Hikmah 32

Hikmah 32 dlm al-Hikam:

لَاتَتَرَقَّبْ فَرَاغَ الْأَغْيَارِفَإِنَّ ذَلِكَ يَقْطَعُكَ عَنْ وُجُوْدِ الْمُرَاقَبَةِ لَهُ فِيْمَا مُقِيْمُكَ فِيْهِ.

Janganlah menantikan selesai (habis)nya perintang²/halangan² untuk lebih mendekat kepada Allah, sebab yg demikian itu akan memutuskan engkau dari kewajiban menunaikan hak terhadap apa yg  Allah telah mendudukkan engkau di dalamnya. (Sebab yg demikian itu memutuskan kewaspadaanmu terhadap kewajibanmu).

Abdullah bin Umar ra. berkata:

Jika engkau berada di waktu senja, maka jangan menunggu tibanya pagi, demikian pula jika engkau berada di waktu pagi, jangan menunggu sore. Pergunakan kesempatan di waktu muda, sehat kuat dan kaya untuk menghadapi masa tua, sakit, lemah dan miskin.

Sahl bin Abdullah at-Tustary berkata: Jika waktu malam maka jangan mengharap tibanya siang hari, sehingga engkau menunaikan hak Allah, waktu malam itu. Dan menjaga benar² hawa nafsumu, demikian pula bila engkau berada pada pagi hari.

KH. Sholeh Darat mensyarah:

Sebab dengan engkau menantikan itu, menjadikan terputusnya perjalananmu menuju Allah di tempat yg sudah diatur-Nya.

Hendaklah seorang murid/salik mau bersungguh² dalam beribadah, dan berdzikir di segala keadaannya. Tak perlu menunggu berubahnya kondisimu dari kegelapan hati (yg melingkupi), yg menyusahkan hatimu, dan keterpautan pada dunia. Karena dengan engkau menunggunya, justru menghalangi perjalananmu menuju-Nya. Wallaahu a’lam

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok