II. Pengantar

Bismillāhirrahmānirrahīm

Pada suatu hari, Harun al-Rasyid, seorang khalifah Arab dari bani Abbasiyah, menatap sepotong awan berarak di langit. Ia mengucapkan sepenggal kalimat yg terkenal, curahkanlah airmu di tanah mana saja, karena pajak, berkat kamu, tetap akan kembali padaku. Ini ungkapan hati yg menunjukkan kegembiraan, betapa luasnya pengaruh kepemimpinan umat Islam Arab terhadap negara² di berbagai penjuru dunia.

Sayangnya, ungkapan tersebut adalah ungkapan terakhir Sang Khalifah. Keesokan harinya, perang saudara pecah yg dikomandani kedua putra Harun al-Rasyid sendiri, yg bernama al-Amin dan al-Ma’mun. Fanatisme (‘ashabiyat) dan radikalisme (a’raq) bergejolak. Radikalisme Arab (al-‘Irq al-‘Arabi) menguasai keadaan dan kebijakan dunia Islam. Kita menyaksikan pemberontakan² yg memecah belah persatuan umat, sekaligus awal meredupnya cahaya kepemimpinan Arab.

Beragam peristiwa silih berganti. Radikalisme dan fanatisme berkobar di internal umat muslim sendiri, orang² Persia dan Turki saling menyerang. Serangan juga datang dari pihak luar, yaitu serbuan tentara Salib dari arah barat dan pasukan Mongol Tatar dari timur. Hasilnya sudah jelas: terbentuknya negara² kecil di Barat dan Timur. Kita melihat dulu wilayah yg luas kini terus-menerus menyusut, terkoyak dan pecah menjadi bagian² kecil. Perang² besar maupun kecil, yg berlangsung terus-menerus maupun yg putus², mempengaruhi tatanan militer dan percaturan politik Daulah Arab.

Akan tetapi Allah berkehendak lain. Gejolak politik tersebut tidak sampai menyentuh ranah agama. Begitu pula, ilmu² keislaman terus berkembang. Individu² genius semakin bersinar. Sungguh, gejolak pemberontakan tidak mempengaruhi dunia intelektualisme. Semangat belajar umat Islam tetap bertahan, tidak terbebani realitas sejarah, keruntuhan dan kemunduran politik. Sekalipun pusat kekuasaan terpecah belah, bangsa² tetap menikmati manisnya persatuan dan kesatuan hakiki. Terbukti, kaum intelektual berusaha keras dalam menempuh perjalanan dari Barat ke Timur.

Kaum intelektual ini bisa singgah di berbagai negeri manapun tanpa rasa takut, merasakan keterasingan kultural, peradaban, maupun mata pencaharian. Padahal negeri² itu sudah menjadi negara² lain, yg memiliki bangunan dan kebijakan hukum berbeda-beda. Muhyiddin Ibnu Arabi (560-638 H) hidup di masa² aman seperti ini, terbebas dari ancaman kecamuk politis, tepatnya pada masa Dinasti Ayyubiyah dan bani Saljuk berkuasa.

Syaikh Ibnu Arabi adalah seorang penulis, sufi, dan intuisionis. Dengan tubuh fisiknya, dia terjun ke dalam tetek bengek kehidupan sehari-hari, belajar dan ikut mengabdi ke para ulama, menempuh perjalanan ke Barat dan ke Timur, berbicara dengan orang² sesuai kapasitas akal mereka. Sedangkan dengan jiwanya, Syaikh Ibnu Arabi mendaki sebuah dunia murni, dimana kepemimpinan (al-siyadah) Rasulullah Muhammad Saw. adalah satu²nya otoritas yg memegang kendali. Tidak ada satu orang pun yg menduakan kepemimpinan Rasulullah Saw. Tentu saja, derajat Rasulullah Muhammad Saw. itu dipahami dalam konteks kepemimpinan (al-wilayah).

Seluruh karya Syaikh Ibnu Arabi berbicara mengenai kepemimpinan Rasulullah Muhammad Saw. ini, dan tentang kedudukan Sang Nabi sebagi satu²nya orang yg menempati tahta semesta kesempurnaan. Kitab al-Isra’ ila Maqam al-Asra yg kami bahas di sini —dengan beragam sanad yg disajikan oleh sang penulis sendiri, baik sanad yg berupa dalil² rasional maupun religius (Al-Qur’an dan Hadits), penalaran diskursif maupun intuitif menjelaskan kepemimpinan Rasulullah Muhammad Saw. yg berada di atas puncak bangunan spiritual alam semesta. Sang Nabi adalah satu²nya orang yg paling terhormat dalam Islam.

Di sinilah letak rahasia konsentrasi subjektif saya terhadap Syaikh Ibnu Arabi. Dalam hal ini, saya sependapat dengan pandangan sebuah organisasi Islam yg dirintis pada paruh kedua abad 19 oleh seorang tokoh besar, pembaharu Islam, imam sufi, reformis, Sayyid Muhammad al-Dandarawi. Beliau bersama para tokoh sufi pada umumnya dan Syaikh Ibnu Arabi pada khususnya bertemu dalam satu pandangan yg sama, yaitu mengenai kepribadian Rasulullah Muhammad Saw. dan kesempurnaannya.

Hanya saja Sayyid al-Dandarawi ini memiliki pandangan berbeda dengan para sufi lainnya dalam metode pembacaan atas makna/arti kesempurnaan Nabi Muhammad Saw. Menurut Sayyid al-Dandarawi, kesempurnaan Nabi Muhammad Saw. adalah kesempurnaan Islam yg universal. Bentuk konkret kesempurnaan ini adalah kerja dan usaha Sang Nabi dalam membentuk pribadi ideal, masyarakat, dan umat Islam. Yaitu, sebuah kesempurnaan yg saat ini wajib kita baca sesuai dengan konteks agama, masyarakat, dan umat Islam hari ini.

Mendaki Tangga Langit

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Buku Lain

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Tingkatan Alam Menurut Para Sufi

“Tingkatan Alam Menurut Para Sufi” فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُّوحِى فَقَعُوا لَهُۥ سٰجِدِينَ “Maka…

Islam, Iman dan Ihsan

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى…

Hidup Ini Terlalu Singkat

Postingan yg indah dari Bunda Amanah: Bismillahirrahmanirrahim. “Hidup ini Terlalu Singkat” Oleh: Siti Amanah Hidup…
All articles loaded
No more articles to load

Mengenal Yang Mulia Ayahanda Guru

Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin al-Khalidi qs.

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj (Rajab)

26 Jan - 05 Feb

Ramadhan

30 Mar - 09 Apr

Hari Guru & Idul Adha

20 Jun - 30 Jun

Muharam

27 Jul - 06 Ags

Maulid Nabi

28 Sep - 08 Okt

Rutin

30 Nov - 10 Des

All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

WhatsApp
Facebook
Telegram
Twitter
Email
Print
Copy link
Powered by Social Snap