4 Tingkatan Mursyid

Untuk menambah wawasan: Terjemahan (Inggris ke Indonesia) dari tulisan Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (QS). Silahkan lihat tulisan dalam bahasa Inggrisnya di website Nur Muhammad: http://www.nurmuhammad.com/NaqshbandiSecrets/naqshmurshid.htm

19 Desember 2001
(translasi oleh Eyang Soetono) Sumber

 

4 Tingkatan Mursyid

 

Jika engkau sungguh mencintai Allah SWT, taati aku dan Allah SWT akan mencintaimu [Qurā€™an]. Para Syuyukh Naqsybandi adalah pembimbing menuju Sayyidina Muhammad SAW dan Allah SWT. Apapun yang diberikan Nabi SAW, ambillah; dan apapun yang dilarangnya, tinggalkanlah. Mereka memelihara disiplin syariat untuk membangun kalian dengan kewajiban harian menuju level iman dan berlanjut menuju level ihsan.

Mursyid Sejati terdiri atas empat tingkatan:

Mursyid Tabarruk: Penunjuk jalan terutama untuk menerima barakah dan biasanya menyelesaikan tugasnya dengan memberi kalian sebuahĀ awradĀ (wirid) dan praktek harian.

Mursyid Tazkiyya: Penunjuk jalan yang mengangkat (derajat) kalian ke atas dengan mengambil amal buruk dan keinginan buruk kalian.

Mursyid Tasfiyya: Penunjuk jalan yang melenyapkan semua keinginan kalian terhadap dunia.

Mursyid Tarbiyya: Level tertinggi yang akan mengangkat (derajat) kalian dengan disiplin dan membawa kalian kepada maqam kalian di Hadirat Ilahi.

Ā 

MURSYID AT-TABARRUK

Dia berada pada tingkat pertama dan diperkenankan untuk mengajari kalian dan menaruhĀ talqin dzikrĀ pada lidah kalian.Ā Ā Dia mengajari kalian untuk mengingat dan menyeru Allah SWT, dan bagaimana untuk mengikuti perintah Allah SWT. Dia memberi kalian langkah pertama pada jalan tarekat.Ā Ā Seperti anak kecil yang kata pertamanya adalah ā€œbaba,ā€ kalian menyeru pada siapa yang pertama kali kalian cintai. Jadi dia mengajari kalian bagaimana mengatakan ā€œAllahā€ dan untuk membangun hubungan itu antara hati kalian dengan Surga. Dengan pembacaan doa, kalian akan mengenali tanda-tanda Allah SWT. Jika kalian tidak melihatnya, berarti kalian mencapai tahap yang coba ditunjukkan oleh Mursyid itu kepada kalian.Ā Dia harus meletakkanĀ Ā sultan adz-dzikrĀ pada lidah kalian yang digambarkan dalam al- Quran:

Kami mengungkapkan al-Quran dan Kami melindunginya.Ā 

Dia akan meletakkan pembacaan al-Quran danĀ AsmaĀ Allah SWT dan arah menuju Nabi SAW (yaitu, bagaimana membaca selawat) sesuai dengan kebutuhan pribadi kalian untuk mencapai hadirat Sayyidina Muhammad SAW. Pembacaan selawat berbeda-beda antara seseorang dengan orang lainnya.Ā Ā Mursyid memberi tahu kalian manaĀ AsmaĀ Allah SWT yang dibaca dan bagaimana membaca selawat sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan kalian.

Mursyid at-TabarrukĀ harus memiliki pengetahuan dan kuasa atas segala pujian terhadap Allah SWT ā€“ baik yang terucap maupun dalam hati.Ā Ā Dia harus mengetahui zikir setiap makhluk yang ada, baik yang hidup maupun yang tidak hidup.Ā Ā Dia juga tahu apa yang dibutuhkan oleh tubuh kalian untuk membaca tasbih, karena setiap sel dalam tubuh kalian memiliki tasbih tertentu.Ā Ā Mursyid ini mengetahui bahasa apa dan tasbih jenis apa yang dibuat setiap makhluk, mendengarkannya secara serentak, tanpa tumpang-tindih atau membingungkan. Dia mengetahui semua tasbih untuk muslim dan nonmuslim, karena tubuh mereka membuat tasbih tanpa memandang apakah tubuh dan pikirannya menerima Islam.Ā  Dia menerima dari Nabi SAW ilmu tentang informasi yang tepat (presisi) tentang apa yang diperbuat oleh setiap makhluk yang hidup dan nonhidup, baik di dunia maupun di alam barzakh.Ā  Dia juga tahu benar tentang jin dan kelebihan yang diberikan kepada mereka dari Allah SWT dan/atauĀ Ā hukumannya.Ā Ā Dia mengetahui secara tepat bagaimana setiap insan dan jin dapat memperoleh rida Allah SWT, termasuk amal apa yang membuka pintu untuk mencapai barakah hadirat Sayyidina Muhammad SAW.Ā Ā Dia akan mengtahui tasbih apa yang diperlukan murid untuk tubuhnya dan untuk jiwanya, secara terpisah.

Mursyid at-TabarrukĀ mengtahui nama semua manusia sepanjang penciptaan, sebagaimana diajarkan kepada Adam AS, dan dicontohkan dalam ayat-ayat al-Quran, di mana Allah SWT bertanya kepada Malaikat apakah mereka tahu semua nama ciptaan, namun mereka tidak mengetahuinya.Ā Ā Ketika Dia bertanya kepada Adam AS, dia membaca semua nama ciptaan satu per satu. Ketika dilakukan (pembacaan) itu, setiap bentuk spiritual mereka muncul di depan Adam AS. Mursyid ini tentu telah mewarisi kuasa itu dari Adam AS.

Dia harus tahu para malaikat dari setiap makhluk ciptaan, termasuk mereka yang mencatat amal baik dan amal buruk kalian, demikian pula mereka yang memonitor jumlah makanan yang kalian lahap. Dia harus tahu semua malaikat yang melayani manusia. Dia harus tahu berbagai giliran malaikat yang turun ā€“ mereka yang turun sepuluh menit sebelum Fajar, sebelum Maghrib, dan antara Maghrib dan Isya.Ā Ā (Catatan: pada masa lalu, giliran ganti pada saat Zuhur, namun pada masa Grandsyekh `Abdullah QS, waktu itu diganti menjadi antara Ashar dan Maghrib).Ā Ā Para malaikat yang datang pada gilirannya ini mengharapkan murid untuk melaksanakanĀ awradĀ yang diwajibkan dari Mursyidnya ini. Mereka mengharap melihat murid terlibat dalam praktek ini ketika mereka turun (ke dunia), agar dapat meneruskan cahaya dan hubungan surgawi yang mereka miliki.

Jika murid itu tidak melaksanakan kewajiban wiridnya itu dalam kurun waktu khusus ini, malaikat tidak dapat mencerahkan hatinya. Pada dasarnya, murid yang tidak melakukan wiridnya adalah seperti keledai.

Sebagai balasan dari memelihara kewajiban hariannya, murid dapat mengandalkan perlindungan Mursyidnya dan mendapat jaminan sambungannya kepada Sayyidina Muhammad SAW.Ā Ā Pertalian ini harus ada, agar Mursyid dapat menyerahkan murid itu ke tahap kedua, yaitu kepadaĀ Mursyid at-Tazkiyya.

Tahap pertama ini dimulai dengan membaca sehari-hari 5.000 kali ā€œAllah, Allahā€ dan membaca 500 kali selawat dengan cara yang telah dirumuskan bagi murid.Ā Ā Tahap berikutnya adalah membaca sehari-hari 24.000 kali ā€œAllah, Allahā€ dan 5.000 kali selawat.Ā Ā Ā Ini baru tahap pertama dari tujuh belas tahap yang berbeda dariĀ Mursyid Tabarruk.Ā 

Grandsyekh berhenti sampai di tahap satu ini karena dia berkata bahwa pikiran orang-orangĀ Ā tidak dapat membawa lebih dari itu.Ā Ā Setelah semua tujuh belas tahapĀ berikutnya adalah tahapĀ Mursyid at-Tazkiyya.

Dalam mata rantai Tarekat Naqsybandi selain Mata Rantai Emas kita, mungkin terdapat pribadi yang berbeda untuk mengisi masing-masing setiap posisi dari empat tahapan ini. Dalam banyak kasus, seorang Syekh dapat memanggul dua sampai tiga tahapan sebelum Syekh lainnya mengambil alih secara fisik. Namun dalam Mata Rantai Emas, Syekh di zaman ini memiliki otoritas dan kuasa untuk mengatur keempat tahapan bagi setiap murid. Itulah sebabnya sekali seseorang mengambilĀ bayā€™atĀ dalam tarekat kita, mereka tidak akan pernah membutuhkan Mursyid lainnya.Ā  Di masa ini, Syekh hanya ingin agar kita menyadari bahwa kita tidak memiliki kemampuan melakukan sesuatu yang berguna.Ā Ā Makin buruk anggapan kita tentang diri kita, makin bahagia beliau dengan kita. Beliau ingin kita mengetahui bahwa amal kita tak akan pernah membawa kita ke mana-mana, dan bahwa satu-satunya kesempatan yang kita miliki adalah keterlibatan Syekh kita.Ā Ā Maka kita harus terus-menerus minta ampunan dan kasihnya.

Grandsyekh `Abdullah QS (semoga Allah SWT mensucikan ruhnya) sering mengingatkan kita hal berikut ini:

ā€œEngkau harus selalu terus-menerus menancapkan tiga kukumu ke dahimu (yaitu ingat tiga hukum ini setiap saat jika engkau ingin berhasil dalam tarekat).

ā€œJika Aku memberimu sebuah sekop patah dan memerintahkan kamu untuk menggali sampai ke dalam tengah bumi untuk mendapatkan berlianmu, kamu harus menggali.Ā Kamu jangan pernah bertanya mengapa atau mengeluh; kamu hanya perlu menggali.ā€

ā€œJika Aku memberimu sebuah ember dan berkata ā€˜kuras samudra ituā€™, jangan menanyakan bahwa air tidak akan pernah berkurang, atau mendebat bahwa tidaklah mungkin menguras samudra dengan sebuah ember: cukup mulailah mengurasnya! Sesaat pikiran itu muncul pada dirimu bahwa tugas itu adalah tidak mungkin, tidak praktis, atau tidak ada gunanya, kamu gagal dalam ujian itu dan harus memulai lagi dari awal.ā€

ā€œJika Aku mengatakan (pada) semut makanannya ada di Barat dan dia berada di Timur, dia akan langsung mulai berjalan. Murid harus seperti semut itu: jangan menggunakan pikiranmu untuk mengetahui bagaimana kamu akan mendapat makananmu, cukup berjalanlah! Jika kamu meninggal dalam upaya, kamu meninggal, dan kamu berserah diri.ā€

Instruksi paling penting adalah, jika seseorang melaksanakan (menyelesaikan) tiga amalan ini secara tekun, Allah SWT akan mengirim malaikatĀ Riiha Sibah, yang akan membawa murid itu ke Hadirat Ilahi! Dia akan melakukan ini untuk kita karena kita mematuhi Allah SWT dengan mematuhi Syekh kita, dan Rahmat-Nya adalah tak terbatas dan Dia melakukan yang Dia kehendaki. Kita akan mencapai Tahap Ilahiah bukan karena amal, ibadah, atau pengorbanan kita yang manapun, namun karena tahap kepasrahan kita.

Ketika mendengar ini, seorang murid bertanya, ā€œJadi mengapa bersungguh-sungguh dalam ibadah?ā€ Syekh akan membawa setiap pengikutnya ke Hadirat Ilahi sampai pada satu titik, tetapi hanya mereka yang bersungguh-sungguh di Jalan Allah SWT yang sesungguhnya akan melihat dan mendengar dalam Samudra itu. Untuk seseorang khusus yang memenuhi kewajiban mereka, penampakan dan suara akan terbuka bagi mereka. Kalian jangan pernah mencoba bangga karena telah menyelesaikan kewajiban kalian, jangan. Menyadari itu tidak berharga seperser pun, namun lakukanlah (persembahan) itu dengan taat dan rendah hati, dengan menyadari bahwa tanpa Syekh, kalian adalah seorang pecundang.

Ā 

MURSYID AT-TAZKIYYAĀ 

Sebagaimana telah dikatakan, terdapat empat kategori Mursyid. Pertama adalahĀ Mursyid at-Tabarruk. Mursyid ini membimbingmu untuk melaksanakan beberapa bentuk ibadah seperti zikir dan pembacaan al-Quran, untuk mendapat hadiah dari Allah SWT.

Kategori kedua adalahĀ Mursyid at-Tazkiyya. Dia membimbing kalian dalam proses pencucian yang disebutĀ tazkiyat an-nafs.Ā Bagaimana seseorang mencuci atau menyucikan diri sendiri?Ā  Perjuangan jenis apa yang harus dilewati oleh seseorang agar mencapai kendali atas nafsu/keinginannya? Nabi SAW menggambarkan perjuangan ini,Ā al-jihad an-nafs, sebagaiĀ jihad al-akbarĀ dalam hadits berikut ini:

“Kita kembali dariĀ jihad al-asgharĀ kepadaĀ jihad al-akbar.ā€

ParaĀ sahabat bertanya, ā€œApakahĀ jihad al-akbar?ā€ artinya, ā€œApa yang lebih hebat dari memerangi orang tak-beriman, di jalan Allah SWT dan berharap mati setiap saat?ā€ Beliau menjawab, ā€œJihad al-nafs.ā€

Adalah sangat sukar untuk melawan diri sendiri. Adalah mudah untuk memerangi musuh seseorang, karena kalian tahu bahwa dia adalah musuh kalian, namun diri kalian tak akan pernah mengatakan pada kalian bahwa dia adalah musuhmu. Nabi SAW mengatakan, ā€œBarang siapa mengekang apapun di antara kedua rahangnya dan kedua kakinya, Aku menjamin surga baginya.ā€ Nafsu/keinginan adalah apapun yang datang dan berasal dari mulut dan apapun yang berproses dari nafsu seksual,Ā syahwat al-haraam.Ā Jihad an-nafsĀ memberikan kendali terhadap keinginan seperti itu.

Diri kalian sendiri tak akan membiarkan kalian mengendalikan itu. Itu akan selalu dalam sebuah perlawanan/pertentangan dengan kalian.Ā Ā Lidah akan selalu menginginkan makanan yang paling enak. Dalam berjuang melawan diri sendiri, pertama adalah keinginan akan makanan. Kalian menginginkan jenis makanan terbaik, kalian selalu mencari berbagai jenis makanan. Jika kalian telah memiliki sepuluh, kalian menginginkan dua belas.Ā Ā Mata selalu lapar!

Nabi SAW bersama para sahabat, sering sekali memakan sisa kuah daging, tanpa daging sedikit pun. Mereka mencelupkan roti ke dalam saus/kuah, menganggapnya sebagai suatu makanan yang lezat, dan mereka berbahagia,Ā alhamdulillah. Hari ini, oh! Kita menginginkan begitu banyak makanan, diimpor dari negeri lain, untuk membuat berbagai macam makan eksotik!Ā  Jadi, pada tataran ini, melarang lidah kalian untuk makan barang haram dan bahkan kekenyangan, adalah sangat penting. Bergosip, bohong, menyebarkan kekacauan dan merencanakan pemberontakan ā€“ semua ini melewati lidah dan harus dihindarkan karena itu berasal dari setan. Seseorang yang menggemari praktek tersebut menjadi seperti seekor burung merak ā€‘ sombong. Firā€™aun menjadi begitu sombong, berkata, ā€œAkulah Pangeran (Rabb) kalian Yang Maha Tinggi.ā€ Dia tidak mau melihat siapapun lebih tinggi darinya.

BagaimanaĀ Mursyid at-TazkiyyaĀ menghancurkan keinginan seperti ini?

Dengan menunjukkan bagaimana mengikuti jejak Nabi SAW melawan diri sendiriĀ  atas empat musuh:Ā ego, dunia, hawa, dan setan. Setiap orang memiliki keempat musuh ini melekat pada dirinya, tanpa kecuali. Mursyid ini mengajari kalian untuk berjuang terhadap musuh ini dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

Sebagai tambahan,Ā Mursyid at-TazkiyyaĀ memiliki pengetahuan lengkap tentang empat madzhab pikiran dalam Islam. Dia harus tahu riwayat hidup dan semua hukum fiqih, pendapat jumhur ulama dan ajaran agama dari Imam Abu Hanifa, Imam Malik, Imam Syafiā€˜i, dan Imam Ahmad. Agar dapat membimbing murid, Mursyid tahap ini harus memiliki akses spiritual lengkap yang dibawa keempat imam legendaris ini, dan dia dapat mengikuti mereka tanpa salah sedikit pun; kalau tidak demikian, dia tidak akan dapat membimbing kalian.

Semua kualitas seorangĀ Mursyid at-TabarrukĀ harus dipegang oleh seorangĀ Mursyid at-TazkiyyaĀ dan di atas itu dia harus memiliki ilmu dari empat madzhab, dan dia harus memiliki ijazahnya. Lembaga masa kini mengabaikan tradisi ini dengan memberikan gelarĀ PhDĀ (Doktor). Dari awal Islam sampai dengan tiga puluh hingga empat puluh tahun lalu, tidak terdapatĀ PhD, hanya ada ijazah – izin. Syekh mengakui muridnya telah menyelesaikan pelajaran mereka di bawah bimbingannya, dan memberi wewenang kepada mereka untuk mengajar. Syekh harus menerima ijazahnya dari Syekh sebelumnya, mengikuti jejak mata rantai ke belakang yang berujung pada salah satu dari empat imam.

Sistem ini telah dimusnahkan habis dalam jangka waktu lima puluh tahun terakhir ini. Kini Islam dipelajari dalam sistem universitas yang tiada hubungannya dengan bagaimana Islam diajarkan selama empat belas abad. Itulah sebabnya ulama Islam masa kini tidak memiliki cahaya, tetapi hanya perhatian kepada kekayaan dan titel di mana ulama masa lalu sama sekali tidak memiliki perhatian terhadap hal itu. Ulama masa lalu duduk di sudut-sudut masjid, mengajari murid mereka tentang cinta, toleransi, dan barakah Islam. Ulama masa kini mengajari bagaimana puasa, bagaimana untuk menimbulkan kekacauan, menukil dan menempelkan dari al–Quran dan Hadits, mengajari murid mereka untuk menyebarkan kebingungan.Ā  Mengapa muslim tidak berhasil? Karena mereka sangat jauh dari agama mereka.Ā Ā Orang seperti kita, kita bukan pemimpin, dan kita bukan presiden. Kita tak dapat membuat perubahan. Mereka yang dapat melakukan perubahan jauh dari Islam; mereka adalah muslim dalam nama saja.

Mursyid at-TazkiyyaĀ memulai denganĀ laa ilaaha ill-Allah. Apa yang pertama kali dibawa oleh NabiĀ SAW,Ā Laa ilaaha ill-Allah. Ketika kalimat itu terbentuk dalam diri, bagaimana empat musuh itu dapat menyerang kalian? Bila kalian percaya akan hal itu, dan memegang teguh kepercayaan akan akhirat, kalian tidak dapat terlibat dalam kesalahan apapun. Kita mengucapkan (kalimat) itu hanya dengan lidah, namun tidak dengan perbuatan. Jika kita mengucapkannya dalam kebenaran dengan lidah dan perbuatan, Allah SWT dan Nabi-Nya akan mendukung kita.Ā Ā Jangan mengira kita tidak akan menghadapi kesukaran. Apakah Nabi SAW menderita oleh umatnya? Beliau berkata, “Tiada seorang Nabi pun yang dilukai oleh umatnya sebagaimana aku dilukai oleh umatku.ā€Ā  Beliau adalah Rasul terbaik, namun Allah SWT mengiriminya dengan kesukaran untuk melihat fondasinya dan taat asasnya.Ā Ā Ā MakaĀ Laa ilaaha ill-AllahĀ hanya terbentuk dalam diri Nabi SAW. karena beliau adalah pembawa kalimat tersebut yang paling sempurna.Ā Ā Jika seorang dari ulama masa kini mengangkat satu kakinya dari bumi dan terbang, dia akan begitu sombong, dan umat akan mulai menyembahnya.Ā Ā Ā Nabi SAW pergiĀ IsraĀ danĀ Miā€™raj. Dalam sebuah tubuh fisik yang dibuat sesuai dengan hukum alam (dunia) ini, beliau bergerak (dalam ruang) melawan hukum alam ini, ke Surga lalu kembali, dan beliau tidak pernah sombong.Ā Ā Beliau adalah sosok pribadi paling sederhana.Ā Ā Beliau tidak pernah mengangkat kepalanya. Kini jika seseorang terangkat bahkan bukan terangkat dari bumi, namun hanya terangkat ke sebuah kursi, dia menjadi begitu sombong sehingga dia bahkan tidak mau menerima tamu yang mengetuk pintunya.

Janganlah menolak untuk membuka pintumu!Ā Ā Mursyid at-TazkiyyaĀ adalah seseorang yang berlari mengejar Allah SWT.Ā Ā Allah SWT mengiriminya hamba yang jujur, berlari menyertainya. Hal pertama yang diajarkan kepadanya adalahĀ laa ilaaha ill-Allah, untuk membentuk tawhid sempurna dalam pengikutnya. Ketika itu sudah terbentuk, maka mereka dapat mengucapkan ā€œAllah, Allahā€.Ā Ā Pada saat itu mereka melihat tanda-tanda Allah SWT di mana-mana.Ā Ā Kemudian mereka dapat bersaksi:Ā asy-hadu allaa ilaaha ill-Allah wa asy-hadu anna Muhammadan `Abduhu wa Rasuuluh. Pada saat itulah mereka melakukan syahadat yang benar.

Tugasnya adalah meletakkanĀ `Asma al-Jalalah, ā€œAllah, Allahā€ pada lidah kalian paling sedikit 24.000 kali.Ā Ā Orang mungkin mengatakan bahwa itu akan mengambil waktu seharian. Cobalah itu esok, dan katakan padaku berapa lama itu mengambil waktu. Itu tidak akan lebih lama dari satu jam, tetapi lebih dekat kepada setengah jam.Ā Dan setelah itu membaca 5000 shalawat Nabi SAW. Itu akan memakan waktu setengah jam. Jadi jumlah keduanya adalah satu jam!

Pada tahun 1996 Syekh saya, Syekh Nazhim Adil al-Haqqani QS (semoga Allah SWT mensucikan ruhnya) memerintahkan saya berkhalwat untuk empat puluh hari dalam sebuah masjid di Turki.Ā Ā Ā Beliau berkata, ā€œSetiap hari ucapkan paling sedikit 48.000 kali ā€œAllah, Allahā€ dan 24.000 kali shalawat dan sepuluh juz al-Quran. Jika kamu menyelesaikan itu, kamu dapat melanjutkan sampai kepada 124.000 kali ā€œAllah, Allahā€ dan 48.000 shalawat dan dua puluh juz.Ā Ā Jika kamu menyelesaikan itu, baca seluruh al-Quran dan 700.000 kali ā€œAllah, Allahā€ dan 240.000 shalawat.ā€

Itu sangat melelahkan. Meskipun saya tidak pernah memenuhi bacaan harian tiga puluh juz al-Quran, saya mencapai 700.000 kali ā€œAllah, Allahā€, 48.000 kali shalawat danĀ limaĀ belas juz. Ini adalah tambahan dari semuaĀ awradĀ lainnya.

Itu adalahĀ Mursyid at-Tazkiyya.Ā Ā Ketika mereka mengatakan, ā€œLakukan ituā€, mereka mengirimkan dukungan.Ā Ā Bila kalian berjalan pada Jalan Allah SWT, Dia mendekati kalian. Itu adalah sebuah hadits Qudsi, ā€œJika kalian mendatangi Allah SWT sejarak satu hasta, Dia datang kepada kalian sejarak sepuluh hasta, dan jika kalian datang kepada-Nya berjalan, Dia datang kepada kalian dengan berlari.ā€Ā Ā Itu artinya Allah SWT mengirim bantuan-Nya, Kuasa-Nya, selama kalian memperlihatkan kemajuan.

Jika kita memperlihatkan kemajuan, Allah SWT akan mengirim bantuan Nya.Ā Ā Semoga Allah SWT mengirimi kita bantuan-Nya.Ā Ā SeorangĀ Mursyid at-TazkiyyaĀ telah memiliki semua karakteristik dari seorangĀ Mursyid at-Tabarruk. Dia memiliki metodenya, jalannya, dan telah mewarisi rahasia dari Nabi SAW untuk melakukan proses penyucian kepada pengikutnya melalui perjuangan murid di dalam diri mereka.

Mursyid at-TazkiyyaĀ harus menjadi seorang yang selalu melakukan sunnah dan syariat Nabi SAW dalam tingkatan yang tertinggi, memeliharaĀ al-ā€˜aziima.Ā Ā Dia sadar terhadap pemikiran apapun yang mendatangi pikirannya yang tidak sejalan dengan empat madzhab, dan dia menolaknya, karena dia telah dinaikkan pada level di mana seluruh hati dan pikirannya diarahkan oleh keempat madzhab, mengikuti sunnah Nabi SAW.

Dia telah mendapat izin untuk memberi instruksi dan membimbing pengikutnya untuk memanggil Rabb mereka dalam tahlil dua puluh empat ribu kali dan dengan mengucapkan dua puluh empat ribu ā€œAllah, Allahā€ dan mengucapkan shalawatĀ limaĀ ribu kali. Ketika mereka mengatakan ā€œAllahā€, hati dan lidah bekerja bersama, seperti kombinasi raga dan ruh, kombinasi ruh dan pikiran, menggunakan bentuk fisik dan bentuk ruhaniah, menggabungkan dua elemen ini untuk membuat mereka menjadi pencari pada jalan ilahiah. Setiap kali seorang murid berkata ā€œAllahā€ hatinya berirama dan lidahnya berirama secara bersamaan, terbang kepada Hadirat Ilahiah.

Hingga kini, murid Tarekat Naqsybandi berada pada tahap awal, jadi mereka masih pada tataran pertama.Ā Ā Pada tataran itu mereka tidak dapat melihat pencerahan jenis itu yang terkuak di hadapan mereka. Hanya di bawah asuhanĀ Mursyid at-Tazkiyya, seorangĀ mubtadiā€˜ bergerak ke tataranĀ mustaā€˜i, di mana Syekh akan menaruh zikir pada lidahnya yang akan mengangkatnya ke Hadirat Ilahiah.Ā Ā Mursyid at-TazkiyyaĀ dapat memanggil Syekh Naqsybandi di mana pun, hidup atau mati.

Ketika dia memanggilnya,Ā Ā Syekh itu akan segera datang melalui kekuatan spiritualĀ Mursyid at-Tazkiyya. Berapa banyak Syekh telah mencapai tahap wali melalui Tarekat Naqsybandi?Ā Mursyid at-TazkiyyaĀ manapun yang memanggil, hidup maupun tidak, mereka harus datang dan memenuhi kebutuhannya. Dari kuasa yang diberikan Allah SWT kepada Nabi SAW, beliau selanjutnya memberikannya kepadaĀ Mursyid at-Tazkiyya, agar Mursyid itu mengetahui semua awliya Allah SWT di setiap abad, dengan namanya maupun ruhaniahnya. Lagi pula, Mursyid itu memiliki hubungan dengan mereka, karena dia memerlukan mereka dan mereka memerlukan dia.Ā Ā Dia harus tahu keluasan ilmu mereka, dan dari pancuran (mata air) ilmu yang manaĀ Ā mereka melepaskan dahaga mereka.Ā  Pada setiap waktu khusus, dia harus tahu ilmu apa yang sedang diterima wali itu, dan untuk hikmah dan tujuan apa mereka menerima ilmu itu.

Sebagai tambahan, dia harus tahu setiap wali di antara mereka, dan dari Nabi SAW yang mana dia mewarisi ilmu rahasia itu, karena setiap wali berada dalam tapak tilas satu di antara seratus dua puluh empat ribu anbiya, menurutĀ hadits al-ā€˜ulama warits at al-anbiya.

KekhususanĀ Mursyid at-TazkiyyaĀ lainnya adalah bahwa dia selalu sadar akan serangan dari empat musuhĀ kepada setiap muridnya. Allah SWT mengaruniakan kepada mereka sebuah kekuatan untuk bersama setiap muridnya, untuk memastikan mana dari empat musuh yang sedang menyerang dan memperdaya mereka.Ā Ā Pada saat demikian itu, dia akan menangkap musuh itu dan menghindarkan mereka dari penyerangan terhadap muridnya.

Dalam kawalannya, murid akan mencapai tahap zahid dalam hidup ini. Mereka menjadi seseorang yang mempersembahkan seluruh perhatiannya semata-mata untuk membangun masyarakat yang sempurna dan ideal, kelompok dalam masyarakat dan bangsa, di mana tidak seorang pun membeda-bedakan terhadap ciptaan Allah SWT.

Bilamana seorang dari muridnya merasakan kemalasan, kelelahan, penyesalan, depresi atau perasaaan negatif lainnya, hanya dengan satu kataĀ Mursyid at-TazkiyyaĀ dapat mengusir perasaan negatif itu dan membuat murid itu merasa lega dan santai. Itulah sebabnya jika duduk bersama Mawlana Syekh Nazhim QS, semua beban akan terbuang karena daya tarik yang datang dari matanya.

Mursyid at-TazkiyyaĀ harus membentuk muridnya untuk berpegang teguh pada tahap tertinggi dari syariat dan sunnah Nabi SAW.Ā Ā Itu berarti di samping semua kewajiban (fardhu), Syekh akan mendorong muridnya untuk menegakkan ibadah-ibadah sunnah. Sebuah contoh adalah tentang sebuahĀ rukhsaĀ ā€“ kalian mempunyai wudu dan mempertahankannya sampai salat berikutnya. Kalian tidak memperbaharui wudu pada saat itu. Namun tahap kedua dariĀ azhiimaĀ adalah mengambil wudu pada setiap waktu salat; tahap tertinggi adalah untuk melakukanĀ ghuslĀ (mandi suci) pada setiap waktu salat.

Mursyid at-TazkiyyaĀ harus memegang kuasa untuk memberi mimpi benar kepada murid.

Dalam pengalaman saya, banyak orang datang dan mengatakan, ā€œSaya melihat seorang Syekh dalam mimpi saya.ā€Ā  Dia tampak seperti ini (menggambarkan mimpinya) dan memberikan saya sebuah barang (cindera mata) dari Sayyidina Muhammad SAW.ā€ Kemudian, mereka mengecek kepada Syekh secara berhadapan, atau mereka melihat fotonya di Internet, atau mereka melihat seorang murid Syekh itu dalam sebuah mimpi padahal dia tidak mengenalnya.

Kemudian mereka bertemu dengan Syekh itu, dan menyadari mereka melihatnya sebelum ini dalam sebuah mimpi.Ā Ā Mursyid dapat mencapai (menghubungi) siapapun di dunia ini melalui mimpi dan penampakan.Ā  Orang dapat menjadi pengikut melalui mimpi dan penampakan, membaktikan diri untuk mengikuti jalanĀ ahlus-sunnah wal-jamaā€˜ahĀ pada level tertinggi, bahkan menerima perintah dari Syekh melalui mimpi dan penampakan. Begitulah kekuatan seorangĀ Mursyid at-Tazkiyya.

Pada waktu itu,Ā Mursyid at-TazkiyyaĀ akan memberikan muridnyaĀ yaqaza,Ā dan memelihara napasnya, keduanya ā€“ apakah meniup atau menghirup ā€“ harus dilakukan dengan pengamatan bahwa pada setiap saat,Ā Ā Allah SWT dapat menghentikan murid itu dari meniup atau menghirup napasnya. Itu artinya bahwa pada setiap detik, dengan barakah Mursyid, yang diambilnya dari Nabi SAW, murid akan mengingat Rabbnya dengan setiap napasnya.Ā  Kini bagi kebanyakan orang di antara kita, bernapas adalah sesuatu yang dilakukanĀ Ā tubuh secara otomatis tanpa kesadaran kita. Kita bercakap dan kita bernapas, tanpa sadar. Kita tidak mengingatnya. Ketika kita menyelam dalam laut, barulah kita menyadari, untuk pergi ke permukaan dan mengambil sehirup udara.

Mursyid at-TazkiyyaĀ akan membuat muridnya menyadari bahwa pada setiap saat dia diselamkan dalam sebuah samudra, bahwa energi yang mereka serap atau keluarkan, adalah melaluiĀ QudraĀ Allah SWT.Ā Ā Ā Maka mereka akan ingat pada setiap napas untuk mengatakan ā€œAllah, Allahā€ ketika meniup dan menghirup, dan mengingat Allah SWT melalui sifat-Nya, ā€œHu, Hu, Huā€ atau melaluiĀ Asma-Nya yang lain, tergantung pada waktu hari dan kondisi.

Setiap hirupan dan setiap tiupan adalah dengan satuĀ AsmaĀ Allah SWT.Ā Ā Dengan setiap hirupan terdapat sepuluh malaikat menyertai napas itu, dan sepuluh lagi dengan setiap tiupan.Ā Ā Setiap malaikat diciptakan dengan cahaya yang berbeda dariĀ NuurĀ Allah SWT.Ā  Grandsyekh mengatakan bahwa sembilan per sepuluh dari cahaya itu adalah dari Sayyidina Muhammad SAW dan sepersepuluhnya adalah dariĀ NuurĀ Ciptaan.Ā Ā Ā Kita tidak dapat berasal dariĀ NuurĀ Allah SWT; itu tidak mungkin.Ā Ā Kita adalah hamba Allah SWT dan tidak dapat berbagiĀ Nuur-Nya.Ā Ā Setiap hirupan dan tiupan adalah dengan sembilan per sepuluhĀ NuurĀ Muhammad SAW dan sepersepuluhnya dariĀ Bahr al-Qudra (Samudra Kekuatan). Awliya mengatakan bahwa manusia memiliki 24.000 napas dalam 24 jam.Ā Ā Setiap hirupan dan tiupan harus denganĀ dzikirullah. HanyaĀ Mursyid at-TazkiyyaĀ yang dapat meletakkan itu pada lidah kalian.

Setiap napas adalah denganĀ dzikirullah, namun kalian lalai akan hal itu. Jika kalian mencapai tahap lebih tinggi, kamu akan memiliki kesadaran untuk setiap napas. Sekali kamu mencapai kesadaran tentang 24.000 napas, Mursyid akan menambah kesadaran itu menjad 700.000 kali per hari. Itu disebut sebagai kekuatanĀ taā€™i al-lisan. Mereka memekarkan waktu untuk membuat kalian memanggil Rabb kalian 700.000 kali, dengan memperpanjang waktu, tanpa membuat waktu itu lebih besar, tetapi dengan menambahnya dengan kekuatan lidah, sebagaimana Allah SWT dapat membuat seluruh dunia melalui lubang jarum tanpa membuat dunia lebih kecil atau lubang jarum lebih besar.Ā  Itu adalah dari haqiqatĀ at-taā€™iĀ ā€“ salah satu dari tujuh realitas (haqq) dalam diri manusia.

Hakikat mengerutkan jarak berada dalam hati manusia. Bagi seseorang yang telah mencapai tahap ini, mereka hanya perlu berkata ā€œbismillah ir-rahmaan ir-rahiimā€dan dapat berada di sebarang lokasi di bumi dalam sesaat. Bagaimana mereka melakukan hal itu?Ā Ā Kini kalian bergerak dengan raga fisik kalian. Raga dibatasi oleh hukum fisika dunia,Ā gayaĀ berat, dsb. Ketika kalian bergerak, kalian bergerak dengan kemampuan itu. Kalian menggunakan sebuah kendaraan, seperti sebuah mobil, yang memiliki kekuatan fisik untuk membawa kalian. Untuk bergerak dengan lebih cepat kalian menggunakan sebuah pesawat terbang. Dia memiliki mesin yang lebih kuat yang akan membawa kalian.Ā Ā Jadi mengapa kita terheran-heran, ketika kita dapat melintasi sebuah jarak yang – sebagai contoh, satu abad yang lalu akan memakan waktu tiga tahun untuk mencapainya, katakan dari Cina ke Mekah? Jika pada waktu itu kalian mengatakan, ā€œSesuatu akan membawamu lewat udara suatu hari nanti,ā€ orang akan mentertawakan kalian.Ā  Jadi awliya-ullah menemukan energi yang lebih kuat yang dapat membawa kalian, yaitu energi ruhaniah. Mobil dan pesawat menggunakan bahan bakar yang berasal dari kedalaman bumi. Itu adalah sesuatu yang diisolasi dari sekelilingnya sendiri dan dia menjadi energi, sedang sebelumnya dia adalah sesuatu yang lain, dan Allah SWT tahuĀ Ā apa itu. Ruh terkait dengan surgawi. Jadi Allah SWT tahu energi apa yang ada di dalamnya. Jika seorang awliya mau bergerak, mereka membawa raga dan menaruhnya di dalam ruh dan kemudian bergerak dengan kecepatan ruh. Kemudian ketika mereka sampai di tujuan, mereka mengeluarkan raga dari ruh dan ruh memasuki kembali raga itu. Mengapa kita dapat menerima kenyataan dengan sebuah pesawat, tetapi tidak menerimanya pada kasus raga dan ruh?Ā  Itu memerlukan landasan iman kepada hal yang ghaib (tak nampak). Awliya menggunakan kekuatan yang sama untuk mengerutkan jarak.

Energi dapat membawa apapun. Untuk mengangkat sebuah balok besi dua ton, kalian membawa sebuahĀ crane, dan dengan sebuah mesin kecil, dia dapat mengangkatnya. Mengapa kita memandang bahwa kekuatan ruhĀ Ā tidak berfungsi? Kalian dapat memanfaatkannya dengan menggunakan kekuatan yang dikembangkan oleh para wali.Ā Ā Taā€™i al-lisanĀ adalah mirip denganĀ taā€™i al-makan.Ā Ā Jika kalian mau melakukan zikir 24.000 kali, kalian dapat dengan mengulang-ulang ā€œAllah, Allahā€ dengan setiap hirup dan tiup. Jika kamu mau melakukan zikir dengan biji tasbih, kamu dapat mencapai – sebagai contoh, 200.000 dengan lidah normal. Tapi untuk mencapai 700.000 kali kalian memerlukanĀ taā€™i al-lisan. Dengan kekuataanĀ Mursyid at-Tazkiyya, yang mendapatkannya dari Nabi SAW dia dapat membuat kalian mengucapkan ā€œAllah, Allahā€ 700.000 kaliĀ Ā dalam satu jam; bagi beberapa murid dalamĀ Ā setengah jam; untuk beberapa lainnya dalam 15 menit, dan untuk beberapa lagiĀ Ā dalam satu menit.Ā  Bagaimana itu mungkin? Bagaimana dapat lidah mencapai itu?

Di bawah lidah, Allah SWT menciptakan pembuluh darah arteri yang langsung menyambung kepada jantung.Ā  Jika kegelapan dihapuskan dari lidah dan jantung, dengan jalan murid berlanjut dalam mengikutiĀ Ā perintah Mursyid, kalian menjadi nurani, dan pada saat itu kalian bukan lagi raga atau lidah, namun kalian menggunakan Cahaya, yang terkait dengan Surgawi. Segala sesuatu yang menyangkut surgawi dapat melakukan apapun; tiada sesuatu yang tak mungkin, tiada lagi batasan.

Pikiran manusia terkait dengan keduniawian. Tetapi ketika orang menjadiĀ nuriyaaniyuun, itu adalah makna dari hadith Qudsi, ā€œTidak surga tidak pula bumi dapat menampung Aku, kecuali hati hamba-hamba-Ku yang beriman.ā€Ā  Hati dalam situasi seperti itu dapat melaksanakan keajaiban. Hati seperti itu dapat mencapai 7 jutaĀ Ā kali ā€œAllah, Allahā€, bahkan 70 juta kali. Itu semua diperkenankan bagi setiap manusia, jika dia mau mengikuti awliya-ullah.Ā Ā Allah SWT berfirman, ā€œAwliya-Ku berada di bawah kubah-Ku; tiada seorang pun tahu tentang mereka, kecuali Aku.ā€Ā 

Ā 

MURSYID AT-TASFIYYA

Mursyid at-TasfiyyaĀ adalah Mursyid tahap ketiga, di atas tahapĀ Mursyid at-TazkiyyaĀ danĀ Mursyid at-Tabarruk.Ā Mursyid at-TabarrukĀ adalah keawliaan tahap pertama dalam Tarekat Naqsybandi. Tahap kedua adalahĀ Mursyid at-Tazkiyya, harus mencakup semua aspekĀ Mursyid at-TabarrukĀ dan begitu pulaĀ Mursyid at-TasfiyyaĀ membawa semua yang dibawaĀ Mursyid at-TazkiyyaĀ danĀ Mursyid at-Tabarruk. Semua karakteristik tahap sebelumnya terefleksi padaĀ Mursyid at-TasfiyyaĀ ini.

Mursyid at-TabarrukĀ danĀ Mursyid at-TasfiyyaĀ tidak memiliki perhatian kepada dunia ini:

Mereka ituĀ zahid. Cukup bagi mereka makan sedikit, minum sedikit, dan hidupnya terdiri dari ibadah dan membimbing orang.Ā Ā Mursyid at-TasfiyyaĀ adalahĀ zahid fid-dunyaĀ maupunĀ zahid fil-akhira. Itu artinya surga bagi mereka bukanlah tujuannya. Banyak orang memohon surga abadi,Ā jannat al-khuld.Ā Ā Namun surga bukanlah tujuan seorangĀ awliya-ullah; mereka harus sederhana. Sasaran mereka hanyalahĀ Al-Khaliq. Apapun selain Allah SWT tiada artinya bagi mereka –Ā maa siwallah. Semua yang diciptakan Allah SWT adalahĀ maa siwahu. Allah SWT adalah Sang Pencipta dan semua lainnya adalah ciptaan-Nya. Awliya-ullah pada tahap itu tidak tertarik untuk mendapatkan apapun yang diciptakan Allah SWT.Ā Ā Kecintaan mereka hanya kepada-Nya, dan bagi mereka akhirat tidak berbeda dengan dunia. Untuk kita, akhirat adalah harapan dan sasaran kita. Bagi mereka, Allah SWT adalah harapan dan sasaran mereka.

Nabi SAW berkata, “Setelah orang-orang diadili dan dikirimkan ke surga dan neraka, Allah SWT akan muncul bagi beberapa orang di surga [Dia akan menampakkan Diri, turun].Ā  Harapan awliya ini hanyalah Allah SWT ā€“ tiada lainnya.Ā Ā Seluruh perhatian melalui hatinya tidak dapat ditujukan kepada selain Allah SWT.Ā Ā Ā Jika sesaat pun Cahaya mereka tertuju kepada selain Allah SWT, mereka akan disingkirkan sepenuhnya dari Hadirat Ilahi. Dan jika Allah SWT mengungkapkan kepada wali itu apapun dari yang ghaib tahap tinggi, derajat, keadaan dan pengetahuan, dia tidak boleh melihatnya. Dia harus tetap mempertahankan konsentrasinya untuk mencapai pintu Rabbnya.

Salah seorang dari Mursyid demikian itu, Bayazid al-Bistami QS, yang lebih tinggi dari tahap itu, selalu melihat ke depan tidak pernah melihat ke belakang, ke kanan atau ke kiri.Ā Dia mencapai tahap di mana dia mendengar suara dari arah Hadirat Ilahi.Ā Ā Dia berkata, ā€œYaĀ Ā Rabbi, bukalah untukku pintu-Mu.Ā Ā Ini adalah harapan ku,Ā ā€˜ishqĀ ā€“ ku.Ā Ā Bukalah untukku pintu-u.ā€ Dan dia mendengar sebuah suara, ā€œYa Bayazid,Ā Ā Pintu-Ku tidak dapat dibuka sampai kamu menjadi abdi dari abdi-Ku,Ā mazballatan lilā€˜ibadĀ untuk ciptaan lainnya ā€“ sebuah tong untuk sampah mereka. Barulah Aku akan membuka untukmu pintu-Ku.ā€

Grandsyekh tidak diminta untuk menjadi tong sampah bagi dirinya, namun menjadi tong sampah orang yang paling hina yang ditemuinya. Engkau dapat menjadi tong sampah bagi ayahmu, ibumu, isterimu, saudaramu atau temanmu, tetapi untuk seorang asing yang tak kamu kenal?Ā Ā Dan saya yakin bahwa tidak seorang pun menerima menjadi tong sampah bagi ayah atau ibunya. Dia bahkan tidak setuju bahwa dia adalah sampah. Dia berpikir dia memiliki pikiran paling cemerlang dan semua lainnya adalah dungu, idiot.

Bahkan anak-anak ini sibuk ke sana ke sini berpikir bahwa mereka mempunyai intelegensi yang lebih tinggi dari orang dewasa.Ā Ā Mereka ingin mendidik kita! Kita tidak akan masuk ke dalam cerita begitu, tetapi apa artinya ā€œmemikul beban abdi-Kuā€.Ā Mengapa Sayyidina Muhammad SAW datang sebagai seorang ā€œrahmat bagi umat manusiaā€?Ā Ā Karena beliau memikul beban umatnya.Ā Ā Wa innaka laā€˜ala khuluqin ā€˜azhiimĀ ā€œEngkau adalah seorang dengan karakter lebih tinggi.ā€ Itu adalah karakter (akhlaq) terbaik. Ketika Nabi Muhammad SAW dilukai, beliau tidak membalas, padahal beliau memiliki kekuatan untuk membalas, tetapi beliau tidak melakukannya, bahkan beliau memaafkan,Ā wa innaka laā€˜ala khuluqin ā€˜azhiima, beliau adalah seorang yang paling rendah hati.Ā Beliau adalah yang tertinggi, tetapi beliau memperlihatkan dirinya sebagai yang paling rendah.

Sekarang orang zaman ini secara salah mengatakan,Ā ana basyaran mitslukum, bahwa Nabi SAW hanyalah raga, daging dan ruh. Faktanya adalah, Allah SWT membuatnya paling tinggi, namun Nabi SAW membuat dirinya pada tahap yang sama dengan semua orang.Ā Ā Ketika menjadi manusia terhebat, beliau menundukkan kepalanya, dan beliau tidak menengadahkannya. Apakah kalian saling memikul beban? Tidak.Ā Ā Jadi mengikuti jalan awliya-ullah, ketika dia melewati semua beban itu, Syekh Bayazid al-Bistami QS meminta kepada Allah SWT, ā€œJadikanlah tubuhku sebesar neraka, sehingga tidak seorang pun yang masuk neraka kecuali aku.ā€Ā Dan dia sangat tulus dalam doa-nya itu. Dia seratus persen jujur dalam permohonannya itu.Ā Ā SasaranĀ Mursyid at-TasfiyyaĀ hanyalah Allah SWT,Ā ilahi anta maqsuudi wa ridhaā€™ ka matlubi.Ā 

Ketika pintu itu terbuka bagiĀ Mursyid at-Tasfiyya, pada saat itu Allah SWT akan mengungkapkan kepadanya segala sesuatu yang tertulis diĀ Lauh al-mahfuzh. Ketika al-Quran diungkapkan kepada Nabi SAW, ituĀ Ā dipindahkan dariĀ Lauh al-mahfuzhĀ keĀ Bayt alā€˜izza. Ketika seorang Mursyid mencapai tahap itu, dia akan dapat mengetahui rahasia al-Quran yang diungkapkan kepada Nabi SAW.Ā Ā ā€œTasfiyyaā€Ā berarti meninggalkan segala sesuatunya. Sebuah contoh, jika sebuah toko melelang barangnya karena mau tutup usaha, dan semua butir barang dalam toko itu diuangkan.Ā Ā Ketika seorang hamba sejati Allah SWT mencapai tahap itu, Allah SWT akan membuka segala sesuatu kepadanya. Dia memberikan hamba itu kuasa untuk menarik para pengikutnya tanpa mengatakan sepatah kata pun ā€“ hanya melaluiĀ jazbat, daya tarik melalui mata.

Terdapat banyak awliya masa kini dan banyak yang telah meninggal dunia. Orang mengunjungi kuburan mereka dan merasakanĀ jazbatĀ mereka. Hal yang sama dapat pula terjadi kepada awliya yang masih hidup, yang dapat menarik kalian kepada mereka tanpa melakukan apapun, karena kuasa itu dikaruniakan Allah SWT melalui Nabi SAW, dan berada dalam hati mereka. Allah SWT memberikan Mursyid itu sebuah kekhususan untuk melihat kepada pengikutnya. Setiap hambaĀ Ā telah dibentuk (molded), ketika dia dilahirkan ke dunia ini dan orang tuanya membesarkannya.Ā Ā Mereka dibentuk dengan 800.000 kebiasaan (adab) burukĀ Ā yang berbeda-beda, yang tak dapat dihitung! Bukankah kalian tidak dapat menghitung 800.000 adab buruk? Tentu saja tidak dapat.

Terdapat 800.000 titik spiritual diletakkan pada selebar tubuh fisik, masing-masingnya memiliki karakteristik buruknya sendiri, nafsu buruk dari ego. Masa kini, praktisi pengobatan tradisional dan alternatif mengenali bahwa raga fisik memilikiĀ tiga ratus enam puluh titik penyembuhan. Tetapi dalam realitas, terdapat 800.000 titik tekan spiritual di mana awliya-ullah membersihkan karakteristik buruk kita.Ā Ā Tanpa membersihkan dulu 800,000 titik ini, seseorang tidak dapat dihadapkan kepada Sayyidina Muhammad SAW dan mengalami keadaan spiritualitas atau berkomunikasi dengan hati beliau, bahkan tasbih malaikat pun tidak dapat kita dengar.Ā Ā Mursyid at-TasfiyyaĀ dikaruniai kuasa untuk membersihkan 800.000 karakter buruk itu. Tujuh ratus amal terlarangĀ Ā akan membawa kalian kepada 800.000 karakter buruk, dan awliya-ullah dapat menarik dan menolong mereka dari keburukan itu.

Dengan lidah kalian tidak dapat membuat klasifikasi karakter buruk ini (kosa katanya tidak cukup).Ā Mursyid at-TasfiyyaĀ mencabuti karakter buruk itu seperti sebuah saringan, mengayak biji-bijian sampai tinggal karakter baik saja.Ā  Lagi pula, Allah SWT membuatĀ Mursyid at-TasfiyyaĀ untuk selalu hadir dengan para wali yang telah meninggalkan dunia fisik ini, begitu juga mereka yang masih tinggal di dunia ini. Semua wali terhubung dengannya setiap saat, memberinya masukan apa yang mereka miliki dan apa yang mereka kerjakan, karena dia adalah seorang yang tertinggi.Ā Dia dapat memantau muridnya 12.000 kali sehari.Ā Ā Setiap kali dia memandang muridnya dia mengiriminya kebijaksanaan, nasihat untuk mengerjakan kebaikan.Ā Jangan mengira itu terlalu banyak! Mereka itu langka, seperti sebuah berlian.

Beberapa Muslim, khususnya yang dibesarkan di Amerika Serikat, tidak mengetahui apapun tentang awliya-ullah atau tentang keramat. Sungguh disayangkan, sebagian besar Muslim di seluruh dunia telah dicuci otaknya dari warisan Islam sejati dan ajaran tradisional dan praktek Islam oleh doktrin Wahhabi.Ā Ā Semoga Allah SWT melindungi kita dari ideologi atau mentalitas yang demikian itu!

Begitulah kuasa dan jangkauan ilmuĀ Mursyid at-Tasfiyya, bahwa dari setiap kata dalam al-Quran, sedikitnya dia dapat memungut sembilan belas makna.Ā Sa-usliihi saqar. La-wahatan lil basyar. ā€˜Alayha tisā€˜at ā€˜ashar. ā€œSegera kami akan melemparkan dia ke neraka. Di atasnya adalah sembilan belas. Dan kami tidak menempatkan kecuali malaikat yang menjaga neraka.ā€ Sembilan belas ini adalah malaikat khusus, penjaga neraka. Mereka besar sekali dan sangat kuat.Ā Ā Mursyid at-TasfiyyaĀ juga memegang kunci bagi keajaiban pribadi untuk setiap murid. Untuk setiap murid terdapat sebuah rahasia dalam al-Quran yang disebutkan sebagai:Ā as wa laa yaabis wa laa ratbin illa fii kitabin mubiin. Mursyid tahu mana dari kalimat dalam al-Quran yang didisain untuk menghentikan kalian dari terjerumusĀ Ā ke dalam kegelapan dan dilemparkan ke dalam neraka, yang dijaga oleh sembilan belas malaikat.Ā Ā Dia akan memberimuĀ awradĀ (wirid) untuk dibaca setiap hari.

Mursyid at-TasfiyyaĀ mengetahuiĀ awradĀ yang dibuat khas untuk diri kalian; untuk alasan inilah kamu memerlukan seorang wali. Jika seseorang merangkai sebuah kalimat dibuat dari kode yang salah, itu tidak akan efektif (memberi hasil).Ā Mursyid at-TasfiyyaĀ dapat merangkai bacaan dari al-Quran dan hadits Nabi SAW, untuk membersihkan kalian dari karakter buruk pribadi kalian yang akan membawa kalian ke neraka, jika mereka tidak dibuang.Ā  TerdapatĀ limaĀ ratusĀ maā€˜muraatĀ (perbuatan baik) dan delapan ratus perbuatan terlarang.

Mursyid at-TasfiyyaĀ akan membimbing kalian kepadaĀ limaĀ ratus perintah itu dan membimbing kalian untuk mencegah terjerumus ke dalam delapan ratus perbuatan terlarang, kesemuanya itu dengan satu kata tunggal yang ditugaskan bagi kalian untuk membacanya dari al-Quran; untuk setiap individu sebuah kata yang berbeda.

Karakter lain yang diberikan Allah SWT kepadaĀ Mursyid at-TasfiyyaĀ di antaranya adalah bahwa dengan pengamatannya kepada alam semesta, dia akan menarik tiga puluhĀ limaĀ tanda yang berbeda-beda tentangĀ Hu AhadĀ Allah SWT dari setiap planet.Ā Ā Dari setiap sebarang planet dia memandang dengan pandangan spiritualnya, dia akan menurunkan tiga puluhĀ limaĀ tanda spiritual dariĀ Hu AhadĀ Allah SWT.

Lebih jauh lagi, dia dapat menanam tanda-tanda yang berbeda-beda ini ke dalamĀ limaĀ tingkatan hati:Ā qalb, sirr, sirr-as-sirr, khafa, danĀ akhfa.Ā  Ketika kalian mengucapkanĀ laa ilaaha ill-AllahĀ ā€“ bacaan itu akan mengambil kalian lewat lidah dan hati,Ā qawlan wa fiā€˜lan, di mana kalian akan dibuat mengamatiĀ HU AhadĀ Allah SWT. Allah SWT memberikanĀ Mursyid at-TasfiyyaĀ kuasa atas keajaiban penampakan spiritual ini yang lebih kuat dari penampakan mata fisiknya.Ā Qutb zamanĀ itu akan berada di bawah otoritasnya.

Allah SWT memberikanĀ Mursyid at-TasfiyyaĀ kuasa untuk membaca 700.000 kali ā€œAllah, Allahā€ pada setiap tiupan napas dan setiap hirupan napas.Ā  Dia memilikiĀ ā€˜ilm al-yaqiin,Ā ā€˜ayn al-yaqiin,Ā haqq al-yaqiin, danĀ la rayba fiih.

Semua yang telah kita gambarkan tentangĀ Mursyid at-TasfiyyaĀ tadi hanyalah sekedar pandangan selintas saja dari maqam dan kuasanya.

Ā 

MURSYID AT-TARBIYYA

23 Desember 2002 [DE1.14]

Tahap tertinggi dariĀ irsyadĀ bagi ulama dalam membimbing ummah adalahĀ Mursyid at-Tarbiyya,Ā Ā ā€œal-ā€˜ulama waritsat al-anbiya.ā€ Semua ilmu awliya hanyalah setetes saja dari Samudra Ilmu Nabi SAW, yang dibukanya untuk semua awliya. Dari awal hingga akhir, semua itu hanyalah setetes dari Samudra, jadi bayangkan saja apa yang diberikan Allah SWT kepada Nabi SAW.

Tulisan serial ini adalah tentang awliya Tarekat Naqsybandi.Ā Ā Mereka yang mendapat kesempatan untuk berjamaah dengan mereka memiliki kesempatan untuk mendapat manfaat dari mereka.Ā Ā Mereka yang tidak memiliki kesempatan itu atau belum mengambilĀ bayā€™atĀ dengan salah satu mursyid demikian itu telah kehilangan kesempatannya.

Suatu kali Grandsyekh Syarafuddin QS membahas apa yang dikirimkan awliya.Ā Ā Pada majelis itu terdapat ribuan, kadang-kadang ratusan ribu murid dalam jemaahnya. Satu malam mereka duduk dan seorang asing datang. Syekh Syarafuddin QS memandang kepada hatinya dan mengamati bahwa orang itu tidak memiliki kesempatan untuk memperoleh manfaat ajaran luhur yang umumnya datang dalam majelis yang demikian itu.

Untuk mencegah agar majelis itu tidak mengalami penurunan derajatnya dan untuk tetap mempertahankan majelis itu pada level tinggi, beliau berkata, ā€œWahai anakku. Aku sedang memikirkan kamu.ā€ Dia tidak mau menyia-nyiakan waktu murid dengan berbicara pada maqam yang rendah atau dengan mendapat pertanyaan (dari orang yang baru datang itu) yang akan mengganggu aliran informasi.Ā Ā Syekh Syarafuddin QS memilikiĀ Ā sebuah jubah sebagai hadiah dari Sultan Abdul Hamid.Ā Ā Jubah itu didekorasi dengan tujuh ratus ribu keping emas, penuh dengan rajutan benang.Ā Ā Beliau ingin menunjukkan kepada muridnya bahwa beliau tidak memiliki ikatan kepada jubah itu dibanding dengan nilai dari majelis itu, lalu beliau berikan jubah itu kepada orang asing tadi.Ā Ā Orang asing itu sangat bergembira, dan pada saat yang sama khawatir bahwa Syekh itu akan mengambil jubah itu kembali, maka dia pamit secepatnya.Ā Ā Itulah sebabnyaĀ suhbatĀ seperti itu hanyalah bagi pengikutĀ ahl as-sunnah wal-jamaā€˜ahĀ yang berpegang teguh pada setiap sunnah dan pemahaman hakikat spiritual.

Sebelumnya dijelaskan tentang tiga macam mursyid, yaitu:Ā Mursyid tabarruk, tazkiyya, danĀ tasfiyya.Ā Ā Tiga tahap yang berbeda ini dapat saja terjadi di tarekat mana pun.

Ā 

Mursyid tarekat mana pun dapat mencapai tiga tahap ini.

Namun tahapĀ Mursyid at-TarbiyyaĀ hanya terdapat di Tarekat Naqsybandi.Ā Ā Allah SWT telah menganugerahkannya kepada Tarekat Naqsybandi. Tahap apapun yang dicapai para Masyekh tarekat lainnya itu, mereka hanya mencapai tahapĀ Mursyid at-Tasfiyya.Ā Ā Namun mereka yang Naqsybandi dan telah mencapai tahapĀ tarbiyyaĀ telah melewati tiga tahap yang digambarkan sebelumnya itu.Ā Ā Mursyid at-Tarbiyya, pembimbing yang menaikkan murid, agar mencapai tahap itu dia harus mencapai tahap ijtihad absolut,Ā al-ijtihad al-mutlaq. Bukan hanya dalam syariat, tetapi juga dalam haqiqat. Dalam bahasa Arab hal itu sama denganĀ tawkiil al-syamila, (the power of attorney).Ā Ā AdaĀ kuasa mewakili yang bersifat umum, khusus; ada pula kuasa mewakili yang lebih luas dan kuasa mewakili yang lengkap. Dan di atas semua itu, dalam tradisi Arab kita, terdapatĀ wakilat syamila kamilat mutlaqa: kuasa mewakili yang umum, lengkap dan tak-berakhir.Ā  Dalam Islam, Hukum Ilahiah yang kita ikuti (syariat) ditujukan kepada situasi kehidupan secara luas dan pikiran terbuka.Ā Ā Kita dapat berpisah dan kemudian bercerai tanpa kembali kepada pasangan kita, tanpa berbicara kepadanya.Ā Ā Kita dapat mengawini seseorang yang tidak hadir (in absentia), dan berkumpul dengan pasangan itu pada waktu kemudian.Ā Ā JadiĀ Mursyid at-TarbiyyaĀ ini diberikan kuasa umum, lengkap dan tak-berakhir dalam membuat putusan juristik syariat, maupun putusan dalam hal hakikat.Ā Ā Ā Ini adalah Mursyid yang dimaksud Allah SWT dalam firman-Nya,Ā rijaalun sadaqu ma ā€˜ahadallahu ā€˜alayh; mereka mendapat kepercayaan penuh dari Allah SWT.

Grandsyekh, semoga Allah SWT mensucikan ruhnya, berkata bahwa terdapat sembilan awliya yang doa-nya akan diterima Allah SWT dan merubah apapun yang mereka minta dari (yang tercantum dalam)Ā Lauh al-mahfuzh.Ā Ā Mujtahid mutlak dalam syariat dan haqiqat.

Ketika Grandsyekh ditanya oleh Grandsyekh-nya, Syekh Syarafuddin QS, untuk menerima tahap irsyad seperti itu oleh Syekh-nya, beliau berkata, ā€œJika engkau bertanya, aku menjawab tidak.ā€Ā Syekh Syarafuddin QS berkata, ā€œIni adalah perintah dari Nabi SAW.ā€ Grandsyekh kemudian berkata, ā€œJika itu adalah perintah,Ā ala raasii wal-ayn.Ā Tetapi kalau itu hadiah (pemberian), maka aku tidak menerima tanggung jawab seperti itu. Aku tidak menerima, kecuali dengan satu syarat.ā€ Malam itu dalam pertemuan awliya dalam majelis nabi-nabi, Grandsyekh Syarafuddin QS mendiskusikan situasi itu dengan Nabi SAW. ā€œDia tidak menerima, kecuali dengan satu syarat.ā€Ā Ā Nabi SAW berkata, ā€œTanyakan apa syaratnya.ā€ Hari berikutnya beliau mendatangi muridnya, dan mengikuti perintah Nabi SAW, Syekh Syarafuddin QS bertanya kepada Syekh `Abdullah QS apa syaratnya.Ā  Syekh `Abdullah QS menjawab, ā€œDalam masa kini terdapat begitu banyak kegelapan, kebodohan, kelalaian, kebohongan, penghianatan, racun, dan penipuan. Dalam kegelapan seperti itu yang hadir pada masa kini, tidaklah cukup setahun atau limabelas tahun atau seratus tahun untuk mencapai keberhasilan spiritual tahap manapun.Ā Ā Mereka bahagia dalam majelisku.Ā Ā Tetapi begitu mereka berjalan keluar pintu, nafsu buruk akan menyeret mereka ke bawah lagi. Jadi mengapa membuang waktuku, jika lebih baik membacaĀ awrad-ku sendirian.ā€ Syekh Syarafuddin QS berkata, ā€œJadi apa yang engkau kehendaki?ā€

Syekh `Abdullah QS berkata, ā€œAku menginginkan sebuah hadiah dari Nabi SAW, bahwa barang siapa duduk dalam majelisku, mendengarkan pembicaraanku, tanpa melakukan apapun atas prakarsanya sendiri, Aku mohon izin untuk mengangkat dia kepada maqamku. Tidak hanya itu, jika Aku berbicara tentang wali yang manapun dalam majelisku, wali manapun yang Aku sebut, Aku menghendaki murid-muridku diberi izin untuk mendapatkan maqam wali itu.Ā Jika tidak, Aku tidak memerlukan (jabatan tahap) itu.ā€Ā Ā Kalian lihat tahapĀ Mursyid at-Tarbiyya? Dia tahu bahwa kita tidak akan mendapatkan apapun dengan upaya kita sendiri. Seperti seorang ayah dengan anaknya, dia menanggung seluruh tanggung-jawab.Ā Ā Bahkan ketika mereka telah dewasa dan hilir mudik di jalanan, orang tua akan berbuat terbaik untuk anak mereka.

Grandsyekh Syarafuddin QS berkata, ā€œAku akan tanyakan hal itu.ā€ Dalam dewan al-awliya, Syekh Syarafuddin QS berkata, ā€œ`Abdullah Effendi QS menyampaikan syarat demikian.ā€Ā Ā Nabi SAW berkata,Ā ana raadi, anaa raadi, ana raadiĀ – ā€œAku terima! Aku terima!Ā  Aku terima!ā€ dengan tangannya diletakkan di dadanya. Dan beliau menambahkan, ā€œTak seorang wali pun sebelum ini yang memohonĀ Ā kepadaku seperti itu untuk murid-muridnya.ā€

Itu berarti Nabi SAW tidak menunggu kita untuk mengalami kemajuan dalam tarekat, karena beliau tahu kita tak dapat berbuat apa-apa pada waktu ini.Ā Ā Kita adalahĀ mujtahidin mutlaq, yang berarti tidak seorang pun dapat membuat sebuah deduksi (kesimpulan khusus) ketetapan juristik dari syariat atau haqiqat kecualiĀ Mursyid at-Tarbiyya; dia adalah yang tertinggi. Di atas kuasa itu, dia harus jauh mendalami dan mendapatkan hakikat dan kepastian, dan mendapatkan pengakuan kebenaran bagi semua ilmunya dan mendapatkan konfirmasi atau pembuktian dari semua ilmunya yang berada dalam kawasanĀ ā€˜ilm al-yaqiin, ā€˜ayn al-yaqiin and haqq al-yaqiin.

Tahap Mursyid ini mirip dengan saluran digital yang kini kita miliki (dalam bidan komunikasi), multipleks dari satu satelit, sinyal yang dapat dilihat dan didengar serentak, dan bukan maya namun sangat nyata, dengan kepastian lengkap.Ā Ā Mursyid at-TarbiyyaĀ itu tidak sedang mengalami imajinasi atau illusi, namun sesungguhnya hidup dalam waktu atau tempat itu, dengan memiliki kapasitas pendengaran dan penglihatan mutlak (paling tinggi) yang dapat dimiliki manusia.

Mursyid itu hadir di semua kenyataan sebagaimana dia hidup di masa lalu, masa kini dan bahkan di masa mendatang, sampai saat Hari Pengadilan. Allah SWT mengaruniakan kepadanya lima elemen yang berbeda dari Irsyad:

Asuhan Allah SWT (inayatullah)

Asuhan Nabi SAW, penampakan dan dukungan (inayat an-nabi)

Asuhan para pembimbing terdahulu dan penampakan (vision) (inayatan min al-Mursyidiin al-ā€˜izham)

Asuhan grandsyekhnya (inayat al-Mursyid)

Asuhan dan penampakan dari dua malaikat di bahu kanan dan kiri (inayat Kiram Katabiin)

Mursyid ini diperkenankan mengetahui semua rincian dari Hari Perjanjian, ketika ruh ditanya, ā€œBukankah Aku Rabb-mu?ā€Ā Mereka berkata, ā€œYa.ā€ Allah SWT bertanya kepada ruh ā€œSiapa Aku dan siapa kamu?ā€ Ruh menjawab, ā€œEngkau adalah Rabb kami dan kami adalah hamba-Mu.ā€ Pada saat itu Allah SWT merencanakan semua hal yang semua orang harus lakukan dalam hidupnya sebagai tanggung jawabnya.Ā  Itu adalahĀ ā€˜alam al-miithaqĀ ā€“ Dunia Perjanjian.Ā  Pada saat itu,Ā Mursyid at-TarbiyyaĀ berada diĀ sanaĀ dan mengetahuinya secara rinci dan ketika dia datang ke dunia dia masih ingat saat itu dan rinciannya.

Berapa orangĀ Mursyid at-TarbiyyaĀ yang ada sejak masa Nabi SAW hingga sekarang?Ā  Allah SWT memberinya ilmu dari semua awliya-ullah, dari sejak saat Sayyidina Adam AS sampai kepada Hari Pengadilan, dengan nama dan ilmu mereka. Ini adalah kunci khusus seorangĀ Mursyid at-Tarbiyya. Para Syekh adalah pewaris para Nabi. Bukan ulama masa kini ā€“ mereka ituĀ juhalaĀ ā€“ lalai. ā€˜Ulama adalah salih dan bersungguh-sungguh, memiliki kedua ilmu, ā€˜ilm asy-syari`ahĀ (hukum) danĀ ā€˜ilm al-haqiqatĀ (spiritualitas).

Karakteristik lain yang diberikan Allah SWT kepadaĀ Mursyid at-TarbiyyaĀ adalah perubahan apapun yang terjadi padaĀ Lauh al-mahfuzh, dia tahu tentang itu. Sedang untuk 24.000 napas setiap murid, Mursyid itu akan tahu status muridnya dan maqam dari setiap napas ini.

Metabolisme, pernapasan, tahap kimiawi, reaksi syaraf, dan pembuluh kapiler terkecil, dia menyadari setiap perubahan di dalamnya.Ā  Jika kalian menaruh pembuluh kapiler (yang lebih kecil dari sehelai rambut) dalam satu garis, mereka mencapai jarak dari bumi ke bulan. Terdapat tiga trilyun sel di dalam tubuh.Ā Mursyid at-TarbiyyaĀ itu mengetahui keadaan semuanya.Ā Semua keterangan ini, kemampuan dan kuasa ini berasal dari setetes Samudra Nabi SAW.

Orang masa kini bermain-main di dunia ini. Itulah sebabnya ketika mereka mulai menyadari hakikat ini, mereka meninggalkan perhatian mereka terhadap dunia ini. Hanya satu kali menyelam ke dalam Samudra Hakikat ini telah mendatangkan kebahagiaan cukup bagi mereka, dalam hidup ini dan di Kehidupan Abadi.

Mursyid at-TarbiyyaĀ harus tahu sumber kehidupan muridnya, ilmu muridnya di dunia, dan kondisi tubuh murid itu dari sejak diciptakan hingga pada Hari Pengadilan.Ā Ā Dia harus mengetahui setiap huruf Arab, yang berada diĀ Lauh al-mahfuzh, karena itu adalahĀ lughat ahl al-jannat.Ā Apapun yang tertulis di sana, dia harus tahu berapa huruf dituliskan dari awal hingga akhir.Ā  Bukan hanya dua puluh tujuh huruf dari alfabet, namun setiap huruf sebagaimana muncul diĀ Lauh al-mahfuzh, satu demi satu, dianggap sebagai sebuah hurufĀ Ā tunggal (individual).

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Bacaan Lainnya

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Tingkatan Alam Menurut Para Sufi

“Tingkatan Alam Menurut Para Sufi” ŁŁŽŲ„ŁŲ°ŁŽŲ§ Ų³ŁŽŁˆŁ‘ŁŽŁŠŁ’ŲŖŁŁ‡ŁŪ„ ŁˆŁŽŁ†ŁŽŁŁŽŲ®Ł’ŲŖŁ ŁŁŁŠŁ‡Ł Ł…ŁŁ†Ł’ Ų±Ł‘ŁŁˆŲ­ŁŁ‰ ŁŁŽŁ‚ŁŽŲ¹ŁŁˆŲ§ Ł„ŁŽŁ‡ŁŪ„ Ų³Ł°Ų¬ŁŲÆŁŁŠŁ†ŁŽ “Maka…

Islam, Iman dan Ihsan

Ų¹ŁŽŁ†Ł’ Ų¹ŁŁ…ŁŽŲ±ŁŽ Ų±ŁŽŲ¶ŁŁŠŁŽ Ų§Ł„Ł„Ł‡Ł Ų¹ŁŽŁ†Ł’Ł‡Ł Ų£ŁŽŁŠŁ’Ų¶Ų§Ł‹ Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ : ŲØŁŽŁŠŁ’Ł†ŁŽŁ…ŁŽŲ§ Ł†ŁŽŲ­Ł’Ł†Ł Ų¬ŁŁ„ŁŁˆŁ’Ų³ŁŒ Ų¹ŁŁ†Ł’ŲÆŁŽ Ų±ŁŽŲ³ŁŁˆŁ’Ł„Ł Ų§Ł„Ł„Ł‡Ł ŲµŁŽŁ„ŁŽŁ‘Ł‰…

Hidup Ini Terlalu Singkat

Postingan yg indah dari Bunda Amanah: Bismillahirrahmanirrahim. “Hidup ini Terlalu Singkat” Oleh: Siti Amanah Hidup…
All articles loaded
No more articles to load

Mengenal Yang Mulia Ayahanda Guru

Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin al-Khalidi qs.

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj (Rajab)

26 Jan - 05 Feb

Ramadhan

30 Mar - 09 Apr

Hari Guru & Idul Adha

20 Jun - 30 Jun

Muharam

27 Jul - 06 Ags

Maulid Nabi

28 Sep - 08 Okt

Rutin

30 Nov - 10 Des

14. OrangĀ² Khashah (Istimewa)

Surat Syaikh Ibnu Atha’illah Untuk Sahabatnya – 14: “OrangĀ² Khashah (Istimewa)” ŁˆŲµŲ§Ų­ŲØ Ų­Ł‚ŁŠŁ‚Ų© ŲŗŲ§ŲØ Ų¹Ł†…
All articles loaded
No more articles to load

14. OrangĀ² Khashah (Istimewa)

Surat Syaikh Ibnu Atha’illah Untuk Sahabatnya – 14: “OrangĀ² Khashah (Istimewa)” ŁˆŲµŲ§Ų­ŲØ Ų­Ł‚ŁŠŁ‚Ų© ŲŗŲ§ŲØ Ų¹Ł†…
All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan BunĀ 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

WhatsApp
Facebook
Telegram
Twitter
Email
Print