38. Tafsir Surah At-Takasur

Allah Ta’ala berfirman di dalam Alqur’an agung:

  1. Bermegah-megahan telah membuatmu lalai.

Yang dimaksud adalah: memperbanyak harta benda dan anak-anak, atau bermegah-megahan dengan banyak harta benda dan anak-anak serta keturunan telah membuat kalian sibuk hingga lalai akan hari perhitungan dan pembalasan.

  1. Sampai kamu masuk dalam kubur.

Kelalaian itu terus berlangsung sampai saat kalian memasuki kubur, berpisah dari karib kerabat dan kekasih, lalu tergadai di antara lapisan-lapisan tanah sampai hari perhitungan amal tergolek tak berdaya.

  1. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatan itu).

Berhentilah dan menghindarlah, jangan sampai engkau bermegah-megahan dan memperbanyak harta benda. Sungguh, kelak kamu akan mengetahui akibat perbuatanmu setelah usai dari dunia, bila engkau telah masuk ke dalam kubur dan janji Allah Tuhan semesta alam telah datang kepadamu.

  1. Jangan begitu, kelak kamu akan mengetahui.

Kelak engkau akan mengetahui, yakni saat kiamat datang dengan segala kedahsyatannya, ketika langit terbelah dan menumpahkan semua isinya, saat bumi memuntahkan semua kandungannya, ketika ibu-ibu yang sedang menyusui lupa akan bayi-bayinya, saat anak-anak seketika beruban karena kengeriannya, ketika matahari amat dekat di atas kepala dengan panas yang berlipat-lipat.

  1.  Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin.

Janganlah begitu, kalimat ini diulang lagi untuk menguatkan dan menegaskan peringatan. Wahai sekalian manusia, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin tentang apa yang akan engkau dapat dari Allah atau yang akan engkau tanggung dari-Nya ketika hati telah sampai di tenggorokan dan buku catatan amal telah dibentangkan tanpa menghapus amal yang kecil maupun yang besar, tentu engkau akan sibuk hingga tidak sempat lagi bermegah-megahan. Apa yang akan terjadi padamu nanti bila timbangan telah ditegakkan, lembar-lembar catatan amal telah dibentangkan, orang-orang yang teraniaya menuntut balas kepada si penganiaya, para malaikat turun, Jibril berdiri memimpin mereka, para malaikat berbaris bershaf-shaf tanpa berkata-kata selain mereka yang telah diberi izin oleh Allah Yang Maha Pengasih. Segenap manusia berada dalam penantian yang amat lama.

  1. Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim.

Allah Ta’ala bersumpah, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim saat kalian berada di rumah-rumah kubur. Sebab bagi setiap anak Adam yang telah berada di dalam kubur akan diperlihatkan tempatnya di neraka. Apabila ia orang yang beruntung, neraka itu akan ditampakkan sesaat kepadanya, lalu ia digembirakan dengan lenyapnya neraka itu dari pandangannya. Sedangkan bila dia orang yang celaka, neraka itu akan terus tampak setelah diperlihatkan kepadanya.

  1.  Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul-yaqin (pandangan mata yang nyata)

Yakni ketika neraka Jahim didatangkan oleh para malaikat yang bengis dan kejam, yang kemarahannya hampir-hampir membuat para penghuni neraka porak-poranda; ketika jembatan telah dibentangkan di atas neraka, engkau mendengar suara gemuruhnya, engkau lihat jelas kengeriannya, lalu engkau lihat para penghuninya, kau dengar jeritan mereka di dasar neraka, dari lapisan-lapisannya, juga mereka yang terikat di belenggu-belenggunya. Lalu kau dengar saat neraka itu ditanya, “Apakah engkau telah penuh?”, neraka balik bertanya, “Apakah masih ada tambahan?”

  1. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). Yakni, tentang semua yang engkau nikmati di dunia. 

Wahai orang-orang yang menyedihkan, renungkanlah pelajaran yang berharga itu, sungguh di dalamnya ada peringatan dan nasihat yang hebat. Bila ungkapan ayat itu mengetuk-ngetuk telinga yang orang yang benar keislamannya, niscaya ia akan membuatnya mencicipi rasa ngeri dan segera bersiap-siap menyongsong tempat keabadian. Tetapi karena mata hati telah menjadi buta, sedikit sekali yang terkesan oleh peringatan itu.

Maka, wahai orang yang telah didahului mereka dan tertinggal di dalam syahwat; wahai orang yang menghabiskan kesempatannya dengan menunda-nunda dan menganggur; wahai orang yang hatinya menjadi keras karena maksiat dan matanya membeku tak lagi bisa mengambil pelajaran; wahai orang yang rambutnya telah memutih tetapi dia masih terus-menerus berbuat durhaka, berapa banyak lagi maksiat yang akan kalian lakukan untuk melawan Dia Yang Mahatahu rahasia tersembunyi? Bermegah-megahan telah membuat kalian lalai, sampai kalian masuk ke dalam kubur.

Sungguh aneh, setiap kali Tuhanmu menghamparkan kenikmatan untukmu, engkau menerimanya dengan kemaksiatan. Padahal betapa sering Dia menyeru dirimu, “Wahai hamba-Ku, kau tinggalkan duduk bersama-Ku lalu kau duduk bersama setan. Sudah berapa banyak aku berbelas kasih kepadamu dengan berbagai nikmat, Aku sungguh pemurah dengan anugerah-Ku. Wahai hamba-Ku, Aku senang menghubungimu, tetapi engkau suka menjauh dan meninggalkan Aku. Apa upayamu jika roda kematian menimpamu, bila murka-Ku menimpa dirimu, bila sanak keluarga dan teman karib menjauh meninggalkanmu tergadai dengan amalmu sendiri di bawah tumpukan tanah. Wahai miskin, bagaimana keadaanmu bila lembar catatan amalmu telah dibentangkan, timbangan amalmu sangat ringan, angan-anganmu meleset dan rahasiamu terbongkar? Tidakkan engkau tahu siapa yang engkau maksiati dan kepada siapa engkau telah berbuat lancang? Engkau telah menjauhkan diri dari tobat, kau lalaikan perhitungan amal, kau sebarkan kejahatan, engkau abaikan perintah-Nya, kau perbuat berbagai dosa kau langgar larangan-larangan-Nya. Tidakkah engkau tahu bahwa Dia senantiasa melihatmu dan Dia Yang Mahaagung tidak akan melupakanmu? Siapa yang akan menyelamatkanmu jika engkau telah berada di hadapan-Nya dan Dia meminta pertanggung jawaban amal buruk dan kelancanganmu kepada-Nya? Apabila engkau mengakuinya, berarti engkau telah memberikan pengakuan. Dan kalaupun engkau mengingkarinya, pengingkaranmu itu tidak akan bermanfaat. 

Celaka nian engkau, wahai miskin! Kelalaian macam apa yang kau idap?! Sungguh, setiap saat engkau sedang bergerak untuk menghadap kepada-Nya. Kebingungan macam apa yang kau derita, padahal umur duniamu sungguh pendek? Kemabukan apa yang kau alami, padahal kain kafan telah digelar untukmu, saat keberangkatan dan perpisahanmu telah tiba? Demi Allah, perjalanan yang kau jelang itu sungguh panjang, dan sergapan Tuhanmu sungguh dahsyat.

Wahai miskin, engkau telah menjual akhirat demi duniamu. Engkau larut menuruti syahwat hingga lupa taat kepada Tuanmu. Maksiatmu telah mencipta gulita, menghijab menelikungmu. Hawa nafsu telah menutup pintu-pintu di hadapanmu. Pagi dan senja silih berganti memperingatkanmu, tetapi engkau tak pula beranjak dari dosa, padahal kubur telah demikian dekat. Semakin panjang usiamu semakin bertambah pula dosamu. Dan setiap kali engkau hendak meninggalkan kesalahan, syahwat selalu datang menghalangimu, hingga cacat dirimu semakin bertumpuk. Sungguh merugi dirimu. Ratapilah dirimu, barangkali senandung kematian bisa bermanfaat untukmu.

Sungguh, lalai dan durhaka bukan prilaku hamba Allah. Tidakkah engkau takut kedahsyatan kiamat, yang karena demikian dahsyatnya bayi yang baru lahir langsung beruban? Apakah janji Allah tidak membuatmu bangkit melakukan ketaatan? Apakah ancaman-Nya tidak pula membuat engkau terperingatkan? Apakah engkau tidak tahu bahwa engkau akan dimintai pertanggungjawaban untuk setiap saat yang kau lalui di dunia ini? Tidakkah engkau tahu bahwa tiap langkah kaki dan ucapan lisanmu akan diperhitungkan? Apakah engkau tidak tahu bahwa wa kematian memburumu sebagaimana ia memburu yang lain? Sung. guh, kematian lekat padamu lebih dari urat lehermu sendiri? Tidakkah sang penghancur kesenangan membuatmu cemas? Tidakkah sang pemutus jamaah membuatmu takut? Tidakkah engkau sadar bahwa kita akan dijemput dan mendatangi sumur kematian satu persatu? Lalu sesaat kemudian kenyataan tersingkap dan tempat kembali kita tampak jelas?

Saudaraku, betapa banyak kematian telah merenggut jiwa. Betapa banyak kematian telah menistakan pipi mulia ke atas tanah. Betapa banyak kematian telah merenggut sang kekasih dari kekasihnya. Betapa banyak kematian membuat anak-anak jadi yatim, membuat mereka sibuk menangis dan meratap. Betapa banyak kematian telah membuat sepi rumah-rumah yang mulanya terang benderang. Betapa banyak burung-burung arwah telah terbang dari sangkarnya.

Mana orang yang telah membangun rumah kokoh dan gedung-gedung pencakar langit? Mana orang yang sombong dan melampaui batas, yang suka memperbudak sesama dan mengira diri tidak akan berpindah ke dalam kubur? Mana orang yang tidak mau mendengar peringatan maut dan senang menunda-nunda tobat? Mana orang yang suka membangga-banggakan keturunan? Mana orang yang suka bermegah-megahan dengan harta bendanya? Mana orang yang suka memerintah dan melarang? Mana orang yang suka menghakimi dan memaksa? Mana raja-raja yang kejam nan bengis? Mana penguasa yang suka memecah belah umat?

Sang pemusnah kesenangan telah mengejutkannya, lalu mengeluarkannya tanpa dia kehendaki, bahkan tanpa penangguhan sesaat pun. Maut telah memutusnya dari angan-angan dan menghalanginya dari kawan dan para pembantunya. Sanak keluarganya telah bubar. Kekasih, istri dan sahabatnya telah berpaling sekan-akan mereka belum pernah mengenalnya. Mata kasar mereka tak bisa melihatnya. Kemuliaannya berganti kehinaan, berumah di tempat menakutkan, gelap dan sempit, tanpa seorang pun mengasihinya, tidak pula seorang pun sudi duduk di dekatnya. Biji mata meleleh di pipi. Seluruh persendiannya terputus dan tubuh dimakan ulat. Darinya mengalir nanah dan darah busuk. Wajah cantik dan tampan berubah busuk dan menjijikkan, disambut binatang-binatang dalam tanah. Di dalamnya, dia dihujani panah petaka bertubi-tubi.

Sementara harta bendanya dibagi-bagi para pewaris. Rumahnya dihuni orang lain. Istrinya dinikahi musuh. Tinggallah dia sendiri, tergadai dengan amal perbuatannya, di bawah putusan Sang Hakim Yang Mahaadil, Yang Mahasuci nan Mahaagung. Dia dimintai perhitungan atas semuanya, yang sedikit maupun yang banyak, yang berharga maupun yang remeh. 

Apakah dalam kondisi demikian para kekasih akan memberinya manfaat? Atau ratap tangis orang-orang yang ditinggalkannya akan memberi kecukupan? Tidak! Demi Allah, semua itu tidak akan memberinya manfaat, tidak akan membuatnya terlihat, tidak pula akan membuatnya kembali.

Sesungguhnya di dalam kematian itu ada peringatan bagi mereka yang sadar dan pelajaran bagi mereka yang berpikir.

Maka, wahai saudaraku, bersiaplah menyongsong ia yang pasti akan kau jumpai, bersiagalah untuk menyambut kematian dan segala bencananya. Sebentar lagi ajalmu akan tiba, dan engkau segera menempati tempat itu. Bangunlah dari tidur lelapmu. Sesungguhnya dunia itu laksana kembang tidur. Tempat yang fana ini sungguh tak layak untuk dijadikan tempat menetap.

Lepaskanlah dirimu dari kungkungan dosa, karena sesungguhnya engkau diburu untuk menjadi bahan bakar neraka. Ingatlah hari ketika hati terombang ambing, orang-orang kebingungan, lisan tertahan, pengetahuan lenyap, kain kafan dihamparkan, kemuliaan sirna dan perjalanan panjang hadir di hadapanmu. Sadarlah, sebelum Munkar dan Nakir datang, sebelum jeritan dan rintih sakit menjadi-jadi. Ingatlah saat tiada beda antara budak dan raja, ketika harus menyusul mereka yang telah mendahului dan dilupakan orang-orang yang ditinggalkan, lalu menetap di sana sebagai tawanan sampai saat dibangkitkan dan terbangun dengan perasaan penuh sesal. Di sana semua dosa akan digelar, hak si teraniaya diambil dari orang yang telah menzaliminya, musibah demikian dahsyat, tempat melangkah menjadi sempit. Lalu keanehan-keanehan bermunculan, wajah-wajah menghitam kelam, para pelaku maksiat kehilangan harapannya, kaki kaki terpeleset, dan hakimnya adalah Diraja Yang Mahatahu.

Apakah dalam kondisi itu engkau akan mendapat manfaat dari perilaku menggunjing, mengadu domba atau menyakiti saudara-saudaramu yang beriman dengan perilakumu yang buruk dan tidak terpuji? Apakah engkau akan mendapat manfaat dari minum arak, mengisap ganja dan opium? Atau dari kesaksian palsu, kebohongan dan pengkhianatan? Apakah engkau akan mendapat manfaat dari tindakan menghalalkan yang haram, menyia-nyiakan amanat, menghinakan Alqur’an, mengagungkan perbuatan buruk dan batil? Apakah engkau akan mendapat manfaat dari persahabatan dengan musuh-musuh Allah, atau membantu orang zalim berbuat aniaya terhadap korban? Apakah engkau akan mendapat manfaat dari perilaku saling membenci, mendengki, saling menjauhi, berbangga-bangga dengan keturunan atau nasab serta harta benda? Apakah engkau juga akan mendapat manfaat dengan perilaku meremehkan hal-hal fardhu dan meninggalkan sunnah syariat yang mulia? Apakah engkau akan mendapat manfaat dari perilaku-perilaku buruk lainnya yang berakibat kerusakan, kebinasaan dan kesengsaraan?

Faedah

Ketahuilah bahwa derita maut sungguh sangat menyakitkan, tidak ada yang mengetahuinya selain orang yang mengalaminya dan pernah mencicipinya. Derita maut lebih dahsyat daripada tebasan pedang, lebih nyeri daripada sayatan gergaji atau gunting. Derita karena tebasan pedang masih menyisakan kekuatan di dalam badan, sehingga orang yang mengalaminya masih bisa berteriak, atau menjerit dan meminta pertolongan. Lain halnya dengan derita yang ditimpakan maut. Orang yang disergap kematian menjadi amat lemah, bahkan suaranya pun terputus karena nyeri dan derita maut yang dirasakannya

Derita maut meremukkan seluruh sel dan merontokkan semua anggota tubuh hingga tidak tersisa kekuatan sedikit pun untuk meminta tolong. Sementara akal tertutup waswas, lidah menjadi kelu dan pandangan mata juga buram. Dia berharap mendapat kekuatan untuk sekadar merintih dan menangis, tetapi dia tidak mampu. Kalaupun masih tersisa kekuatan pada dirinya, saat naza’ dan ruh tercerabut dari tubuh, hanya akan terdengar lenguh dan ghargharah dari tenggorokan dan dadanya. Warna kulit berubah, tubuh menggigil dan kelopak mata membelalak. Buah pelirnya terangkat ke atas, jari-jarinya memucat dan bagian demi bagian anggota badannya pun mati seluruhnya. Yang pertama kali mati adalah kedua telapak kaki, lalu diikuti kedua betis, terus ke paha. Bagian demi bagian anggota tubuhnya mengalami sekarat dan rasa sakit yang sangat pedih hingga ruh sampai di tenggorokan. Dan saat ruh sudah sampai di tenggorokan, dia tidak bisa lagi melihat dunia dan penghuninya, dan dia diliputi perasaan merugi dan penyesalan yang luar biasa. 

Di dalam satu riwayat disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw. menjenguk salah seorang sahabatnya yang sakit menjelang kematian. Lalu beliau bersabda, “Aku sungguh tahu apa yang dia rasakan. Tidak satu pun pembuluh darahnya yang luput merasakan kepedihan puncak yang dibawa maut.” 

Di dalam riwayat lain disebutkan bahwa saat Rasulullah saw. menjelang wafat, di samping beliau ada segelas air. Beliau memasukkan tangannya ke dalam air, lalu mengusapkannya ke wajah seraya berkata, “La ilaha illallah, sesungguhnya pada kematian itu ada sakarat.” Perawi lain mengatakan bahwa saat itu beliau berucap, “Ya Allah, ringankanlah sakaratul-maut untukku.” Di dalam riwayat lain disebutkan bahwa beliau berdoa, “Ya Allah, bantulah aku untuk mengatasi sekaratul-maut.”

Fathimah binti Rasulullah berkata saat beliau menjelang wafat, “O betapa pedih deritamu, wahai Abah.” Kemudian Rasulullah saw. berucap, “Tak ada lagi kesusahan bagi ayahmu setelah hari ini.” [Riwayat ini ditutur oleh al-Bukhari dan Muslim.]

Ibnu Abi ad-Dunya meriwayatkan bahawa Rasulullah saw. berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau mencabut ruh dari seluruh urat saraf, pembuluh darah dan ujung-ujung jemari. Maka bantulah aku untuk mengatasinya dan ringankanlah untukku.”

Syaddad ibn Aus berkata, “Kematian merupakan derita paling pedih

di dunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Rasa sakitnya lebih dahsyat daripada digergaji, digunting, atau direbus di air mendidih dalam panci. Seandainya mayit dibangunkan dan memberitahukan betapa sakit derita kematian yang dialaminya kepada penduduk dunia, niscaya mereka tidak bisa menikmati hidup, tidak pula akan bisa menikmati tidur.”

Tanwirul Qulub

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Buku Lain

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Nasihat

Dua Penjaga Manusia

Disebutkan dalam Hakaya Ash Shufiyah إن الله تعالى جعل لأهل الأرض أمانين . الأول : رسول الله صلى الله عليه وسلم . والثاني : الاستغفار

Tasawuf

Jalan Menuju Allah

Banyak orang mencari Allah Ta’ala, dengan berbagai cara dan mencari keluar kemana-mana, tetapi tidak ketemu, karena salah alamat. Bagi pejalan ruhani jika tidak tahu peta

Thariqat

Perbedaan Fungsi Antara Al-Qur’an & Dzikir

Imam Ghozali ditanya, “Anda mengagung-agungkan perkara dzikir, apakah dzikir itu lebih agung derajatnya dari membaca Al-Qur’an?” Imam Ghozali menjawab; فاعلم أن قراءة القرآن أفضل للخلق

Tauhid & Ma'rifat

Al-Ghayyur: Allah Maha Pencemburu

Allah (swt) adalah “Al-Ghayyur” atau “Tuhan Yang Maha Pencemburu”. Dia menyuruh diri kita untuk menyatukan semua cinta yang kita rasakan ke dalam Cinta Ilahiah-Nya; untuk

Hadits

Engkau Akan Bersama dengan Orang yang Kau Cintai

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya kepada Nabi saw, “Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?” Beliau saw berkataَ, “Apa yang telah engkau

Kewalian

Bay’at dengan Imam Mahdi (as)

Suatu ketika pada tahun 1970–tahun 70an, barangkali 1971, saya sedang dalam khalwat, tetapi tidak 100% khalwat, itu adalah setengah khalwat. Saya sedang duduk dan menulis

Fiqh

Memahami Musik Dengan Utuh

Oleh: Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya Dalam menikmati musik, setiap orang pasti mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Perubahan minat seseorang terhadap genre atau warna

Tasawuf

Mengenal Bisikan Dalam Jiwa

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani qs. pernah ditanya muridnya tentang al-khatir (bisikan jiwa), lalu Beliau menjawab: “Memang apa yg engkau ketahui tentang al-khatir? Al-khatir itu bisa

Kemursyidan

Definisi Mursyid

Mursyid dalam literatur tasawuf berarti pembimbing spiritual bagi orang² yg menempuh jalan khusus mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah Ta’ala. Tugas dan fungsi Mursyid ialah membimbing,

Fiqh

Urutan Memotong Kuku

Suatu hari Grandsyekh (q) berkata kepada saya, “Tolong potong kukuku.” MasyaaAllah, beliau mempunyai sebuah pisau yang besar, dan sepanjang hidup saya, saya belum pernah melihatnya

Tasawuf

Memelihara Sadar dan Tenang

“Wahai jiwa yg tenang! Kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yg puas lagi di-ridhai-Nya! Kemudian masuklah ke dalam (jama’ah) hamba²Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku!” (QS.

Tasawuf

Bagaimana Bahagia dari Dalam Diri

Sebagian besar dari kita menganggap bahagia itu ada syaratnya dan ada di luar diri kita. Saya akan bahagia jika keinginan saya terpenuhi, saya akan bahagia

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj

17 Feb - 27 Feb

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

Ramadhan

7 Apr - 17 Apr

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

El Amin

Pekanbaru

Karya Limboto

Gorontalo

Hari Guru

10 Jun - 20 Jun

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Akhlaqul Amin

Lombok

Mujibul Amin

Samarinda

Idul Adha

29 Jun - 9 Jul

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Maulid Nabi

29 Sep - 9 Okt

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

El Amin

Pekanbaru

Rutin

15 Des - 25 Des

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Akhlaqul Amin

Lombok

Karya Limboto

Gorontalo

Ar Rahman

Johor Baru

Download:

Fathur Rabbani

38. Keutamaan Laa ilaaha illa Allah

Dlm Fathur Rabbani: Majelis ke-38: “Keutamaan Laa ilaaha illa Allah” Pengajian Ahad pagi, 7 Rajab 545 H. di Ribath. Rasulullah Saw. bersabda: “Payahkanlah setan²mu dengan

Nasihat

Dua Penjaga Manusia

Disebutkan dalam Hakaya Ash Shufiyah إن الله تعالى جعل لأهل الأرض أمانين . الأول : رسول الله صلى الله عليه وسلم . والثاني : الاستغفار

Tasawuf

Jalan Menuju Allah

Banyak orang mencari Allah Ta’ala, dengan berbagai cara dan mencari keluar kemana-mana, tetapi tidak ketemu, karena salah alamat. Bagi pejalan ruhani jika tidak tahu peta

Thariqat

Perbedaan Fungsi Antara Al-Qur’an & Dzikir

Imam Ghozali ditanya, “Anda mengagung-agungkan perkara dzikir, apakah dzikir itu lebih agung derajatnya dari membaca Al-Qur’an?” Imam Ghozali menjawab; فاعلم أن قراءة القرآن أفضل للخلق

162 Masalah Sufistik

Masalah 42

162 Masalah Sufistik (Masalah 42): Syaikh Abdullah bin Ahmad az-Zubaidi ra. bertanya: “Tentang rasa panas yg didapati oleh sebagian orang yg suka berdzikir yg mana

Bidayatul Hidayah

26. Adab Mandi

آداب الغسل فإذا أصابتك جنابة، من احتلام أو وقاع، فخذ الإناء إلى المغتسل، واغسل يديك أولا ثلاثا، وأزل ما على بدنك من قذر، وتوضأ كما

Risalatul Mu'awanah

87. Uzlah (Mengucilkan Diri)

Dlm Risalatul Mu’awanah: 87. Uzlah (Mengucilkan Diri) (وعليك) إذا تفاحش ظهور المعاصي والمنكراتفي موضع أنت فيه وأيست من قبول الحق بالعزلة فإن فيها السلامة، أو

Al-Hikam

119. Allah Menutupi Rahasia Kewalian

Hikmah 119 dlm Al-Hikam: “Allah Menutupi Rahasia Kewalian” سُبْحاَنَ من سَتَرَ سِرَّالخُصُوصيَّةِ بِظُهُورِ البَشَرِيَّةِ وَظَهرَ بِعَظَمةِ الرُّبُوْبِيَّةِ فِى اِظهاَرِالعُبُودِيَّةِ Maha Suci Allah yg telah menutupi

Tauhid & Ma'rifat

Al-Ghayyur: Allah Maha Pencemburu

Allah (swt) adalah “Al-Ghayyur” atau “Tuhan Yang Maha Pencemburu”. Dia menyuruh diri kita untuk menyatukan semua cinta yang kita rasakan ke dalam Cinta Ilahiah-Nya; untuk

Fathur Rabbani

38. Keutamaan Laa ilaaha illa Allah

Dlm Fathur Rabbani: Majelis ke-38: “Keutamaan Laa ilaaha illa Allah” Pengajian Ahad pagi, 7 Rajab 545 H. di Ribath. Rasulullah Saw. bersabda: “Payahkanlah setan²mu dengan

162 Masalah Sufistik

Masalah 42

162 Masalah Sufistik (Masalah 42): Syaikh Abdullah bin Ahmad az-Zubaidi ra. bertanya: “Tentang rasa panas yg didapati oleh sebagian orang yg suka berdzikir yg mana

Bidayatul Hidayah

26. Adab Mandi

آداب الغسل فإذا أصابتك جنابة، من احتلام أو وقاع، فخذ الإناء إلى المغتسل، واغسل يديك أولا ثلاثا، وأزل ما على بدنك من قذر، وتوضأ كما

Risalatul Mu'awanah

87. Uzlah (Mengucilkan Diri)

Dlm Risalatul Mu’awanah: 87. Uzlah (Mengucilkan Diri) (وعليك) إذا تفاحش ظهور المعاصي والمنكراتفي موضع أنت فيه وأيست من قبول الحق بالعزلة فإن فيها السلامة، أو

Al-Hikam

119. Allah Menutupi Rahasia Kewalian

Hikmah 119 dlm Al-Hikam: “Allah Menutupi Rahasia Kewalian” سُبْحاَنَ من سَتَرَ سِرَّالخُصُوصيَّةِ بِظُهُورِ البَشَرِيَّةِ وَظَهرَ بِعَظَمةِ الرُّبُوْبِيَّةِ فِى اِظهاَرِالعُبُودِيَّةِ Maha Suci Allah yg telah menutupi

Sabilus Salikin

187. Hukum Perempuan Menjadi Mursyid dalam Tarekat

Dalam dunia tarekat, yang menjadi mursyid atau khalifah semuanya adalah dari kalangan pria. Hal ini disebabkan karena syarat seorang mursyid adalah laki-laki. Oleh karena itu,

Sabilus Salikin

186. Menggerakkan atau Menundukkan Kepala Ketika Berzikir

Tanya: Bagaimana hukum menggerak-gerakkan atau menundukkan kepala ketika berzikir? Jika dengan menggerak-gerakkan atau menundukkan kepala itu bisa menjadikan diri orang yang berzikir lebih khusyuk, maka

Sabilus Salikin

185. Tidak Boleh, Memberi Baiat Kepada Anak Kecil

Tanya: Menurut keputusan kongres Jam`iyah Tarekat Mu’tabarah di Tegal Rejo, bahwa orang baiat tarekat “mu’tabarah” diwajibkan menjalaninya. Lalu bagaimana hukumnya orang yang memberi baiat kepada

Sabilus Salikin

184. Masuk Tarekat Secara Bersama

Tanya: Apakah boleh seorang masuk tarekat Naqsyabandiyah dan lainnya secara bersama? Apakah demikian itu tidak seperti sebutir telur dierami dua induk ayam, sehingga akhirnya menjadi

Sabilus Salikin

183. Tanya Jawab Tasawuf dan Tarekat

Tanya: Bagaimana hukum masuk tarekat dan mengamalkannya? Jawab: Jikalau yang dikehendaki masuk tarekat itu belajar membersihkan hati dari sifat-sifat yang rendah, dan menghiasi sifat-sifat yang

Sabilus Salikin

182. Muraqabah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Muraqabah memiliki perbedaan dengan zikir terutama pada obyek pemusatan kesadaran (kosentrasinya). Zikir memikili obyek perhatian pada simbol, yang berupa kata atau kalimat, sedangkan muraqabah menjaga

Sabilus Salikin

181. Rabitah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Pengertian rabitah atau wasilah adalah perantara guru (syaikh), yaitu murid berwasilah pada guru (syaikh). Menurut al-Khalidi dalam kitabnya Bahjah as-Saniyah halaman 64, rabitah adalah menghadirkan rupa guru

Sabilus Salikin

180. Suluk Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Istilah suluk (merambah jalan kesufian) terdapat dalam Al-Qur’an Surat an-Nahl; 69. فَاسْلُوْكِىْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً ) النحل: 69 ( …. dan tempuhlah jalan Tuhan-mu yang telah

Sabilus Salikin

179. Pembaiatan

Dalam pelaksanaan zikir, Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah melakukan beberapa tata acara amaliyah yang sudah ditetapkan, seperti baiat. Prosesi pembaiatan dalam Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah biasanya

Sabilus Salikin

177. Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah

Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan gabungan dari Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqsyabandiyah (TQN) yang didirikan oleh Syaikh Ahmad Khatib Sambas (1802-1872 M.) yang dikenal sebagai penulis

Sabilus Salikin

176. Aurad Tarekat Sanusiyah

Aurad Tarekat Sanusiyah secara umum yaitu: Membaca Al-Qur’an al-Karim Membaca istighfar Membaca tahlil Membaca salawat kepada Nabi Muhammad saw. Aurad Tarekat Sanusiyah yang telah ditulis

Sabilus Salikin

175. Sanad Tarekat Sanusiyah Melalui Enam Jalur Tarekat

Sanad Tarekat Hidiriyah Muhammadiyah yang diterima Syaikh Muhammad Sanusi dari Syaikh Ahmad al-Rifi al-Qal’i bin Abdu Qadir dari Syaikh Muhammad bin ‘Ali al-Syarif dari Syaikh Abi Abbas al-‘Aroisyi

Sabilus Salikin

174. Kewajiban Salik Tarekat Sanusiyah

Kewajiban salik Tarekat Sanusiyah untuk melakukan dakwah berpegang pada beberapa pedoman.  Menyampaikan wahyu Allah kepada manusia, meliputi menjelaskan dasar-dasar dan kaidah agama kepada manusia, menjelaskan

Sabilus Salikin

173. Tarekat Sanusiyah

Pendiri tarekat ini adalah Syaikh Muhammad bin Ali bin Sanusi bin Arabi bin Muhammad bin Abdul Qadir bin Syahidah bin Khamim bin Yusuf bin Abdullah

Sabilus Salikin

172. Aurad Tarekat Idrisiyah

Berikut ini adalah tata cara mengamalkan zikir Tarekat Idrisiyah yang dijelaskan di dalam kitab al-Nafahât al-Aqdasiyah fi Syarh al-Shalawât al-Ahmadiyah al-Idrisiyah, halaman: 21-22. Mukadimah aurad, membaca; بِسْمِ

Silakan muat-ulang halaman.

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

Daftar Isi

Share via
Copy link
Powered by Social Snap