173. Tarekat Sanusiyah

Sanusiyahpeta

Pendiri tarekat ini adalah Syaikh Muhammad bin Ali bin Sanusi bin Arabi bin Muhammad bin Abdul Qadir bin Syahidah bin Khamim bin Yusuf bin Abdullah bin Khaottob bin Ali bin Yahya bin Rasyid bin Ahmad al-Murobith bin Mindas bin Abdul Qowi bin Abd. Al-Rohman bin Yusuf bin Zian bin Zainal Abidin bin Yusuf bin Hasan bin Idris bin Sa’id bin Ya’kub bin Daud bin Hamza bin Ali bin Imron bin Idris bin Idris bin Abdullah al-Kamil bin Hasan al-Mutsnna bin hasan bin Ali bin Abi tholib al-Hasyimi al-Quraisyi.

Syaikh Muhammad bin Ali bin Sanusi lahir di Mustagonim Negara Aljazair pada tahun (12 Rbiul Awal 1202 H./22 Desember 1787 M) pada waktu subuh hari senin, wafat pada tahun 1276 H./1858 M. Nasab beliau bersambung kepada nabi Muhammad saw. melalui Hasan bin ‘Ali dan Fatimah binti Rasul saw.  Julukan Sanusiyah merupakan sebutan kepada kakek ke empat beliau yaitu sayyid al-Sanusi yang menjadi ulama besar orang muslim yang di kebumikan di Timilsan-Fas-Maroko.

Pada usia dua tahun, orang tuanya wafat, kemudian beliau diasuh dan dididik oleh bibinya yang bernama Fatimah, yang menjadi orang yang memiliki banyak kelebihan pada zamannya, memiliki keilmuan yang dalam sehingga banyak yang menimba ilmu kepada beliau (Fatimah). Bibi beliau sangat menyayangi dan menghargai Syaikh Muhammad, sehingga beliau mendorong Syaikh Muhammad untuk mempelajari beberapa ilmu pada ulama di kota Mustaghonim dan sekitarnya.

Syaikh Muhammad belajar Al-Qur’an dan qiroah sab’ah pada Syaikh muhammad bin Kokmas al-Thohrowi (suami Fatimah), beliau belajar bersama dengan anak Fatimah yang bernama Abdul Qadir. Pada tahun 1209 beliau telah hafal Al-Qur’an dengan riwayat Qiro’ah Sab’ah, ilmu khot, muri al-Dhoman.

Lalu beliau meneruskan belajar ilmu Fikih pada Syaikh Muhammad al-Sanusi (Anak Pamannya) wafat tahun 1219 H lalu Syaikh Muhammad al-Sanusi melanjutkan pelajaran kepada Syaikh Muhyiddin bin Syalhabah, Muhammad bin Zawinah bin Abdul Qodir bin ‘Amur, Muhammad al-Kondur, Muhammad bin Abdullah, Ahmad Al-Thobuli al-Thurailisi.

Diawal tahun 1221 H (umur 19 th) beliau keluar dari kota Mustaghonim menuju ke kota Mazunah dan menetap disana selama 1 tahun, disana beliau belajar pada banyak Ulama diantaranya, Syaikh Muhammad bin ‘Ali bin Abi Tahalib, Abu Ra’si al-Ma’safari dan Abu al-Mahl, Abu Zawinah.

Pada Tahun 1222 H beliau mengembara ke kota Tilmisan Maroko dan menetap disana selama 7 tahun serta belajar kepada ulama-ulama terkemuka di kota tersebut. Diantaranya adalah Syaikh Khamudah bin Haj, Syaikh Hamdun bin Abd. Rahman, Syaikh Thoyyib al-Kiron, Syaikh Muhammad bin ‘Amir al-Ma’wani Syaikh Abu Bakar Al-Adrisi, Syaikh Idris bin Zian al-‘Iroki, Syaikh Muhammad bin Mansur, Syaikh Muhammad bin Umar al-Zarwali, Syaikh Muhammad Al-Baziri, Syaikh al-‘Arobi bin  Ahmad al-Darqawi (Ulama Thoriqah Syadziliyah)

Syaikh Muhammad Al-Sanusi mendalami Tarekat para sufi dan berhasil mendapatkan Ijazah dari ulama-ulama yang mendalam keilmuannya sehingga beliau diangkat menjadi pengajar di Madrasah kota Fas, pengajiannya diikuti oleh banyak peduduk dan mereka berpendapat bahwa keilmuan dan pemahaman syariat sangat mendalam, keilmuannya merupakan limpahan ilmunya Allah, akalnya cemerlang, pikirannya matang, hukum yang ditetapkan ditakuti oleh raja.

Ilmu-ilmu yang dipelajari di kota Faz (Maroko) diantaranya:

  1. Ilmu tarekat atau sufi karena di kota ini menjadi pusat perkembangan macam-macam tarekat Sehingga beliau pada akhir hayatnya mengarang kitab al-Sal Sabil al-Mu’in fi al-Thoroiq al-Arba’inyang membahas 40 thoriqah yang memiliki kretaria mengikuti sunah Nabi baik Ucapan, perbuatan, dan menggunakan waktu untuk bersalawat kepada Nabi.
  2. Mementingkan belajar Ilmu fikih, dalam bidang Fikih beliau mempelajari Mazhab Malikiyah, beliau belajar ulama, Syaikh Muhammad bin ‘Amir al-Ma’dani, syaikh Muhammad bin Abdu al-Salam al-Nashiri.
  3. Mementingkan gerakan perdamaian dan menghasilkan perdamian di Negara Maroko sehingga pada akhirnya beliau membentuk Negara Libiya.

Pada tahun 1235 H Syaikh Muhammad Sanusi keluar dari kota Faz Maroko menuju ke Aljazair dengan sebab:

  1. Karena ada fitnah yang besar di Kota Faz yaitu karena pemerintah dikota tersebut memaksakan kehendaknya kepada Ahlul Hilmi wal qodhi (parlemen). Kemudian terjadi fitnah yang lain disebabkan oleh perselisihan antara qodhi dan mufti dan kabar tersebut sampai pada Sultan Sulaiman, sehingga Sultan Sulaiman marah kepada mufti yang berakibat kepada para ulama, pengajar dan pelajar.

Lalu mereka melengserkan qodhi dengan menerbitkan pernyataan tentang kebodohan dan kelalimannya. Hal ini menimbulkan kejadian yang luar biasa sehingga penduduk kota Faz melakukan demo kepada Sultan Sulaiman.

Mereka menuntut mengangkat Ibrahim bin Yazid menantu Sultan Sulaiman untuk menjadi Qodhi. Pada awalnya sultan menolak, namun kemudian menerima tuntutan tersebut dengan ancaman, “Jika kami tidak mengangkatmu sebagai qodhi maka kami akan mengangkat keluarga Bani Idris”.

Ancaman ini membuatnya takut. Syaikh Al-‘Arabi al-Darqowi (salah satu Syaikh Muhamad Sanusi) menjadi salah satu yang menghadiri pengangkatan qodhi, yang pada akhirnya Syaikh Al-‘Arabi al-Darqowi dimasukkan penjara oleh Sultan dan hal ini yang menjadi penyebab utama pindahnya Syaikh Muhammad Sanusi dari Faz ke Kota AL-Jazair.

  1. Melaksanakan haji dan Ziarah ke Masjid Al-Nabawi dan melihat tanah kelahIrannya.

Ini merupakan perjalanan dari wilayah barat (maroko)-Sudan-Tunisia-Qobis-Torobilis-Zaliton-Masyriq(Al-Jazair). Syaikh Muhammad Sanusi belajar kepada ulama di daerah yang ditemui dan diminta untuk mengajarkan ilmu karena nama Syaikh Muhammad Sanusi sudah dikenal oleh sebagian masyarakat dan pemerintah daerah yang dilalui.

Pada tahun 1239 H/134 M Syaikh Muhammad Sanusi ke kota Mesir yang pada waktu itu kekuasaan dipegang oleh Muhammad Ali Basa pada tahun 1805 M dan ini merupakan kesempatan bagi Syaikh Muhammad Sanusi untuk mengenal ‘Ali Basa dengan dekat yaitu mengajak Ali Basya untuk melaksanakan berbagai macam aturan dan melaksanakan perdamaian.

Pada tahun 1240 H/1825 M  Syaikh Muhammad Sanusi pergi ke Makkah untuk ziarah dan perjalanan kali ini memiliki dampak yang besar dalam perkembangan tarekat sanusiah. Ada beberapa sebab yang menjadikan keberhasilan perjalanan kali ini:

  1. Syaikh Muhammad Sanusiberhasil membangun dasar-dasar hal dan akhlak orang muslim yang menjadi delegasi ke Mw
  2. Kesempatan yang bagus terbuka karena ulama’, ahli fiqih, dan para pemikir umat saling tarik-menarik tentang metode kebangkitan dan mengembalikan keluhuran umat ini.
  3. Makkah merupakan kota yang penting untuk berdakwah sehingga Syaikh Muhammad Imam Sanusi sibuk untuk menyebarkan, menghasilkan, bertukar pikIran tentang berbagai macam ilmu dan bersunngguh-sungguh mempelajari beberaapa madzhab yang berkembang sehingga bisa dirasakan oleh seluruh umat islam, (al-Harakah al-Sanusiyyah fi Libiya, halaman 40-48).

Guru-guru Syaikh Muhammad Imam Sanusi

Di Mekah ia berguru kepada:

a). Syaikh Abu Sulaiman ‘Abdul Hafid al-‘Ajami Mufti dan Qadhi di Mekah,

b). Syaikh Abu Hafs Umar bin ‘Abdur Rasul al-Athar (guru Hadis),

c). Syaikh Ahmad al-Dujjani (mursyid Syaikh Muhammad Imam Sanusi dalam beberapa tarekat),

d). Syaikh Ahmad bin Idris 1173-1213 H (mursyid Syaikh Muhammad Imam Sanusi dalam beberapa tarekat dan paling berpengaruh dalam kehidupan beliau)

(al-Harakah al-Sanusiyyah fi Libiya, halaman 48).

Sumber: Alif.ID

Sabilus Salikin

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Buku Lain

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Nasihat

Dua Penjaga Manusia

Disebutkan dalam Hakaya Ash Shufiyah إن الله تعالى جعل لأهل الأرض أمانين . الأول : رسول الله صلى الله عليه وسلم . والثاني : الاستغفار

Tasawuf

Jalan Menuju Allah

Banyak orang mencari Allah Ta’ala, dengan berbagai cara dan mencari keluar kemana-mana, tetapi tidak ketemu, karena salah alamat. Bagi pejalan ruhani jika tidak tahu peta

Thariqat

Perbedaan Fungsi Antara Al-Qur’an & Dzikir

Imam Ghozali ditanya, “Anda mengagung-agungkan perkara dzikir, apakah dzikir itu lebih agung derajatnya dari membaca Al-Qur’an?” Imam Ghozali menjawab; فاعلم أن قراءة القرآن أفضل للخلق

Tauhid & Ma'rifat

Al-Ghayyur: Allah Maha Pencemburu

Allah (swt) adalah “Al-Ghayyur” atau “Tuhan Yang Maha Pencemburu”. Dia menyuruh diri kita untuk menyatukan semua cinta yang kita rasakan ke dalam Cinta Ilahiah-Nya; untuk

Hadits

Engkau Akan Bersama dengan Orang yang Kau Cintai

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya kepada Nabi saw, “Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?” Beliau saw berkataَ, “Apa yang telah engkau

Kewalian

Bay’at dengan Imam Mahdi (as)

Suatu ketika pada tahun 1970–tahun 70an, barangkali 1971, saya sedang dalam khalwat, tetapi tidak 100% khalwat, itu adalah setengah khalwat. Saya sedang duduk dan menulis

Fiqh

Memahami Musik Dengan Utuh

Oleh: Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya Dalam menikmati musik, setiap orang pasti mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Perubahan minat seseorang terhadap genre atau warna

Tasawuf

Mengenal Bisikan Dalam Jiwa

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani qs. pernah ditanya muridnya tentang al-khatir (bisikan jiwa), lalu Beliau menjawab: “Memang apa yg engkau ketahui tentang al-khatir? Al-khatir itu bisa

Kemursyidan

Definisi Mursyid

Mursyid dalam literatur tasawuf berarti pembimbing spiritual bagi orang² yg menempuh jalan khusus mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah Ta’ala. Tugas dan fungsi Mursyid ialah membimbing,

Fiqh

Urutan Memotong Kuku

Suatu hari Grandsyekh (q) berkata kepada saya, “Tolong potong kukuku.” MasyaaAllah, beliau mempunyai sebuah pisau yang besar, dan sepanjang hidup saya, saya belum pernah melihatnya

Tasawuf

Memelihara Sadar dan Tenang

“Wahai jiwa yg tenang! Kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yg puas lagi di-ridhai-Nya! Kemudian masuklah ke dalam (jama’ah) hamba²Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku!” (QS.

Tasawuf

Bagaimana Bahagia dari Dalam Diri

Sebagian besar dari kita menganggap bahagia itu ada syaratnya dan ada di luar diri kita. Saya akan bahagia jika keinginan saya terpenuhi, saya akan bahagia

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj

17 Feb - 27 Feb

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

Ramadhan

7 Apr - 17 Apr

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

El Amin

Pekanbaru

Karya Limboto

Gorontalo

Hari Guru

10 Jun - 20 Jun

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Akhlaqul Amin

Lombok

Mujibul Amin

Samarinda

Idul Adha

29 Jun - 9 Jul

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Maulid Nabi

29 Sep - 9 Okt

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

El Amin

Pekanbaru

Rutin

15 Des - 25 Des

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Akhlaqul Amin

Lombok

Karya Limboto

Gorontalo

Ar Rahman

Johor Baru

Download:

Fathur Rabbani

38. Keutamaan Laa ilaaha illa Allah

Dlm Fathur Rabbani: Majelis ke-38: “Keutamaan Laa ilaaha illa Allah” Pengajian Ahad pagi, 7 Rajab 545 H. di Ribath. Rasulullah Saw. bersabda: “Payahkanlah setan²mu dengan

Nasihat

Dua Penjaga Manusia

Disebutkan dalam Hakaya Ash Shufiyah إن الله تعالى جعل لأهل الأرض أمانين . الأول : رسول الله صلى الله عليه وسلم . والثاني : الاستغفار

Tasawuf

Jalan Menuju Allah

Banyak orang mencari Allah Ta’ala, dengan berbagai cara dan mencari keluar kemana-mana, tetapi tidak ketemu, karena salah alamat. Bagi pejalan ruhani jika tidak tahu peta

Thariqat

Perbedaan Fungsi Antara Al-Qur’an & Dzikir

Imam Ghozali ditanya, “Anda mengagung-agungkan perkara dzikir, apakah dzikir itu lebih agung derajatnya dari membaca Al-Qur’an?” Imam Ghozali menjawab; فاعلم أن قراءة القرآن أفضل للخلق

162 Masalah Sufistik

Masalah 42

162 Masalah Sufistik (Masalah 42): Syaikh Abdullah bin Ahmad az-Zubaidi ra. bertanya: “Tentang rasa panas yg didapati oleh sebagian orang yg suka berdzikir yg mana

Bidayatul Hidayah

26. Adab Mandi

آداب الغسل فإذا أصابتك جنابة، من احتلام أو وقاع، فخذ الإناء إلى المغتسل، واغسل يديك أولا ثلاثا، وأزل ما على بدنك من قذر، وتوضأ كما

Risalatul Mu'awanah

87. Uzlah (Mengucilkan Diri)

Dlm Risalatul Mu’awanah: 87. Uzlah (Mengucilkan Diri) (وعليك) إذا تفاحش ظهور المعاصي والمنكراتفي موضع أنت فيه وأيست من قبول الحق بالعزلة فإن فيها السلامة، أو

Al-Hikam

119. Allah Menutupi Rahasia Kewalian

Hikmah 119 dlm Al-Hikam: “Allah Menutupi Rahasia Kewalian” سُبْحاَنَ من سَتَرَ سِرَّالخُصُوصيَّةِ بِظُهُورِ البَشَرِيَّةِ وَظَهرَ بِعَظَمةِ الرُّبُوْبِيَّةِ فِى اِظهاَرِالعُبُودِيَّةِ Maha Suci Allah yg telah menutupi

Tauhid & Ma'rifat

Al-Ghayyur: Allah Maha Pencemburu

Allah (swt) adalah “Al-Ghayyur” atau “Tuhan Yang Maha Pencemburu”. Dia menyuruh diri kita untuk menyatukan semua cinta yang kita rasakan ke dalam Cinta Ilahiah-Nya; untuk

Fathur Rabbani

38. Keutamaan Laa ilaaha illa Allah

Dlm Fathur Rabbani: Majelis ke-38: “Keutamaan Laa ilaaha illa Allah” Pengajian Ahad pagi, 7 Rajab 545 H. di Ribath. Rasulullah Saw. bersabda: “Payahkanlah setan²mu dengan

162 Masalah Sufistik

Masalah 42

162 Masalah Sufistik (Masalah 42): Syaikh Abdullah bin Ahmad az-Zubaidi ra. bertanya: “Tentang rasa panas yg didapati oleh sebagian orang yg suka berdzikir yg mana

Bidayatul Hidayah

26. Adab Mandi

آداب الغسل فإذا أصابتك جنابة، من احتلام أو وقاع، فخذ الإناء إلى المغتسل، واغسل يديك أولا ثلاثا، وأزل ما على بدنك من قذر، وتوضأ كما

Risalatul Mu'awanah

87. Uzlah (Mengucilkan Diri)

Dlm Risalatul Mu’awanah: 87. Uzlah (Mengucilkan Diri) (وعليك) إذا تفاحش ظهور المعاصي والمنكراتفي موضع أنت فيه وأيست من قبول الحق بالعزلة فإن فيها السلامة، أو

Al-Hikam

119. Allah Menutupi Rahasia Kewalian

Hikmah 119 dlm Al-Hikam: “Allah Menutupi Rahasia Kewalian” سُبْحاَنَ من سَتَرَ سِرَّالخُصُوصيَّةِ بِظُهُورِ البَشَرِيَّةِ وَظَهرَ بِعَظَمةِ الرُّبُوْبِيَّةِ فِى اِظهاَرِالعُبُودِيَّةِ Maha Suci Allah yg telah menutupi

Sabilus Salikin

187. Hukum Perempuan Menjadi Mursyid dalam Tarekat

Dalam dunia tarekat, yang menjadi mursyid atau khalifah semuanya adalah dari kalangan pria. Hal ini disebabkan karena syarat seorang mursyid adalah laki-laki. Oleh karena itu,

Sabilus Salikin

186. Menggerakkan atau Menundukkan Kepala Ketika Berzikir

Tanya: Bagaimana hukum menggerak-gerakkan atau menundukkan kepala ketika berzikir? Jika dengan menggerak-gerakkan atau menundukkan kepala itu bisa menjadikan diri orang yang berzikir lebih khusyuk, maka

Sabilus Salikin

185. Tidak Boleh, Memberi Baiat Kepada Anak Kecil

Tanya: Menurut keputusan kongres Jam`iyah Tarekat Mu’tabarah di Tegal Rejo, bahwa orang baiat tarekat “mu’tabarah” diwajibkan menjalaninya. Lalu bagaimana hukumnya orang yang memberi baiat kepada

Sabilus Salikin

184. Masuk Tarekat Secara Bersama

Tanya: Apakah boleh seorang masuk tarekat Naqsyabandiyah dan lainnya secara bersama? Apakah demikian itu tidak seperti sebutir telur dierami dua induk ayam, sehingga akhirnya menjadi

Sabilus Salikin

183. Tanya Jawab Tasawuf dan Tarekat

Tanya: Bagaimana hukum masuk tarekat dan mengamalkannya? Jawab: Jikalau yang dikehendaki masuk tarekat itu belajar membersihkan hati dari sifat-sifat yang rendah, dan menghiasi sifat-sifat yang

Sabilus Salikin

182. Muraqabah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Muraqabah memiliki perbedaan dengan zikir terutama pada obyek pemusatan kesadaran (kosentrasinya). Zikir memikili obyek perhatian pada simbol, yang berupa kata atau kalimat, sedangkan muraqabah menjaga

Sabilus Salikin

181. Rabitah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Pengertian rabitah atau wasilah adalah perantara guru (syaikh), yaitu murid berwasilah pada guru (syaikh). Menurut al-Khalidi dalam kitabnya Bahjah as-Saniyah halaman 64, rabitah adalah menghadirkan rupa guru

Sabilus Salikin

180. Suluk Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Istilah suluk (merambah jalan kesufian) terdapat dalam Al-Qur’an Surat an-Nahl; 69. فَاسْلُوْكِىْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً ) النحل: 69 ( …. dan tempuhlah jalan Tuhan-mu yang telah

Sabilus Salikin

179. Pembaiatan

Dalam pelaksanaan zikir, Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah melakukan beberapa tata acara amaliyah yang sudah ditetapkan, seperti baiat. Prosesi pembaiatan dalam Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah biasanya

Sabilus Salikin

177. Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah

Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan gabungan dari Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqsyabandiyah (TQN) yang didirikan oleh Syaikh Ahmad Khatib Sambas (1802-1872 M.) yang dikenal sebagai penulis

Sabilus Salikin

176. Aurad Tarekat Sanusiyah

Aurad Tarekat Sanusiyah secara umum yaitu: Membaca Al-Qur’an al-Karim Membaca istighfar Membaca tahlil Membaca salawat kepada Nabi Muhammad saw. Aurad Tarekat Sanusiyah yang telah ditulis

Sabilus Salikin

175. Sanad Tarekat Sanusiyah Melalui Enam Jalur Tarekat

Sanad Tarekat Hidiriyah Muhammadiyah yang diterima Syaikh Muhammad Sanusi dari Syaikh Ahmad al-Rifi al-Qal’i bin Abdu Qadir dari Syaikh Muhammad bin ‘Ali al-Syarif dari Syaikh Abi Abbas al-‘Aroisyi

Sabilus Salikin

174. Kewajiban Salik Tarekat Sanusiyah

Kewajiban salik Tarekat Sanusiyah untuk melakukan dakwah berpegang pada beberapa pedoman.  Menyampaikan wahyu Allah kepada manusia, meliputi menjelaskan dasar-dasar dan kaidah agama kepada manusia, menjelaskan

Sabilus Salikin

173. Tarekat Sanusiyah

Pendiri tarekat ini adalah Syaikh Muhammad bin Ali bin Sanusi bin Arabi bin Muhammad bin Abdul Qadir bin Syahidah bin Khamim bin Yusuf bin Abdullah

Sabilus Salikin

172. Aurad Tarekat Idrisiyah

Berikut ini adalah tata cara mengamalkan zikir Tarekat Idrisiyah yang dijelaskan di dalam kitab al-Nafahât al-Aqdasiyah fi Syarh al-Shalawât al-Ahmadiyah al-Idrisiyah, halaman: 21-22. Mukadimah aurad, membaca; بِسْمِ

Silakan muat-ulang halaman.

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

Daftar Isi

Share via
Copy link
Powered by Social Snap