9. Disiplin Dalam Ritme Kehidupan

Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya senantiasa menjaga kesehatan dengan sangat baik sekali. Beliau tidak suka dengan pakaian yang sudah terkena keringat, maka jika berkeringat walau sedikit, Beliau langsung mengganti pakaiannya. Pola hidupnya benar-benar disiplin, sampai pengaturan pakaianpun sangat rapi dan baju harus digantung dengan jenis pakaian yang sama.

Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya selalu berpenampilan sangat rapi dan menjaga kebersihan. Beliau tidak pernah memakai pakaian yang tidak sesuai. Anak cucunya tidak pernah melihatnya memakai singlet ataupun celana pendek. Bahkan anak-anaknya pun tidak pernah melihatnya bertukar baju di depan mereka.

Beliau juga sangat menjaga pola makan. Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya tidak pernah makan daging, ayam, santan, minyak, kerupuk, garam dan gula. Adapun yang dikonsumsinya hanyalah belut, ikan lele, ikan gabus, dan terkadang ikan senangin atau bawal. Ikan-ikan itu dibeli di pasar dalam keadaan hidup dan sebisa mungkin akan dipelihara lebih dulu selama tiga hari sebelum dikonsumsi, untuk membersihkan racun-racun yang mungkin ada pada ikan tersebut dan menghilangkan aroma lumpur.

Beliau sangat suka makan kue nenas dan kolang-kaling, karena ibunya selalu membuat makanan tersebut pada hari raya. Namun Beliau hanya mengkonsumsi satu potong kue nenas serta dua butir kolang-kaling dan hanya pada saat lebaran, untuk mengenang ibunya.
Sayur untuk makanan Beliau selalu direndam dahulu dengan air garam, dan selanjutnya direndam lagi dengan Kalium Permanganat, kemudian dibilas dengan air yang mengalir. Beliau senantiasa mengkonsumsi beras merah, memakan sayur mentah, pepaya dan santan, buah-buahan, madu, kacang hijau rebus setengah masak, air kencur dicampur dengan air kunyit.

Apabila Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya dan keluarganya demam atau kurang enak badan, sudah menjadi tradisi bagi Beliau untuk membuat air lobak cina, nenas muda dicampur dengan gula batu dan asam jawa. Diminum ketika masih hangat.

Beliau sedapat mungkin menggunakan cara-cara tradisional bila merasa kurang enak badan, hal ini juga dilakukan turun-temurun terhadap keluarganya, misalnya: jika batuk maka akan bertangas atau beruap dengan air panas yang dicampur Vicks Vaporub, jika diare maka Beliau akan meminum susu Bear Brand dan mengkonsumsi norit yang merupakan campuran kerupuk jangek, pulut putih, beras dan gambir.

Beliau melazimkan mandi es di tengah malam, untuk memberi efek rileks pada syaraf-syaraf. Oleh karena itu kesehatan dan fisik Beliau sangat prima dan terjaga. Hal inilah yang menyebabkan mata dan fikiran keluarga Beliau menjadi terbuka dan peduli pada kesehatan.
Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya juga selalu memberikan pelajaran dan contoh-contoh dalam perilaku kehidupan dengan sangat jelas dan tegas. Beliau akan sangat marah apabila ada makanan yang bersisa, atau jika ada barang-barang yang masih bisa digunakan tapi sudah dibuang.

Seringkali pada saat Beliau membawa keluarganya ke restoran, semua yang dipesan harus dihabiskan tanpa tersisa. Bila ada yang tersisa, walaupun hanya dua sendok nasi goreng, maka semua harus dibungkus dan dibawa pulang. Hal ini mengajarkan keluarganya untuk tidak mubazir dan membuang makanan. Beliau berkata “Pesanlah makanan sesuai kesanggupanmu menghabiskannya, Jika kurang, pesanlah lagi. Namun jika berlebih, bertanggungjawablah untuk menghabiskannya.”

Anak cucu Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya selalu diperlakukan sama dengan para Ansor yang tinggal di Panca Budi. Jika di malam hari, Beliau sering mengumpulkan anak cucunya untuk melakukan rapat bersama Ansor. Bila anak cucunya melakukan kesalahan maka akan mendapat perlakuan yang sama dengan Ansor yang melakukan kesalahan. Anak cucunya langsung dimarahi di depan Ansor pada saat itu. Mungkin inilah yang menyebabkan Ansor merasa disayang seperti anak sendiri dan menjadi akrab dengan keluarga besar Beliau.
Bila Ansor tidak disiplin seperti menghilangkan atau tidak mencuci piring dan gelas sehabis makan, maka sebagai hukuman piring dan gelas akan disimpan sehingga mau tidak mau Ansor akan membuat piring dan gelas dari batok kelapa. Pelajaran dan hikmah yang diambil oleh anak cucunya dan para Ansor adalah mencari solusi dalam keadaan situasi apapun dan tetap disiplin. Apabila Ansor tidak sholat dan melanggar peraturan, maka hukumannya tidak boleh makan. Makanan yang sudah dimasak langsung diantar ke tempat anak yatim.

Mengenal YM Ayahanda Guru

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Buku Lain

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Tingkatan Alam Menurut Para Sufi

“Tingkatan Alam Menurut Para Sufi” فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُّوحِى فَقَعُوا لَهُۥ سٰجِدِينَ “Maka…

Islam, Iman dan Ihsan

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى…

Hidup Ini Terlalu Singkat

Postingan yg indah dari Bunda Amanah: Bismillahirrahmanirrahim. “Hidup ini Terlalu Singkat” Oleh: Siti Amanah Hidup…
All articles loaded
No more articles to load

Mengenal Yang Mulia Ayahanda Guru

Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin al-Khalidi qs.

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj (Rajab)

26 Jan - 05 Feb

Ramadhan

30 Mar - 09 Apr

Hari Guru & Idul Adha

20 Jun - 30 Jun

Muharam

27 Jul - 06 Ags

Maulid Nabi

28 Sep - 08 Okt

Rutin

30 Nov - 10 Des

All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

WhatsApp
Facebook
Telegram
Twitter
Email
Print