Hikmah 31

Hikmah 31 dlm Al-Hikam:

مَا مِنْ نَفْسٍ تُبْدِ يْهِ إِلَّاوَلَهُ قَدَرٌ فِيْكَ يُمْضِيْهِ.

Tiada suatu nafas terlepas dari padamu, melainkan di situ pula ada takdir Allah berlaku atasmu.

Sebab pada tiap nafas hidup manusia pasti terjadi ketaatan atau maksiat, nikmat atau bala’ (ujian). Berarti nafas yg keluar sebagai wadah bagi sesuatu kejadian, karena itu jangan sampai nafas itu terpakai untuk maksiat dan perbuatan terkutuk oleh Allah Ta’ala.

KH. Sholeh Darat mensyarah:

Permintaan seorang murid itu semuanya tidak baik, bilamana ditujukan kepada Allah Ta’ala atau kepada makhluk. Akan tetapi yg baik adalah meminta kepada Allah Ta’ala atas dasar menghambakan diri kepada Allah, menyembah-Nya, beradab tatakrama, melaksanakan perintah-Nya dan menunjukkan kelemahan diri kepada-Nya, bukan hanya agar tercapainya tujuan yg kita minta.

Dalam setiap hembusan nafas yg kita keluarkan dengan kekuasaan Allah, itu terdapat Takdir-Nya yg berlaku atas diri kita. Dengan kata lain, Allah hendak melestarikan Takdir-Nya dalam tiap hembusan nafas tersebut.

Di tiap hembusan nafas kita terdapat takdir dari Allah. Di dalamnya terdapat nikmat,mu musibah atau cobaan, dan juga maksiat, maka hendaklah kita menjaga tatakrama kita terhadap Allah, dan merendahkan diri kita di hadapan-Nya dengan adanya nafas tersebut.

Syaikh Abdullah as-Syarqawi mensyarah:

Setiap nafas yg keluar dari kita telah ditakdirkan Allah, baik yg terkandung di dalamnya ketaatan, maksiat, nikmat, maupun petaka. Setiap nafas yg keluar dari kita adalah satu dari sekian takdir Allah untuk kita, siapapun diri kita.
Oleh karena itu, kita harus tetap menjaga kesopanan kita di hadapan-Nya dan menyadari bahwa Allah selalu mengawasi kita (implementasi dari muraqabah) dalam setiap desahan nafas kita. Dengan begitu, setiap nafas, kita menjadi salik yg ingin meniti jalan menuju Allah. Inilah makna ungkapan “jalan menuju Allah sebanyak desahan nafas seluruh makhluk.” Wallaahu a’lam

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok