94. Cara Mursyid Mentalqin Masuk Tarekat Khalwatiyah

Tata cara mursyid mentalqin atau mengajarkan/memahamkan/membimbing murid-murid yang akan masuk ke dalam Tarekat Khalwatiyah adalah sebagai berikut:

  1. Mursyid membaca ta’awudz sambil menggenggam ibu jari murid
  2. Mursyid memerintahkan murid memejamkan kedua mata
  3. Mursyid berkata “Dengarkan ucapanku: لا اله الا الله” sementara murid diam sampai mursyid menyelesaikan ucapannnya, lalu murid menirukannya tiga kali sementara mursyid diam dan mendengarkan
  4. Mursyid membaca al-Fatihah satu kali untuk mendo’akan keadaan hati murid
  5. Mursyid membaca al-Fatihah satu kali dihadiahkan untuk Nabi Muhammad SAW..
  6. Mursyid membaca al-Fatihah satu kali dihadiahkan kepada syaikh ahli silsilah Tarekat Khalwatiyah
  7. Mursyid memerintahkan murid untuk bertaubat, memperbanyak zikir secara terus-menerus
  8. Mursyid memerintahkan murid untuk melakukan zikir fida’ (Zikir Fida’ adalah zikir dangan kalimat tahlil dengan hitungan 70 ribu kali dengan tujuan untuk menebus diri sendiri atau orang lain dari siksa api neraka) untuk dirinya sendiri sejumlah 70 ribu kali, kemudian membaca do’a:

اللهم ان هذه السبعين ألفا نويت بها فداء نفسي من النار

Ya Allah zikir fida’ 70 ribu ini, aku niatkan untuk menebusku dari api neraka

  1. Membaca Ayat Kursi tiga kali
  2. Membaca Ayat Q.S. al-Baqarah: 285–286 3 kali :

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُواْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ ﴿٢٨٥﴾ لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ ﴿٢٨٦﴾

  1. Membaca ayat 26 – 27 Surat Ali Imran 3 kali :

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاء وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاء وَتُعِزُّ مَن تَشَاء وَتُذِلُّ مَن تَشَاء بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿٢٦﴾ تُولِجُ اللَّيْلَ فِي الْنَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الَمَيَّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَن تَشَاء بِغَيْرِ حِسَابٍ ﴿٢٧﴾

  1. Membaca Surat An-Nâs 3 kali

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾ مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾ إِلَهِ النَّاسِ ﴿٣﴾ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ ﴿٦﴾

(Adhwâ’ ‘ala al-Tarekat al-Rahmaniyah al-Khalwatiyah, halaman: 66-69)

  1. Membaca wirid tambahan yaitu:
  2. membaca kitab shalawat Dalâil al-Khairât karangan Syaikh Muhammad Jazuli(w. 870 H.)
  3. membaca doa-doa dan zikir seperti yang diterangkan dalam kitab sunnah, seperti kitab al-Adzkâr karangan imam Nawawi, dan membaca hizib lain seperti hizib bahr karangan Syaikh Abu Hasan al-Syadzili, hizib Falah karangan Syaikh Abdul Hafidz al-Hanaqi, atau hizib-hizib karangan Syaikh Musthofa al Bakri

Dasar-dasar dan Ajaran Tarekat Khalwatiyah

Pada dasarnya Tarekat Khalwatiyah adalah dinisbahkan pada suatu golongan yang menyendiri oleh karena itu dasar berzikir yang dipakai dengan menggunakan kalimat thayyibah yang sesuai dengan sifat khalwah, yaitu Duduk bersila kemudian membaca kalimat لا اله dari bahu sisi sebelah kanan sambil menafikan apa saja selain Allah SWT. dan memukulkan kalimat الا الله ke dalam hati yang berada di bawah payudara sebelah kiri, beserta menetapi keadaan tersebut beberapa saat setelah itu berzikir dengan lafadz Jalalah (الله) dilanjutkan dengan membaca zikir asmâ’ 10 secara berurutan yaitu:

هُوَ، حَقٌّ، حَيٌّ، قَهَّارٌ، وَهَّابٌ، فَتَّاحٌ، وَاحِدٌ، اَحَدٌ، صَمَدٌ، قَيُّوْمٌ

Dengan ketentuan :

    1. Seorang murid tidak melewati asmâ’ yang kedua sebelum Allah SWT. membuka hati seorang murid pada asmâ’ yang pertama, begitu juga seterusnya pada 10 asmâ’ tersebut
    2. Hendaklah seorang murid membaca al-Fatihah 100 kali setiap akan melakukan zikir
    3. Membaca:

اَللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَحَبِيْبِكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ  × 100

Apabila seorang murid telah berhasil memenuhi derajat intiha’ (pamungkas) dari 10 asmâ’ tersebut maka dia termasuk orang yang maftuh (terbuka hatinya), oleh karena itu dia harus menambah bacaan Surat al-Kautsar 100 kali dan kalimat لا اله الا الله حق المبين

sebanyak 100 kali setelah bacaan al-Fatihah 100 kali dan shalawat:

اَللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَحَبِيْبِكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ  × 100

Terkadang para salik duduk melingkar di aula pondok untuk membaca zikir هو, dalam melakukan zikir, para salik mendahulukan sisi kanan lalu memasukkan ke tenggorokan, ke sisi kiri kemudian ke belakang. Hal ini dilakukan baik secara individu maupun berkelompok, sebagaimana yang dilakukan oleh pemimpin tarekat KubRawiyah (pengikut syaikh Najmuddin kubrâ), (Adhwâ’ ‘ala al-Tarekat al-Rahmaniyah al-Khalwatiyah, halaman: 314)

Sumber: Alif.ID

Sabilus Salikin

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Buku Lain

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Islam, Iman dan Ihsan

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى…

Hidup Ini Terlalu Singkat

Postingan yg indah dari Bunda Amanah: Bismillahirrahmanirrahim. “Hidup ini Terlalu Singkat” Oleh: Siti Amanah Hidup…
All articles loaded
No more articles to load

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj

17 Feb - 27 Feb

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

Ramadhan

7 Apr - 17 Apr

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

El Amin

Pekanbaru

Karya Limboto

Gorontalo

Hari Guru

10 Jun - 20 Jun

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Akhlaqul Amin

Lombok

Mujibul Amin

Samarinda

Idul Adha

29 Jun - 9 Jul

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Maulid Nabi

29 Sep - 9 Okt

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

El Amin

Pekanbaru

Rutin

15 Des - 25 Des

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Akhlaqul Amin

Lombok

Karya Limboto

Gorontalo

Ar Rahman

Johor Baru

Download:

166. Hati Menjadi Sumbernya Nur (4)

Hikmah 166 dlm Al-Hikam: ربّما وقفتِ القلوبُ مع الانوار كماحجبت النفوس بكثاءِف الاغيارِ Bisa jadi…

48. Amal Shaleh

Dlm Fathur Rabbani:karya Syaikh Abdul Qadir al-Jilani qs. Majelis ke-48: “Amal Shaleh” Pengajian Selasa sore,…

164. Hati Menjadi Sumbernya Nur (2)

Hikmah 164 dlm Al-Hikam: نَورمستودعٌ فى القلوبِ مددهُ من النورالواردِمن خزاءن الغيوبِ Cahaya yg tersimpan…

163. Hati Menjadi Sumbernya Nur (1)

Hikmah 163 dlm Al-Hikam: “Hati Menjadi Sumbernya Nur” مطالعُ الانوارالقلوب والاسرارُ Tempat terbitnya cahaya Ilahi…

Islam, Iman dan Ihsan

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى…

161. Roja’ dan Khouf

Hikmah 161 dlm Al-Hikam: “Roja’ dan Khouf” اذااَرادْتَ ان يفْتحَ لك باب الرجاءِ فاشهد مامنه…
All articles loaded
No more articles to load

166. Hati Menjadi Sumbernya Nur (4)

Hikmah 166 dlm Al-Hikam: ربّما وقفتِ القلوبُ مع الانوار كماحجبت النفوس بكثاءِف الاغيارِ Bisa jadi…

48. Amal Shaleh

Dlm Fathur Rabbani:karya Syaikh Abdul Qadir al-Jilani qs. Majelis ke-48: “Amal Shaleh” Pengajian Selasa sore,…

164. Hati Menjadi Sumbernya Nur (2)

Hikmah 164 dlm Al-Hikam: نَورمستودعٌ فى القلوبِ مددهُ من النورالواردِمن خزاءن الغيوبِ Cahaya yg tersimpan…

163. Hati Menjadi Sumbernya Nur (1)

Hikmah 163 dlm Al-Hikam: “Hati Menjadi Sumbernya Nur” مطالعُ الانوارالقلوب والاسرارُ Tempat terbitnya cahaya Ilahi…

161. Roja’ dan Khouf

Hikmah 161 dlm Al-Hikam: “Roja’ dan Khouf” اذااَرادْتَ ان يفْتحَ لك باب الرجاءِ فاشهد مامنه…

160. Jangan Putus Asa

Hikmah 160 dlm Al-Hikam: “Jangan Putus Asa” إذا وقع منك ذنب فلا يكن سببالياءْسك من…

159. Sifat Ke-Kanak-Kanakan

Hikmah 159 dlm Al-Hikam: “Sifat Ke-Kanak-Kanakan” متى كنت اذا اُعطيتَ بسطك العطاءُوإذامنعت قبضك المنع فاستدلّ…
All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on telegram
Telegram
Share on twitter
Twitter
Share on email
Email
Share on print
Print

Daftar Isi

Copy link
Powered by Social Snap