32. Berusaha Mengerjakan Sesuatu Sesuai Dengan Sunnah Nabi

Dlm Risalatul Mu’awanah:

32. Berusaha Mengerjakan Sesuatu Sesuai Dengan Sunnah Nabi

(وعليك) بالمحافظة على آداب السنة ظاهراً وباطناً
وعادة وعبادة تكمل لك المتابعة ويتم لك الاقتداء برسول الله صلى الله عليه وسلم رسول الرحمة ونبي الهدى.

Hendaklah dalam mengerjakan aktivitas yg lahir dan batin, adat kebiasaan atau ibadah, engkau selalu mengikuti sunnah Rasul, agar menjadi pengikutnya yg sejati.

وإن سرك أن تكون من الصديقين فلا تدخل في شيء من العادات -فضلاً عن العبادات- حتى تبحث وتنظر هل دخل فيه رسول الله صلى الله عليه وسلم أو أحد من الصحابة الأئمة، فإن لم تجدهم دخلوا فيه مع القدرة على ذلك فأمسك عنه، وإن شملته الإباحة، فإنهم ما أمسكوا عنه إلا لخير علموه في تركه، وإن رأيتهم دخلوا فيه فاعرف أولاً كيفية دخولهم فيه واقتد بهم في ذلك، وقد أمسك بعض العلماء عن أكل البطيخ وقال قد بلغني أنه عليه الصلاة والسلام أكله ولكن لم يبلغني كيفية تناوله له فلذلك أتركه.

Jika ingin masuk dalam golongan Ash-Shadiqin, yaitu orang² yg tulus ikhlas pada Allah, maka janganlah engkau mengerjakan aktivitas yg berhubungan dengan adat kebiasaan dan lebih² ibadah sebelum engkau mengetahui terlebih dahulu apakah Rasulullah Saw. dan para sahabatnya telah mengerjakannya. Jika tak seorang pun di antara mereka mengerjakannya, maka janganlah engkau kerjakan amalan itu, karena mereka, para sahabat tak akan meninggalkan suatu pekerjaan kecuali ia telah mengetahui adanya manfaat yg lebih besar dalam meninggalkan amalan tersebut.

وقد تقدم فيما قبل هذا الفصل ويأتي فيما بعده إن شاء الله تعالى نبذة من الآداب التي تتأكد المحافظة عليها في العبادات.
ونذكر الآن في هذا الفصل نبذة من الآداب التي ينبغي المحافظة عليها في العادات فنقول:

Jika engkau mengetahui bahwa Rasulullah atau para sahabatnya telah mengerjakannya, pertama kali yg harus engkau ketahui ialah tata cara pelaksanaannya.
Sebagian ulama enggan memakan buah semangka. Mereka berkata, memang benar kami telah memperoleh keterangan bahwa Rasulullah pernah makan buah semangka. Tetapi, karena saya tidak mengetahui tata cara Beliau memakannya maka kami enggan memakannya.

اعلم أن من حافظ في عاداته على الآداب النبوية حفظه الله من التعدي إلى ما وراءها من الأعمال والأخلاق الردية وحصل على المصالح والمنافع الدينية والدنيوية التي جعلها الله بحكمته في تلك الأمور العادية، ومن سرَّه أن تكمل له الحرية والطهارة من أدناس الحظوظ البشرية فليجعل حركاته وسكناته في ظاهره وباطنه مضبوطة بالقانون الشرعي، تابعة لإشارة الشرع والعقل، وكيفما وقع ذم العادات على لسان الصوفية فالمقصود به الدخول فيها على مقتضى الشهوة والهوى والاسترسال معها دون محافظة على الآداب الشرعية.

Orang yg mengerjakan sesuatu berkaitan dengan adat kebiasaan, yg sesuai Adab Nabawiyah, ia akan mendapatkan beberapa keuntungan dari Allah Ta’ala, antara lain terhindar dari amal² yg tidak diridhai-Nya, jauh dari budi pekerti yg rendah dan mendapatkan kemaslahatan serta kemanfaatan di dunia dan akhirat.

Barangsiapa ingin selalu bersih dan terbebas dari segala kotoran, suci dari dekadensi moral, maka setiap gerak dan diamnya, lahir dan batinnya, senantiasa sesuai dengan syariat dan akal sehat.

Adat kebiasaan dan aktivitas sehari-hari yg dicela kaum sufi adalah adat kebiasaan yg dibarengi dengan syahwat dan hawa nafsu, lepas dari tata karma dan undang² syariat Islam. Mereka tak akan mencela adat kebiasaan yg jauh dari syahwat dan hawa nafsu.

وقد قال حجة الإسلام في “الأربعين الأصل” بعد أن حث على متابعة الرسول ونبه على شيء من أسرارها: هذا كله في العادات وأما في العبادات فلا أعرف لتارك السنة وجهاً إلا كفراً خفياً أو حمقاً جلياً فاعرف ذلك.

Imam Al-Ghazali dalam karyanya, Al-Arba’in, setelah menganjurkan kita untuk mengikuti sunnah Rasulullah serta meninggalkan rahasia yg terkandung di dalamnya, ia berkata, “Ini semua adalah dalam perkara adat kebiasaan, sedangkan dalam perkara ibadah, maka saya tidak menemukan alasan bagi orang yg meninggalkan sunnah kecuali yg tersembunyi atau kebodohan yg jelas. Ingatlah itu!”

Risalatul Mu'awanah

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Buku Lain

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Tingkatan Alam Menurut Para Sufi

“Tingkatan Alam Menurut Para Sufi” فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُّوحِى فَقَعُوا لَهُۥ سٰجِدِينَ “Maka…

Islam, Iman dan Ihsan

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى…

Hidup Ini Terlalu Singkat

Postingan yg indah dari Bunda Amanah: Bismillahirrahmanirrahim. “Hidup ini Terlalu Singkat” Oleh: Siti Amanah Hidup…
All articles loaded
No more articles to load

Mengenal Yang Mulia Ayahanda Guru

Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin al-Khalidi qs.

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj (Rajab)

26 Jan - 05 Feb

Ramadhan

30 Mar - 09 Apr

Hari Guru & Idul Adha

20 Jun - 30 Jun

Muharam

27 Jul - 06 Ags

Maulid Nabi

28 Sep - 08 Okt

Rutin

30 Nov - 10 Des

All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

WhatsApp
Facebook
Telegram
Twitter
Email
Print

Daftar Isi

Copy link
Powered by Social Snap