81. Wara’ dari Keharaman dan Kesyubhatan

Dlm Risalatul Mu’awanah:

81. Wara’ dari Keharaman dan Kesyubhatan

(وعليك) بالورع عن المحرَّمات والشبُهات؛
فإن الورع ملاك الدين، والذي عليه المدار عند العلماء العاملين. وقد قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “كل لحم نَبَتَ من سُحت فالنار أولى به” وقال عليه الصلاة والسلام: “من اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه ومن وقع في الشبهات وقع في الحرام”.

Hendaklah engkau selalu wara’, yaitu menjauhkan diri dari dosa, maksiat dan syubhat (perkara yg tidak diketahui halal haramnya).

Wara’ merupakan senjata sakti penjunjung agama. Wara’ inilah yg menjadi ciri ulama yg mengamalkan ilmunya.

Sabda Rasulullah Saw.:

كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ فَالنَّارُأَوْلَى بِهِ.

“Setiap daging yg tumbuh dari barang haram, maka sudah sepantasnya ia menjadi bahan bakar neraka.” (Diriwayatkan oleh Hakim)

مَنْ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدِاسْتَبْرَأَلِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِى الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِى الْحَرَامِ.

“Barangsiapa menghindari perkara syubhat, maka ia telah memurnikan agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa jatuh dalam perkara syubhat, maka ia telah jatuh di dalam keharaman.” (Al-Hadits)

(واعلم) أن الذي يتناول الحرام والشبهات قلَّ أن يوفق لفعل العمل الصالح، وإن وفق له ظاهراً فلا بد أن يعرض له من الآفات الباطنة ما يفسده عليه كالعُجب والرياء.

Ketahuilah, orang yg memperoleh sesuatu yg haram atau syubhat, maka sedikitlah ia mendapatkan taufiq, pertolongan Allah untuk beramal shaleh. Jika ia beramal shaleh, maka ia tak akan terlepas dari penyakit batin, dalam setiap amaliyah seperti ‘ujub dan riya’.

وعلى كل حال فالذي يأكل الحرام عمله مردود عليه؛ لأن الله طيب لا يقبل إلا طيباً.

Ringkasnya, orang yg makanannya haram, amalnya ditolak. Karena Allah Maha Baik dan tak menerima sesuatu kecuali yg baik.

وبيان ذلك أن الأعمال لا يتصور فعلها إلا بحركات الجوارح، وحركات الجوارح لا تستطاع إلا بالقوة المكتسبة من الغذاء، فإذا كان الغذاء خبيثاً كانت القوة والحركات المتولدة منه خبيثة، قال عبد الله بن عمر رضي الله عنهما: لو صليتم حتى تكونوا كالحنايا، وصمتم حتى تكونوا كالأوتار لم يتقبل الله ذلك منكم إلا بورع حاجز.

Penjelasannya adalah bahwa setiap pekerjaan tak dapat dilaksanakan kecuali dengan adanya gerakan anggota badan dan anggota badan pun tak mampu bergerak tanpa energi yg diperoleh dari makanan. Apabila makanannya buruk, maka sudah barang tentu energi yg diperoleh selalu cenderung pada hal² yg buruk pula.

Abdullah bin Umar ra. berkata: “Apabila kamu terus menerus hingga tubuhmu laksana lekuknya busur dan berpuasa hingga badanmu laksana tali pengikat, maka Allah tidak menerima kedua amalan itu, kecuali dengan wara’ (meninggalkan segala sesuatu yg diharamkan oleh-Nya).”

(وروي) مرفوعاً إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من اشترى ثوباً بعشرة دراهم وفيها درهم من حرام لم يتقبل الله له صلاة ما دام عليه شيء منه” وإذا كان هذا حكم الثوب الذي عشر ثمنه من حرام فكيف يكون الحال لو كان كله كذلك! وإذا كان هذا في الملبوس الذي هو على ظاهر الجسد فما الظن به في الغذاء الذي يتخلل العروق والأوصال ويسري في سائر البدن؟

Sabda Rasulullah Saw.:

مَنِ اشْتَرَى ثَوْبًابِعَشْرَةِ دَرَاهِمَ وَفِيْهَادِرْهَمٌ مِنْ حَرَامٍ لَمْ يَتَقَبَّلِ اللَّهُ لَهُ صَلَا ةً مَادَامَ عَلَيْهِ مِنْهُ شَيْئٌ.

“Barangsiapa membeli baju seharga sepuluh dirham, sedangkan di dalamnya mengandung sedirham haram, maka Allah tidak menerima shalatnya selama baju itu dikenakannya.” (HR. Ahmad)

Baju yg mengandung barang haram hanya sepersepuluhnya saja menyebabkan tertolaknya shalat. Bagaimanakah kalau seluruhnya, padahal baju hanyalah sarana yg melekat di luar badan. Bagaimana pula jika makanan yg kita makan dari sesuatu yg haram dan telah menyatu dengan tulang dan persendian serta mengalir ke seluruh tubuh?

(واعلم) أن المحرمات قسمان:
(أحدهما) شيء محرم لعينه كالميتة والدم والخمر ونحو ذلك، وهذا النوع لا يحل بوجه من الوجوه إلا عند الضطرار وهو توقف بقاء النفس المحترمة على تناوله مع فقدان غيره.

(والثاني) حلال في نفسه كالحنطة والماء الطاهر ولكنه مملوك لغيرك فلا يزال محرماً عليك حتى يصير إليك من وجه سائغ في الشرع كالبيع والهبة والإرث ونحو ذلك.

Pembagian Haram
Ketahuilah bahwa haram terbagi menjadi dua, yaitu:
1. Haram karena zatnya, seperti bangkai, darah, minuman keras, dan lain sebagainya.
Bagian pertama ini tak mungkin dihalalkan kecuali dalam keterpaksaan, misalnya tak ada makanan lain yg dapat dimakan kecuali barang² haram itu, dan jika tak memakannya kita akan binasa.

2. Halal zatnya, seperti gandum, air dan lain², tetapi milik orang lain.
Barang kedudukannya tetap haram sehingga menjadi milikmu dengan jalan yg dibenarkan syari’at, seperti dengan jual beli, hibah, waris dan lain².

وأما الشبهات فهي درجات (فمنها) ما تُيُقِّن تحريمه وشُك في حله وهذه الشّبه حكمها حكم الحرام.
(ومنها) ما تيقن حله وشك في تحريمه وهذه الشبه تركها من الورع.
(ومنها) ما هو بين ذلك كالذي يحتمل أن كون حلالاً ويحتمل أن يكون حراماً. وقد قال عليه الصلاة والسلام: “دع ما يريبك إلى ما لا يريبك”.

Tingkatan Syubhat
Ada tiga tingkatan syubhat:
1. Diyakini haramnya dan diragukan halalnya. Syubhat ini berhukum haram.

2. Diyakini halalnya dan diragukan haramnya. Termasuk wara’ bila kita mampu meninggalkannya.

3. Syubhat yg berada di antara kedua syubhat di atas yakni adanya keragu-raguan antara halal dan haramnya.

Sabda Rasulullah Saw.:

دَعْ مَايُرِيْبُكَ إِلَى مَالَا يُرِيْبُكَ.

“Tinggalkan sesuatu yg meragukan kepada sesuatu yang tidak meragukanmu.” (HR. Ahmad)

وإنما يستدل على ورع الرجل بإحجامه عن الأمر المشكل حتى يتضح، ولا يكون العبد من المتقين حقاً حتى يترك الحلال المحض الذي يخشى عند تناوله الوقوع في ما وراءه من الشبهات والحرام. وقد قال صلى الله عليه وسلم: “لا يبلغ العبد درجة المتقين حتى يترك ما لا بأس به حذراً مما به بأس” وقالت الصحابة رضوان الله عليهم: كنا نترك سبعين باباً من الحلال مخافة الوقوع في الحرام، وهذا أمر قد تُودِّع منه من زمان قديم فمن لنا بورع يحجزنا عن الشبهات والمحرمات فلا حول ولا قوة إلا بالله.

Orang wara’ selalu menghindari sesuatu yg samar hingga menjadi jelas. Seseorang tak akan mampu mencapai derajat kaum muttaqin sebelum ia meninggalkan yg halal secara murni, karena dikhawatirkan adanya sesuatu yg menyebabkan ia terjatuh ke dalam keharaman dan kesyubhatan.

Rasulullah Saw. bersabda:

لَايَبْلُغُ الْعَبْدُ دَرَجَةَ الْمُتَّقِيْنَ حَتَّى يَتْرُكَ مَالَا بَأْسَ بِهِ حَذْرًامِمَّابِهِ بَأْسٌ.

“Seseorang tidak akan mencapai derajat kaum muttaqin sehingga ia meninggalkan sesuatu yg tidak membahayakan, karena khawatir jatuh pada yg membahayakan.” (HR. Turmudzi)

Para sahabat berkata, “Kami tinggalkan tujuh puluh pintu halal, karena khawatir terjatuh dalam satu pintu haram.”

Namun, sayang sekali sikap wara’ ini sudah lama ditinggalkan orang, siapa lagi di antara kita yg mampu bersifat wara’? Hanya keimanan dari Allah yg mampu membimbing kita.

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Catatan Lainnya

Sufisme

Tasawuf atau Sufisme adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara

42. Futuwwa

Futuwwa berarti kemuliaan. Futuwwa adalah berfikir lahiriah bukan bagi

28. Malakut

Malakut merupakan kerajaan bentuk/wujud Gaib. Inilah kerajaan unsur berbagai

Hikmah 92

Hikmah 92 dlm Al-Hikam: العَارِفوُنَ اِذاَ بُسِطوُ اَخـْوَفَ مِنْهُمْ

Rekomendasi

Play Video

Kitab Tanwirul Qulub: Syaikh Muhammad Amin Al-Kurdi (qs) adalah salah satu tokoh yang sangat berpengaruh di Universitas Al Azhar Mesir. Dalam menjalankan aktivitas syariatnya, sosok ini dikenal bermadzhab Syafi’i. Di luar aktivitas syariat, nilai-nilai spiritualitas berhasil dibangun saat terjun ke majelis Tarekat Naqsyabandiyah. Bahkan pada abad ke-14 H, beliau menjadi pilar penting dalam tarekat ini di Mesir. Beliau wafat pada Ahad malam tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun 1332 H.

Rekomendasi

Biografi

Mawlana Jalaluddin ar-Rumi: Guru Kaum Darwis

Rumi memang bukan sekadar penyair, tetapi juga seorang tokoh sufi yang berpengaruh di zamannya. Rumi adalah guru nomor satu Tarekat Maulawiyah, sebuah tarekat yang berpusat di Turki

Thariqat

Disiplin Sufi

Dalam disiplin Tarekat, seorang murid Sufi, selain dilatih menegakkan Syari’at yg kokoh, juga dilatih: 1]. DZIKRULLAH terus-menerus hingga melanggengkannya. Tujuannya agar bisa menyadari dan merasakan

Tasawuf

Mahabbah Dalam Bermujahadah

Allah menerangkan Diri-Nya sebagai Yang Lahir dan Yang Batin (QS. Al-Hadid 57 : 3). Dunia dan isinya adalah pancaran dan alamat dari nama-nama dan sifat-sifat-Nya,

Nasihat

Tatkala Tuhan Menyapa

Musa ngotot ingin ‘melihat’ Tuhan, dijawab oleh Tuhan bahwa Musa tak akan mampu, maka Musa diperintahkan oleh Tuhan untuk melihat gunung…. Maka hancur leburlah gunung

Berbagai Thariqat

Tarekat Qadiriyah di Indonesia

Seperti halnya tarekat di Timur Tengah. Sejarah tarekat Qadiriyah di Indonesia juga berasal dari Makkah al-Musyarrafah. Tarekat Qadiriyah menyebar ke Indonesia pada abad ke-16, khususnya di seluruh

Thariqat

Ekspresi Kasih Sayang Rasulullah Muhammad SAW

EKSPRESI KASIH SAYANG RASULULLAH MUHAMMAD SAW (Menyikapi Tranformasi Rahmat Dengan Perspektif Tarekat) Kitab: Bughyah Al-Salik wa Irsyad al-Halik Rahmat dari Nabi Muhammad Saw. akan menyertai

Silakan muat-ulang halaman.
Share via
Copy link
Powered by Social Snap