Hikmah 06

Hikmah 6 dlm Al-Hikam:

لَا يَكُنْ تَأَخُّرُأَ مَدِا لْعَطَا ءِ مَعَ الْإِلْحَا حِ  فِي الدُّ عَاءِمُوْجِبًالِيَأْ سِكَ , فَهُوَضَمِنَ لَكَ الْإِجَابَةَ  فِيْمَا يَخْتَا رُهُ لَكَ لَافِيْمَا تَخْتَارُهُ لِنَفْسِكَ , وَ  فِي الْوَقْتِ الَّذِيْ يُرِيْدُ لَا فِي الْوَقْتِ الَّذِ يْ تُرِيْدُ.

“Janganlah kelambatan masa pemberian Allah kepadamu, padahal engkau telah bersungguh² dalam berdoa, menyebabkanmu patah harapan. Sebab Allah telah menjamin menerima semua doa, dalam apa yg Dia kehendaki bagimu, dan pada waktu yg ditentukan-Nya, bukan pada waktu yg engkau tentukan.”

Ustadz Salim Bahreisy menambahkan sbb:

Firman Allah, ”Tuhanmu yg menjadikan segala yg dikehendaki-Nya dan memilihnya sendiri, tiada hak bagi mereka memilih.”

Sebaiknya seorang hamba yg tidak mengetahui secara paripurna apa yg akan terjadi, mengakui kebodohan dirinya, sehingga tidak memilih sesuatu yg tampak baginya sepintas-lalu baik, padahal ia tidak mengetahui bagaimana akibatnya. Karena itu bila Rabb yg Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana memilihkan baginya sesuatu, hendaknya dia ridho dan menerima pilihan Rabb Yang Ar-Rahman dan Ar-Rahim serta Maha Mengetahui, Maha Bijaksana sekaligus, meskipun pada lahirnya pilihan itu pahit dan pedih rasanya, namun itulah pilihan terbaik untuknya. Oleh sebab itu, bila kita berdoa kemudian belum tercapai juga keinginan kita, hendaknya janganlah kita terburu² putus harapan.

Allah berfirman:

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 216)

Syaikh Abu Hasan Asy-Syadzili qs. ketika mengartikan QS. Yunus [10]: 9, berkata, “Maka terlaksananya kebinasaan Fir’aun yg berarti setelah 40 tahun doa Nabi Musa as.”

Syaikh Fadhalla Haeri, ulama yg juga menerjemahkan dan mensyarah (mengomentari Al-Hikam) dalam komentarnya menambahkan:

Allah menjawab doa hamba²Nya yg penuh kerinduan dan permohonan yg keluar dari hati yg ikhlas memohon pertolongan Allah, yg didorong oleh perintah-Nya untuk kembali kepada-Nya. Jadi waktu dan cara Allah menjawab doa para hamba-Nya tergantung pada Kekuasaan-Nya. Yg menjadi hendaknya kita lakukan sebagai makhluk/ciptaan adalah berdoa, bergantung, dan percaya kepada cara² yg sempurna dari Sang Pencipta dan Pengatur yg juga Al-’Alim, karena Dia selalu mengetahui keadaan kita yg sebenarnya, juga pertolongan serta perbekalan yg paling tepat yg kita butuhkan untuk perjalanan menuju Dia.

Demikianlah.. setiap doa yg kita panjatkan kepada Allah Ta’ala sebenarnya pasti Dia kabulkan dalam waktu yg terbaik menurut Dia, serta dengan cara dan bentuk yg terbaik di Mata-Nya. Oleh karena itu hendaknya kita tidak terburu-buru patah harapan, sebab bersabar dalam hal itu, pasti akan mendatangkan kebaikan yg lebih utama.

Semoga Allah memberikan kesabaran kepada kita. Aamiin.

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok