Hikmah 04

Hikmah 4 dlm Al-Hikam:

أَرِحْ نَفْسَكَ مِنَ التَّدْبِيْرِ, فَمَاقَامَ بِهِ غَيْرُكَ عَنْكَ لَاتَقُمْ بِهِ لِنَفْسِكَ

“Istirahatkan dirimu dari at-tadbir (kerisauan mengatur kebutuhan), sebab apa yg sudah dijaminkan/diselesaikan oleh selainmu, tidak perlu engkau sibuk memikirkannya.”

Ustadz Salim Bahreisy menambahan dalam terjemahannya di hal. 14:

Sebagai seorang hamba, kita wajib dan harus melulu mengenal kewajiban, sedang jaminan upah/balasan ada di tangan majikan, maka tidak usah merisaukan pikiran maupun perasaan untuk mengatur (tadbir), karena mengkhawatirkan apa yg telah dijaminkan itu tidak tiba, atau terlambat. Sebab ragu terhadap jaminan Allah adalah tanda kurangnya iman kita.

Marilah kita menyadari bahwa kalimat hikmah tersebut keluar dari seorang yg pengenalannya (makrifat) kepada Allah beserta Af’al, Shifat dan Asma-Nya telah mencapai maqam/tingkat yg jauh di atas maqam kita, yaitu kesempurnaan atas seizin Allah.

Beliau yg telah mengenal bahwa Allah adalah Rabb yg sempurna Pemeliharaan serta Pemberian Rezeki-Nya kepada makhluk²nya, menasehatkan kepada kita yg seringkali kelalaian kita menyebabkan kurang yakinnya kita atas Pemeliharaan serta Penjaminan rezeki kita oleh Allah.

Hendaknya kesibukan kita lebih berfokus pada penyempurnaan penunaian kewajiban² kita kepada Allah, sebab Dia, Rabb yg sekaligus Ar-Raazak pasti akan membalas penunaian kewajiban tersebut dengan anugrah-Nya yg akan mencukupi kebutuhan kita.

Di antara kewajiban kita yg telah Allah firmankan dalam Al-Quran antara lain,

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yg haqq) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS. ThaaHa [20]: 14)

‎“…Katakanlah: “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yg Dia kehendaki dan menunjuki orang² yg bertobat kepada-Nya”, (yaitu) orang² yg beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’ad [13]: 28)

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak² Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yg demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang² yg lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (QS. Al-A’raaf [7]: 172)

Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yg lurus, (yaitu) agama yg benar; agama Ibrahim yg lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang² yg musyrik”. Katakanlah: “Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am [6]: 161-162)

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yg demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang² yg khusyuk, (yaitu) orang² yg meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 45-46)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda² bagi orang² yg lubb-nya aktif (ulil albab), (yaitu) orang² yag mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia². Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran [3]: 190-191)

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yg memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yg baik) itu adalah bagi orang yg bertakwa.” (QS. ThaaHaa [20]: 132)

Laa haula wa laa quwwata illa billaahil ‘Aliyyul ‘Adhim.

Wa Allahu A’lam bi shawwab.

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok

Mulai perjalanan Tasawuf Anda sekarang.

Dengan panduan Guru Sufi (Murysid) di atas Jalan (Tarekat) Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

PENGENALAN

KONTAK PERSON

Abangda Teguh
Baitul Fatih, Sidoarjo

Abangda Fariz
Baitul Malik, Depok