Hikmah 30

Hikmah 30 dlm Al-Hikam:

طَلَبُكَ مِنْهُ اِتِّهَامٌ لَهُ, وَطَلَبُكَ لَهُ غَيْبَةٌ مِنْكَ عَنْهُ, وَطَلَبُكَ لِغَيْرِهِ لِقِلَّةِ حَيَائِكَ مِنْهُ ,وَطَلَبُكَ مِنْ غَيْرِهِ لِوُجُوْدِبُعْدِكَ عَنْهُ.

“Permohonanmu kepada/dari Allah, mengandung pengertian menuduh Allah, khawatir tidak memberi kepadamu. Dan permohonanmu kepada Allah agar mendekatkan dirimu kepada-Nya, berarti engkau masih merasa jauh dari-Nya. Dan permohonanmu kepada Allah untuk mencapai kedudukan dunia akhirat, membuktikan tiada malumu kepada-Nya. Dan permohonanmu kepada sesuatu selain Allah menunjukkan jauhmu dari-Nya.”

Ustadz Salim Bahreisy mensyarah:

Dan mintamu kepada Allah untuk mencapai kedudukan dunia akherat, membuktikan tiada malumu kepada-Nya, dan permintaanmu kepada sesuatu selain dari Allah menunjukkan jauhmu dari pada-Nya. Permintaan hamba kepada Allah terbagi dalam empat macam, dan kemudian kesemuanya itu tidak tepat bila diteliti lebih jauh dan mendalam.

Permintaan kepada Allah mempunyai arti ‘menuduh’, sebab sekiranya kita yakin bahwa Allah akan memberi tanpa kita minta, tentu kita tidak akan minta. Karena kuatir tidak Allah beri apa² yg kita butuhkan, atau menyangka Allah telah melupakan kita, dan yg lebih jahat lagi bila kita merasa berhak, tetapi oleh Allah belum juga diberi.

Dan permintaan kita untuk mendekat (taqarrub), menunjukkan bahwa kita merasa kehilangan terhadap-Nya.

Sedangkan permintaan kita tentang sesuatu dari kepentingan² duniawi membuktikan tiada malunya kita kepada-Nya, sebab sekiranya kita malu, tentu tidak ada keperluan kita selain mengabdi dan taqarrub kepada-Nya.

Sedang jika kita meminta sesuatu dari selain Allah, membuktikan jauhnya kita dari-Nya, sebab sekiranya kita tahu bahwa Allah itu dekat dengan kita, tentu kita tidak meminta kepada selain Dia. Kecuali permintaan yg semata² untuk menurut perintah-Nya. Hanya inilah yg tepat benar.

Syaikh Fadhlala Haeri mensyarah:

Orang yg selalu mengingat Allah dan khusyuk dalam jalan-Nya berada di jalan yg sampai kepada-Nya. Adab yg baik adalah berupa hati yg ridho, puas, yg tercerahkan karena kehadiran-Nya.

Sedangkan adab yg buruk adalah dengan adanya daftar permintaan/tuntutan atas-Nya, baik yg spiritual maupun yg material duniawi. Kita semua perlu merasakan rahmat, kedekatan, dan cinta-Nya. Allah memperbolehkan kita berada dalam kebutuhan agar dapat lebih dekat kepada-Nya. Dengan bersandar dan meyakini hanya kepada Allah semata, dan pada ketetapan²-Nya yg sempurna.

Nah Dulur, akan jauh lebih baik dan santun bila sebelum berdoa meminta sesuatu kepada Allah, kita telisik dahulu sejauh mana kita mempunyai ilmu tentang Allah dan segala Sifat, Asma’, Af’al-Nya serta juga ketidakberdayaan diri kita. Karena itu bisa mempengaruhi adab doa kita. Wallaahu a’lam

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok