86. Tarekat Suhrawardiyah

Tarekat ini dinisbatkan kepada Syaikh Syihab al-Din Abu Hafsh Umar bin Abdillah bin Muhammad al-Taimi al-Sufi al-Syafi’i al-Suhrawardi, atau  pamannya yaitu Syaikh Dhiyauddin Abu Najib bin Muhammad al-Taimi al-Suhrawardi (wafat tahun 1167). Keduanya orang yang berjasa dalam penyebaran Tarekat Suhrawardi.

Yang paling terkenal adalah Syaikh Syihab al-Din Abu Hafsh Umar, pengarang Awârif al-Ma’ârif. Beliau lahir pada bulan Rajab tahun  539-632 H. / 1145-1238 M. di desa Suhrawardi Baghdad Irak. Beliau dikenal dengan sebutan Imam Suhrawardi. Beliau hidup di kalangan keluarga  ulama.

Di wilayah Baghdad banyak sekali ulama yang mempunyai keilmuan yang tinggi dalam berbagai macam disiplin ilmu sehingga kota ini yang menjadi salah satu pusat kajian berbagai macam keilmuaan baik ilmu fikih, ushul fikih, Alquran, hadis, sastra, adab, ilmu kalam, tasawuf, dan lain-lain. Banyak kalangan pelajar dari berbagai penjuru negara datang ke kota ini untuk menuntut ilmu. Begitu juga dengan Syaikh Syihab al-Din Suhrawardi mengikuti pamannya dan menetap di Baghdad.

Syaikh Syihab al-Din Abu Hafsh Umar bin Muhammad al-Suhrawardi  mempelajari fikih mazhab Syafi’I, setelah mepelajari ilmu syariat beliau meneruskan belajar hadis ke sejumlah Ulama’ di antaranya Syaikh Ibnu Dabisyi, Syaikh Ibnu Nuqthoh, Syaikh Dhiyauddin Najib al-Suhrawardi (w.1167) , Syaikh Zaki al-Barzali. Dari Syaikh Nazar bin Yusuf al-Najjar  disamping belajar ilmu syariat, juga mempelajari ilmu hakikat. Beliau di kenal sebagai ulama yang ahli fiqih.

Imam Suhrawardi mengambil pelajaran dari Syaikh Abi Qosim bin Fadhlan. Juga sempat belajar kepada Syaikh Abdu al-Qodir bin Abi Shalih al-Jilani  dalam bidang ilmu tasawuf, ilmu nasihat. Beliau juga sepat ke Bashrah untuk belajar ilmu tasawuf, ilmu nasihat kepada Syaikh Abi Muhammad bin Abdillah dan banyak  ulama yang beliau ambil keilmuaanya, sehingga beliau dikenal  juga sebagai ulama yang memiliki kemampuan untuk menasihati manusia, ulama ahli adab.

Syaikh Syihab al-Din Suhrawardi lebih banyak mengambil pelajaran tasawuf (tarekat) dan ilmu nasihat dari pamannya sendiri yaitu Syaikh Dhiyauddin Abu Najib bin Muhammad al-Taimi al-Suhrawardi sampai diberi khirqah  (baju sufi) khusus oleh pamannya sebagai tanda untuk meneruskan ajaran tarekat tersebut.

Setelah mempelajari ilmu, mengamalkan, mendalami, dan memantapkan keilmuannya dengan sikap wira’i, zuhud, riyadlah, mujahadah, dan khalwat, maka tampillah Syaikh Syihab al-din Abu Hafsh Umar bin Muhammad al-Suhrawardi  sebagai ulama’ yang sangat berpengaruh hingga tidak ada ulama yang mampu menandingi pengaruhnya pada zamannya. Yang mengikuti pengajiannya banyak dari kalangan ulama, umara, dan masyarakat umum (Awârif al-Ma’ârif,  halaman: 7-10).

Dengan pengaruh Syaikh Syihab al-Din Abu Hafsh Umar bin Muhammad al-Suhrawardi, khalifah al-Nasir mendekati Syaikh Suhrawardi untuk mau menjadi utusan kerajaan yang bertugas untuk menjalin kerjasama dengan sultan dan pemimpin wilayah Islam. Tujuan Khalifah al-Nasir adalah untuk membendung serangan tentara Mongol dengan cara membangkitkan semangat kepemudaan yang pernah diperankan oleh Sayyidina Ali Krw. Gagah berani melaksanakan perjuangan, tulus ikhlas, lebih mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan diri sendiri dan tidak sombong. Akhirnya  Syaikh Suhrawardi menyetujuinya tawaran tersebut.

Dalam melaksanakan tugas kenegaraan tersebut, Syaikh Syihab al-Din Suhrawardi mengunjungi desa, kota dan negara, bertemu dengan pimpinan negara, ulama, dan masyarakat umum. Pertemuan itu juga digunakannnya untuk memperkenalkan ajaran Tarekat Suhrawardi. Dalam waktu yang tidak telalu lama ajaran tarekat ini menyebar dengan luas (Thabâqat al-Auliyâ’, halaman: 201).

Sanad Tarekat Suhrawardiyah

Sumber: Alif.ID

Sabilus Salikin

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Buku Lain

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Islam, Iman dan Ihsan

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى…

Hidup Ini Terlalu Singkat

Postingan yg indah dari Bunda Amanah: Bismillahirrahmanirrahim. “Hidup ini Terlalu Singkat” Oleh: Siti Amanah Hidup…
All articles loaded
No more articles to load

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj

17 Feb - 27 Feb

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

Ramadhan

7 Apr - 17 Apr

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

El Amin

Pekanbaru

Karya Limboto

Gorontalo

Hari Guru

10 Jun - 20 Jun

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Akhlaqul Amin

Lombok

Mujibul Amin

Samarinda

Idul Adha

29 Jun - 9 Jul

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Maulid Nabi

29 Sep - 9 Okt

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

El Amin

Pekanbaru

Rutin

15 Des - 25 Des

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Akhlaqul Amin

Lombok

Karya Limboto

Gorontalo

Ar Rahman

Johor Baru

Download:

166. Hati Menjadi Sumbernya Nur (4)

Hikmah 166 dlm Al-Hikam: ربّما وقفتِ القلوبُ مع الانوار كماحجبت النفوس بكثاءِف الاغيارِ Bisa jadi…

48. Amal Shaleh

Dlm Fathur Rabbani:karya Syaikh Abdul Qadir al-Jilani qs. Majelis ke-48: “Amal Shaleh” Pengajian Selasa sore,…

164. Hati Menjadi Sumbernya Nur (2)

Hikmah 164 dlm Al-Hikam: نَورمستودعٌ فى القلوبِ مددهُ من النورالواردِمن خزاءن الغيوبِ Cahaya yg tersimpan…

163. Hati Menjadi Sumbernya Nur (1)

Hikmah 163 dlm Al-Hikam: “Hati Menjadi Sumbernya Nur” مطالعُ الانوارالقلوب والاسرارُ Tempat terbitnya cahaya Ilahi…

Islam, Iman dan Ihsan

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى…

161. Roja’ dan Khouf

Hikmah 161 dlm Al-Hikam: “Roja’ dan Khouf” اذااَرادْتَ ان يفْتحَ لك باب الرجاءِ فاشهد مامنه…
All articles loaded
No more articles to load

166. Hati Menjadi Sumbernya Nur (4)

Hikmah 166 dlm Al-Hikam: ربّما وقفتِ القلوبُ مع الانوار كماحجبت النفوس بكثاءِف الاغيارِ Bisa jadi…

48. Amal Shaleh

Dlm Fathur Rabbani:karya Syaikh Abdul Qadir al-Jilani qs. Majelis ke-48: “Amal Shaleh” Pengajian Selasa sore,…

164. Hati Menjadi Sumbernya Nur (2)

Hikmah 164 dlm Al-Hikam: نَورمستودعٌ فى القلوبِ مددهُ من النورالواردِمن خزاءن الغيوبِ Cahaya yg tersimpan…

163. Hati Menjadi Sumbernya Nur (1)

Hikmah 163 dlm Al-Hikam: “Hati Menjadi Sumbernya Nur” مطالعُ الانوارالقلوب والاسرارُ Tempat terbitnya cahaya Ilahi…

161. Roja’ dan Khouf

Hikmah 161 dlm Al-Hikam: “Roja’ dan Khouf” اذااَرادْتَ ان يفْتحَ لك باب الرجاءِ فاشهد مامنه…

160. Jangan Putus Asa

Hikmah 160 dlm Al-Hikam: “Jangan Putus Asa” إذا وقع منك ذنب فلا يكن سببالياءْسك من…

159. Sifat Ke-Kanak-Kanakan

Hikmah 159 dlm Al-Hikam: “Sifat Ke-Kanak-Kanakan” متى كنت اذا اُعطيتَ بسطك العطاءُوإذامنعت قبضك المنع فاستدلّ…
All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on telegram
Telegram
Share on twitter
Twitter
Share on email
Email
Share on print
Print

Daftar Isi

Copy link
Powered by Social Snap