41. Bab XI – Cinta, Rindu dan Ekstase (Bag. Cinta (Mahabbah))

Umat Islam sepakat bahwa mencintai Allah dan Rasul-Nya merupakan fardhu ‘ain (kewajiban bagi setiap individu). Allah Ta’ala berfirman, “Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” [QS. al-Baqarah 2:165]. Allah Ta’ala berfirman, “Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.” [QS. al-Ma’idah 5:54]. Allah Ta’ala juga berfirman, “Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” [QS. Ali-Imran 3:31]

Rasulullah saw. bersabda, “Siapa pun kalian tidak dikatakan beriman (sempurna) sebelum Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada keluarganya, hartanya, dan semua manusia.” [Diriwayatkan oleh al-Bukhari di dalam Shahih-nya]

Cinta (mahabbah) adalah kecenderungan tabiat kepada sesuatu karena sesuatu itu dianggap lezat oleh si pecinta. Bila kecenderungannya kuat, dinamai curahan hati (shababah) sebab hati tercurah padanya secara total. Bila kecenderungannya lebih kuat lagi, disebut cinta membara (gharam), karena cintanya mengharuskan hati seperti orang yang berhutang. Bila lebih kuat lagi, disebut cinta yang meluap-luap (‘isyqun). Bila lebih kuat lagi dinamai cinta yang mendalam (syaghaf), karena cintanya sampai menusuk ke bagian dalam hati. Bila lebih kuat lagi, disebut cinta sempurna (tatim) atau penghambaan, karena si pecintanya menjadi hamba bagi yang dicintainya. Dia menjadi orang yang diuji, diperintah, berpiutang, dipenjara dan tidak memiliki keputusan. Dan dia tidak lagi bisa membedakan antara yang bermanfaat dan yang berbahaya.

Hakikat cinta kepada Allah tidak dapat dicapai hamba sebelum hatinya bersih dan selamat dari berbagai kotoran jiwa. Bila cinta kepada Allah telah menetap dalam hati, maka cinta pada yang lain akan keluar, sebab cinta itu bersifat membakar, menghanguskan segala sesuatu yang bukan jenisnya.

Tanda cinta kepada Allah ialah memenggal semua hasrat terhadap dunia dan akhirat. Yahya ibn Mu’adz berkata, “Kesabaran para pecinta Allah lebih hebat daripada kesabaran para zahid. Aku heran kepada orang yang mengaku mencintai Allah namun tidak menjauhi larangan-larangan-Nya. Barangsiapa mengaku cinta kepada Allah tetapi tidak menjauhi syahwatnya, dia sungguh pendusta. Begitu juga orang yang mengaku cinta kepada surga tetapi tidak menginfakkan sebagian harta miliknya, dia sungguh pendusta.”

Rabi’ah al-‘Adawiyah berkata,

Engkau mendurhakai Tuhan sambil menampakkan kecintaan kepada-Nya

demi usiaku, ini sungguh analogi mengherankan 

Seandainya cintamu sejati, engkau tentu akan menaati-Nya

karena si pecinta senantiasa menaati dia yang dicintainya

Seorang syaikh sufi berkata, “Lahiriah cinta adalah ridha kepada yang dicintai. Sedang batin cinta adalah memberikan hati kepada yang sang kekasih hingga tak tersisa sedikitpun bagi yang lain.” 

Dalam bait-bait syairnya, seorang sufi mengungkapkan:

Semoga Engkau senantiasa manis, walau hidup terasa pahit

Semoga Engkau senantiasa ridha, walau manusia berjiwa sulit

Semoga yang ada antara aku dan Engkau kemakmuran

dan yang ada antara aku dan semesta alam kehancuran

Andai kasih cinta darimu sejati, semuanya terasa rendah

Dan semua yang ada di atas tanah adalah jua tanah.”

Ulama sufi lainnya berkata,

Demi hak cinta, hai ahli cintaku, pahamilah 

Lisan wujudku dalam wujud sungguh menakjubkan

Haram bagi hati yang dipersembahkan untuk cinta

Ada bagian untuk yang selain Allah

Ulama sufi lainnya berkata,

Aku mencintai-Mu bukan karena mengharap surga

Bukan jua takut neraka, sebab Engkaulah yang menjadi tujuan

Bila engkau memang maula bagiku, maka surga mana

dan neraka mana yang kau takuti dan kau kehendaki

Sahal ibn ‘Abdullah berkata, ”Tiada satu hari pun berlalu tanpa Yang Mahaagung nan Mahasuci berseru, ‘Wahai hamba-Ku, apa yang engkau perbuat kepada-Ku? Aku mengingatmu, tetapi engkau malah melupakan Aku. Aku menyerumu kepada-Ku, tetapi engkau malah pergi kepada selain Aku. Aku lenyapkan darimu banyak malapetaka, tetapi engkau malah berdiam diri dalam dosa. Wahai anak Adam, apa yang akan kau katakan esok saat engkau datang kepada-Ku?”

Seorang ‘arif bercerita tentang Allah Ta’ala bahwa Dia berfirman “Wahai hamba-Ku, Aku telah menciptakan segala sesuatu untukmu, dan Aku telah menciptakan dirimu untuk-Ku. Lalu engkau sibuk dengan hal-hal yang Aku ciptakan untukmu hingga lupa pada-Ku. Wahai hamba-Ku, jika engkau sibuk dengan nikmat hingga lupa pada Sang Pemberi nikmat, dan engkau sibuk dengan pemberian hingga lupa pada Sang Pemberi, engkau tidak akan bisa mensyukuri nikmat itu, tidak pula bisa menjaga larangan Pemberinya. Setiap nikmat yang membuat engkau lupa dari-Ku, sungguh ia merupakan niqmah (siksa), dan semua pemberian yang membuat engkau lalai dari-Ku, sungguh ia merupakan petaka.” Dalam syair dijelaskan, 

Jadikanlah ketaatan kepada Tuhan sebagai jalan

Kau akan sukses meraih surga dan engkau selamat

Tinggalkanlah perbuatan dosa dan keji tanpa kecuali

Maka Allah akan memberimu semua yang kau tuju dan kau harap 

Ketahuilah bahwa orang-orang yang mencintai Allah (al-muhibbin) terbagi tiga kelompok, yaitu ‘awam (umum), khawash (khusus) dan khawash al-khawash (elit). Kecintaan kelompok awam kepada Allah itu lebih tertuju pada keberlimpahan anugerah dan kebaikan-Nya. Sedangkan kecintaan kelompok khawash kepada-Nya, murni (terbebas) dari segala ketercelaan. Adapun kecintaan kelompok khawash al-khawash merupakan ungkapan tentang luapan cinta (al-‘isyq) ketika orang yang jatuh cinta sirna di hadapan cahaya kekasihnya. Apabila sang kekasih tahu kesejatian cinta orang yang jatuh cinta kepadanya, maka hijab di antara keduanya akan lenyap. Lalu orang yang jatuh cinta akan melihat segala rahasia sang kekasih. Baginya akan tersingkap ilmu yang tersembunyi dan segala rahasia yang tinggi. Seperti dilukiskan dalam syair, 

Di antara para pecinta ada rahasia

tak ada tulisan yang sanggup menggambarkannya

Juga tak ada pena yang dapat bercerita tentangnya

Neraka bandingannya, keramahan campurannya

Cahaya memberi tahu sebagian yang ada padanya

Rinduku padanya hingga ku tak mau penggantinya 

Inilah rahasia tersembunyi yang menyelamatkannya

Dalam syair disebutkan, 

Wahai Sang Pencipta, wahai yang tiada sekutu bagi-Nya

Sungguh bahagia orang yang hidup di tengah manusia tetapi mencintai-Mu

Aku heran pada orang yang melihat satu sisi kelembutan-Mu

bagaimana dia lupa kepada-Mu, ya Rabb 

Demi Allah, ruhku tak bisa bergembira, tak bersuka cita, tak pula bisa bertahan

selain dengan zikir kepada-Mu sepanjang masa 

Bagaimana ruh orang-orang ‘arif bisa merasa senang gembira 

Sedang gembira mereka hanya bila bertemu dengan-Mu

Syair lainnya mengungkapkan,

Bagaimana bisa bagi si ‘asyiq masih tersisa dosa

sementara dosa-dosa mencair karena pembakaran dalam dada

Bagaimana bisa si pecinta lupa mengingat sang kekasih

sementara nama sang kekasih tertanam di hatinya

Di dalam satu riwayat dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim a.s. berkata kepada Malaikat Maut saat Malaikat Maut hendak mencabut ruhnya, ‘Apakah engkau pernah melihat seorang kekasih mematikan kekasihnya?” Lalu Allah Ta’ala menyampaikan wahyu sebagai jawaban kepadanya, “Apakah engkau pernah melihat seorang pecinta enggan bertemu kekasihnya?” Maka Nabi Ibrahim pun berkata seketika, “Wahai Malaikat maut, cabutlah ruhku sekarang juga!”

‘Abdul Bari pernah bercerita, “Suatu hari, aku pergi bersama saudaraku, Dzun-Nun. Pada saat itu tiba-tiba kami berada di tengah kerumunan anak-anak yang sedang melempari seseorang dengan batu. Dzun-Nun bertanya kepada mereka, ‘Saudaraku, apa yang kalian lakukan kepadanya?’ Mereka menjawab, ‘Dia itu orang gila, sebab dia mengira sedang melihat Allah Ta’ala.’ Kemudian kami mendekati orang itu. Ternyata dia seorang pemuda tampan, dan di wajahnya tampak jelas tanda-tanda orang ‘arif. Maka kami pun mengucapkan salam kepadanya dan berkata, ‘Mereka mengatakan bahwa engkau mengaku telah melihat Allah Ta’ala.’ Pemuda itu berkata, ‘Menjauhlah dariku, wahai pahlawan! Jika aku sampai lenyap dari-Nya sekejap saja, saat ini juga aku mati.’ Lalu dia bersenandung: 

Sang kekasih mencari ridha dari kekasihnya

Sang kekasih mengharap-harap perjumpaan dengan kekasihnya

Dengan mata hati dia selalu memandanginya

Sebab hati mengenal Tuhan dan melihat-Nya

Kekasih ridha sang kekasih ada di dekatnya

Bukan menjauh, lalu siapa yang menginginkan selain dia

“Aku bertanya kepadanya, ‘Apakah engkau gila?’ dia menjawab, ‘Menurut penduduk bumi, ya. Sedang menurut penduduk langit, tidak.’ Aku bertanya lagi, ‘Bagaimana keadaan-Mu bersama Tuhan?’ dia menjawab, ‘Sejak aku mengenal-Nya, aku tidak pernah lagi menjauh dari-Nya.’ Aku bertanya lagi, ‘Sejak kapan engkau mengenal-Nya?’ Dia menjawab, ‘Sejak namaku dicantumkan dalam dewan orang-orang gila.'”

Di dalam khabar Nabi Dawud a.s. diriwayatkan bahwa Allah Ta’ala berfirman kepadanya, “Wahai Dawud, sampaikan kepada penduduk bumi bahwa Aku adalah kekasih orang-orang yang mencintai-Ku; Aku adalah teman duduk bagi orang-orang yang duduk bersama-Ku; Aku penghibur bagi orang-orang yang merasa terhibur dengan mengingatKu; Aku penyerta bagi orang-orang yang menyertai-Ku, Aku pilihan bagi orang-orang yang memilih-Ku; Aku taat kepada orang-orang yang menaati-Ku. Tidaklah hamba mencintai Aku dan Aku tahu cintanya itu sungguh sejati dari hatinya, melainkan Aku terima cintanya untuk-Ku, dan Aku pun akan mencintainya dengan cinta yang tak pernah diberikan oleh seorang pun dari makhluk-Ku. Barangsiapa mencari-Ku dengan sungguh, Dia akan mendapati-Ku. Barangsiapa mencari selain Aku, dia tidak akan mendapati-Ku. Wahai penduduk bumi, tolaklah semua tipuan dunia yang ada padamu. Lalu kemarilah, datanglah pada kemuliaan dan persahabatan dengan-Ku. Tunduklah kepada-Ku, pasti Aku akan santun dan lekas mencintaimu. Sesungguhnya Aku telah menciptakan tanah kekasih-kekasih-Ku dari tanah Ibrahim kekasih-Ku, Musa rahasia-Ku dan Muhammad suci pilihan-Ku. Sesungguhnya Aku telah menciptakan hati para perindu dari cahaya-Ku, lalu Kunikmatkan ia dengan keagungan-Ku.”

Tanwirul Qulub

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Buku Lain

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Nasihat

Dua Penjaga Manusia

Disebutkan dalam Hakaya Ash Shufiyah إن الله تعالى جعل لأهل الأرض أمانين . الأول : رسول الله صلى الله عليه وسلم . والثاني : الاستغفار

Tasawuf

Jalan Menuju Allah

Banyak orang mencari Allah Ta’ala, dengan berbagai cara dan mencari keluar kemana-mana, tetapi tidak ketemu, karena salah alamat. Bagi pejalan ruhani jika tidak tahu peta

Thariqat

Perbedaan Fungsi Antara Al-Qur’an & Dzikir

Imam Ghozali ditanya, “Anda mengagung-agungkan perkara dzikir, apakah dzikir itu lebih agung derajatnya dari membaca Al-Qur’an?” Imam Ghozali menjawab; فاعلم أن قراءة القرآن أفضل للخلق

Tauhid & Ma'rifat

Al-Ghayyur: Allah Maha Pencemburu

Allah (swt) adalah “Al-Ghayyur” atau “Tuhan Yang Maha Pencemburu”. Dia menyuruh diri kita untuk menyatukan semua cinta yang kita rasakan ke dalam Cinta Ilahiah-Nya; untuk

Hadits

Engkau Akan Bersama dengan Orang yang Kau Cintai

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya kepada Nabi saw, “Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?” Beliau saw berkataَ, “Apa yang telah engkau

Kewalian

Bay’at dengan Imam Mahdi (as)

Suatu ketika pada tahun 1970–tahun 70an, barangkali 1971, saya sedang dalam khalwat, tetapi tidak 100% khalwat, itu adalah setengah khalwat. Saya sedang duduk dan menulis

Fiqh

Memahami Musik Dengan Utuh

Oleh: Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya Dalam menikmati musik, setiap orang pasti mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Perubahan minat seseorang terhadap genre atau warna

Tasawuf

Mengenal Bisikan Dalam Jiwa

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani qs. pernah ditanya muridnya tentang al-khatir (bisikan jiwa), lalu Beliau menjawab: “Memang apa yg engkau ketahui tentang al-khatir? Al-khatir itu bisa

Kemursyidan

Definisi Mursyid

Mursyid dalam literatur tasawuf berarti pembimbing spiritual bagi orang² yg menempuh jalan khusus mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah Ta’ala. Tugas dan fungsi Mursyid ialah membimbing,

Fiqh

Urutan Memotong Kuku

Suatu hari Grandsyekh (q) berkata kepada saya, “Tolong potong kukuku.” MasyaaAllah, beliau mempunyai sebuah pisau yang besar, dan sepanjang hidup saya, saya belum pernah melihatnya

Tasawuf

Memelihara Sadar dan Tenang

“Wahai jiwa yg tenang! Kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yg puas lagi di-ridhai-Nya! Kemudian masuklah ke dalam (jama’ah) hamba²Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku!” (QS.

Tasawuf

Bagaimana Bahagia dari Dalam Diri

Sebagian besar dari kita menganggap bahagia itu ada syaratnya dan ada di luar diri kita. Saya akan bahagia jika keinginan saya terpenuhi, saya akan bahagia

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj

17 Feb - 27 Feb

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

Ramadhan

7 Apr - 17 Apr

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

El Amin

Pekanbaru

Karya Limboto

Gorontalo

Hari Guru

10 Jun - 20 Jun

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Akhlaqul Amin

Lombok

Mujibul Amin

Samarinda

Idul Adha

29 Jun - 9 Jul

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Maulid Nabi

29 Sep - 9 Okt

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

El Amin

Pekanbaru

Rutin

15 Des - 25 Des

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Akhlaqul Amin

Lombok

Karya Limboto

Gorontalo

Ar Rahman

Johor Baru

Download:

Fathur Rabbani

38. Keutamaan Laa ilaaha illa Allah

Dlm Fathur Rabbani: Majelis ke-38: “Keutamaan Laa ilaaha illa Allah” Pengajian Ahad pagi, 7 Rajab 545 H. di Ribath. Rasulullah Saw. bersabda: “Payahkanlah setan²mu dengan

Nasihat

Dua Penjaga Manusia

Disebutkan dalam Hakaya Ash Shufiyah إن الله تعالى جعل لأهل الأرض أمانين . الأول : رسول الله صلى الله عليه وسلم . والثاني : الاستغفار

Tasawuf

Jalan Menuju Allah

Banyak orang mencari Allah Ta’ala, dengan berbagai cara dan mencari keluar kemana-mana, tetapi tidak ketemu, karena salah alamat. Bagi pejalan ruhani jika tidak tahu peta

Thariqat

Perbedaan Fungsi Antara Al-Qur’an & Dzikir

Imam Ghozali ditanya, “Anda mengagung-agungkan perkara dzikir, apakah dzikir itu lebih agung derajatnya dari membaca Al-Qur’an?” Imam Ghozali menjawab; فاعلم أن قراءة القرآن أفضل للخلق

162 Masalah Sufistik

Masalah 42

162 Masalah Sufistik (Masalah 42): Syaikh Abdullah bin Ahmad az-Zubaidi ra. bertanya: “Tentang rasa panas yg didapati oleh sebagian orang yg suka berdzikir yg mana

Bidayatul Hidayah

26. Adab Mandi

آداب الغسل فإذا أصابتك جنابة، من احتلام أو وقاع، فخذ الإناء إلى المغتسل، واغسل يديك أولا ثلاثا، وأزل ما على بدنك من قذر، وتوضأ كما

Risalatul Mu'awanah

87. Uzlah (Mengucilkan Diri)

Dlm Risalatul Mu’awanah: 87. Uzlah (Mengucilkan Diri) (وعليك) إذا تفاحش ظهور المعاصي والمنكراتفي موضع أنت فيه وأيست من قبول الحق بالعزلة فإن فيها السلامة، أو

Al-Hikam

119. Allah Menutupi Rahasia Kewalian

Hikmah 119 dlm Al-Hikam: “Allah Menutupi Rahasia Kewalian” سُبْحاَنَ من سَتَرَ سِرَّالخُصُوصيَّةِ بِظُهُورِ البَشَرِيَّةِ وَظَهرَ بِعَظَمةِ الرُّبُوْبِيَّةِ فِى اِظهاَرِالعُبُودِيَّةِ Maha Suci Allah yg telah menutupi

Tauhid & Ma'rifat

Al-Ghayyur: Allah Maha Pencemburu

Allah (swt) adalah “Al-Ghayyur” atau “Tuhan Yang Maha Pencemburu”. Dia menyuruh diri kita untuk menyatukan semua cinta yang kita rasakan ke dalam Cinta Ilahiah-Nya; untuk

Fathur Rabbani

38. Keutamaan Laa ilaaha illa Allah

Dlm Fathur Rabbani: Majelis ke-38: “Keutamaan Laa ilaaha illa Allah” Pengajian Ahad pagi, 7 Rajab 545 H. di Ribath. Rasulullah Saw. bersabda: “Payahkanlah setan²mu dengan

162 Masalah Sufistik

Masalah 42

162 Masalah Sufistik (Masalah 42): Syaikh Abdullah bin Ahmad az-Zubaidi ra. bertanya: “Tentang rasa panas yg didapati oleh sebagian orang yg suka berdzikir yg mana

Bidayatul Hidayah

26. Adab Mandi

آداب الغسل فإذا أصابتك جنابة، من احتلام أو وقاع، فخذ الإناء إلى المغتسل، واغسل يديك أولا ثلاثا، وأزل ما على بدنك من قذر، وتوضأ كما

Risalatul Mu'awanah

87. Uzlah (Mengucilkan Diri)

Dlm Risalatul Mu’awanah: 87. Uzlah (Mengucilkan Diri) (وعليك) إذا تفاحش ظهور المعاصي والمنكراتفي موضع أنت فيه وأيست من قبول الحق بالعزلة فإن فيها السلامة، أو

Al-Hikam

119. Allah Menutupi Rahasia Kewalian

Hikmah 119 dlm Al-Hikam: “Allah Menutupi Rahasia Kewalian” سُبْحاَنَ من سَتَرَ سِرَّالخُصُوصيَّةِ بِظُهُورِ البَشَرِيَّةِ وَظَهرَ بِعَظَمةِ الرُّبُوْبِيَّةِ فِى اِظهاَرِالعُبُودِيَّةِ Maha Suci Allah yg telah menutupi

Sabilus Salikin

187. Hukum Perempuan Menjadi Mursyid dalam Tarekat

Dalam dunia tarekat, yang menjadi mursyid atau khalifah semuanya adalah dari kalangan pria. Hal ini disebabkan karena syarat seorang mursyid adalah laki-laki. Oleh karena itu,

Sabilus Salikin

186. Menggerakkan atau Menundukkan Kepala Ketika Berzikir

Tanya: Bagaimana hukum menggerak-gerakkan atau menundukkan kepala ketika berzikir? Jika dengan menggerak-gerakkan atau menundukkan kepala itu bisa menjadikan diri orang yang berzikir lebih khusyuk, maka

Sabilus Salikin

185. Tidak Boleh, Memberi Baiat Kepada Anak Kecil

Tanya: Menurut keputusan kongres Jam`iyah Tarekat Mu’tabarah di Tegal Rejo, bahwa orang baiat tarekat “mu’tabarah” diwajibkan menjalaninya. Lalu bagaimana hukumnya orang yang memberi baiat kepada

Sabilus Salikin

184. Masuk Tarekat Secara Bersama

Tanya: Apakah boleh seorang masuk tarekat Naqsyabandiyah dan lainnya secara bersama? Apakah demikian itu tidak seperti sebutir telur dierami dua induk ayam, sehingga akhirnya menjadi

Sabilus Salikin

183. Tanya Jawab Tasawuf dan Tarekat

Tanya: Bagaimana hukum masuk tarekat dan mengamalkannya? Jawab: Jikalau yang dikehendaki masuk tarekat itu belajar membersihkan hati dari sifat-sifat yang rendah, dan menghiasi sifat-sifat yang

Sabilus Salikin

182. Muraqabah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Muraqabah memiliki perbedaan dengan zikir terutama pada obyek pemusatan kesadaran (kosentrasinya). Zikir memikili obyek perhatian pada simbol, yang berupa kata atau kalimat, sedangkan muraqabah menjaga

Sabilus Salikin

181. Rabitah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Pengertian rabitah atau wasilah adalah perantara guru (syaikh), yaitu murid berwasilah pada guru (syaikh). Menurut al-Khalidi dalam kitabnya Bahjah as-Saniyah halaman 64, rabitah adalah menghadirkan rupa guru

Sabilus Salikin

180. Suluk Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Istilah suluk (merambah jalan kesufian) terdapat dalam Al-Qur’an Surat an-Nahl; 69. فَاسْلُوْكِىْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً ) النحل: 69 ( …. dan tempuhlah jalan Tuhan-mu yang telah

Sabilus Salikin

179. Pembaiatan

Dalam pelaksanaan zikir, Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah melakukan beberapa tata acara amaliyah yang sudah ditetapkan, seperti baiat. Prosesi pembaiatan dalam Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah biasanya

Sabilus Salikin

177. Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah

Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan gabungan dari Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqsyabandiyah (TQN) yang didirikan oleh Syaikh Ahmad Khatib Sambas (1802-1872 M.) yang dikenal sebagai penulis

Sabilus Salikin

176. Aurad Tarekat Sanusiyah

Aurad Tarekat Sanusiyah secara umum yaitu: Membaca Al-Qur’an al-Karim Membaca istighfar Membaca tahlil Membaca salawat kepada Nabi Muhammad saw. Aurad Tarekat Sanusiyah yang telah ditulis

Sabilus Salikin

175. Sanad Tarekat Sanusiyah Melalui Enam Jalur Tarekat

Sanad Tarekat Hidiriyah Muhammadiyah yang diterima Syaikh Muhammad Sanusi dari Syaikh Ahmad al-Rifi al-Qal’i bin Abdu Qadir dari Syaikh Muhammad bin ‘Ali al-Syarif dari Syaikh Abi Abbas al-‘Aroisyi

Sabilus Salikin

174. Kewajiban Salik Tarekat Sanusiyah

Kewajiban salik Tarekat Sanusiyah untuk melakukan dakwah berpegang pada beberapa pedoman.  Menyampaikan wahyu Allah kepada manusia, meliputi menjelaskan dasar-dasar dan kaidah agama kepada manusia, menjelaskan

Sabilus Salikin

173. Tarekat Sanusiyah

Pendiri tarekat ini adalah Syaikh Muhammad bin Ali bin Sanusi bin Arabi bin Muhammad bin Abdul Qadir bin Syahidah bin Khamim bin Yusuf bin Abdullah

Sabilus Salikin

172. Aurad Tarekat Idrisiyah

Berikut ini adalah tata cara mengamalkan zikir Tarekat Idrisiyah yang dijelaskan di dalam kitab al-Nafahât al-Aqdasiyah fi Syarh al-Shalawât al-Ahmadiyah al-Idrisiyah, halaman: 21-22. Mukadimah aurad, membaca; بِسْمِ

Silakan muat-ulang halaman.

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

Daftar Isi

Share via
Copy link
Powered by Social Snap