26. Tidak Mengadu Pada Makhluk

Dlm Fathur Rabbani:

Majelis ke 26
“Tidak Mengadu Pada Makhluk”

Pengajian Syaikh Abdul Qadir al-Jilani, Pengajian Tanggal 20 Dzulhijjah tahun 545 Hijriyah di Madrasah.

Rasulullah Saw. bersabda:

“Termasuk pundi² kekayaan ‘Arsy adalah menyembunyikan musibah².”

Hai orang² yg mengadukan musibah²nya pada manusia! Apa gunanya engkau mengadu pada mereka. Mereka tidak bisa memberi manfaat dan tidak pula mendatangkan mudharat. Jika engkau sandarkan diri pada mereka dan syirik menyekutukan-Nya, maka mereka akan menjauhkanmu dari depan pintu Allah Ta’ala, menjebakmu dalam kemurkaan-Nya, dan menutupimu dari-Nya. Engkau bodoh, tetapi mengaku-aku berilmu. Termasuk kebodohanmu adalah mencari duniawi dari selain Tuhan pemiliknya, yaitu Allah Ta’ala, dan engkau juga mencari jalan keluar dari penderitaan dengan mengadu pada manusia.

Celakalah engkau! Jikalau anjing buas saja bisa belajar menjaga hasil buruan dan menanggalkan kebuasan dan tabiatnya sementara waktu, begitu juga burung bisa belajar melawan tabiatnya dan meninggalkannya sejenak, hingga ia tidak sembarang memakan umpan yg dibuat untuk menjebak dirinya, maka nafsu dirimu lebih prioritas untuk diajari. Ajari dan pahamkanlah nafsumu, hingga ia tidak memakan agamamu, mencabik-cabikmu, dan tidak pula mengkhianati amanat Allah Ta’ala yg dititipkan padanya. Bagi seorang Mukmin, agama adalah darah dan dagingnya.

Jangan bawa nafsumu sebelum engkau mengajarinya. Jika ia sudah belajar, paham, dan bisa tenang, maka bawa sertalah ia ke mana pun engkau menuju dan jangan sekali-kali melepasnya dalam segala kondisi. Jika nafsu tenang, maka ia menjadi penyabar, pintar, dan ridha menerima apa saja yg diberikan oleh takdir sebagai bagiannya. Ia tidak akan membeda-bedakan antara biji gandum dan roti terigu. Ia lepas dari kelezatan². Ia bahkan lebih suka tidak makan daripada makan dalam rangka membantumu mengerjakan kebajikan, ketaatan, dan itsar (altruisme = perhatian terhadap kesejahteraan orang lain tanpa memperhatikan diri sendiri). Karakter (nafsu yg tenang ini) telah berubah. Ia menjadi penyantun, murah hati, pezuhud di dunia dan pencinta Akhirat, bahkan, ketika ia berzuhud meninggalkan Akhirat (Surga dan Neraka) dan hanya menginginkan Allah Ta’ala, maka ia akan mencari-Nya bersamamu dan berjalan bersama hatimu menuju pintu-Nya. Ketika itulah, datang padanya preseden (ketetapan terdahulu) sambil mengatakan, “Makanlah, hai orang yg tidak makan! Minumlah, hai orang yg tidak pernah minum!” Seorang pasien yg cerdas tidak akan makan kecuali dari tangan dokter atau atas perintahnya dengan terus menjaga kesantunan dan resepsinya, meninggalkan kerakusan makan, baik saat kehadirannya (di hadapan si dokter) maupun saat ketiadaannya.

Hai orang yg rakus dan terburu-buru! Telah diciptakan di sampingmu, orang lain yg juga boleh memakan makanan. Begitu pula sandang, papan, kendaraan, dan pasangan hidup, telah diciptakan di sampingmu, orang lain yg boleh memiliki dan memakainya. Kebodohan apa ini? Engkau tidak memiliki sedikit pun konsistensi (tsabat), akal, iman, dan tashdiq (pembenaran) akan janji Allah Ta’ala.

Hai Fulan, jika engkau bekerja pada seorang yg mulia (murah hati), maka bersikap santunlah! Janganlah engkau meminta uang dan upah, karena keduanya akan engkau peroleh tanpa harus meminta dan bersikap kurang santun, bahkan jika dilihatnya engkau telah meninggalkan sifat rakus, ambisius, dan kekurangsantunan, maka ia akan memperlakukanmu secara istimewa dibandingkan teman²mu yg sama² bekerja denganmu.

Allah Ta’ala tidak bisa disandingi dengan penolakan dan penentangan, melainkan harus dengan kesantunan, ketenangan lahir dan batin, serta sikap patuh selamanya. Barangsiapa yg patuh pada takdir, maka akan langgeng pulalah persandingannya dengan Allah Ta’ala. Orang yg ‘Arif Billah dan mengetahui-Nya akan berdiri bersama-Nya, bukan bersama selain-Nya, dan hanya patuh pada-Nya, tanpa selain-Nya, serta hidup dengan-Nya dan mati dari selain-Nya.

Wahai pemuda! Jika engkau berbicara, bicaralah dengan niat yg shaleh. Jika diam, diamlah juga dengan niat yg shaleh. Siapa yg tidak mendahulukan niat sebelum amal, maka tidak ada amal baginya. Bicara atau diam, engkau tetap saja berdosa, karena engkau tidak meluruskan niatmu. Diam dan bicaramu tanpa (landasan) Sunnah. Ketika kondisi berubah dan rezeki susah, kalian juga ikut berubah hanya demi sesuap makan. Ketika menghancurkan kehormatan (seseorang), maka kalian mengingkari setiap nikmat hanya demi menghilangkan kenikmatan seseorang seolah kalian adalah para penakluk yg menguasai urusannya.

Siapakah engkau ini sebenarnya, hai anak Adam? Engkau hanyalah makhluk yg tercipta dari air nista. Merendahlah pada Tuhanmu dan hinakan diri di hadapan-Nya. Engkau tidaklah mulia di hadapan Allah Ta’ala, juga di hadapan hamba²Nya yg shaleh, jika engkau tidak memiliki ketakwaan. Dunia adalah hikmah (kebijakan), dan Akhirat seisinya adalah qudrah (kekuasaan).

Hai manusia! Waspadalah selalu dalam mewakili Allah Ta’ala, karena engkau tidak memiliki maklumat dan pengalaman apa². Pakailah akal dan buka mata hati kalian. Jika salah seorang dari kalian kedatangan serombongan (tamu) di rumahnya, maka janganlah ia memulai bicara, akan tetapi tempatkan perkataannya sebagai jawaban, dan jangan pula bertanya tentang hal² yg bukan kompetensinya.

Tauhid adalah kewajiban. Mencari yg halal adalah kewajiban. Mencari ilmu primer adalah kewajiban. Ikhlas dalam beramal adalah kewajiban. Meninggalkan imbalan atas amal adalah kewajiban. Jauhilah orang² fasik dan munafik, dekatilah orang² shaleh dan kaum shiddiqin. Jikalau engkau hadapi sebuah persoalan yg musykil dan tak bisa engkau bedakan antara yg shaleh dan munafik, maka bangunlah malam dan kerjakan shalat dua raka’at, lalu berdoalah:

“Ya Tuhan, tunjukkan padaku kaum shaleh dari makhluk-Mu. Tunjukkan padaku orang yg bisa menunjukkanku pada-Mu, memberiku makanan-Mu dan meminumiku minuman-Mu, mencelaki mata kedekatanku dengan cahaya kedekatan-Mu, memberitahuku apa yg dilihatnya dengan mata kepala sendiri dan bukan sekadar tradisi taklid.”

Kaum Sufi bersantap dengan makanan kemurahan (fadl) Allah, minum minuman kemesraan-Nya, dan menyaksikan pintu kedekatan-Nya. Mereka tidak puas dengan kebajikan semata, melainkan terus bergiat, bersabar, dan pergi menjauh dari diri mereka dan dari manusia hingga kabar mereka menjelma menjadi pengalaman yg dilihatnya dengan mata kepala mereka sendiri. Tatkala mereka sampai di sisi Tuhannya, maka Dia (berkenan) mendidik dan mengajari hikmah Ketuhanan dan ilmu² pengetahuan kepada mereka. Dia perlihatkan kerajaan-Nya pada mereka.

Dia beritahukan pada mereka bahwa tidak ada selain-Nya di langit dan di bumi, juga tidak ada yg berkuasa memberi dan menolak selain diri-Nya, tidak ada pula yg berkuasa menggerakkan dan menghentikan selain diri-Nya, tidak ada yg berkuasa menentukan qadha dan takdir selain-Nya, tidak juga yg berkuasa memuliakan dan menghinakan selain-Nya, serta tidak ada pengatur dan penguasa yg tak terkalahkan selain-Nya. Mereka pun melihat-Nya dengan mata hati dan nurani mereka. Maka, jadilah dunia seisinya tak berarti dan tak bernilai lagi di hadapan mereka. Ya Allah, perlihatkan pada kami, sebagaimana engkau perlihatkan pada mereka, serta berilah pintu maaf dan rahmat kesehatan kepada kami.

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah (2): 201)

Wahai manusia! Bertaubatlah dari rneninggalkan takwa, karena takwa adalah obat dan mengabaikannya berarti penyakit. Bertaubatlah, sebab taubat adalah obat dan dosa adalah penyakit. Suatu hari Rasululah Saw. bersabda pada sahabat²nya:

“Belumkah kuberitahu pada kalian apa obat dan penyakit kalian?” Mereka menjawab, “Belum, Rasulullah! ” Beliau lalu bersabda, ‘Peryakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah taubat.”

Taubat adalah mempelai iman, dan rajin mengunjungi majelis² dzikir serta mentaati Allah Ta’ala adalah terapi penyembuh. Bertaubatlah dengan lisan dan iman, niscaya kebahagiaan (keberuntungan) akan datang kepadamu. Berbicaralah juga dengan lisan tauhid dan ikhlas, niscaya kebahagiaan (keberuntungan) akan datang kepadamu. Jadikanlah iman sebagai senjata kalian saat turunnya cobaan dan petaka dari Tuhan kalian.[]

Fathur Rabbani

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Buku Lain

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Nasihat

Dua Penjaga Manusia

Disebutkan dalam Hakaya Ash Shufiyah إن الله تعالى جعل لأهل الأرض أمانين . الأول : رسول الله صلى الله عليه وسلم . والثاني : الاستغفار

Tasawuf

Jalan Menuju Allah

Banyak orang mencari Allah Ta’ala, dengan berbagai cara dan mencari keluar kemana-mana, tetapi tidak ketemu, karena salah alamat. Bagi pejalan ruhani jika tidak tahu peta

Thariqat

Perbedaan Fungsi Antara Al-Qur’an & Dzikir

Imam Ghozali ditanya, “Anda mengagung-agungkan perkara dzikir, apakah dzikir itu lebih agung derajatnya dari membaca Al-Qur’an?” Imam Ghozali menjawab; فاعلم أن قراءة القرآن أفضل للخلق

Tauhid & Ma'rifat

Al-Ghayyur: Allah Maha Pencemburu

Allah (swt) adalah “Al-Ghayyur” atau “Tuhan Yang Maha Pencemburu”. Dia menyuruh diri kita untuk menyatukan semua cinta yang kita rasakan ke dalam Cinta Ilahiah-Nya; untuk

Hadits

Engkau Akan Bersama dengan Orang yang Kau Cintai

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya kepada Nabi saw, “Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?” Beliau saw berkataَ, “Apa yang telah engkau

Kewalian

Bay’at dengan Imam Mahdi (as)

Suatu ketika pada tahun 1970–tahun 70an, barangkali 1971, saya sedang dalam khalwat, tetapi tidak 100% khalwat, itu adalah setengah khalwat. Saya sedang duduk dan menulis

Fiqh

Memahami Musik Dengan Utuh

Oleh: Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya Dalam menikmati musik, setiap orang pasti mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Perubahan minat seseorang terhadap genre atau warna

Tasawuf

Mengenal Bisikan Dalam Jiwa

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani qs. pernah ditanya muridnya tentang al-khatir (bisikan jiwa), lalu Beliau menjawab: “Memang apa yg engkau ketahui tentang al-khatir? Al-khatir itu bisa

Kemursyidan

Definisi Mursyid

Mursyid dalam literatur tasawuf berarti pembimbing spiritual bagi orang² yg menempuh jalan khusus mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah Ta’ala. Tugas dan fungsi Mursyid ialah membimbing,

Fiqh

Urutan Memotong Kuku

Suatu hari Grandsyekh (q) berkata kepada saya, “Tolong potong kukuku.” MasyaaAllah, beliau mempunyai sebuah pisau yang besar, dan sepanjang hidup saya, saya belum pernah melihatnya

Tasawuf

Memelihara Sadar dan Tenang

“Wahai jiwa yg tenang! Kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yg puas lagi di-ridhai-Nya! Kemudian masuklah ke dalam (jama’ah) hamba²Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku!” (QS.

Tasawuf

Bagaimana Bahagia dari Dalam Diri

Sebagian besar dari kita menganggap bahagia itu ada syaratnya dan ada di luar diri kita. Saya akan bahagia jika keinginan saya terpenuhi, saya akan bahagia

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj

17 Feb - 27 Feb

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

Ramadhan

7 Apr - 17 Apr

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

El Amin

Pekanbaru

Karya Limboto

Gorontalo

Hari Guru

10 Jun - 20 Jun

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Akhlaqul Amin

Lombok

Mujibul Amin

Samarinda

Idul Adha

29 Jun - 9 Jul

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Maulid Nabi

29 Sep - 9 Okt

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

El Amin

Pekanbaru

Rutin

15 Des - 25 Des

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Akhlaqul Amin

Lombok

Karya Limboto

Gorontalo

Ar Rahman

Johor Baru

Download:

Fathur Rabbani

38. Keutamaan Laa ilaaha illa Allah

Dlm Fathur Rabbani: Majelis ke-38: “Keutamaan Laa ilaaha illa Allah” Pengajian Ahad pagi, 7 Rajab 545 H. di Ribath. Rasulullah Saw. bersabda: “Payahkanlah setan²mu dengan

Nasihat

Dua Penjaga Manusia

Disebutkan dalam Hakaya Ash Shufiyah إن الله تعالى جعل لأهل الأرض أمانين . الأول : رسول الله صلى الله عليه وسلم . والثاني : الاستغفار

Tasawuf

Jalan Menuju Allah

Banyak orang mencari Allah Ta’ala, dengan berbagai cara dan mencari keluar kemana-mana, tetapi tidak ketemu, karena salah alamat. Bagi pejalan ruhani jika tidak tahu peta

Thariqat

Perbedaan Fungsi Antara Al-Qur’an & Dzikir

Imam Ghozali ditanya, “Anda mengagung-agungkan perkara dzikir, apakah dzikir itu lebih agung derajatnya dari membaca Al-Qur’an?” Imam Ghozali menjawab; فاعلم أن قراءة القرآن أفضل للخلق

162 Masalah Sufistik

Masalah 42

162 Masalah Sufistik (Masalah 42): Syaikh Abdullah bin Ahmad az-Zubaidi ra. bertanya: “Tentang rasa panas yg didapati oleh sebagian orang yg suka berdzikir yg mana

Bidayatul Hidayah

26. Adab Mandi

آداب الغسل فإذا أصابتك جنابة، من احتلام أو وقاع، فخذ الإناء إلى المغتسل، واغسل يديك أولا ثلاثا، وأزل ما على بدنك من قذر، وتوضأ كما

Risalatul Mu'awanah

87. Uzlah (Mengucilkan Diri)

Dlm Risalatul Mu’awanah: 87. Uzlah (Mengucilkan Diri) (وعليك) إذا تفاحش ظهور المعاصي والمنكراتفي موضع أنت فيه وأيست من قبول الحق بالعزلة فإن فيها السلامة، أو

Al-Hikam

119. Allah Menutupi Rahasia Kewalian

Hikmah 119 dlm Al-Hikam: “Allah Menutupi Rahasia Kewalian” سُبْحاَنَ من سَتَرَ سِرَّالخُصُوصيَّةِ بِظُهُورِ البَشَرِيَّةِ وَظَهرَ بِعَظَمةِ الرُّبُوْبِيَّةِ فِى اِظهاَرِالعُبُودِيَّةِ Maha Suci Allah yg telah menutupi

Tauhid & Ma'rifat

Al-Ghayyur: Allah Maha Pencemburu

Allah (swt) adalah “Al-Ghayyur” atau “Tuhan Yang Maha Pencemburu”. Dia menyuruh diri kita untuk menyatukan semua cinta yang kita rasakan ke dalam Cinta Ilahiah-Nya; untuk

Fathur Rabbani

38. Keutamaan Laa ilaaha illa Allah

Dlm Fathur Rabbani: Majelis ke-38: “Keutamaan Laa ilaaha illa Allah” Pengajian Ahad pagi, 7 Rajab 545 H. di Ribath. Rasulullah Saw. bersabda: “Payahkanlah setan²mu dengan

162 Masalah Sufistik

Masalah 42

162 Masalah Sufistik (Masalah 42): Syaikh Abdullah bin Ahmad az-Zubaidi ra. bertanya: “Tentang rasa panas yg didapati oleh sebagian orang yg suka berdzikir yg mana

Bidayatul Hidayah

26. Adab Mandi

آداب الغسل فإذا أصابتك جنابة، من احتلام أو وقاع، فخذ الإناء إلى المغتسل، واغسل يديك أولا ثلاثا، وأزل ما على بدنك من قذر، وتوضأ كما

Risalatul Mu'awanah

87. Uzlah (Mengucilkan Diri)

Dlm Risalatul Mu’awanah: 87. Uzlah (Mengucilkan Diri) (وعليك) إذا تفاحش ظهور المعاصي والمنكراتفي موضع أنت فيه وأيست من قبول الحق بالعزلة فإن فيها السلامة، أو

Al-Hikam

119. Allah Menutupi Rahasia Kewalian

Hikmah 119 dlm Al-Hikam: “Allah Menutupi Rahasia Kewalian” سُبْحاَنَ من سَتَرَ سِرَّالخُصُوصيَّةِ بِظُهُورِ البَشَرِيَّةِ وَظَهرَ بِعَظَمةِ الرُّبُوْبِيَّةِ فِى اِظهاَرِالعُبُودِيَّةِ Maha Suci Allah yg telah menutupi

Sabilus Salikin

187. Hukum Perempuan Menjadi Mursyid dalam Tarekat

Dalam dunia tarekat, yang menjadi mursyid atau khalifah semuanya adalah dari kalangan pria. Hal ini disebabkan karena syarat seorang mursyid adalah laki-laki. Oleh karena itu,

Sabilus Salikin

186. Menggerakkan atau Menundukkan Kepala Ketika Berzikir

Tanya: Bagaimana hukum menggerak-gerakkan atau menundukkan kepala ketika berzikir? Jika dengan menggerak-gerakkan atau menundukkan kepala itu bisa menjadikan diri orang yang berzikir lebih khusyuk, maka

Sabilus Salikin

185. Tidak Boleh, Memberi Baiat Kepada Anak Kecil

Tanya: Menurut keputusan kongres Jam`iyah Tarekat Mu’tabarah di Tegal Rejo, bahwa orang baiat tarekat “mu’tabarah” diwajibkan menjalaninya. Lalu bagaimana hukumnya orang yang memberi baiat kepada

Sabilus Salikin

184. Masuk Tarekat Secara Bersama

Tanya: Apakah boleh seorang masuk tarekat Naqsyabandiyah dan lainnya secara bersama? Apakah demikian itu tidak seperti sebutir telur dierami dua induk ayam, sehingga akhirnya menjadi

Sabilus Salikin

183. Tanya Jawab Tasawuf dan Tarekat

Tanya: Bagaimana hukum masuk tarekat dan mengamalkannya? Jawab: Jikalau yang dikehendaki masuk tarekat itu belajar membersihkan hati dari sifat-sifat yang rendah, dan menghiasi sifat-sifat yang

Sabilus Salikin

182. Muraqabah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Muraqabah memiliki perbedaan dengan zikir terutama pada obyek pemusatan kesadaran (kosentrasinya). Zikir memikili obyek perhatian pada simbol, yang berupa kata atau kalimat, sedangkan muraqabah menjaga

Sabilus Salikin

181. Rabitah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Pengertian rabitah atau wasilah adalah perantara guru (syaikh), yaitu murid berwasilah pada guru (syaikh). Menurut al-Khalidi dalam kitabnya Bahjah as-Saniyah halaman 64, rabitah adalah menghadirkan rupa guru

Sabilus Salikin

180. Suluk Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Istilah suluk (merambah jalan kesufian) terdapat dalam Al-Qur’an Surat an-Nahl; 69. فَاسْلُوْكِىْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً ) النحل: 69 ( …. dan tempuhlah jalan Tuhan-mu yang telah

Sabilus Salikin

179. Pembaiatan

Dalam pelaksanaan zikir, Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah melakukan beberapa tata acara amaliyah yang sudah ditetapkan, seperti baiat. Prosesi pembaiatan dalam Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah biasanya

Sabilus Salikin

177. Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah

Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan gabungan dari Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqsyabandiyah (TQN) yang didirikan oleh Syaikh Ahmad Khatib Sambas (1802-1872 M.) yang dikenal sebagai penulis

Sabilus Salikin

176. Aurad Tarekat Sanusiyah

Aurad Tarekat Sanusiyah secara umum yaitu: Membaca Al-Qur’an al-Karim Membaca istighfar Membaca tahlil Membaca salawat kepada Nabi Muhammad saw. Aurad Tarekat Sanusiyah yang telah ditulis

Sabilus Salikin

175. Sanad Tarekat Sanusiyah Melalui Enam Jalur Tarekat

Sanad Tarekat Hidiriyah Muhammadiyah yang diterima Syaikh Muhammad Sanusi dari Syaikh Ahmad al-Rifi al-Qal’i bin Abdu Qadir dari Syaikh Muhammad bin ‘Ali al-Syarif dari Syaikh Abi Abbas al-‘Aroisyi

Sabilus Salikin

174. Kewajiban Salik Tarekat Sanusiyah

Kewajiban salik Tarekat Sanusiyah untuk melakukan dakwah berpegang pada beberapa pedoman.  Menyampaikan wahyu Allah kepada manusia, meliputi menjelaskan dasar-dasar dan kaidah agama kepada manusia, menjelaskan

Sabilus Salikin

173. Tarekat Sanusiyah

Pendiri tarekat ini adalah Syaikh Muhammad bin Ali bin Sanusi bin Arabi bin Muhammad bin Abdul Qadir bin Syahidah bin Khamim bin Yusuf bin Abdullah

Sabilus Salikin

172. Aurad Tarekat Idrisiyah

Berikut ini adalah tata cara mengamalkan zikir Tarekat Idrisiyah yang dijelaskan di dalam kitab al-Nafahât al-Aqdasiyah fi Syarh al-Shalawât al-Ahmadiyah al-Idrisiyah, halaman: 21-22. Mukadimah aurad, membaca; بِسْمِ

Silakan muat-ulang halaman.

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

Share via
Copy link
Powered by Social Snap