25. Zuhud Meninggalkan Dunia

Dlm Fathur Rabbani:

Majelis ke 25
“Zuhud Meninggalkan Dunia”

Pengajian Syaikh Abdul Qadir al-Jilani, Tanggal 19 Dzulhijjah tahun 545 Hijriyah, di Madrasah.

Syahdan, setiap kali Nabi Isa as. mencium bau harum, ia langsung menutup hidung sambil berkata (memberi alasan), “Ini termasuk duniawi.” Ini adalah hujatan atas kalian, hai para pengklaim zuhud dengan perkataan dan perilaku! Kalian memang telah memakai baju ahli zuhud, namun batin kalian penuh dengan keinginan dan hasrat pada duniawi. Jikalau kalian tanggalkan baju ini, lalu kalian tampakkan saja hasrat yg bergejolak di dalam kalian, maka hal itu lebih baik dan lebih menjauhkan kalian dari kemunafikan. Seorang yg militan dalam kezuhudannya, maka bagian² (rezeki duniawi)nya akan mendatanginya dan ia tinggal mengambilnya. Kemudian ia kenakan bagian (duniawi) itu sebagai baju yg menutupi lahirnya, sambil hatinya terus dipenuhi kezuhudan atasnya dan atas yg lainnya. Dengan parameter ini, Nabi Muhammad Saw. lebih zuhud daripada Nabi Isa As. dan Nabi² lainnya. Meskipun demikian, Beliau tetap mengatakan:

“Dicintakan kepadaku dari duniawi kalian tiga hal: wewangian, istri², dan dijadikannya kenikmatan hatiku ketika shalat.”

Beliau menyukai ketiga hal tersebut dengan segala kezuhudannya atasnya dan atas selainnya, sebab ketiganya adalah bagian (duniawi)nya yg telah ditentukan jauh² sebelumnya oleh Ke-Maha Tahu-an (‘Ilm) Tuhannya. Beliau mengambilnya demi melaksanakan perintah, dan melaksanakan perintah adalah ketaatan. Barangsiapa yg mengambil bagian duniawinya dengan perilaku demikian, maka ia berada dalam ketaatan, meskipun ia berbajukan dunia seisinya. Hai orang² yg berzuhud di atas landasan kaki kebodohan! Simak dan benarkanlah, serta jangan sekali-kali engkau mendustakannya! Pelajarilah hal ini hingga engkau tidak menolak takdir akibat kebodohanmu. Setiap orang yg bodoh sudah merasa cukup dengan pendapatnya sendiri, menerima kata hawa nafsu, dan setannya. Ia adalah hamba dan pengikut iblis, dan ia telah mengangkat (iblis) sebagai guru (syaikh).

Hai orang² bodoh dan munafik! Betapa kelam hati kalian, betapa busuk juga bau kalian, dan betapa sangat berisiknya mulut kalian! Bertaubatlah dari keadaanmu sekarang ini. Tinggalkanlah mencela Allah Ta’ala dan para wali-Nya yg dicintai-Nya dan mencintai-Nya. Jangan halang²i mereka dalam mengambil bagian² duniawi, sebab mereka mengambilnya atas perintah, bukan menuruti hawa nafsu. Mereka memiliki militansi kecintaan pada Allah Ta’ala dan kerinduan pada-Nya, serta berzuhud meninggalkan segala selain-Nya dan menjauhinya dengan segenap lahir dan batin mereka, meski mereka memiliki bagian² (duniawi) yg telah ditentukan oleh ‘Ilm (ke-Maha Tahu-an) sebelumnya yg mau tidak mau harus diambil. Bala cobaan yg paling berat bagi mereka adalah ketika mereka harus berdiri di dunia dan menetap di sana, berbajukan bagian² mereka serta melihat para pendusta Allah Ta’ala dan pendusta mereka.

Wahai pemuda, diamlah! Jangan berbicara dengan manusia selama engkau masih berdiri bersama hawa nafsumu. Matilah dari bicara, sebab jika memang Allah Ta’ala menginginkan sesuatu padamu, pastilah Dia akan menyediakannya. Jika Dia berkehendak, Dia akan mencerai-beraikan (tubuh)mu, membinasakanmu, dan menetapkanmu. Jadi, Dia-lah yg menampakkan, bukan engkau. Pasrahkanlah diri dan bicaramu, serta seluruh ahwal kondisimu pada takdir-Nya dan sibukkanlah diri dengan beramal demi-Nya. Jadilah amal tanpa bicara, ikhlas tanpa riya’, bertauhid tanpa berbuat syirik, merenung tanpa ingatan, menyepi tanpa keramaian, dan batin tanpa lahir. Sibukkanlah batin dengan membatalkan niat. Engkau berkomunikasi dengan Allah dan menunjuk pada-Nya saat menyatakan:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya Engkaulah yg kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah (1): 5)

Ini adalah ungkapan untuk orang yg hadir. Artinya, hanya kepada Engkau, aku hadir, hai Dzat Yang Maha Tahu akan diriku dan Maha Dekat dengan diriku, hai Yang Maha Menyaksikanku. Bicaralah dengan-Nya dalam shalatmu dan perilakumu yg lainnya disertai niat ini dan menurut gambaran sifat di atas. Rasulullah Saw. bersabda:

“Sembahlah Allah seolah-olah engkau sungguh melihat-Nya, lalu jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”

Wahai pemuda! Beningkanlah hatimu dengan mengkonsumsi yg halal, niscaya engkau peroleh makrifat Tuhanmu. Sucikanlah pangan, sandang, dan hatimu, niscaya engkau akan menjadi suci (shafi). Tasawuf berasal dari kata shafa’, yg berarti kesucian. Hai orang yg mengenakan baju shuf! Seorang Sufi yg bersungguh-sungguh dalarn tasawufnya, maka hatinya senantiasa suci (murni) dari apa saja selain Allah Ta’ala. Kesucian tersebut tidak datang begitu saja hanya dengan sekadar mengubah baju rombeng, menguningkan wajah, mengumpulkan beban pundak, dan membolak-balikkan lidah menuturkan hikayat² kaum shaleh, atau menggerakkan jari² dengan tasbih dan tahlil. Akan tetapi, kemurnian tersebut datang dengan sikap kesungguhan dalam mencari Allah Ta’ala, berzuhud menjauhi dunia, dan mendepak manusia dari dalam hatinya, serta mengosongkannya dari apa saja selain Allah Ta’ala.

Seorang Sufi berkisah, “Beberapa malam, aku bermunajat memohon, ”Tuhanku, jangan halangi aku dari apa yg bermanfaat bagiku dan tidak mudharat bagi-Mu.’ Aku ulang-ulangi hal itu berkali-kali, hingga kemudian aku jatuh tertidur. Sewaktu tidur inilah, aku bermimpi seolah ada seseorang yg mengatakan kepadaku, “Engkau juga, jangan cegah dirimu dari amal yg bermanfaat bagimu, dan cegahlah diri dari amal yg membawa mudharat atasmu.’”

Betulkanlah nasab (hubungan) kalian pada Rasulullah Saw. Barangsiapa yg telah betul pengikutannya, maka telah benar pula nasabnya. Sedangkan jika engkau hanya berucap, “Aku termasuk umatnya tanpa mengikuti, maka hal itu tidak akan bermanfaat apa² bagimu. Jika memang kalian telah mengikutinya dalam setiap ucapan dan tindakannya, maka kalian akan bersanding bersamanya di rumah Akhirat. Tidak pernahkah kalian dengar firman Allah Ta’ala:

مَّآ أَفَآءَ اللَّهُ عَلٰى رَسُولِهِۦ مِنْ أَهْلِ الْقُرٰى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَىْ لَا يَكُونَ دُولَةًۢ بَيْنَ الْأَغْنِيَآءِ مِنْكُمْ ۚ وَمَآ ءَاتٰىكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Apa saja harta rampasan (fai-i) yg diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yg berasal dari penduduk kota² maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak² yatim, orang² miskin dan orang² yg dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang² kaya saja di antara kamu. Apa yg diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yg dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. Al-Hasyr (59): 7)

Laksanakanlah apa yg ia perintahkan dan cegahlah apa yg ia larang, niscaya engkau akan memperoleh kedekatan Tuhanmu, di dunia dengan hatimu, dan di Akhirat dengan segenap jiwa dan ragamu.

Hai orang² zuhud! Engkau belum baik dengan zuhudmu. Engkau masih berzuhud menurut hawa nafsu dan pendapatmu sendiri. Ikuti dan temanilah para Syaikh yg ‘arif billah, ‘alim lagi mengamalkan ilmunya, yg menerima manusia dengan lisan nasehat dan menghilangkan ketamakan. Mereka hanya menerima Allah dan menolak selain-Nya.

Wahai manusia! Kembalilah pada Tuhanmu dengan segenap hatimu sebelum hati tersebut duduk (lumpuh) di belakangmu. Engkau sudah puas begitu saja menerima ahwal kaum shaleh dengan hanya membicarakan dan mengangankannya. Engkau tak lebih seperti orang yg menciduk air dengan tangan terbuka, maka ia tidak akan melihat apa² padanya. Celakalah engkau! Berpanjang angan (tamanni) adalah lembah ketololan. Rasulullah Saw. bersabda:

“Jauhilah berpanjang angan, sebab ia adalah lembah ketololan.”

Engkau kerjakan amalan ahl asy-syarr (tukang berbuat keburukan), namun engkau angankan derajat (kehormatan) ahl al-khayr (ahli berbuat kebajikan). Barangsiapa yg pengharapannya lebih dominan mengalahkan ketakutannya, maka ia telah zindiq. Barangsiapa yg ketakutannya lebih dominan mengalahkan harapannya, maka ia telah berputus asa. Keselamatan terletak pada penyeimbangan keduanya. Rasulullah Saw. bersabda:

“Jikalau ketakutan seorang Mukmin dan harapannya ditimbang, maka keduanya akan seimbang.”

Seorang sufi menuturkan, “Aku pernah bermimpi melihat Sufyan ash-Shawri (semoga Allah mengasihinya) setelah kematiannya. Aku bertanya padanya, “Apa yg telah Allah lakukan pada Anda?” Ia menjawab, “Salah satu kakiku diletakkan di atas jembatan (shirath), dan yg satu lagi di Surga.” Semoga keselamatan Allah terlimpah atasnya. Ia adalah seorang faqih (ahli fiqih), zuhud, wara’, mempelajari ilmu dan mengamalkannya. Ia berikan hak ilmu dengan mengamalkannya dan ia berikan hak amal dengan ikhlas melakukannya. Allah Ta’ala pun kemudian memberi ridha-Nya untuk ditujunya, juga Rasulullah Saw. memberi ridhanya untuk di ikutinya.

Semoga kasih sayang Allah senantiasa terlimpah untuknya, untuk segenap kaum shaleh, dan untuk kita yg bersama mereka. Siapa pun yg tidak mengikuti Rasulullah Saw., dan tidak pula membawa syariat (Sunnah) Beliau di tangannya dan Kitab yg diturunkan kepadanya di tangan yg lain, serta tidak mencapai Allah Ta’ala dalam perjalanannya, maka ia sangat binasa, dan sangat tersesat. Keduanya adalah petunjuk jalan menuju Allah Ta’ala. Al-Qur’an menunjukkan jalan menuju Allah Ta’ala dan Sunnah menunjukkan jalan menuju Rasulullah Saw.

Ya Allah, jauhkanlah (jarak) antara kami dan nafsu kami.

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah (2): 201).[]

Fathur Rabbani

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Buku Lain

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Nasihat

Dua Penjaga Manusia

Disebutkan dalam Hakaya Ash Shufiyah إن الله تعالى جعل لأهل الأرض أمانين . الأول : رسول الله صلى الله عليه وسلم . والثاني : الاستغفار

Tasawuf

Jalan Menuju Allah

Banyak orang mencari Allah Ta’ala, dengan berbagai cara dan mencari keluar kemana-mana, tetapi tidak ketemu, karena salah alamat. Bagi pejalan ruhani jika tidak tahu peta

Thariqat

Perbedaan Fungsi Antara Al-Qur’an & Dzikir

Imam Ghozali ditanya, “Anda mengagung-agungkan perkara dzikir, apakah dzikir itu lebih agung derajatnya dari membaca Al-Qur’an?” Imam Ghozali menjawab; فاعلم أن قراءة القرآن أفضل للخلق

Tauhid & Ma'rifat

Al-Ghayyur: Allah Maha Pencemburu

Allah (swt) adalah “Al-Ghayyur” atau “Tuhan Yang Maha Pencemburu”. Dia menyuruh diri kita untuk menyatukan semua cinta yang kita rasakan ke dalam Cinta Ilahiah-Nya; untuk

Hadits

Engkau Akan Bersama dengan Orang yang Kau Cintai

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya kepada Nabi saw, “Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?” Beliau saw berkataَ, “Apa yang telah engkau

Kewalian

Bay’at dengan Imam Mahdi (as)

Suatu ketika pada tahun 1970–tahun 70an, barangkali 1971, saya sedang dalam khalwat, tetapi tidak 100% khalwat, itu adalah setengah khalwat. Saya sedang duduk dan menulis

Fiqh

Memahami Musik Dengan Utuh

Oleh: Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya Dalam menikmati musik, setiap orang pasti mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Perubahan minat seseorang terhadap genre atau warna

Tasawuf

Mengenal Bisikan Dalam Jiwa

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani qs. pernah ditanya muridnya tentang al-khatir (bisikan jiwa), lalu Beliau menjawab: “Memang apa yg engkau ketahui tentang al-khatir? Al-khatir itu bisa

Kemursyidan

Definisi Mursyid

Mursyid dalam literatur tasawuf berarti pembimbing spiritual bagi orang² yg menempuh jalan khusus mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah Ta’ala. Tugas dan fungsi Mursyid ialah membimbing,

Fiqh

Urutan Memotong Kuku

Suatu hari Grandsyekh (q) berkata kepada saya, “Tolong potong kukuku.” MasyaaAllah, beliau mempunyai sebuah pisau yang besar, dan sepanjang hidup saya, saya belum pernah melihatnya

Tasawuf

Memelihara Sadar dan Tenang

“Wahai jiwa yg tenang! Kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yg puas lagi di-ridhai-Nya! Kemudian masuklah ke dalam (jama’ah) hamba²Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku!” (QS.

Tasawuf

Bagaimana Bahagia dari Dalam Diri

Sebagian besar dari kita menganggap bahagia itu ada syaratnya dan ada di luar diri kita. Saya akan bahagia jika keinginan saya terpenuhi, saya akan bahagia

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj

17 Feb - 27 Feb

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

Ramadhan

7 Apr - 17 Apr

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

El Amin

Pekanbaru

Karya Limboto

Gorontalo

Hari Guru

10 Jun - 20 Jun

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Akhlaqul Amin

Lombok

Mujibul Amin

Samarinda

Idul Adha

29 Jun - 9 Jul

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Maulid Nabi

29 Sep - 9 Okt

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

El Amin

Pekanbaru

Rutin

15 Des - 25 Des

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Akhlaqul Amin

Lombok

Karya Limboto

Gorontalo

Ar Rahman

Johor Baru

Download:

Fathur Rabbani

38. Keutamaan Laa ilaaha illa Allah

Dlm Fathur Rabbani: Majelis ke-38: “Keutamaan Laa ilaaha illa Allah” Pengajian Ahad pagi, 7 Rajab 545 H. di Ribath. Rasulullah Saw. bersabda: “Payahkanlah setan²mu dengan

Nasihat

Dua Penjaga Manusia

Disebutkan dalam Hakaya Ash Shufiyah إن الله تعالى جعل لأهل الأرض أمانين . الأول : رسول الله صلى الله عليه وسلم . والثاني : الاستغفار

Tasawuf

Jalan Menuju Allah

Banyak orang mencari Allah Ta’ala, dengan berbagai cara dan mencari keluar kemana-mana, tetapi tidak ketemu, karena salah alamat. Bagi pejalan ruhani jika tidak tahu peta

Thariqat

Perbedaan Fungsi Antara Al-Qur’an & Dzikir

Imam Ghozali ditanya, “Anda mengagung-agungkan perkara dzikir, apakah dzikir itu lebih agung derajatnya dari membaca Al-Qur’an?” Imam Ghozali menjawab; فاعلم أن قراءة القرآن أفضل للخلق

162 Masalah Sufistik

Masalah 42

162 Masalah Sufistik (Masalah 42): Syaikh Abdullah bin Ahmad az-Zubaidi ra. bertanya: “Tentang rasa panas yg didapati oleh sebagian orang yg suka berdzikir yg mana

Bidayatul Hidayah

26. Adab Mandi

آداب الغسل فإذا أصابتك جنابة، من احتلام أو وقاع، فخذ الإناء إلى المغتسل، واغسل يديك أولا ثلاثا، وأزل ما على بدنك من قذر، وتوضأ كما

Risalatul Mu'awanah

87. Uzlah (Mengucilkan Diri)

Dlm Risalatul Mu’awanah: 87. Uzlah (Mengucilkan Diri) (وعليك) إذا تفاحش ظهور المعاصي والمنكراتفي موضع أنت فيه وأيست من قبول الحق بالعزلة فإن فيها السلامة، أو

Al-Hikam

119. Allah Menutupi Rahasia Kewalian

Hikmah 119 dlm Al-Hikam: “Allah Menutupi Rahasia Kewalian” سُبْحاَنَ من سَتَرَ سِرَّالخُصُوصيَّةِ بِظُهُورِ البَشَرِيَّةِ وَظَهرَ بِعَظَمةِ الرُّبُوْبِيَّةِ فِى اِظهاَرِالعُبُودِيَّةِ Maha Suci Allah yg telah menutupi

Tauhid & Ma'rifat

Al-Ghayyur: Allah Maha Pencemburu

Allah (swt) adalah “Al-Ghayyur” atau “Tuhan Yang Maha Pencemburu”. Dia menyuruh diri kita untuk menyatukan semua cinta yang kita rasakan ke dalam Cinta Ilahiah-Nya; untuk

Fathur Rabbani

38. Keutamaan Laa ilaaha illa Allah

Dlm Fathur Rabbani: Majelis ke-38: “Keutamaan Laa ilaaha illa Allah” Pengajian Ahad pagi, 7 Rajab 545 H. di Ribath. Rasulullah Saw. bersabda: “Payahkanlah setan²mu dengan

162 Masalah Sufistik

Masalah 42

162 Masalah Sufistik (Masalah 42): Syaikh Abdullah bin Ahmad az-Zubaidi ra. bertanya: “Tentang rasa panas yg didapati oleh sebagian orang yg suka berdzikir yg mana

Bidayatul Hidayah

26. Adab Mandi

آداب الغسل فإذا أصابتك جنابة، من احتلام أو وقاع، فخذ الإناء إلى المغتسل، واغسل يديك أولا ثلاثا، وأزل ما على بدنك من قذر، وتوضأ كما

Risalatul Mu'awanah

87. Uzlah (Mengucilkan Diri)

Dlm Risalatul Mu’awanah: 87. Uzlah (Mengucilkan Diri) (وعليك) إذا تفاحش ظهور المعاصي والمنكراتفي موضع أنت فيه وأيست من قبول الحق بالعزلة فإن فيها السلامة، أو

Al-Hikam

119. Allah Menutupi Rahasia Kewalian

Hikmah 119 dlm Al-Hikam: “Allah Menutupi Rahasia Kewalian” سُبْحاَنَ من سَتَرَ سِرَّالخُصُوصيَّةِ بِظُهُورِ البَشَرِيَّةِ وَظَهرَ بِعَظَمةِ الرُّبُوْبِيَّةِ فِى اِظهاَرِالعُبُودِيَّةِ Maha Suci Allah yg telah menutupi

Sabilus Salikin

187. Hukum Perempuan Menjadi Mursyid dalam Tarekat

Dalam dunia tarekat, yang menjadi mursyid atau khalifah semuanya adalah dari kalangan pria. Hal ini disebabkan karena syarat seorang mursyid adalah laki-laki. Oleh karena itu,

Sabilus Salikin

186. Menggerakkan atau Menundukkan Kepala Ketika Berzikir

Tanya: Bagaimana hukum menggerak-gerakkan atau menundukkan kepala ketika berzikir? Jika dengan menggerak-gerakkan atau menundukkan kepala itu bisa menjadikan diri orang yang berzikir lebih khusyuk, maka

Sabilus Salikin

185. Tidak Boleh, Memberi Baiat Kepada Anak Kecil

Tanya: Menurut keputusan kongres Jam`iyah Tarekat Mu’tabarah di Tegal Rejo, bahwa orang baiat tarekat “mu’tabarah” diwajibkan menjalaninya. Lalu bagaimana hukumnya orang yang memberi baiat kepada

Sabilus Salikin

184. Masuk Tarekat Secara Bersama

Tanya: Apakah boleh seorang masuk tarekat Naqsyabandiyah dan lainnya secara bersama? Apakah demikian itu tidak seperti sebutir telur dierami dua induk ayam, sehingga akhirnya menjadi

Sabilus Salikin

183. Tanya Jawab Tasawuf dan Tarekat

Tanya: Bagaimana hukum masuk tarekat dan mengamalkannya? Jawab: Jikalau yang dikehendaki masuk tarekat itu belajar membersihkan hati dari sifat-sifat yang rendah, dan menghiasi sifat-sifat yang

Sabilus Salikin

182. Muraqabah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Muraqabah memiliki perbedaan dengan zikir terutama pada obyek pemusatan kesadaran (kosentrasinya). Zikir memikili obyek perhatian pada simbol, yang berupa kata atau kalimat, sedangkan muraqabah menjaga

Sabilus Salikin

181. Rabitah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Pengertian rabitah atau wasilah adalah perantara guru (syaikh), yaitu murid berwasilah pada guru (syaikh). Menurut al-Khalidi dalam kitabnya Bahjah as-Saniyah halaman 64, rabitah adalah menghadirkan rupa guru

Sabilus Salikin

180. Suluk Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah

Istilah suluk (merambah jalan kesufian) terdapat dalam Al-Qur’an Surat an-Nahl; 69. فَاسْلُوْكِىْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً ) النحل: 69 ( …. dan tempuhlah jalan Tuhan-mu yang telah

Sabilus Salikin

179. Pembaiatan

Dalam pelaksanaan zikir, Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah melakukan beberapa tata acara amaliyah yang sudah ditetapkan, seperti baiat. Prosesi pembaiatan dalam Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah biasanya

Sabilus Salikin

177. Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah

Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan gabungan dari Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqsyabandiyah (TQN) yang didirikan oleh Syaikh Ahmad Khatib Sambas (1802-1872 M.) yang dikenal sebagai penulis

Sabilus Salikin

176. Aurad Tarekat Sanusiyah

Aurad Tarekat Sanusiyah secara umum yaitu: Membaca Al-Qur’an al-Karim Membaca istighfar Membaca tahlil Membaca salawat kepada Nabi Muhammad saw. Aurad Tarekat Sanusiyah yang telah ditulis

Sabilus Salikin

175. Sanad Tarekat Sanusiyah Melalui Enam Jalur Tarekat

Sanad Tarekat Hidiriyah Muhammadiyah yang diterima Syaikh Muhammad Sanusi dari Syaikh Ahmad al-Rifi al-Qal’i bin Abdu Qadir dari Syaikh Muhammad bin ‘Ali al-Syarif dari Syaikh Abi Abbas al-‘Aroisyi

Sabilus Salikin

174. Kewajiban Salik Tarekat Sanusiyah

Kewajiban salik Tarekat Sanusiyah untuk melakukan dakwah berpegang pada beberapa pedoman.  Menyampaikan wahyu Allah kepada manusia, meliputi menjelaskan dasar-dasar dan kaidah agama kepada manusia, menjelaskan

Sabilus Salikin

173. Tarekat Sanusiyah

Pendiri tarekat ini adalah Syaikh Muhammad bin Ali bin Sanusi bin Arabi bin Muhammad bin Abdul Qadir bin Syahidah bin Khamim bin Yusuf bin Abdullah

Sabilus Salikin

172. Aurad Tarekat Idrisiyah

Berikut ini adalah tata cara mengamalkan zikir Tarekat Idrisiyah yang dijelaskan di dalam kitab al-Nafahât al-Aqdasiyah fi Syarh al-Shalawât al-Ahmadiyah al-Idrisiyah, halaman: 21-22. Mukadimah aurad, membaca; بِسْمِ

Silakan muat-ulang halaman.

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

Share via
Copy link
Powered by Social Snap