab dan rentangan jarak. Mereka tidak ingin pintu-Nya tertutup bagi mereka, dunia hingga akhirat, bahkan tidak ingin tertutup ketika ada pada selain-Nya.

Dunia bagi suatu kaum, dan akhirat juga bagi suatu kaum. Allah Ta’ala juga bagi suatu kaum, yaitu kaum yg meyakini imannya, yg ma’rifat dan mencintai-Nya, yg bertaqwa dan khusyuk kepada-Nya, yg senantiasa prihatin hanya demi Dia. Suatu kaum yg takut penuh cinta kepada-Nya, walau mata fisiknya tak memandang-Nya, tetapi hatinya selalu memandang-Nya. Bagaimana tidak takut setiap saat Allah mengurus semuanya, merubah dan mengganti, menolong dan menghinakan ini dan itu, menghidupkan ini dan mematikan itu.

“Allah tidak ditanya apa yg Dia lakukan, tetapi merekalah yang akan ditanya (apa yg mereka lakukan)”.

Ya Tuhan, dekatkan diri kami pada-Mu, dan janganlah Engkau jauhkan diri kami dari-Mu. Dan berikanlah kami kebajikan dunia dan kebajikan Akhirat, dan lindungi kami dari siksa neraka.

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok