32. Penjelasan Tentang Tegaknya Timbangan Amal

Diriwayatkan dari Sahabat Ibnu Abbas ra berkata, “Timbangan amal ditegakkan di hari kiamat pada beberapa tiang. Panjang setiap tiang adalah jarak antara barat dan timur. Piringan timbangan amal seperti permukaan dunia, panjang dan luas piringan itu sama. Salah satu dari kedua piringan itu berada di sisi kanan Arsy dan itu adalah piringan kebaikan, sedangkan piringan lainnya berada di sisi kiri Arsy dan itu adalah piringan keburukan. Dan di antara timbangan amal dari amal perbuatan tsaqalain (golongan jin dan golongan manusia) seperti gunung-gunung yang dipenuhi kebaikan dan keburukan. Di dalam satu hari (di akhirat) perkiraannya adalah 50.000 tahun (di dunia)”.

Nabi SAW bersabda, “Akan didatangkan seseorang (di hari kiamat) bersama dengan tujuh puluh tujuh sijjil (buku induk amal). (Panjang) setiap sijjil itu sepanjang mata memandang, di dalamnya terdapat kesalahan-kesalahan dan dosa-dosanya. Lalu sijjil itu diletakkan di dalam piringan amal dan keluarlah sebuah kertas seumpama ujung jari, dan di dalamnya tertulis syahadat “Sesungguhnya tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan Allah”. Kertas tersebut pun diletakkan di piringan yang lain, lalu unggullah piringan itu melebihi semua dosa-dosanya (1).

Dan demikian itu adalah Firman Allah Yang Maha Luhur :
فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهُ

Maka adapun orang-orang yang berat timbangan amalnya (kebaikannya)” (Al-Qari’ah : 6).

Yakni unggul timbangan amal kebaikannya dengan amal kebaikan dan keta’atan, melebihi keburukan-keburukannya.

فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَاضِيَةٍ

Maka dia berada di dalam kehidupan yang diridloi” (Al-Qari’ah : 7).

Maksudnya adalah di dalam surga yang diridlo’inya, kemudian Allah SWT berfirman :
وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهُ، فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ، نَارٌ حَامِيَةٌ

Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan amalnya (kebaikannya). Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu ?. (Yaitu) api yang sangat panas” (Al-Qariah : 8 – 11).

Catatan (1) :
Keterangan di atas memiliki makna yang sama miripnya dengan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Sahabat Abdullah bin Mas’ud ra. Adapun versi hadits secara lengkapnya adalah sebagai berikut, Rasulullah SAW bersabda :
يُصَاحُ بِرَجُلٍ مِنْ أُمَّتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى رُءُؤْسِ الْخَلاَئِقِ فَيُنْشَرُ لَهُ تِسْعَةٌ وَتِسْعُوْنَ سِجِلًّا كُلُّ سِجِلٍّ مَدَّ الْبَصَرِ، ثُمَّ يَقُوْلُ اللّٰهُ عَزَّ وَجَلَّ : هَلْ تُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا ؟ فَيَقُوْلُ : لَا يَارَبِّ،  فَيَقُوْلُ : أَظَلَمَتْكَ كَتَبَتِى الْحَافِظُوْنَ ؟ ثُمَّ يَقُوْلُ : أَلَكَ عُذْرٌ أَلَكَ حَسَنَةٌ ؟ فَيُهَابُ الرَّجُلُ، فَيَقُوْلُ :  لاَ، فَيَقُوْلُ : بَلَى، إِنَّ لَكَ عِنْدَنَا حَسَنَاتٍ وَإِنَّهُ لَا ظُلْمَ عَلَيْكَ الْيَوْمَ فَتُخْرَجُ لَهُ بِطَاقَةٌ فِيْهَا أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، قَالَ فَيَقُوْلُ : يَا رَبِّ مَا هَذِهِ الْبِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلاَّتِ فَيَقُوْلُ إِنَّكَ لاَ تُظْلَمُ، فَتُوْضَعُ السِّجِلاَّتُ فِيْ كِفَّةٍ وَالْبِطَاقَةُ فِيْ كِفَّةٍ فَطَاشَتِ السِّجِلَّاتُ وَثَقُلَتِ الْبِطَاقَةُ

Terpilih seseorang dari umatku di hari kiamat dari kebanyakan orang ketika itu, lalu dibeberkanlah baginya 99 sijjil (catatan amal induk, di dalamnya terdapat banyak dosa), panjang setiap sijiil adalah sejauh mata memandang. Kemudian Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung  bertanya, “Apakah kamu mengingkari sesuatu dari catatanmu ini ?. Dia menjawab, “Tidak, wahai Tuhanku”. Allah bertanya, “Apakah para malaikat pencatat-Ku yang menjaga berbuat dhalim kepadamu ?”. Lalu Allah bertanya, “Apakah kamu mempunyai alasan atau apakah kamu mempunyai kebaikan ?”. Lalu dipanggillah seorang laki-laki tersebut dan ia berkata, “Tidak”.  Allah pun berkata, “Sesungguhnya ada kebaikanmu yang di sisi kami dan sesungguhnya tidak ada penganiayaan padamu di hari ini”. Lalu dikeluarkanlah satu bithaqah (kertas) yang di dalamnya tertulis syahadat “Sesungguhnya tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya”. Lalu ia bertanya, “Wahai Tuhanku, Apa bithaqah ini yang bersama dengan sijjil-sijjil ini ?”. Allah menjawab, “Sesungguhnya kamu tidaklah didhalimi”. Lalu diletakkanlah sijjil-sijjil itu di dalam sebuah piringan dan bithaqah di dalam piringan lainnya. Lalu sijjil-sijjil itu (yang terpenuhi dosa) itu terkalahkan dan bithaqah itu lebih berat”“.

Wallahu a’lam bis showab

Sumber: Arjurahmah

Daqaiqul Akhbar

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Buku Lain

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Tingkatan Alam Menurut Para Sufi

“Tingkatan Alam Menurut Para Sufi” فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُّوحِى فَقَعُوا لَهُۥ سٰجِدِينَ “Maka…

Islam, Iman dan Ihsan

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى…

Hidup Ini Terlalu Singkat

Postingan yg indah dari Bunda Amanah: Bismillahirrahmanirrahim. “Hidup ini Terlalu Singkat” Oleh: Siti Amanah Hidup…
All articles loaded
No more articles to load

Mengenal Yang Mulia Ayahanda Guru

Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin al-Khalidi qs.

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj (Rajab)

26 Jan - 05 Feb

Ramadhan

30 Mar - 09 Apr

Hari Guru & Idul Adha

20 Jun - 30 Jun

Muharam

27 Jul - 06 Ags

Maulid Nabi

28 Sep - 08 Okt

Rutin

30 Nov - 10 Des

All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

WhatsApp
Facebook
Telegram
Twitter
Email
Print

Daftar Isi