05. Cara Menjangkau Allah Ta’ala

Dialog Jin Dengan Sufi
Pertanyaan Ke-5

“Cara Menjangkau Allah Ta’ala”

Mereka juga bertanya kepadaku tentang menjangkau Allah Ta’ala. Mengapa Dia tidak bisa dijangkau dengan cara menegakkan banyak dalil?

Aku menjawab, “Allah Ta’ala tidak akan bisa dijangkau dengan dalil karena dalil seluruh perkara yg diciptakan itu bodoh. Orang yg pantas dikatakan bodoh adalah orang yg mengambil kesimpulan darinya. Akan tetapi, apabila Allah Ta’ala telah berkehendak untuk bisa dilihat oleh hati seorang hamba, maka Dia meminjaminya satu ilmu-Nya, hingga ia bisa menjangkau-Nya dengan jangkauan yg layak baginya, bukan yg layak bagi Allah, sebagaimana yg mereka katakan,

“Dalil² itu meminjaminya mata yg bisa ia gunakan untuk melihat. Seakan-akan dalil² itu mempunyai mata yg bisa melihat.”

Mereka juga melantunkan syair tentang itu,

Keesaan Tuhanmu tidak bisa direnungi melalui penyingkapan bukti argumentasi, karena Keesaan-Nya tidak menerima sesuatu yg kedua.
Setiap orang yg menerima sesuatu yg kedua berarti dalam hukumnya mengandung banyak sifat kelebihan dan kekurangan.
Wahai orang yg membangun bangunannya di atas fondasi dalil, sungguh engkau bodoh. Di mana fondasi bangunan itu, wahai orang yg membangun?
Yang Maha Benar Keesaan-Nya di esakan dengan pengesaan martabat, dan Yang Maha Benar menopangnya melalui pihak kedua.

Mereka juga melantunkan syair,

Penuntut ilmu tidak akan bisa menjangkau Dzat-Ku melalui dalil! karena hal itu merupakan sesuatu yg mustahil.
Lalu engkau melihatnya seperti melihat Aku pada setiap sesuatu, sementara ia melihat Aku menampakkannya keadaan demi keadaan.
Lantas ia melihat dirinya, sementara yg lain tidak ada dan petunjuk itu sama sekali tidak akan menjadi kesesatan.

Namun Allah Ta’ala adalah Dzat Yang Lebih Mengetahui.”

Dialog Jin Dengan Sufi

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Buku Lain

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Tingkatan Alam Menurut Para Sufi

“Tingkatan Alam Menurut Para Sufi” فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُّوحِى فَقَعُوا لَهُۥ سٰجِدِينَ “Maka…

Islam, Iman dan Ihsan

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى…

Hidup Ini Terlalu Singkat

Postingan yg indah dari Bunda Amanah: Bismillahirrahmanirrahim. “Hidup ini Terlalu Singkat” Oleh: Siti Amanah Hidup…
All articles loaded
No more articles to load

Mengenal Yang Mulia Ayahanda Guru

Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin al-Khalidi qs.

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj (Rajab)

26 Jan - 05 Feb

Ramadhan

30 Mar - 09 Apr

Hari Guru & Idul Adha

20 Jun - 30 Jun

Muharam

27 Jul - 06 Ags

Maulid Nabi

28 Sep - 08 Okt

Rutin

30 Nov - 10 Des

All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

WhatsApp
Facebook
Telegram
Twitter
Email
Print
Copy link
Powered by Social Snap