48. Adab Murid terhadap Diri Sendiri

Adab paling utama seorang murid terhadap dirinya sendiri adalah menyadari kenyataan bahwa Allah Ta’ala senantiasa melihat dan mengawasi dirinya dalam segala situasi dan kondisi. Oleh karena itu hendaklah dia selalu sibuk mengingat-Nya dengan hati, entah dia sedang duduk, berjalan maupun saat sibuk dengan pekerjakannya. Sebab semua aktifitas keseharian tidak menjadi halangan bagi seseorang untuk senantiasa berzikir dalam makna untuk mengalirkan lafazh Allah di hatinya. Selain itu ada sejumlah adab yang harus dipenuhi murid berkenaan dengan dirinya sendiri, di antaranya:

  1. Meninggalkan para pelaku keburukan dan berkawan dengan orang-orang pilihan. Di dalam satu riwayat disebutkan bahwa Allah mewahyukan kepada Musa, “Janganlah engkau duduk bersama (bergaul) dengan orang-orang yang senang memperturutkan hawa nafsu, sebab mereka akan memunculkan sesuatu yang belum ada di hatimu.” Bergaul dengan orang-orang pilihan bisa mewariskan kebaikan, sedangkan bergaul dengan orang-orang jahat dapat mewariskan kejahatan. Seperti diungkapkan dalam syair:

Ruh laksana angin, bila melewati minyak wangi ia mewangi

Bila melewati bangkai, ia menjadi berbau busuk

Majelis orang-orang salih bagaikan eliksir bagi hati. Namun dampaknya tidak disyaratkan nampak seketika. Dampak persahabatan dengan mereka bisa jadi akan muncul setelah berselang waktu cukup lama. Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan teman yang salih seperti si pedagang minyak wangi. Entah dia memberimu atau engkau membeli darinya pasti engkau mendapatinya bau wangi.” (HR. al-Bukhari)

  1. Apabila dia mempunyai anak istri, hendaklah dia menutup pintu saat hendak berzikir. Sebab tidak ada mudharat bagi murid yang lebih berbahaya daripada berteman dengan orang yang berlawanan, yakni orang yang tidak senang terhadap hal yang engkau senangi. Jika tempat zikir itu sempit dan gelap, itu justru lebih bisa menghimpun getaran hati daripada tempat yang luas dan mendapat terang cahaya matahari atau lampu. Contoh prilaku anak istri yang mengingkari jalan kaum sufi adalah sikap mereka yang memperolok dirimu saat engkau berzikir engkau sampai menyingkap tutup kepala, mondar-mandir dan bersuara gaduh hingga membuat engkau marah. Lalu karena itu tekad hatimu untuk berzikir menjadi lemah.
  2. Tidak berlebihan dalam segala hal, tetapi alakadarnya. Seperti dalam hal makan, minum, pakaian, menikah dan lainnya. Al-Imam al-Ghazali berkata, “Allah menjadikan sikap berlebihan dalam makan dan minum di dunia sebagai sebab hati menjadi sekeras batu, anggota badan menjadi kendur tak mau melakukan ketaatan, dan tuli dari nasihat.”
  3. Tidak cinta dunia dan selalu memandang akhirat. Sebab cinta kepada Allah tidak akan merasuk ke dalam hati yang cinta dunia. Rasulullah saw. bersabda, “Cukuplah keburukan bagi anak Adam bila sampai dia dituding dengan jari dalam agama dan dunianya, kecuali orang yang dijaga dari dosa oleh Allah Ta’ala.” [Hadis ini diriwayatkan oleh ath-Thabrani dan al-Baihaqi di dalam asy-Syu’ab.]

Ketika meriwayatkan hadis tersebut, al-Hasan ditegur oleh seseorang, “Apabila orang-orang melihat Anda, mereka menuding Anda dengan jemari mereka.” Lalu dia berkata, “Bukan ini maksudnya. Yang dimaksud adalah para pelaku bid’ah di dalam agama dan pelaku kefasikan di dalam urusan dunia.” Penjelasan hadits ini dengan derajat marfu’.

  1. Tidak tidur dalam keadaan junub (berkewajiban mandi besar). Hendaklah dia senantiasa dalam keadaan suci dari hadats.
  2. Tidak mengharap-harap harta benda milik orang lain serta selalu menutup pintu hasrat mendapatkan perhatian makhluk. Tidak berpaling kepada siapa pun makhluk, entah mereka menerima maupun menolak dirinya.
  3. Apabila rezekinya sempit dan orang-orang tidak berbelas kasih kepadanya, hendaklah ia bersabar dan tidak gelisah. Sebab banyak murid yang saat mulai menapaki thariqah, dunia berpaling dari dirinya. Jangan sampai kondisi itu membuatnya berkata, “Aku tidak membutuhkan thariqah,” Karena ini berarti dia telah merusak janji setianya sehingga dia tidak akan bahagia untuk selamanya. Apabila mengalami kesempitan dalam urusan dunia, hendaknya dia menyadari bahwa Allah hendak menjadikan dia sebagai wali-Nya dan membukakan mata hatinya.
  4. Senantiasa mawas diri. Mendorong diri untuk terus berjalan meniti thariqah setiap kali terantuk nafsu dan kesenangan-kesenangannya. Katakalah pada diri sendiri, “Bersabarlah! Masa rehat sudah dekat di depanmu. Aku membuatmu lelah demi kesenanganmu di akhirat.”
  5. Menyedikitkan tidur, terutama di waktu sahur. Sungguh, waktu sahur merupakan waktu ijabah.
  6. Menjaga diri untuk hanya makanan makanan yang halal.
  7. Membiasakan diri makan hanya sedikit, yakni dengan berhenti makan sebelum kenyang dan cukup dengan makanan yang sedikit. Kondisi ini bisa menumbuhkan semangat untuk melakukan ketaatan dan menghilangkan kemalasan.
  8. Menjaga lisan dari omongan yang tidak berguna dan menjaga hati dari semua khawathir. Sungguh, siapa yang lidahnya terjaga dan hatinya lurus, rahasia-rahasia ilahi akan tersingkap untuknya.
  9. Berusaha maksimal mungkin menjaga mata agar tidak sampai melihat hal-hal yang diharamkan. Sebab melihat hal haram laksana racun mematikan, anak panah yang menusuk hati hingga mati. Apalagi jika memandangnya disertai syahwat. Al-Junaid berkata, “Salah satu perompak paling kejam yang memutus murid dari thariqah adalah bergaul dengan anak muda dan kaum perempuan.” Karena itu seyogyanya seorang murid tidak duduk bersama anak muda yang cantik, apalagi berduaan di tempat sepi. 
  10.  Tidak bergurau, karena bergurau dapat mematikan hati dan menyelimutinya dengan gelap. Kalaulah seorang salik tahu seberapa besar kemerosotan diri akibat bergurau, tentu dia tidak akan mengulanginya. Orang yang hatinya bercahaya mengetahui hal itu. Tetapi orang yang hatinya berselimut gelap, bahkan tidak merasakan bahayanya sedikit pun. Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kamu membenci saudaramu, jangan pula bersenda gurau dengannya.” [HR. At-Tirmidzi]. Utamanya adalah meninggalkan senda gurau, kecuali pada waktu-waktu tertentu, misalnya ketika mengalami kondisi amat sulit dan hati amat sempit.
  11. Meninggalkan perdebatan dengan para pelajar. Sebab berdebat bisa mewariskan kelupaan dan membuat hati menjadi keruh. Apabila sampai terjebak dalam perdebatan, segeralah memohon ampun kepada Allah dan meminta maaf kepada lawan debatnya, bila dia di pihak yang benar.
  12. Menghampiri saudaranya sesama murid ketika hati sedang susah. Duduklah bersama mereka sambil membahas adab-adab thariqah, sampai dadanya terasa lapang dan beban di hatinya lenyap.
  13. Tidak tertawa terbahak-bahak, sebab tawa terbahak-bahak (lapat mematikan hati. Karena itu Rasulullah saw. tidak pernah tertawa terbahak-bahak, beliau cukup tersenyum.
  14.  Tidak membahas keadaan orang lain dan tidak pula berbantahan dengan mereka. 
  15. Tidak cinta pangkat dan jabatan, karena dapat memutus dari jalan kebenaran. Rasulullah saw. bersabda, “Dua serigala lapar nan rakus yang bermalam di kadang kambing, daya rusaknya terhadap kambing tidak lebih besar daripada daya rusak ketamakan seseorang akan kemuliaan dan harta terhadap agamanya.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)
  16. Rendah hati (tawadhu’), karena rendah hati akan menambah derajat seorang hamba.
  17.  Senantiasa takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan berharap mendapat ampunan-Nya. Tidak memandang peribadatan dirinya bernilai. Dia harus sadar bahwa kalaulah bukan karena anugerah dari Allah Ta’ala, tentu dia layak mendapat siksa. [Keterbebasannya dari siksa bukan karena ibadahnya, tetapi murni karena anugerah Allah Ta’ala.]
  18. Membiasakan diri menggantungkan semua ucapan dan perbuatannya pada kehendak Allah. Yakni dengan berkata, misalnya, “Aku akan melakukan anu, insya’ Allah.”
  19. Merahasiakan asrar yang dilihatnya dalam tidur ataupun terjaga. Tidak mengungkapkannya kepada siapa pun selain gurunya. Menceritakan asrar kepada orang lain dapat membuatnya terusir dari hadirat Allah Ta’ala dan tertutup dari pintu ke-murid-an. Seperti orang yang mengaku diri telah mencapai maqam tertentu padahal nyatanya belum, dia akan tercegah dari maqam tersebut, sebagai hukuman baginya. Jika terpaksa harus menceritakan asrar tersebut agar menjadi pelajaran dan adab, hendaklah dia menisbatkannya pada orang lain. Misalnya dengan berkata, “Aku mendengar salah seorang ‘arif berkata…bla bla bla,” sekira orang yang mendengarkannya tidak paham asrar yang diceritakannya itu merupakan pengalaman pribadinya.
  20. Menyempatkan waktu khusus untuk menyendiri dan berzikir dengan zikir yang diajarkan oleh gurunya, tanpa menguranginya dan tidak pula menambahnya.
  21. Tidak kendur melaksanakan ibadah karena menunggu-nunggu futuh. Beribadahlah kepada Allah dengan ikhlash karena-Nya, entah kemudian mata hatinya mendapat futuh dan hijab terangkat darinya maupun tidak.

Faedah

Apabila seorang murid hendak berziarah ke kuburan para wali dan meminta bantuan dari ruhaniah mereka, seyogyanya dia mengucap salam kepada penghuni kubur yang diziarahinya. Kemudian berdiam menghadap wajah sang wali dengan posisi membelakangi kiblat (posisi bermuka-muka dengan sang wali). Lalu membaca al-Fatihah satu kali, al-ikhlash sebelas kali dan ayat al-kursi satu kali, serta menghadiahkannya kepada sang wali. Setelah itu duduklah di hadapannya seraya mengosongkan diri dari segala sesuatu hingga kemudian dirinya menjadi laksana sehelai papan yang polos. Lalu bayangkanlah ruhaniahnya laksana cahaya. Jagalah cahaya itu di dalam hati, sampai didapat satu pancaran atau kondisi ruhani dari sang wali. Dan dalam hal ini, semestinya seorang murid terlebih dahulu meminta bantuan dari ruhaniah syaikh yang menjadi gurunya, serta menjadikannya sebagai perantara antara dirinya dan ruhaniah sang wali yang diziarahinya. 

Mengecup nisan kuburan para wali seperti dilakukan banyak orang awam tidak perlu dipermasalahkan, karena bukan hal yang membahayakan bila mereka melakukannya dengan niat tabarruk (mencari berkah). Tidak perlu melarang-larang mereka, karena mereka berkeyakinan bahwa pada hakikatnya Allah-lah Sang Pelaku Yang bisa memberikan manfaat dan madharat kepada mereka. Mereka melakukan itu hanya sebagai ungkapan rasa cinta mereka kepada orang yang dicintai Allah Ta’ala. Sebagaimana ungkapan salah seorang ‘arif,

Aku melintas di satu rumah, rumah Laila

Lalu kukecup dinding ini dan dinding itu

Bukan cinta pada rumah itu yang memabukkan hatiku

tetapi cinta pada dia yang menjadi penghuninya

Seorang ‘arif lainnya berkata,

Apalah artinya rumah-rumah itu bila engkau tak di sana

Apalah artinya rumah, puing-puning dan kemah 

kalau bukan karena engkau, rumah dan puing-puing itu tak membuatku merindu

sungguh, tidak pula kaki kan membawaku melangkah ke kemah itu

Tanwirul Qulub

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Buku Lain

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Nasihat

Dua Penjaga Manusia

Disebutkan dalam Hakaya Ash Shufiyah إن الله تعالى جعل لأهل الأرض أمانين . الأول : رسول الله صلى الله عليه وسلم . والثاني : الاستغفار

Tasawuf

Jalan Menuju Allah

Banyak orang mencari Allah Ta’ala, dengan berbagai cara dan mencari keluar kemana-mana, tetapi tidak ketemu, karena salah alamat. Bagi pejalan ruhani jika tidak tahu peta

Thariqat

Perbedaan Fungsi Antara Al-Qur’an & Dzikir

Imam Ghozali ditanya, “Anda mengagung-agungkan perkara dzikir, apakah dzikir itu lebih agung derajatnya dari membaca Al-Qur’an?” Imam Ghozali menjawab; فاعلم أن قراءة القرآن أفضل للخلق

Tauhid & Ma'rifat

Al-Ghayyur: Allah Maha Pencemburu

Allah (swt) adalah “Al-Ghayyur” atau “Tuhan Yang Maha Pencemburu”. Dia menyuruh diri kita untuk menyatukan semua cinta yang kita rasakan ke dalam Cinta Ilahiah-Nya; untuk

Hadits

Engkau Akan Bersama dengan Orang yang Kau Cintai

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya kepada Nabi saw, “Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?” Beliau saw berkataَ, “Apa yang telah engkau

Kewalian

Bay’at dengan Imam Mahdi (as)

Suatu ketika pada tahun 1970–tahun 70an, barangkali 1971, saya sedang dalam khalwat, tetapi tidak 100% khalwat, itu adalah setengah khalwat. Saya sedang duduk dan menulis

Fiqh

Memahami Musik Dengan Utuh

Oleh: Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya Dalam menikmati musik, setiap orang pasti mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Perubahan minat seseorang terhadap genre atau warna

Tasawuf

Mengenal Bisikan Dalam Jiwa

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani qs. pernah ditanya muridnya tentang al-khatir (bisikan jiwa), lalu Beliau menjawab: “Memang apa yg engkau ketahui tentang al-khatir? Al-khatir itu bisa

Kemursyidan

Definisi Mursyid

Mursyid dalam literatur tasawuf berarti pembimbing spiritual bagi orang² yg menempuh jalan khusus mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah Ta’ala. Tugas dan fungsi Mursyid ialah membimbing,

Fiqh

Urutan Memotong Kuku

Suatu hari Grandsyekh (q) berkata kepada saya, “Tolong potong kukuku.” MasyaaAllah, beliau mempunyai sebuah pisau yang besar, dan sepanjang hidup saya, saya belum pernah melihatnya

Tasawuf

Memelihara Sadar dan Tenang

“Wahai jiwa yg tenang! Kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yg puas lagi di-ridhai-Nya! Kemudian masuklah ke dalam (jama’ah) hamba²Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku!” (QS.

Tasawuf

Bagaimana Bahagia dari Dalam Diri

Sebagian besar dari kita menganggap bahagia itu ada syaratnya dan ada di luar diri kita. Saya akan bahagia jika keinginan saya terpenuhi, saya akan bahagia

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj

17 Feb - 27 Feb

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

Ramadhan

7 Apr - 17 Apr

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

El Amin

Pekanbaru

Karya Limboto

Gorontalo

Hari Guru

10 Jun - 20 Jun

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Akhlaqul Amin

Lombok

Mujibul Amin

Samarinda

Idul Adha

29 Jun - 9 Jul

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Maulid Nabi

29 Sep - 9 Okt

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

El Amin

Pekanbaru

Rutin

15 Des - 25 Des

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Akhlaqul Amin

Lombok

Karya Limboto

Gorontalo

Ar Rahman

Johor Baru

Download:

Fathur Rabbani

38. Keutamaan Laa ilaaha illa Allah

Dlm Fathur Rabbani: Majelis ke-38: “Keutamaan Laa ilaaha illa Allah” Pengajian Ahad pagi, 7 Rajab 545 H. di Ribath. Rasulullah Saw. bersabda: “Payahkanlah setan²mu dengan

Nasihat

Dua Penjaga Manusia

Disebutkan dalam Hakaya Ash Shufiyah إن الله تعالى جعل لأهل الأرض أمانين . الأول : رسول الله صلى الله عليه وسلم . والثاني : الاستغفار

Tasawuf

Jalan Menuju Allah

Banyak orang mencari Allah Ta’ala, dengan berbagai cara dan mencari keluar kemana-mana, tetapi tidak ketemu, karena salah alamat. Bagi pejalan ruhani jika tidak tahu peta

Thariqat

Perbedaan Fungsi Antara Al-Qur’an & Dzikir

Imam Ghozali ditanya, “Anda mengagung-agungkan perkara dzikir, apakah dzikir itu lebih agung derajatnya dari membaca Al-Qur’an?” Imam Ghozali menjawab; فاعلم أن قراءة القرآن أفضل للخلق

162 Masalah Sufistik

Masalah 42

162 Masalah Sufistik (Masalah 42): Syaikh Abdullah bin Ahmad az-Zubaidi ra. bertanya: “Tentang rasa panas yg didapati oleh sebagian orang yg suka berdzikir yg mana

Bidayatul Hidayah

26. Adab Mandi

آداب الغسل فإذا أصابتك جنابة، من احتلام أو وقاع، فخذ الإناء إلى المغتسل، واغسل يديك أولا ثلاثا، وأزل ما على بدنك من قذر، وتوضأ كما

Risalatul Mu'awanah

87. Uzlah (Mengucilkan Diri)

Dlm Risalatul Mu’awanah: 87. Uzlah (Mengucilkan Diri) (وعليك) إذا تفاحش ظهور المعاصي والمنكراتفي موضع أنت فيه وأيست من قبول الحق بالعزلة فإن فيها السلامة، أو

Al-Hikam

119. Allah Menutupi Rahasia Kewalian

Hikmah 119 dlm Al-Hikam: “Allah Menutupi Rahasia Kewalian” سُبْحاَنَ من سَتَرَ سِرَّالخُصُوصيَّةِ بِظُهُورِ البَشَرِيَّةِ وَظَهرَ بِعَظَمةِ الرُّبُوْبِيَّةِ فِى اِظهاَرِالعُبُودِيَّةِ Maha Suci Allah yg telah menutupi

Tauhid & Ma'rifat

Al-Ghayyur: Allah Maha Pencemburu

Allah (swt) adalah “Al-Ghayyur” atau “Tuhan Yang Maha Pencemburu”. Dia menyuruh diri kita untuk menyatukan semua cinta yang kita rasakan ke dalam Cinta Ilahiah-Nya; untuk

Fathur Rabbani

38. Keutamaan Laa ilaaha illa Allah

Dlm Fathur Rabbani: Majelis ke-38: “Keutamaan Laa ilaaha illa Allah” Pengajian Ahad pagi, 7 Rajab 545 H. di Ribath. Rasulullah Saw. bersabda: “Payahkanlah setan²mu dengan

162 Masalah Sufistik

Masalah 42

162 Masalah Sufistik (Masalah 42): Syaikh Abdullah bin Ahmad az-Zubaidi ra. bertanya: “Tentang rasa panas yg didapati oleh sebagian orang yg suka berdzikir yg mana

Bidayatul Hidayah

26. Adab Mandi

آداب الغسل فإذا أصابتك جنابة، من احتلام أو وقاع، فخذ الإناء إلى المغتسل، واغسل يديك أولا ثلاثا، وأزل ما على بدنك من قذر، وتوضأ كما

Risalatul Mu'awanah

87. Uzlah (Mengucilkan Diri)

Dlm Risalatul Mu’awanah: 87. Uzlah (Mengucilkan Diri) (وعليك) إذا تفاحش ظهور المعاصي والمنكراتفي موضع أنت فيه وأيست من قبول الحق بالعزلة فإن فيها السلامة، أو

Al-Hikam

119. Allah Menutupi Rahasia Kewalian

Hikmah 119 dlm Al-Hikam: “Allah Menutupi Rahasia Kewalian” سُبْحاَنَ من سَتَرَ سِرَّالخُصُوصيَّةِ بِظُهُورِ البَشَرِيَّةِ وَظَهرَ بِعَظَمةِ الرُّبُوْبِيَّةِ فِى اِظهاَرِالعُبُودِيَّةِ Maha Suci Allah yg telah menutupi

Sabilus Salikin

187. Hukum Perempuan Menjadi Mursyid dalam Tarekat

Dalam dunia tarekat, yang menjadi mursyid atau khalifah semuanya adalah dari kalangan pria. Hal ini disebabkan karena syarat seorang mursyid adalah laki-laki. Oleh karena itu,

Sabilus Salikin

186. Menggerakkan atau Menundukkan Kepala Ketika Berzikir

Tanya: Bagaimana hukum menggerak-gerakkan atau menundukkan kepala ketika berzikir? Jika dengan menggerak-gerakkan atau menundukkan kepala itu bisa menjadikan diri orang yang berzikir lebih khusyuk, maka

Sabilus Salikin

185. Tidak Boleh, Memberi Baiat Kepada Anak Kecil

Tanya: Menurut keputusan kongres Jam`iyah Tarekat Mu’tabarah di Tegal Rejo, bahwa orang baiat tarekat “mu’tabarah” diwajibkan menjalaninya. Lalu bagaimana hukumnya orang yang memberi baiat kepada

Sabilus Salikin

184. Masuk Tarekat Secara Bersama

Tanya: Apakah boleh seorang masuk tarekat Naqsyabandiyah dan lainnya secara bersama? Apakah demikian itu tidak seperti sebutir telur dierami dua induk ayam, sehingga akhirnya menjadi

Sabilus Salikin

183. Tanya Jawab Tasawuf dan Tarekat

Tanya: Bagaimana hukum masuk tarekat dan mengamalkannya? Jawab: Jikalau yang dikehendaki masuk tarekat itu belajar membersihkan hati dari sifat-sifat yang rendah, dan menghiasi sifat-sifat yang

Sabilus Salikin

182. Muraqabah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Muraqabah memiliki perbedaan dengan zikir terutama pada obyek pemusatan kesadaran (kosentrasinya). Zikir memikili obyek perhatian pada simbol, yang berupa kata atau kalimat, sedangkan muraqabah menjaga

Sabilus Salikin

181. Rabitah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Pengertian rabitah atau wasilah adalah perantara guru (syaikh), yaitu murid berwasilah pada guru (syaikh). Menurut al-Khalidi dalam kitabnya Bahjah as-Saniyah halaman 64, rabitah adalah menghadirkan rupa guru

Sabilus Salikin

180. Suluk Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Istilah suluk (merambah jalan kesufian) terdapat dalam Al-Qur’an Surat an-Nahl; 69. فَاسْلُوْكِىْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً ) النحل: 69 ( …. dan tempuhlah jalan Tuhan-mu yang telah

Sabilus Salikin

179. Pembaiatan

Dalam pelaksanaan zikir, Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah melakukan beberapa tata acara amaliyah yang sudah ditetapkan, seperti baiat. Prosesi pembaiatan dalam Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah biasanya

Sabilus Salikin

177. Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah

Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan gabungan dari Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqsyabandiyah (TQN) yang didirikan oleh Syaikh Ahmad Khatib Sambas (1802-1872 M.) yang dikenal sebagai penulis

Sabilus Salikin

176. Aurad Tarekat Sanusiyah

Aurad Tarekat Sanusiyah secara umum yaitu: Membaca Al-Qur’an al-Karim Membaca istighfar Membaca tahlil Membaca salawat kepada Nabi Muhammad saw. Aurad Tarekat Sanusiyah yang telah ditulis

Sabilus Salikin

175. Sanad Tarekat Sanusiyah Melalui Enam Jalur Tarekat

Sanad Tarekat Hidiriyah Muhammadiyah yang diterima Syaikh Muhammad Sanusi dari Syaikh Ahmad al-Rifi al-Qal’i bin Abdu Qadir dari Syaikh Muhammad bin ‘Ali al-Syarif dari Syaikh Abi Abbas al-‘Aroisyi

Sabilus Salikin

174. Kewajiban Salik Tarekat Sanusiyah

Kewajiban salik Tarekat Sanusiyah untuk melakukan dakwah berpegang pada beberapa pedoman.  Menyampaikan wahyu Allah kepada manusia, meliputi menjelaskan dasar-dasar dan kaidah agama kepada manusia, menjelaskan

Sabilus Salikin

173. Tarekat Sanusiyah

Pendiri tarekat ini adalah Syaikh Muhammad bin Ali bin Sanusi bin Arabi bin Muhammad bin Abdul Qadir bin Syahidah bin Khamim bin Yusuf bin Abdullah

Sabilus Salikin

172. Aurad Tarekat Idrisiyah

Berikut ini adalah tata cara mengamalkan zikir Tarekat Idrisiyah yang dijelaskan di dalam kitab al-Nafahât al-Aqdasiyah fi Syarh al-Shalawât al-Ahmadiyah al-Idrisiyah, halaman: 21-22. Mukadimah aurad, membaca; بِسْمِ

Silakan muat-ulang halaman.

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

Daftar Isi

Share via
Copy link
Powered by Social Snap