Hikmah 27

Hikmah 27 dlm Al-Hikam:

إِحَالَتُكَ الْأَعْمَالَ عَلَى وُجُوْدِ الْفَرَاغِ مِنْ رُعُوْنَاتِ النَّفْسِ

“Menunda amal perbuatan (kebaikan) karena menantikan kesempatan yg lebih baik, merupakan sesuatu tanda kebodohan jiwa.”

Syarah dari Ustadz Salim Bahreisy:

Kebodohan itu disebabkan oleh:

1. Karena kita mengutamakan duniawi.

Padahal Allah berfirman:

“Tetapi kamu mengutamakan kehidupan dunia, padahal akhirat itu lebih baik dan kekal selamanya.” (QS. Al-A’laa [87]: 17)

2. Penundaan amal itu kepada masa yg ia sendiri tidak mengetahui apakah ia akan mendapatkan kesempatan itu, atau kemungkinan ia dilanda oleh ajal (mati) yg telah menanti masanya.

3. Kemungkinan azam, niat dan hasrat itu menjadi lemah dan berubah.

Kata pujangga:

“Janganlah menunda sampai besok, apa yg dapat kau kerjakan hari ini. Waktu itu sangat berharga, maka jangan kau habiskan kecuali untuk sesuatu yg berharga.”

Sedangkan syarah dari Syaikh Fadhlala Haeri:

Sifat jiwa yg rendah adalah selalu mencari kelapangan, ketentraman, dan kesenangan. Menunda² kewajiban dan perbuatan yg tidak mementingkan diri-sendiri adalah satu tipu muslihat hawa nafsu demi mengabadikan tuntutan dan kekuasaannya selalu bertambah. Alasannya adalah karena tak ada waktu atau tenaga.

Orang bijak adalah dia yg bertindak melawan dirinya sendiri (jasadiah), kebiasaan² hawa-nafsunya di masa lalu, dan bertindak untuk mencapai tujuan yg lebih tinggi, baik dalam waktu senang, luang, susah maupun padat. Dikatakan, waktu laksana pedang, jika kamu tidak memotongnya maka kamu sendiri yg akan terpotong olehnya.

Dulur, bagi kita yg hidup di zaman sekarang ini, tentu kita sangat merasakan bahwa hal yg sangat penting untuk kita kelola yaitu kekinian waktu yg kita miliki. Barangsiapa yg Allah mudahkan memanfaatkan waktunya untuk suatu amal yg bermanfaat dan memberi kemanfaatan untuk sesama, maka sungguh beruntunglah dia. Wallaahu a’lam

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok