174. Kewajiban Salik Tarekat Sanusiyah

Kewajiban salik Tarekat Sanusiyah untuk melakukan dakwah berpegang pada beberapa pedoman. 

  1. Menyampaikan wahyu Allah kepada manusia, meliputi menjelaskan dasar-dasar dan kaidah agama kepada manusia, menjelaskan nash, Al-Qur’an dan Hadis dengan metode ulama salaf al-shalih.

Mengumpulkan manusia dalam Islam dan memberi pemahaman dan mendorong beramal, berdakwah pada semua lapisan masyarakat baik muslim atau non muslim, memberi penjelasan kepada masyarakat umum tentang bahaya-bahaya yang dihadapi.

  1. Mendidik manusia untuk membersihkan jiwa mereka yaitu mengganti amal jelek dengan amal yang baik.
  2. Mengajarkan Al-Qur’an dan ilmu hikmah kepada manusia (al-Harakah al-Sanusiyyah fî Lîbiyâ, halaman 90-91).

Murid-murid Muhammad Sanusi

Murid-murid Syaikh Muhammad Sanusi yang memimpin zawiyah diantaranya adalah:

  1. Muhammad Abdullah al-Tawati, beliau diberi mandat untuk mengelola zawiyyah (pondok sufi) di Yaman, Libiya, dan Hija
  2. Ahmad Abû Qhasim al-Tawati, beliau berasal dari Aljazair, diberi wewenang untuk mengelola Zawiyyah Siwah, Jaitun, Fazan.
  3. Syaikh Ali bin Abdul Maula, beliau dari Tunisia yang diberi wewenang untuk mengelola Zawiyyah Jaghbub.
  4. Ahmad bin Farajullah, beliau dari Tha
  5. Muhammad bin Syafi’(w. 1324 H), beliau dari Sudan. Beliau diberi wewenang untuk mengelola Zawiyyah Madinah dan orang yang mengawasi seluruh zawiyyah di wilayah Hijaz dan Libiya.
  6. Ahamd al-Mukrahi(w. 1263 H), beliau dari Tharablis yang menjadi hakim pada masa dinasti Bani U
  7. Imran bin Barakah al-Fituri(w. 1310 H), beliau dari Jali Beliau diberi wewenang mengelola Zawiyyah al-Baidha’.
  8. Abdul bin Muhammad al-Sinni, beliau dari Sudan diberi wewenang untuk mengelola Zawiyyah Mazdah.
  9. Falih al-Zhahiri(w. 1328 H), beliau dari daerah al-Hamra.
  10. Abdur Rahim bin Ahmad al-Mahbûb(w. 1305 H).
  11. Husain al-Gharyani, beliau diberi wewenang untuk mengelola Zawiyyah al-Baidha’ kemudiam mengelolah Zawiyyah Janzur. Beliau wafat di Zawiyyah Janzur.
  12. Ahmad bin Abd al-Qadir al-Rifi(Jaghbub W.1329 H/1911 M) beliau dari Tilmisan kota Fas
  13. Muhammad al-Shodiqbeliau dari Thoif diberi wewenang untuk mengelola Zawiyah Tunisia
  14. Muhammad bin Musthofa Hamid al-Madanibeliau dari Tilmisan, diberi wewenang untuk mengelola Zawiyah Tazrobu
  15. Umar Muhammad al-Asyhabbeliau dari Zalithon, diberi wewenang untuk mengelola Zawiyah Darnah dan Marroh kemudian dipindah ke Zawiyah Musawwis dan dikebumikan di sini.
  16. Mushthofa al-Mahjubbeliau diberi wewenang untuk mengelola Zawiyah Baidlok pada tahun 1258 H, kemudian dipindah untuk mengelola Zawiyah Tîlamûn
  17. Ahmad bin Ali Abu al-Saif(W.1294 H), beliau bersal dari desa Thorobilis, diberi wewenang pekerjaan yang banyak diantaranya adalah mengajar, memimpin Zawiyah Musawwis, Ma
  18. Abu Qosim al-‘Isawi, beliau diberi wewenang Zawiyah Rojban.
  19. Muhammad Ibrahim al-Ghomaribeliau diberi kekuasaan Zawiyah Baidlok.
  20. Ibrohim Al-Ghomari, beliau diberi wewenang Zawayah Diryanah
  21. Musthofa al-Ghomari, beliau diberi wewenang Zawiyah Diryanah
  22. Umar Abu Hawak al-Fudhail Aujali, beliau diberi wewenang Zawiyah al-Jauf di wilayah Wahah
  23. Musthofa al-Dardafi, beliau diberi wewenang Zawiyah Syahat.
  24. Muhammad bin Hamdi al-Ilanibeliau diberi wewenang memimpin dibeberapa majlis
  25. Muhammad Ahmad al-Sakuribeliau diberi wewenang Zawiyah al-Wahat al-Bahriyah pada masa al-Mahdi Sanusi diberi wewenang Zawiyah al-Marot
  26. Al-Murtadlo Farkasybeliau diberi wewenang mengelolah Zawiyah satu ke Zawiyah lainnya.
  27. Abu Saif Muqrob
  28. Al-Hussen al-Halafibeliau diberi wewenang Zawiyah al-Mukhoili
  29. Al-Mukhtar bin Amrbeliau diberi wewenang Zawiyah Kofnathoh
  30. Umar Jalghof Khudusbeliau diberi wewenang memimpin Majlis di Zawiyah Baidlok
  31. Muhammad Jidar al-Ghunibeliau diberi wewenang mengajar Al-Qur’an.
  32. Al-Fudhail Abu Khoriz Al-Kuzzah

Putera Syaikh Muhammad bin Ali As-Sanusi Mustaghanim, bernama Sanusi Muhammad al-Mahdi (w.1901) memindahkan pusat tarekat ke Kufrah, karena letaknya lebih strategis, peristiwa ini terjadi pada tahun 1895. Kemudian pindah lagi ke daerah Guro setelah itu kembali lagi ke Kufrah. Setelah beliau wafat pimpinan Tarekat Sanusiyah digantikan oleh keponakannya yang bernama Ahmad al-Syarif.

Tarekat ini disebarluaskan melalui pondok atau surau yang dipimpin oleh muqaddim (kepala tarekat) dan wakilnya. Para pejabat ini mempunyai wibawa yang besar di hadapan anggotanya dan masyarakat luas.

Selain berdakwah, untuk masyarakat Islâm, Tarekat Sanusiayah juga berdakwah ke beberapa suku Afrika yang masih menyembah berhala, seperti suku Baele di Negeri Ennedi (sebelah timur Borku) dan suku Tedas di Tu atau Tibesti (Gurun Sahara selatan Fezzan). Tarekat ini juga berhasil mengislamkan masyarakat di negeri Galla.

Tarekat ini memiliki rumah peribadatan yang tersebar mulai dari Mesir sampai kepedalaman Maroko dan ke daerah Oase di Gurun Sahara dan Sudan. Pengikut baru juga datang dari luar Afrika Utara. Tarekat Sanusiyah juga masuk ke Senegal, Gambia dan Somalia melalui Sudan. Pengaruh tarekat ini juga terdapat di Mekah, Madinah, Irak, Iran, dan bahkan sampai Indonesia dan Malaysia.

Tarekat ini lebih mengedepankan akhlak di masyarakat, juga berusaha memajukan kondisi fisik dengan jalan mengembangkan penanaman oase yang lebih baik, menggali sumur-sumur baru, mendirikan tempat-tempat peristirahatan sepanjang jalan-jalan kafilah dan memajukan peniagaan. Disamping itu juga mendirikan sekolah-sekolah dan tempat tinggal di daerah oase.

Budak-budak yang sudah dimerdekakan dididik di Jagbub dan setelah dibekali ilmu pengetahuan agama mereka dipulangkan ke kampung halamannya untuk berdakwah di kalangan familinya.

Selain dibidang dakwah tarekat ini juga berperan dalam bidang politik. Lebih dari setengah abad tarekat ini menjadi kekuatan besar yang  diperhitungkan oleh berbagai kolonial barat, seperti  Inggris, Perancis, dan Italia.

Bahkan berdirinya negara Libya adalah merupakan hasil dari perjuangan dari tarekat Sanusiyah. Libya adalah satu-satunya negara yang dibentuk olah persudaraan tarekat (mistik).

Tarekat ini juga mengajak jutaan orang primitif Nigeria di bagian barat dan tengah Afrika untuk masuk Islam. Bahkan sampai di Afrika barat juga banyak orang-orang nasrani yang masuk Islam.

Sumber: Alif.ID

Sabilus Salikin

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Buku Lain

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Nasihat

Dua Penjaga Manusia

Disebutkan dalam Hakaya Ash Shufiyah إن الله تعالى جعل لأهل الأرض أمانين . الأول : رسول الله صلى الله عليه وسلم . والثاني : الاستغفار

Tasawuf

Jalan Menuju Allah

Banyak orang mencari Allah Ta’ala, dengan berbagai cara dan mencari keluar kemana-mana, tetapi tidak ketemu, karena salah alamat. Bagi pejalan ruhani jika tidak tahu peta

Thariqat

Perbedaan Fungsi Antara Al-Qur’an & Dzikir

Imam Ghozali ditanya, “Anda mengagung-agungkan perkara dzikir, apakah dzikir itu lebih agung derajatnya dari membaca Al-Qur’an?” Imam Ghozali menjawab; فاعلم أن قراءة القرآن أفضل للخلق

Tauhid & Ma'rifat

Al-Ghayyur: Allah Maha Pencemburu

Allah (swt) adalah “Al-Ghayyur” atau “Tuhan Yang Maha Pencemburu”. Dia menyuruh diri kita untuk menyatukan semua cinta yang kita rasakan ke dalam Cinta Ilahiah-Nya; untuk

Hadits

Engkau Akan Bersama dengan Orang yang Kau Cintai

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya kepada Nabi saw, “Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?” Beliau saw berkataَ, “Apa yang telah engkau

Kewalian

Bay’at dengan Imam Mahdi (as)

Suatu ketika pada tahun 1970–tahun 70an, barangkali 1971, saya sedang dalam khalwat, tetapi tidak 100% khalwat, itu adalah setengah khalwat. Saya sedang duduk dan menulis

Fiqh

Memahami Musik Dengan Utuh

Oleh: Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya Dalam menikmati musik, setiap orang pasti mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Perubahan minat seseorang terhadap genre atau warna

Tasawuf

Mengenal Bisikan Dalam Jiwa

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani qs. pernah ditanya muridnya tentang al-khatir (bisikan jiwa), lalu Beliau menjawab: “Memang apa yg engkau ketahui tentang al-khatir? Al-khatir itu bisa

Kemursyidan

Definisi Mursyid

Mursyid dalam literatur tasawuf berarti pembimbing spiritual bagi orang² yg menempuh jalan khusus mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah Ta’ala. Tugas dan fungsi Mursyid ialah membimbing,

Fiqh

Urutan Memotong Kuku

Suatu hari Grandsyekh (q) berkata kepada saya, “Tolong potong kukuku.” MasyaaAllah, beliau mempunyai sebuah pisau yang besar, dan sepanjang hidup saya, saya belum pernah melihatnya

Tasawuf

Memelihara Sadar dan Tenang

“Wahai jiwa yg tenang! Kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yg puas lagi di-ridhai-Nya! Kemudian masuklah ke dalam (jama’ah) hamba²Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku!” (QS.

Tasawuf

Bagaimana Bahagia dari Dalam Diri

Sebagian besar dari kita menganggap bahagia itu ada syaratnya dan ada di luar diri kita. Saya akan bahagia jika keinginan saya terpenuhi, saya akan bahagia

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj

17 Feb - 27 Feb

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

Ramadhan

7 Apr - 17 Apr

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

El Amin

Pekanbaru

Karya Limboto

Gorontalo

Hari Guru

10 Jun - 20 Jun

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Akhlaqul Amin

Lombok

Mujibul Amin

Samarinda

Idul Adha

29 Jun - 9 Jul

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Maulid Nabi

29 Sep - 9 Okt

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

El Amin

Pekanbaru

Rutin

15 Des - 25 Des

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Akhlaqul Amin

Lombok

Karya Limboto

Gorontalo

Ar Rahman

Johor Baru

Download:

Fathur Rabbani

38. Keutamaan Laa ilaaha illa Allah

Dlm Fathur Rabbani: Majelis ke-38: “Keutamaan Laa ilaaha illa Allah” Pengajian Ahad pagi, 7 Rajab 545 H. di Ribath. Rasulullah Saw. bersabda: “Payahkanlah setan²mu dengan

Nasihat

Dua Penjaga Manusia

Disebutkan dalam Hakaya Ash Shufiyah إن الله تعالى جعل لأهل الأرض أمانين . الأول : رسول الله صلى الله عليه وسلم . والثاني : الاستغفار

Tasawuf

Jalan Menuju Allah

Banyak orang mencari Allah Ta’ala, dengan berbagai cara dan mencari keluar kemana-mana, tetapi tidak ketemu, karena salah alamat. Bagi pejalan ruhani jika tidak tahu peta

Thariqat

Perbedaan Fungsi Antara Al-Qur’an & Dzikir

Imam Ghozali ditanya, “Anda mengagung-agungkan perkara dzikir, apakah dzikir itu lebih agung derajatnya dari membaca Al-Qur’an?” Imam Ghozali menjawab; فاعلم أن قراءة القرآن أفضل للخلق

162 Masalah Sufistik

Masalah 42

162 Masalah Sufistik (Masalah 42): Syaikh Abdullah bin Ahmad az-Zubaidi ra. bertanya: “Tentang rasa panas yg didapati oleh sebagian orang yg suka berdzikir yg mana

Bidayatul Hidayah

26. Adab Mandi

آداب الغسل فإذا أصابتك جنابة، من احتلام أو وقاع، فخذ الإناء إلى المغتسل، واغسل يديك أولا ثلاثا، وأزل ما على بدنك من قذر، وتوضأ كما

Risalatul Mu'awanah

87. Uzlah (Mengucilkan Diri)

Dlm Risalatul Mu’awanah: 87. Uzlah (Mengucilkan Diri) (وعليك) إذا تفاحش ظهور المعاصي والمنكراتفي موضع أنت فيه وأيست من قبول الحق بالعزلة فإن فيها السلامة، أو

Al-Hikam

119. Allah Menutupi Rahasia Kewalian

Hikmah 119 dlm Al-Hikam: “Allah Menutupi Rahasia Kewalian” سُبْحاَنَ من سَتَرَ سِرَّالخُصُوصيَّةِ بِظُهُورِ البَشَرِيَّةِ وَظَهرَ بِعَظَمةِ الرُّبُوْبِيَّةِ فِى اِظهاَرِالعُبُودِيَّةِ Maha Suci Allah yg telah menutupi

Tauhid & Ma'rifat

Al-Ghayyur: Allah Maha Pencemburu

Allah (swt) adalah “Al-Ghayyur” atau “Tuhan Yang Maha Pencemburu”. Dia menyuruh diri kita untuk menyatukan semua cinta yang kita rasakan ke dalam Cinta Ilahiah-Nya; untuk

Fathur Rabbani

38. Keutamaan Laa ilaaha illa Allah

Dlm Fathur Rabbani: Majelis ke-38: “Keutamaan Laa ilaaha illa Allah” Pengajian Ahad pagi, 7 Rajab 545 H. di Ribath. Rasulullah Saw. bersabda: “Payahkanlah setan²mu dengan

162 Masalah Sufistik

Masalah 42

162 Masalah Sufistik (Masalah 42): Syaikh Abdullah bin Ahmad az-Zubaidi ra. bertanya: “Tentang rasa panas yg didapati oleh sebagian orang yg suka berdzikir yg mana

Bidayatul Hidayah

26. Adab Mandi

آداب الغسل فإذا أصابتك جنابة، من احتلام أو وقاع، فخذ الإناء إلى المغتسل، واغسل يديك أولا ثلاثا، وأزل ما على بدنك من قذر، وتوضأ كما

Risalatul Mu'awanah

87. Uzlah (Mengucilkan Diri)

Dlm Risalatul Mu’awanah: 87. Uzlah (Mengucilkan Diri) (وعليك) إذا تفاحش ظهور المعاصي والمنكراتفي موضع أنت فيه وأيست من قبول الحق بالعزلة فإن فيها السلامة، أو

Al-Hikam

119. Allah Menutupi Rahasia Kewalian

Hikmah 119 dlm Al-Hikam: “Allah Menutupi Rahasia Kewalian” سُبْحاَنَ من سَتَرَ سِرَّالخُصُوصيَّةِ بِظُهُورِ البَشَرِيَّةِ وَظَهرَ بِعَظَمةِ الرُّبُوْبِيَّةِ فِى اِظهاَرِالعُبُودِيَّةِ Maha Suci Allah yg telah menutupi

Sabilus Salikin

187. Hukum Perempuan Menjadi Mursyid dalam Tarekat

Dalam dunia tarekat, yang menjadi mursyid atau khalifah semuanya adalah dari kalangan pria. Hal ini disebabkan karena syarat seorang mursyid adalah laki-laki. Oleh karena itu,

Sabilus Salikin

186. Menggerakkan atau Menundukkan Kepala Ketika Berzikir

Tanya: Bagaimana hukum menggerak-gerakkan atau menundukkan kepala ketika berzikir? Jika dengan menggerak-gerakkan atau menundukkan kepala itu bisa menjadikan diri orang yang berzikir lebih khusyuk, maka

Sabilus Salikin

185. Tidak Boleh, Memberi Baiat Kepada Anak Kecil

Tanya: Menurut keputusan kongres Jam`iyah Tarekat Mu’tabarah di Tegal Rejo, bahwa orang baiat tarekat “mu’tabarah” diwajibkan menjalaninya. Lalu bagaimana hukumnya orang yang memberi baiat kepada

Sabilus Salikin

184. Masuk Tarekat Secara Bersama

Tanya: Apakah boleh seorang masuk tarekat Naqsyabandiyah dan lainnya secara bersama? Apakah demikian itu tidak seperti sebutir telur dierami dua induk ayam, sehingga akhirnya menjadi

Sabilus Salikin

183. Tanya Jawab Tasawuf dan Tarekat

Tanya: Bagaimana hukum masuk tarekat dan mengamalkannya? Jawab: Jikalau yang dikehendaki masuk tarekat itu belajar membersihkan hati dari sifat-sifat yang rendah, dan menghiasi sifat-sifat yang

Sabilus Salikin

182. Muraqabah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Muraqabah memiliki perbedaan dengan zikir terutama pada obyek pemusatan kesadaran (kosentrasinya). Zikir memikili obyek perhatian pada simbol, yang berupa kata atau kalimat, sedangkan muraqabah menjaga

Sabilus Salikin

181. Rabitah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Pengertian rabitah atau wasilah adalah perantara guru (syaikh), yaitu murid berwasilah pada guru (syaikh). Menurut al-Khalidi dalam kitabnya Bahjah as-Saniyah halaman 64, rabitah adalah menghadirkan rupa guru

Sabilus Salikin

180. Suluk Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Istilah suluk (merambah jalan kesufian) terdapat dalam Al-Qur’an Surat an-Nahl; 69. فَاسْلُوْكِىْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً ) النحل: 69 ( …. dan tempuhlah jalan Tuhan-mu yang telah

Sabilus Salikin

179. Pembaiatan

Dalam pelaksanaan zikir, Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah melakukan beberapa tata acara amaliyah yang sudah ditetapkan, seperti baiat. Prosesi pembaiatan dalam Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah biasanya

Sabilus Salikin

177. Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah

Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan gabungan dari Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqsyabandiyah (TQN) yang didirikan oleh Syaikh Ahmad Khatib Sambas (1802-1872 M.) yang dikenal sebagai penulis

Sabilus Salikin

176. Aurad Tarekat Sanusiyah

Aurad Tarekat Sanusiyah secara umum yaitu: Membaca Al-Qur’an al-Karim Membaca istighfar Membaca tahlil Membaca salawat kepada Nabi Muhammad saw. Aurad Tarekat Sanusiyah yang telah ditulis

Sabilus Salikin

175. Sanad Tarekat Sanusiyah Melalui Enam Jalur Tarekat

Sanad Tarekat Hidiriyah Muhammadiyah yang diterima Syaikh Muhammad Sanusi dari Syaikh Ahmad al-Rifi al-Qal’i bin Abdu Qadir dari Syaikh Muhammad bin ‘Ali al-Syarif dari Syaikh Abi Abbas al-‘Aroisyi

Sabilus Salikin

174. Kewajiban Salik Tarekat Sanusiyah

Kewajiban salik Tarekat Sanusiyah untuk melakukan dakwah berpegang pada beberapa pedoman.  Menyampaikan wahyu Allah kepada manusia, meliputi menjelaskan dasar-dasar dan kaidah agama kepada manusia, menjelaskan

Sabilus Salikin

173. Tarekat Sanusiyah

Pendiri tarekat ini adalah Syaikh Muhammad bin Ali bin Sanusi bin Arabi bin Muhammad bin Abdul Qadir bin Syahidah bin Khamim bin Yusuf bin Abdullah

Sabilus Salikin

172. Aurad Tarekat Idrisiyah

Berikut ini adalah tata cara mengamalkan zikir Tarekat Idrisiyah yang dijelaskan di dalam kitab al-Nafahât al-Aqdasiyah fi Syarh al-Shalawât al-Ahmadiyah al-Idrisiyah, halaman: 21-22. Mukadimah aurad, membaca; بِسْمِ

Silakan muat-ulang halaman.

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

Daftar Isi

Share via
Copy link
Powered by Social Snap