Hikmah 33

Hikmah 33 dlm al-Hikam:

لَاتَسْتَغْرِبْ وُقُوْعَ الْأَ كْدَارِمَادُمْتَ فِي هَذِهِ الدَّارِ , فَإِنَّهَا مَا أُبْرِزَتْ إِلَّامَا هُوَ مُسْتَحِقُّ وَصْفِهَا وَوَاجِبُ نَعْتِهَا.

Jangan heran atas terjadinya kesukaran² selama engkau masih di dunia ini, sebab yg ia tampakkan hanyalah yg memang layak atau asli menjadi sifatnya.

Abdullah bin Mas’ud ra. berkata: Dunia adalah kerisauan dan duka cita, maka apabila terdapat kesenangan di dalamnya berarti laba dan keuntungannya.

Ja’far as-Shaddiq ra. berkata: Siapa yg meminta sesuatu yg tidak dijadikan oleh Allah, berarti melelahkan dirinya dan tidak akan diberi. Ketika ditanya: Apakah itu? Jawabnya: Kesenangan di dunia. 

Junaid al-Baghdadi ra. berkata: Aku tidak merasa keji terhadap apa yg menimpa pada diriku, sebab aku telah berpendirian bahwa dunia ini tempat kerisauan dan ujian, dan alam ini diliputi oleh bencana, maka sudah selayaknya ia menyambut aku dengan kesenangan maka itu berarti suatu kurnia dan kelebihan.

Rasulullah Saw. bersabda kepada Abdullah bin Abbas: Jika engkau dapat beramal karena Allah dengan rela dan keyakinan maka bersabarlah. Maka sesungguhnya sabar menghadapi kesukaran itu suatu keuntungan yg besar.

Umar bin Khattab ra. berkata kepada seseorang yg dinasehatinya: Jika engkau sabar, maka hukum Allah tetap berjalan dan engkau mendapat pahala, dan apabila engkau tidak sabar, tetap berlaku ketentuan Allah sedang engkau berdosa.

KH. Sholeh Darat mensyarah:

Seorang murid tak perlu menunggu tuntasnya urusan duniawi, karena hal itu justru menghalangi perjalanan menuju-Nya. Jangan merasa aneh dengan berbagai macam kesusahan selagi engkau masih hidup di dunia.

Tidak selayaknya seseorang yg masih hidup di dunia ini, mengharap rehat dan ketenangan hati. Karena Allah sudah menciptakan dunia sebagai tempat ujian dan cobaan, maka pastilah kesusahan itu masih tetap ada selama engkau masih berada di dunia. Jangan mengharapkan ada istirahat (dari kesusahan). Wallaahu a’lam

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok