25. Penjelasan Tentang Tiupan Sangkakala Kebangkitan

Kemudian Allah Yang Maha Luhur berakata, “Wahai Israfil, berdirilah dan tiuplah sangkakala untuk membangkitkan makhluk“. Lalu Malaikat Isrfail meniup dan menyeru, “Wahai ruh-ruh yang keluar, tulang-tulang yang hancur, tubuh-tubuh yang rusak, otot-otot yang terputus, kulit-kulit yang robek, dan rambut-rambut yang jatuh, berdirilah untuk keputusan qadla’“. Lalu mereka pun berdiri dengan perintah Allah Yang Maha Luhur. Demikian itu adalah Firman Allah Yang Maha Luhur :
فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُوْنَ
Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)” (Az-Zumar : 68).

Mereke melihat ke langit yang telah berhamburan (hancur), bumi telah digantikan, unta-unta yang bunting (hamil) telah ditinggalkan, binatang-bintang buas telah dikumpulkan, lautan telah diluapkan, nyawa-nyawa telah dipertemukan (ke badannya), Malaikat Zabaniyyah telah didatangkan, matahari telah digulung, timbangan-timbangan amal telah ditegakkan, dan surga telah didekatkan, setiap jiwa mengetahui apa yang telah dilakukan. Demikian itu adalah Firman Allah Yang Maha Luhur :
قَالُوْا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا
Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami ! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur) ?” (Yasin : 52).

Lalu orang-orang mukmin menjawabnya :
هٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ
Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah para rosul” (Yasin : 52).

Mereka pun keluar dari kuburnya dalam keadaan tak beralas kaki dan telanjang.

*** ________________________

Rosulullah SAW pernah ditanya tentang makna Firman Allah Yang Maha Luhur :
يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّوْرِ فَتَأْتُوْنَ أَفْوَاجًا
Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok” (An-Naba’ : 18).

Lalu Rosulullah SAW menangis sehingga debu terbasahi oleh air mata beliau, kemudian beliau berkata, “Wahai orang yang bertanya, kamu bertanya kepadaku tentang perkara yang besar. Sesungguhnya, akan dikumpulkan kaum-kaum dari umatku menjadi 12 golongan di hari kiamat :

  1. Adapun golongan pertama, mereka dikumpulkan dalam bentuk monyet, mereka adalah tukang-tukang fitnah di dalam manusia, sebagaimana dalam Firman Allah Yang Maha Luhur :
    وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ
    Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan” (Al-Baqarah : 191).
  2. Kedua, mereka dikumpulkan dalam bentuk babi, mereka adalah ahli suht (orang-orang yang suka memakan perkara haram), sebagaimana dalam Firman Allah Yang Maha Luhur :
    سَمَّاعُوْنَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُوْنَ لِلسُّحْتِ
    Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram” (Al-Maidah : 42).
  3. Ketiga, mereka dikumpulkan dalam keadaan buta lagi kebingungan, mereka bergantung kepada manusia lainnya. Mereka adalah orang-orang yang melewati batas di dalam hukum, sebagaimana dalam Firman Allah Yang Maha Luhur:
    وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًا بَصِيْرًا
    Dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (An-Nisa’ : 58).
  4. Keempat, mereka dikumpulkan dalam keadaan tuli dan bisu, mereka adalah orang-orang yang membanggakan amal-amal mereka, sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman:
    إِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ
    Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (Luqman : 18).
  5. Kelima, mereka dikumpulkan sedangkan nanah mengalir dari mulut-mulut mereka dan mengunyah-nguyah lisan mereka sendiri, mereka adalah ulama’ yang tidak sejalan antara ucapan dan perbuatan mereka, sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
    أَتَأْمُرُوْنَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُوْنَ الْكِتَابَ
    Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al-Kitab (Taurat) ?” (Al-Baqarah : 44).
  6. Keenam, mereka dikumpulkan dan ditubuh mereka terdapat luka dari api, mereka adalah orang-orang yang bersaksi dengan dusta.
  7. Ketujuh, mereka dikumpulkan dalam keadaan telapak kaki mereka berada di atas dahi dengan diikat pada jambul kepala dan mereka lebih busuk daripada bangkai. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti syahwat, kenikmatan, dan perkara haram, sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
    أُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآٰخِرَةِ
    Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat” (Al-Baqarah : 86).
  8. Kedelapan, mereka dikumpulkan seperti orang mabuk, terjatuh ke kanan dan ke kiri, mereka adalah orang-orang yang mencegah hak-hak Allah, sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا أَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيْهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوْا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ
    Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji” (Al-Baqarah : 267).
  9. Kesembilan, mereka dikumpulkan dalam keadaan mengenakan celana dari timah cair, mereka adalah orang-orang yang tidak takut melakukan ghibah (menggunjing), sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
    وَلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا
    Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain” (Al-Hujurat : 12).
  10. Kesepuluh, mereka dikumpulkan dalam keadaan lisan-lisan keluar dari mulut, mereka adalah orang-orang yang suka namimah (mengadu domba).
  11. Kesebelas, mereka dikumpulkan dalam keadaan mabuk, mereka adalah orang-orang yang berbicara di dalam masjid-masjid dengan pembicaraan dunia, sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
    وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلّٰهِ
    Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah” (Aj-Jin : 18).
  12. Keduabelas, mereka dikumpulkan dalam bentuk babi, mereka orang-orang yang memakan riba, sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan” (Ali-Imran : 130).

*** ________________________

Di dalam sebuah khobar dari Sahabat Mu’adz bin Jabal, dari Nabi SAW bersabda, “Tatkala hari kiamat, hari nelangsa (kesedihan dan susah), dan hari penyesalan, Allah Yang Maha Luhur mengumpulkan umatku dari kubur-kubur mereka menjadi 12 kelompok :

  1. Adapun kelompok pertama, mereka dikumpulkan dari kubur sedangkan mereka tidak memiliki tangan dan kaki.

    Lalu menyerulah dari arah Dzat yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang menyakiti tetangga, mereka mati sedangkan tidak bertaubat. Ini adalah balasan mereka dan tempat kembali mereka adalah ke neraka“.

    Sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
    وَاعْبُدُوْا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبٰى وَالْيَتَامٰى وَالْمَسَاكِيْنِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًا
    Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri“. (An-Nisa : 36).
  2. Adapun kelompok kedua, mereka dikumpukan dari kubur dalam bentuk hewan melata, dikatakan (dalam sebuah riwayat) hewan melata itu adalah babi.

    Lalu menyerulah dari arah Dzat yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang meremehkan sholat, mereka mati sedangkan tidak bertaubat. Ini adalah balasan mereka dan tempat kembali mereka adalah ke neraka”. 

    Sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
    الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَ
    (Yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya” (Al-Maun : 5).
  3. Adapun kelompok ketiga, mereka dikumpukan dari kubur sedangkan perut mereka seperti gunung-gunung yang dipenuhi ular dan kalajengking.

    Lalu menyerulah Dzat yang menyeru dari arah Dzat yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang mencegah zakat, mereka mati sedangkan tidak bertaubat. Ini adalah balasan mereka dan tempat kembali mereka adalah ke neraka”. 

    Sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
    وَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِي سَبِيْلِ اللّٰهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيْمٍ، يَوْمَ يُحْمٰى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ
    Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam” (At-Taubah : 34-35).

    Lalu Allah Yang Maha Luhur menjadikan papan (papan logam) dari setiap daniq (seperenam dari dirham atau harta yang mereka kumpulkan).
    فَتُكْوٰى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوْبُهُمْ وَظُهُوْرُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ
    Lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”” (At-Taubah : 35).
  4. Adapun kelompok keempat, mereka dikumpukan dari kubur sedangkan mulut-mulut mereka mengalir darah, usus-usus mereka tumpah ke bumi, dan keluar api dari mulut-mulut mereka.

    Lalu menyerulah Dzat yang menyeru dari arah Dzat yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang berdusta di dalam jual beli, mereka mati sedangkan tidak bertaubat. Ini adalah balasan mereka dan tempat kembali mereka adalah ke neraka”. 

    Sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
    إِنَّ الَّذِيْنَ يَشْتَرُوْنَ بِعَهْدِ اللّٰهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيْلًا
    Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit” (Ali Imran : 77).
  5. Adapun kelompok keempat, mereka dikumpukan dari kubur dalam keadaan menyamarkan diri (menyembunyikan diri) dari manusia lainnya, bau mereka lebih busuk daripada bangkai.

    Lalu menyerulah Dzat yang menyeru dari arah Dzat yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang menyimpan (menyembunyikan) kemaksiatan di waktu samar dari manusia lainnya sedangkan mereka tidak takut kepada Allah, mereka mati sedangkan tidak bertaubat. Ini adalah balasan mereka dan tempat kembali mereka adalah ke neraka”. 

    Sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
    يَسْتَخْفُوْنَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُوْنَ مِنَ اللّٰهِ وَهُوَ مَعَهُمْ إِذْ يُبَيِّتُوْنَ مَا لَا يَرْضٰى مِنَ الْقَوْلِ ۚ وَكَانَ اللّٰهُ بِمَا يَعْمَلُوْنَ مُحِيْطًا
    Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak redlai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan” (An-Nisa : 108).
  6. Adapun kelompok keenam, mereka dikumpukan dari kubur dalam keadaan leher-leher mereka terputus dari tengkunya.

    Lalu menyerulah Dzat yang menyeru dari arah Dzat yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang memberi kesaksian palsu dan dusta, mereka mati sedangkan tidak bertaubat. Ini adalah balasan mereka dan tempat kembali mereka adalah ke neraka”. 

    Sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
    وَالَّذِيْنَ لَا يَشْهَدُوْنَ الزُّوْرَ وَإِذَا مَرُّوْا بِاللَّغْوِ مَرُّوْا كِرَامًا
    Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya” (Al-Furqan : 72).
  7. Adapun kelompok ketujuh, mereka dikumpukan dari kubur dalam keadaan tidak memiliki lisan sedangkan mulut-mulut mereka mengalir darah dan nanah.

    Lalu menyerulah Dzat yang menyeru dari arah Dzat yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang mencegah kesaksian benar, mereka mati sedangkan tidak bertaubat. Ini adalah balasan mereka dan tempat kembali mereka adalah ke neraka”. 

    Sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
    وَلَا تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَ ۚ وَمَنْ يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آثِمٌ قَلْبُهُ
    Dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya” (Al-Baqarah : 283).
  8. Adapun kelompok kedelapan, mereka dikumpukan dari kubur dalam keadaan menjunkurkan kepala (ke tanah) mereka, kaki mereka berada di atas kepala, dan mengalir dari kemaluan mereka sungai “qoikh” (nanah kuning) dan “shodid” (nanah bercampur darah).

    Lalu menyerulah Dzat yang menyeru dari arah Dzat yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang suka berzina, mereka mati sedangkan tidak bertaubat. Ini adalah balasan mereka dan tempat kembali mereka adalah ke neraka”. 

    Sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
    وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيْلًا
    Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra’ : 32).
  9. Adapun kelompok kesembilan, mereka dikumpukan dari kubur dalam keadaan berwajah hitam, melotot matanya, dan perut-perut mereka dipenuhi api.

    Lalu menyerulah Dzat yang menyeru dari arah Dzat yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang memakan harta-harta anak yatim secara dholim, mereka mati sedangkan tidak bertaubat. Ini adalah balasan mereka dan tempat kembali mereka adalah ke neraka”. 

    Sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
    إِنَّ الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ أَمْوَالَ الْيَتَامٰى ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ نَارًا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيْرًا
    Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)” (An-Nisa’ : 10).
  10. Adapun kelompok kesembilan, mereka dikumpukan dari kubur dalam keadaan berpenyakit lepra dan kusta.

    Lalu menyerulah Dzat yang menyeru dari arah Dzat yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang membangkang kedua orangtua, mereka mati sedangkan tidak bertaubat. Ini adalah balasan mereka dan tempat kembali mereka adalah ke neraka”. 

    Sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
    وَاعْبُدُوْا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبٰى وَالْيَتَامٰى وَالْمَسَاكِيْنِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًا
    Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri“. (An-Nisa : 36).
  11. Adapun kelompok kesebelas, mereka dikumpukan dalam keadaan buta hatinya, gigi-gigi mereka seperti tanduk sapi jantan, mulut mereka terurai ke dada, lisan-lisan mereka terurai ke perut, dan perut mereka terurai ke paha, kotoran pun keluar dari perut-perut mereka.

    Lalu menyerulah Dzat yang menyeru dari arah Dzat yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang meminum khamr, mereka mati sedangkan tidak bertaubat. Ini adalah balasan mereka dan tempat kembali mereka adalah ke neraka”. 

    Sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
    إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ
    Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan” (Al-Maidah : 90).
  12. Adapun kelompok kedua belas, mereka dikumpukan sedangkan wajah mereka seperti bulan di malam purnama, mereka melewati shirath (jembatan penghubung ke surga) seperti kilat yang menyambar.

    Lalu menyerulah Dzat yang menyeru dari arah Dzat yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang melakukan kebaikan, mencegah kemaksiatan, dan menjaga sholat 5 waktu secara berjama’ah, mereka mati dalam keadaan bertaubat. Ini adalah balasan mereka dan tempat kembali mereka adalah ke surga”. 

    Sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
    إِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَأَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
    Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”” (Fushilat : 30).

Wallahu a’lam bisshowab.

Sumber: Arjurahmah

Daqaiqul Akhbar

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Buku Lain

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Islam, Iman dan Ihsan

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى…

Hidup Ini Terlalu Singkat

Postingan yg indah dari Bunda Amanah: Bismillahirrahmanirrahim. “Hidup ini Terlalu Singkat” Oleh: Siti Amanah Hidup…
All articles loaded
No more articles to load

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj

17 Feb - 27 Feb

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

Ramadhan

7 Apr - 17 Apr

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

El Amin

Pekanbaru

Karya Limboto

Gorontalo

Hari Guru

10 Jun - 20 Jun

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Akhlaqul Amin

Lombok

Mujibul Amin

Samarinda

Idul Adha

29 Jun - 9 Jul

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Maulid Nabi

29 Sep - 9 Okt

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

El Amin

Pekanbaru

Rutin

15 Des - 25 Des

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Akhlaqul Amin

Lombok

Karya Limboto

Gorontalo

Ar Rahman

Johor Baru

Download:

177. Hijabnya Makhluk (2)

Hikmah 177 dlm Al-Hikam: إنَّمَا احْتَجَبَ لِشِدَّة ِظُهُرِهِ، وَخَفِيَ عَنِ الاَبْصَارِ لِعَظِيمِ نُورِهِ Dia terhijab…

176. Hijabnya Makhluk (1)

Hikmah 176 dlm Al-Hikam: “Hijabnya Makhluk” إِنَّمَا حَجَبَ اْلحَقَّ عَنْكَ شِدَّةَُ قُرْبِهِ مِنْكَ Yg membuat…

174. Penghambaan Yang Sebenarnya

Hikmah 174 dlm Al-Hikam: “Penghambaan Yang Sebenarnya” غيّبْ نَظَرَالخلقِ اِليْكَ بِنَظَرِاللهِ اِليْكَ، وَغِبْ عَنْ اِقْبالهِمْ…
All articles loaded
No more articles to load

177. Hijabnya Makhluk (2)

Hikmah 177 dlm Al-Hikam: إنَّمَا احْتَجَبَ لِشِدَّة ِظُهُرِهِ، وَخَفِيَ عَنِ الاَبْصَارِ لِعَظِيمِ نُورِهِ Dia terhijab…

176. Hijabnya Makhluk (1)

Hikmah 176 dlm Al-Hikam: “Hijabnya Makhluk” إِنَّمَا حَجَبَ اْلحَقَّ عَنْكَ شِدَّةَُ قُرْبِهِ مِنْكَ Yg membuat…

174. Penghambaan Yang Sebenarnya

Hikmah 174 dlm Al-Hikam: “Penghambaan Yang Sebenarnya” غيّبْ نَظَرَالخلقِ اِليْكَ بِنَظَرِاللهِ اِليْكَ، وَغِبْ عَنْ اِقْبالهِمْ…
All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on telegram
Telegram
Share on twitter
Twitter
Share on email
Email
Share on print
Print

Daftar Isi

Copy link
Powered by Social Snap