Adab Murid Pada Guru Mursyid

Adab murid yang harus diperhatikan terhadap gurunya sebenarnya banyak sekali, tetapi yang terutama dan yang terpenting ialah bahwa seorang murid tidak boleh sekali-kali menentang gurunya, sebaliknya harus membesarnya kedudukan gurunya itu lahir dan batin. Ia tidak boleh meremehkan, apabila mencemooh, mengecam gurunya di depan dan di belakang.

Salah satu yang harus ia yakini ialah bahwa maksudnya itu hanya akan tercapai karena didikan dan asuhan gurunya, oleh karena itu jika pandangan terpengaruh oleh pendapat guru-guru lain, maka yang demikian itu akan menjauhkan dia dari mursyidnya, dan tidak akan terlimpah atasnya percikan cahaya Ilahi. Oleh karena itu, seorang murid harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh hal tersebut dibawah ini:

1. Harus menyerahkan diri dan tunduk dengan sepenuhnya kepada gurunya, rela dengan segala apa yang diperbuat oleh gurunya, yang dikhidmatinya dengan harta benda dan jiwa raganya, dengan jalan demikian barulah terlahir iradah yang murni, dan muhibah, yang merupakan penggerak dalam usahanya, merupakan kebenaran dan keikhlasan yang tidak dapat dicapai kecuali dengan jalan demikian.

2. Tidak boleh sekali-kali seorang murid menentang atau menolak apa yang dikerjakan gurunya, meskipun pekerjaan itu pada lahirnya kelihatan termasuk haram. Ia tidak boleh bertanya apa sebab gurunya berbuat demikian, tidak boleh tergores dalam hatinya mengapa pekerjaannya belum berjaya. Barangsiapa yang ingin memperoleh ajaran dari gurunya dengan sempurna, ia tidak menolak suatu apapun juga dari padanya. Dari seorang guru kadang-kadang kelihatan lukisan yang tercela pada lahirnya tetapi kemudian kelihatan terpuji dalam batinnya, seperti yang terjadi dengan Nabi Musa as terhadap Nabi Khaidir as. Seorang sufi melukiskan kewajiban murid terhadap Syaikh-nya dalam sajak sebagai berikut:

Engkau laksana mayat terlentang, di depan gurumu terletak membentang
Di cuci dibalik laksana batang, janganlah engkau berani menentang
Perintahnya jangan kau elakkan, meskipun haram seakan-akan
Tunduk dan taat diperintahkan, engkau pasti ia cintakan
Biarkan semua perbuatannya, meskipun berlainan dengan syara’-nya
Kebenaran nanti akan nyatanya, bagimu akan jelas rahasianya
Ingatlah cerita Khidir dan Musa, tentang pembunuhan anak desa
Musa seakan putus asa, pada akhirnya ia terasa
Pada akhirnya jelaslah sudah, tampak padanya secara mudah
Kekuasaan Allah tidak tertadah, ilmu-Nya luas tidak termadah

3. Seorang murid tidak boleh mempunyai maksud berkumpul dengan Syaikh-nya untuk tujuan dunia dan akhirat, dengan tidak menegaskan dan menandaskan kehendak kesatuan yang sebenar-benarnya, baik mengenai ikhwal, maqam, fana, maupun baqa’ dalam keesaan Tuhan. Karena jika tidak demikian itu maka ia merupakan seorang murid yang hanya menuntut kesempurnaan dirinya dan ikhwalnya sendiri.

4. Seorang murid tidak boleh melepaskan ikhtiarnya sendiri dan ikhtiar Syaikh-nya dalam segala pekerjaan, baik merupakan keseluruhan atau bagian-bagian ibadah dan adat kebiasaan. Setengah dari tanda seorang murid yang benar, bahwa ia begitu taat kepada Syaikh-nya, sehingga kalau Syaikh memerintahkan ia masuk ke dalam nyalanya api, ia mesti memasukinya, jika ia masuk tidak terbakar, benarlah ia, jika terbakar ia pasti dusta. Murid tidak boleh mempergunjingkan keadaan Syaikh-nya, karena yang demikian itu merupakan pokok kebiasaan yang biasanya banyak terjadi. Sebaiknya ia harus berbaik sangka kepada gurunya dalam setiap keadaan.

5. Begitu juga murid harus memelihara adab pada Syaikh-nya pada waktu ia tidak ada, sebagaimana ia memelihara adab pada guru itu pada waktu ia hadir besama-sama, dengan demikian ia selalu mengingat Syaikh-nya pada tiap keadaan, baik dalam perjalanan maupun tidak dalam perjalanan, agar ia beroleh berkahnya.

6. Seorang murid harus menganggap tiap berkah yang diperolehnya, baik berkah dunia maupun akherat, disebabkan oleh berkah Syaikh-nya itu. Ia tidak boleh menyembunyikan kepada gurunya sesuatu yang terjadi pada dirinya sendiri mengenai ikhwal, kekhawatiran, kejadian yang menimpa atas dirinya, segala macam kasyaf dan keramat, yang dianugerahi Allah sewaktu-waktu kepadanya semua itu diceritakan dengan terus terang kepada gurunya, sebab ilmu itu tak akan sampai kepada murid tanpa melewati seorang guru. Meskipun demikian tidak boleh seorang murid menafsirkan sendiri segala kejadian itu, dalam mimpinya dan segala kasyaf yang terbuka kepadanya, apalagi memegangnya dengan keyakinan, sebaliknya ia kemukakan semua kepada Syaikh-nya itu sambil menantikan jawabannya dengan tidak usah menagih jawaban itu secara mendesak. Jika ada seorang Syaikh lain bertanya kepada seorang murid tentang suatu masalah janganlah menjawab dengan segera masalah itu di depan gurunya.

7. Tidak boleh menyiarkan rahasia-rahasia gurunya. Tidak boleh mengawini seorang wanita yang kelihatan disukai oleh Syaikh-nya dan hendak dinikahinya, begitu juga tidak boleh kawin dengan seorang perempuan mantan istri gurunya, baik yang ditinggalkan cerai maupun ditinggal mati.

8. Seorang murid tidak boleh hanya mengeluarkan nasehat atau pandangan kepada gurunya, jika gurunya mempercakapkan suatu pekerjaan yang hendak dikerjakan. Begitu juga tidak boleh meninggalkan pekerjaan yang sedang dihadapi gurunya itu. Sebaliknya ia menyerahkan seluruh pikiran kepada gurunya dan menganggap bahwa gurunya itu meminta nasehat kepadanya hanya ditimbulkan oleh kecintaan semata-mata.

9. Apabila Syaikh-nya tidak ada, ia mengunjungi keluarganya dan berbuat baik segala khidmad karena pekerjaan itu akan mengikat hati gurunya. Apabila seorang murid memandang dirinya dengan penuh ujub karena amalnya atau memandang telah meningkat lebih baik dalam ikhwalnya, maka segera hal itu diadukan kepada gurunya, agar guru memberikan petunjuk, bagaimana mengobati penyakitnya itu. Jika didiamkan perasaan itu nanti pasti akan tumbuh menjadi riya’ dan munafik dalam hatinya.

10. Murid tidak boleh memberikan atau menjual kepada orang lain apa yang dihadiahkan oleh gurunya, meskipun gurunya itu mengijinkan menyerahkan pemberian itu kepada orang lain. Karena di dalam pemberian guru itu tersembunyi sirr kefakiran yang dicari-cari dan yang akan mendekatkan ia kepada Allah. Diantara adab-adab murid dalam tarekat dan yang dianggap ikhwalnya terbaik ialah bahwa ia memberikan harta bendanya sebagai sedekah atas permintaan Syaikh-nya, karena menurut ajaran bahwa seorang murid dianggap sudah sempurna taat kepada Syaikh-nya, yang kemudian dapat membawa dia kepada Tuhannya. Jika ia berbuat yang demikian itu, dengan lain perkataan mengorbankan untuk sedekah apa yang dicintainya.

11. Murid yang baik tidaklah menganggap ada suatu kekurangan pada Syaikh-nya, meskipun ia melihat kekurangan itu terjadi dalam kehidupannya seperti banyak tidur pada malam hari, kurang wara’ dan lain-lain. Karena kekurangan yang demikian itu kadang-kadang memang ditafsirkan Allah kepada wali-walinya dalam kelupaan dan kealpaan yang tidak terdapat tatkala mereka sadar. Dan apabila ia sadar, maka kekurangan itu akan dipenuhinya kembali.

12. Harus diingat seorang murid itu tidak boleh memperbanyak bicara di depan Syaikh-nya. Harus diketahui waktu-waktu berbicara itu, jika ia berbicara hendaklah tegas dengan adab, khuyu’, dan khudu’, dengan tidak berlebihan dari apa yang perlu. Kemudian ia menanti jawabnya dengan tenang, jika belum puas hendaknya ia bertanya kedua kalinya, sesudah itu terbataslah pertanyaan itu.

Tidak boleh sekali-kali dihadapan guru seorang murid berbicara keras, karena bicara keras itu dihadapan orang-orang besar termasuk adab yang tidak baik. Ia tidak boleh duduk bersimpuh di depannya, tidak boleh duduk di atas sajadah, tetapi memilih tempat yang dapat menunjukkan adab merendah diri dan mengecilkan dirinya. Seterusnya ia berkhidmad kepada Syaikh-nya, kata sufi “khidmad pada suatu bangsa merupakan amal shaleh”.

Cepat kaki ringan tangan mengenai segala apa yang diperintahkan oleh gurunya, tidak istirahat dan berhenti sebelum pekerjaan itu selesai. Lain dari pada yang tersebut diatas itu seorang murid harus mengingat ia menjauhkan diri dari segala pekerjaan yang dibenci oleh Syaikh-nya. Tidak boleh bergaul dengan orang-orang yang dibenci Syaikh-nya tetapi mencintai orang yang dicintainya. Ia harus sabar jika Syaikh-nya belum memenuhi permintaannya dan tidak boleh menggerutu dan membandingkan dirinya dengan orang lain dalam pelayanan Syaikh-nya.

13. Tidak boleh duduk pada tempat yang disediakan bagi guru, tidak boleh enggan dan segan-segan terhadap segala pekerjaan, tidak boleh bepergian, tidak boleh kawin, tidak boleh mengerjakan suatu pekerjaan penting kecuali dengan ijinnya. Tidak boleh menyampaikan kepada orang lain pekerjaan Syaikh-nya kecuali yang dapat dipahami mereka itu sekedar kekuatan akalnya. Dan tidak menyampaikan salamnya melalui orang lain kepada Syaikh-nya, tetapi jika ada kesempatan menziarahinya sendiri.

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Bacaan Lainnya

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Nasihat

Dua Penjaga Manusia

Disebutkan dalam Hakaya Ash Shufiyah إن الله تعالى جعل لأهل الأرض أمانين . الأول : رسول الله صلى الله عليه وسلم . والثاني : الاستغفار

Tasawuf

Jalan Menuju Allah

Banyak orang mencari Allah Ta’ala, dengan berbagai cara dan mencari keluar kemana-mana, tetapi tidak ketemu, karena salah alamat. Bagi pejalan ruhani jika tidak tahu peta

Thariqat

Perbedaan Fungsi Antara Al-Qur’an & Dzikir

Imam Ghozali ditanya, “Anda mengagung-agungkan perkara dzikir, apakah dzikir itu lebih agung derajatnya dari membaca Al-Qur’an?” Imam Ghozali menjawab; فاعلم أن قراءة القرآن أفضل للخلق

Tauhid & Ma'rifat

Al-Ghayyur: Allah Maha Pencemburu

Allah (swt) adalah “Al-Ghayyur” atau “Tuhan Yang Maha Pencemburu”. Dia menyuruh diri kita untuk menyatukan semua cinta yang kita rasakan ke dalam Cinta Ilahiah-Nya; untuk

Hadits

Engkau Akan Bersama dengan Orang yang Kau Cintai

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya kepada Nabi saw, “Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?” Beliau saw berkataَ, “Apa yang telah engkau

Kewalian

Bay’at dengan Imam Mahdi (as)

Suatu ketika pada tahun 1970–tahun 70an, barangkali 1971, saya sedang dalam khalwat, tetapi tidak 100% khalwat, itu adalah setengah khalwat. Saya sedang duduk dan menulis

Fiqh

Memahami Musik Dengan Utuh

Oleh: Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya Dalam menikmati musik, setiap orang pasti mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Perubahan minat seseorang terhadap genre atau warna

Tasawuf

Mengenal Bisikan Dalam Jiwa

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani qs. pernah ditanya muridnya tentang al-khatir (bisikan jiwa), lalu Beliau menjawab: “Memang apa yg engkau ketahui tentang al-khatir? Al-khatir itu bisa

Kemursyidan

Definisi Mursyid

Mursyid dalam literatur tasawuf berarti pembimbing spiritual bagi orang² yg menempuh jalan khusus mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah Ta’ala. Tugas dan fungsi Mursyid ialah membimbing,

Fiqh

Urutan Memotong Kuku

Suatu hari Grandsyekh (q) berkata kepada saya, “Tolong potong kukuku.” MasyaaAllah, beliau mempunyai sebuah pisau yang besar, dan sepanjang hidup saya, saya belum pernah melihatnya

Tasawuf

Memelihara Sadar dan Tenang

“Wahai jiwa yg tenang! Kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yg puas lagi di-ridhai-Nya! Kemudian masuklah ke dalam (jama’ah) hamba²Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku!” (QS.

Tasawuf

Bagaimana Bahagia dari Dalam Diri

Sebagian besar dari kita menganggap bahagia itu ada syaratnya dan ada di luar diri kita. Saya akan bahagia jika keinginan saya terpenuhi, saya akan bahagia

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj

17 Feb - 27 Feb

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

Ramadhan

7 Apr - 17 Apr

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

El Amin

Pekanbaru

Karya Limboto

Gorontalo

Hari Guru

10 Jun - 20 Jun

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Akhlaqul Amin

Lombok

Mujibul Amin

Samarinda

Idul Adha

29 Jun - 9 Jul

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Maulid Nabi

29 Sep - 9 Okt

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

El Amin

Pekanbaru

Rutin

15 Des - 25 Des

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Akhlaqul Amin

Lombok

Karya Limboto

Gorontalo

Ar Rahman

Johor Baru

Download:

Fathur Rabbani

38. Keutamaan Laa ilaaha illa Allah

Dlm Fathur Rabbani: Majelis ke-38: “Keutamaan Laa ilaaha illa Allah” Pengajian Ahad pagi, 7 Rajab 545 H. di Ribath. Rasulullah Saw. bersabda: “Payahkanlah setan²mu dengan

Nasihat

Dua Penjaga Manusia

Disebutkan dalam Hakaya Ash Shufiyah إن الله تعالى جعل لأهل الأرض أمانين . الأول : رسول الله صلى الله عليه وسلم . والثاني : الاستغفار

Tasawuf

Jalan Menuju Allah

Banyak orang mencari Allah Ta’ala, dengan berbagai cara dan mencari keluar kemana-mana, tetapi tidak ketemu, karena salah alamat. Bagi pejalan ruhani jika tidak tahu peta

Thariqat

Perbedaan Fungsi Antara Al-Qur’an & Dzikir

Imam Ghozali ditanya, “Anda mengagung-agungkan perkara dzikir, apakah dzikir itu lebih agung derajatnya dari membaca Al-Qur’an?” Imam Ghozali menjawab; فاعلم أن قراءة القرآن أفضل للخلق

162 Masalah Sufistik

Masalah 42

162 Masalah Sufistik (Masalah 42): Syaikh Abdullah bin Ahmad az-Zubaidi ra. bertanya: “Tentang rasa panas yg didapati oleh sebagian orang yg suka berdzikir yg mana

Bidayatul Hidayah

26. Adab Mandi

آداب الغسل فإذا أصابتك جنابة، من احتلام أو وقاع، فخذ الإناء إلى المغتسل، واغسل يديك أولا ثلاثا، وأزل ما على بدنك من قذر، وتوضأ كما

Risalatul Mu'awanah

87. Uzlah (Mengucilkan Diri)

Dlm Risalatul Mu’awanah: 87. Uzlah (Mengucilkan Diri) (وعليك) إذا تفاحش ظهور المعاصي والمنكراتفي موضع أنت فيه وأيست من قبول الحق بالعزلة فإن فيها السلامة، أو

Al-Hikam

119. Allah Menutupi Rahasia Kewalian

Hikmah 119 dlm Al-Hikam: “Allah Menutupi Rahasia Kewalian” سُبْحاَنَ من سَتَرَ سِرَّالخُصُوصيَّةِ بِظُهُورِ البَشَرِيَّةِ وَظَهرَ بِعَظَمةِ الرُّبُوْبِيَّةِ فِى اِظهاَرِالعُبُودِيَّةِ Maha Suci Allah yg telah menutupi

Tauhid & Ma'rifat

Al-Ghayyur: Allah Maha Pencemburu

Allah (swt) adalah “Al-Ghayyur” atau “Tuhan Yang Maha Pencemburu”. Dia menyuruh diri kita untuk menyatukan semua cinta yang kita rasakan ke dalam Cinta Ilahiah-Nya; untuk

Fathur Rabbani

38. Keutamaan Laa ilaaha illa Allah

Dlm Fathur Rabbani: Majelis ke-38: “Keutamaan Laa ilaaha illa Allah” Pengajian Ahad pagi, 7 Rajab 545 H. di Ribath. Rasulullah Saw. bersabda: “Payahkanlah setan²mu dengan

162 Masalah Sufistik

Masalah 42

162 Masalah Sufistik (Masalah 42): Syaikh Abdullah bin Ahmad az-Zubaidi ra. bertanya: “Tentang rasa panas yg didapati oleh sebagian orang yg suka berdzikir yg mana

Bidayatul Hidayah

26. Adab Mandi

آداب الغسل فإذا أصابتك جنابة، من احتلام أو وقاع، فخذ الإناء إلى المغتسل، واغسل يديك أولا ثلاثا، وأزل ما على بدنك من قذر، وتوضأ كما

Risalatul Mu'awanah

87. Uzlah (Mengucilkan Diri)

Dlm Risalatul Mu’awanah: 87. Uzlah (Mengucilkan Diri) (وعليك) إذا تفاحش ظهور المعاصي والمنكراتفي موضع أنت فيه وأيست من قبول الحق بالعزلة فإن فيها السلامة، أو

Al-Hikam

119. Allah Menutupi Rahasia Kewalian

Hikmah 119 dlm Al-Hikam: “Allah Menutupi Rahasia Kewalian” سُبْحاَنَ من سَتَرَ سِرَّالخُصُوصيَّةِ بِظُهُورِ البَشَرِيَّةِ وَظَهرَ بِعَظَمةِ الرُّبُوْبِيَّةِ فِى اِظهاَرِالعُبُودِيَّةِ Maha Suci Allah yg telah menutupi

Sabilus Salikin

187. Hukum Perempuan Menjadi Mursyid dalam Tarekat

Dalam dunia tarekat, yang menjadi mursyid atau khalifah semuanya adalah dari kalangan pria. Hal ini disebabkan karena syarat seorang mursyid adalah laki-laki. Oleh karena itu,

Sabilus Salikin

186. Menggerakkan atau Menundukkan Kepala Ketika Berzikir

Tanya: Bagaimana hukum menggerak-gerakkan atau menundukkan kepala ketika berzikir? Jika dengan menggerak-gerakkan atau menundukkan kepala itu bisa menjadikan diri orang yang berzikir lebih khusyuk, maka

Sabilus Salikin

185. Tidak Boleh, Memberi Baiat Kepada Anak Kecil

Tanya: Menurut keputusan kongres Jam`iyah Tarekat Mu’tabarah di Tegal Rejo, bahwa orang baiat tarekat “mu’tabarah” diwajibkan menjalaninya. Lalu bagaimana hukumnya orang yang memberi baiat kepada

Sabilus Salikin

184. Masuk Tarekat Secara Bersama

Tanya: Apakah boleh seorang masuk tarekat Naqsyabandiyah dan lainnya secara bersama? Apakah demikian itu tidak seperti sebutir telur dierami dua induk ayam, sehingga akhirnya menjadi

Sabilus Salikin

183. Tanya Jawab Tasawuf dan Tarekat

Tanya: Bagaimana hukum masuk tarekat dan mengamalkannya? Jawab: Jikalau yang dikehendaki masuk tarekat itu belajar membersihkan hati dari sifat-sifat yang rendah, dan menghiasi sifat-sifat yang

Sabilus Salikin

182. Muraqabah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Muraqabah memiliki perbedaan dengan zikir terutama pada obyek pemusatan kesadaran (kosentrasinya). Zikir memikili obyek perhatian pada simbol, yang berupa kata atau kalimat, sedangkan muraqabah menjaga

Sabilus Salikin

181. Rabitah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Pengertian rabitah atau wasilah adalah perantara guru (syaikh), yaitu murid berwasilah pada guru (syaikh). Menurut al-Khalidi dalam kitabnya Bahjah as-Saniyah halaman 64, rabitah adalah menghadirkan rupa guru

Sabilus Salikin

180. Suluk Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Istilah suluk (merambah jalan kesufian) terdapat dalam Al-Qur’an Surat an-Nahl; 69. فَاسْلُوْكِىْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً ) النحل: 69 ( …. dan tempuhlah jalan Tuhan-mu yang telah

Sabilus Salikin

179. Pembaiatan

Dalam pelaksanaan zikir, Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah melakukan beberapa tata acara amaliyah yang sudah ditetapkan, seperti baiat. Prosesi pembaiatan dalam Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah biasanya

Sabilus Salikin

177. Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah

Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan gabungan dari Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqsyabandiyah (TQN) yang didirikan oleh Syaikh Ahmad Khatib Sambas (1802-1872 M.) yang dikenal sebagai penulis

Sabilus Salikin

176. Aurad Tarekat Sanusiyah

Aurad Tarekat Sanusiyah secara umum yaitu: Membaca Al-Qur’an al-Karim Membaca istighfar Membaca tahlil Membaca salawat kepada Nabi Muhammad saw. Aurad Tarekat Sanusiyah yang telah ditulis

Sabilus Salikin

175. Sanad Tarekat Sanusiyah Melalui Enam Jalur Tarekat

Sanad Tarekat Hidiriyah Muhammadiyah yang diterima Syaikh Muhammad Sanusi dari Syaikh Ahmad al-Rifi al-Qal’i bin Abdu Qadir dari Syaikh Muhammad bin ‘Ali al-Syarif dari Syaikh Abi Abbas al-‘Aroisyi

Sabilus Salikin

174. Kewajiban Salik Tarekat Sanusiyah

Kewajiban salik Tarekat Sanusiyah untuk melakukan dakwah berpegang pada beberapa pedoman.  Menyampaikan wahyu Allah kepada manusia, meliputi menjelaskan dasar-dasar dan kaidah agama kepada manusia, menjelaskan

Sabilus Salikin

173. Tarekat Sanusiyah

Pendiri tarekat ini adalah Syaikh Muhammad bin Ali bin Sanusi bin Arabi bin Muhammad bin Abdul Qadir bin Syahidah bin Khamim bin Yusuf bin Abdullah

Sabilus Salikin

172. Aurad Tarekat Idrisiyah

Berikut ini adalah tata cara mengamalkan zikir Tarekat Idrisiyah yang dijelaskan di dalam kitab al-Nafahât al-Aqdasiyah fi Syarh al-Shalawât al-Ahmadiyah al-Idrisiyah, halaman: 21-22. Mukadimah aurad, membaca; بِسْمِ

Silakan muat-ulang halaman.

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

Share via
Copy link
Powered by Social Snap