26. Penjelasan Tentang Bangkitnya Makhluk Dari Kubur

Dikatakan, sesungguhnya jika para makhluk bangkit dari kuburnya, mereka berdiam diri di tempat di mana mereka bangkit selama 40 tahun. Mereka tidak makan, tidak minum, tidak tidur, dan tidak berbicara.

Dikatakan (para sahabat bertanya), “Wahai Rosulullah, bagaimana orang-orang mukmin dikenali pada hari kiamat ?“. Nabi SAW menjawab, “Sesungguhnya umatku bersinar tangan dan kakinya karena bekas wudlu“.

***___________________

Dalam sebuah khobar lain, tatkala hari kiamat, Allah Yang Maha Luhur membangkitkan para makhluk dari kubur mereka. Lalu datanglah para malaikat ke kubur orang-orang mukmin dan mengusap debu dari (seluruh tubuh) mereka kecuali pada tempat sujud mereka, tidak akan hilang bekas itu (debu) dari tempat sujud mereka (kening).

Lalu menyerulah Dzat yang menyeru, “Debu itu bukanlah debu kubur mereka, itu adalah debu tempat pengimaman mereka. Tinggalkan apa yang ada pada mereka, sehingga mereka melewati shirath (jembatan menuju surga) dan memasuki surga, sehingga setiap orang yang melihat mereka, mengetahui bahwa mereka adalah para pelayan dan hamba-hamba-Ku“.

***___________________

Diriwayatkan dari Sahabat Jabir bin Abdullah ra berkata, Nabi SAW bersabda, tatkala hari kiamat dan dibangkitkanlah orang-orang dari kubur, maka Allah Yang Maha Luhur memberikan wahyu kepada Malaikat Ridlwan, “Wahai Ridlwan, sesungguhnya Aku mengeluarkan orang-orang yang berpuasa dari kubur mereka dalam keadaan lapar dan haus, maka sambutlah mereka dengan membawa daging panggang dan buah-buahan dari surga“.

Lalu Malaikar Ridlwan berteriak, “Wahai para pelayan surga, wahai para anak-anak surga yang belum sampai baligh (lantas meninggal dunia)“.

Mereka pun datang dengan membawa talam (wadah makanan) dari cahaya, mereka mengumpulkan di hadapan Malaikat Ridlwan lebih banyak dari sejumlah tetesan air hujan, bintang-bintang di langit, dan daun-daun pepohonan, (mengumpulkan) buah-buahan yang banyak, makanan yang berlemak, dan minuman yang lezat. Tatkala mereka bertemu orang-orang mukmin, mereka memberinya makan dengan semua itu dan berkata kepada orang-orang mukmin :
كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ

“(Kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu“” (Al-Haqqah : 24).

***___________________

Diriwayatkan dari Sahabat Ibnu Abbas ra berkata, Nabi SAW bersabda :
ثَلَاثَةٌ تُصَافِحُهُمُ الْمَلَائِكَةُ يَوْمَ يُخْرَجُوْنَ مِنْ قُبُوْرِهِمْ الشُّهَدَاءُ وَصَائِمُو شَهْرِ رَمَضَانَ وَصَائِمُو يَوْمِ عَرَفَةَ

Ada tiga golongan yang mana malaikat akan berjabat tangan kepada mereka pada hari di mana mereka dikeluarkan dari kubur mereka, yaitu para syuhada’ (orang-orang yang mati syahid), orrang-orang yang berpuasa Ramadhan, dan orang-orang yang berpuasa Arafah (tgl 9 Dzulhijjah)“.

***___________________

Dari Siti Aisyah ra berkata, Nabi SAW berkata, “Wahai Aisyah, sesungguhnya di dalam surga ada gedung-gedung megah yang terbuat dari durr (mutiara), batu yaqut, batu zamrud, emas, dan perak“.

Aku (Siti Aisyahra ) bertanya, “Untuk siapa gedung-gedung itu ?“.

Nabi SAW menjawab, “Untuk orang yang berpuasa di hari Arafah (tgl 9 Dzulhijjah)”“.

Nabi SAW berkata, “Wahai Aisyah, sesungguhnya hari-hari yang paling dicintai Allah adalah Hari Jum’at dan Hari Arafah (tgl 9 Dzulhijjah) karena di dalamnya terdapat rohmat. Sesungguhnya hari-hari yang paling dibenci Iblis adalah Hari Jum’at dan Hari Arafah. Wahai Aisyah, barang siapa yang berpuasa di Hari Arafah, maka Allah Yang Maha Luhur akan membuka baginya 30 pintu kebaikan dan menutup 30 pintu keburukan. Ketika dia berbuka dan meminum air, maka setiap otot di tubuhnya akan memohonkan ampun untuknya sembari berdoa, “Ya Allah, kasihanilah dia (orang yang berpuasa Arafah) sampai terbitnya fajar“.

***___________________

Dalam khobar lain, orang-orang yang berpuasa keluar dari kubur mereka, mereka diketahui dari bau mulut mereka karena puasa yang mereka lakukan, mereka disambut dengan talam (wadah makanan) dan kendi (ceret).

Dikatakan kepada mereka, “Makanlah, kalian lapar ketika orang-orang kenyang. Minumlah, kalian haus ketika orang-orang dalam kedaaan segar, dan beristirahatlah“. Lalu mereka makan, minum, dan istirahat, sedangkan orang-orang dalam perhitungan amal.

***___________________

Dan telah datang (penjelasan) di dalam khobar, tidak akan diuji (menerima fitnah dan ujian kubur) keluarga para nabi, orang yang berperang (di jalan Allah), orang alim, orang yang mati syahid, orang yang hafal Al-Qur’an, pemimpin yang adil, muadzin, wanita yang mati dalam keadaan nifas (termask wanita melahirkan yang meninggal), orang yang terbunuh karena didzolimi, dan orang yang meninggal pada hari dan malam Jum’at.

***___________________

Di dalam khobar dari Nabi SAW, manusia dikumpulkan (dibangkitkan) di hari kiamat sebagaimana mereka dilahirkan oleh ibu-ibu mereka dalam keadaan telanjang dan tanpa alas kaki.

Siti Aisyah ra bertanya, “Laki-laki dan wanita bersamaan ?“. Nabi SAW menjawab, “Iya“.

Siti Aisyah pun berkata, “Aduh nelangsa aku, sebagian mereka melihat sebagian lainnya“.

Lalu Nabi SAW memegang pundak Siti Aisyah dan berkata, “Wahai putri Abu Quhafah (Abu Bakar ra), pada saat itu manusia tersibukkan dari melihat lainnya, mereka memandangkan mata ke langit, mereka berdiam diri selama 40 tahun, tidak makan dan tidak minum. Setiap orang dari mereka mengeluarkan keringat karena malu kepada Allah Yang Maha Luhur. Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua telapak kakinya, ada yang sampai di kedua betisnya, ada yang sampai di perutnya, ada yang sampai di dadanya, dan ada yang sampai di wajahnya. Keringat itu ada karena lamanya berdiri“.

Siti Aisyah bertanya, “Apakah ada seseorang yang dikumpulkan dalam keadaan berpakaian di hari kiamat ?

Nabi SAW menjawab, “Para nabi dan keluarga mereka, serta orang-orang yang berpuasa di Bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan secara berurutan. Pada hari itu, setiap manusia dalam keadaa lapar, kecuali para nabi, ahli bait mereka, orang-orang yang berpuasa Rajab, orang-orang yang berpuasa Sya’ban, dan orang-orang yang berpuasa Ramadhan, karena sesungguhnya mereka kenyang, tidak lapar dan tidak pula haus“.

***___________________

Dikatakan, mereka digiring dengan perkumpulan mereka ke padang mahsyar di sekitar Baitul Maqdis (Masjidil Aqsha, Yerusalem, Palestina) di Bumi. Tempat itu disebut dengan istilah “Sahirah“, sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ، فَإِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِ

Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja. Maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi” (An-Nazi’at : 13-14).

***___________________

Dikatakan, sesungguhnya para makhluk berada di pelataran (lapangan atau halaman) kiamat sebanyak 120 shaf (barisan), panjang setiap shaf seperti perjalanan selama 40 tahun dan lebar setiap shaf seperti perjalanan 20 tahun.

Dikatakan, sesungguhnya orang-orang mukmin terbagi menjadi 3 shaf, sisanya adalah orang-orang kafir.

***___________________

Diriwayatkan dari Rosulullah SAW :
اِنَّ اُمَّتِيْ مِائَةُ وَعِشْرُوْنَ صَفًّا

Sesungguhnya umatku terbagi menjadi 120 shaf

Hadist ini adalah qoul yang lebih shohih,

Sifat orang-orang mukmin adalah mereka berwajah putih dan bersinar tangan kakinya. Sedangkan sifat orang-orang kafir adalah mereka berwajah hitam dan beriringan dengan syetan.

Wallahu a’lam bisshowab.

Sumber: Arjurahmah

Daqaiqul Akhbar

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Buku Lain

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Islam, Iman dan Ihsan

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى…

Hidup Ini Terlalu Singkat

Postingan yg indah dari Bunda Amanah: Bismillahirrahmanirrahim. “Hidup ini Terlalu Singkat” Oleh: Siti Amanah Hidup…
All articles loaded
No more articles to load

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj

17 Feb - 27 Feb

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

Ramadhan

7 Apr - 17 Apr

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

El Amin

Pekanbaru

Karya Limboto

Gorontalo

Hari Guru

10 Jun - 20 Jun

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Akhlaqul Amin

Lombok

Mujibul Amin

Samarinda

Idul Adha

29 Jun - 9 Jul

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Maulid Nabi

29 Sep - 9 Okt

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

El Amin

Pekanbaru

Rutin

15 Des - 25 Des

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Akhlaqul Amin

Lombok

Karya Limboto

Gorontalo

Ar Rahman

Johor Baru

Download:

166. Hati Menjadi Sumbernya Nur (4)

Hikmah 166 dlm Al-Hikam: ربّما وقفتِ القلوبُ مع الانوار كماحجبت النفوس بكثاءِف الاغيارِ Bisa jadi…

48. Amal Shaleh

Dlm Fathur Rabbani:karya Syaikh Abdul Qadir al-Jilani qs. Majelis ke-48: “Amal Shaleh” Pengajian Selasa sore,…

164. Hati Menjadi Sumbernya Nur (2)

Hikmah 164 dlm Al-Hikam: نَورمستودعٌ فى القلوبِ مددهُ من النورالواردِمن خزاءن الغيوبِ Cahaya yg tersimpan…

163. Hati Menjadi Sumbernya Nur (1)

Hikmah 163 dlm Al-Hikam: “Hati Menjadi Sumbernya Nur” مطالعُ الانوارالقلوب والاسرارُ Tempat terbitnya cahaya Ilahi…

Islam, Iman dan Ihsan

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى…

161. Roja’ dan Khouf

Hikmah 161 dlm Al-Hikam: “Roja’ dan Khouf” اذااَرادْتَ ان يفْتحَ لك باب الرجاءِ فاشهد مامنه…
All articles loaded
No more articles to load

166. Hati Menjadi Sumbernya Nur (4)

Hikmah 166 dlm Al-Hikam: ربّما وقفتِ القلوبُ مع الانوار كماحجبت النفوس بكثاءِف الاغيارِ Bisa jadi…

48. Amal Shaleh

Dlm Fathur Rabbani:karya Syaikh Abdul Qadir al-Jilani qs. Majelis ke-48: “Amal Shaleh” Pengajian Selasa sore,…

164. Hati Menjadi Sumbernya Nur (2)

Hikmah 164 dlm Al-Hikam: نَورمستودعٌ فى القلوبِ مددهُ من النورالواردِمن خزاءن الغيوبِ Cahaya yg tersimpan…

163. Hati Menjadi Sumbernya Nur (1)

Hikmah 163 dlm Al-Hikam: “Hati Menjadi Sumbernya Nur” مطالعُ الانوارالقلوب والاسرارُ Tempat terbitnya cahaya Ilahi…

161. Roja’ dan Khouf

Hikmah 161 dlm Al-Hikam: “Roja’ dan Khouf” اذااَرادْتَ ان يفْتحَ لك باب الرجاءِ فاشهد مامنه…

160. Jangan Putus Asa

Hikmah 160 dlm Al-Hikam: “Jangan Putus Asa” إذا وقع منك ذنب فلا يكن سببالياءْسك من…

159. Sifat Ke-Kanak-Kanakan

Hikmah 159 dlm Al-Hikam: “Sifat Ke-Kanak-Kanakan” متى كنت اذا اُعطيتَ بسطك العطاءُوإذامنعت قبضك المنع فاستدلّ…
All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on telegram
Telegram
Share on twitter
Twitter
Share on email
Email
Share on print
Print

Daftar Isi

Copy link
Powered by Social Snap