Hikmah 60 dlm Al-Hikam:
“Dosa Dan Khusnudzan”
لاَ يُعظَمُ الذنبُ عِندَكَ عظمَةً تَصُدُّكَ عَنْ حُسنِ الظنِّ بِاللهِ ، فَاِنَّ مَنْ عَرَفَ رَبَّهُ اِسْتَسغَرَ فىِ جَنْبِ كرَمِحِ ذ َنْبُهُ
Jangan sampai dosa yg kau anggap besar menghalangimu untuk berbaik sangka kepada Allah Ta’ala. Siapa yg mengenal Tuhannya akan menganggap dosanya kecil jika dibandingkan dengan kemurahan-Nya.
Merasa besarnya suatu dosa itu baik, jika menimbulkan rasa akan bertaubat dan niat untuk tidak mengulanginya untuk selama-lamanya. Tetapi jika merasa besarnya dosa itu akan menyebabkan putus dari rahmat Allah, merasa seakan-akan rahmat dan ampunan Allah tidak akan didapatnya, maka perasaan itu lebih berbahaya baginya dari dosa yg telah dilakukannya, sebab putus asa dari rahmat Allah itu dosa besar dan itu perasaan orang² kafir.
Abdullah bin Mas’ud ra. berkata: “Seorang mukmin melihat dosanya bagaikan gunung yg akan menimpanya, sedang orang munafiq melihat dosanya bagaikan lalat yg hinggap di ujung hidungnya, maka diusirlah ia dengan tangannya.”
Rasulullah Saw. telah bersabda: “Demi Allah yg jiwaku ada di tangan-Nya, andaikan kamu tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan mematikan kamu, dan mendatangkan suatu kaum yg berbuat dosa lalu istighfar (minta ampun) dan di ampunkan bagi mereka itu.”
Rasulullah Saw. bersabda: “Andaikan perbuatan dosa itu tidak lebih baik bagi seorang mukmin dari pada ujub (mau di agung²kan karena amal kebaikannya), maka Allah tidak akan membiarkan seorang mukmin berbuat dosa untuk selamanya.”
Sebab ujub itu menjauhkan seorang hamba dari Allah, sedang dosa itu menarik hamba mendekat kepada Allah. Dan ujub, merasa besar diri, sedang dosa merasa kecil dan rendah diri di sisi Allah.
Syaikh Abdullah as-Syarqawi mensyarah:
Jangan kau anggap dosa yg kau lakukan itu besar dan tidak mungkin di ampuni sehingga membuatmu putus asa dari rahmat Tuhanmu. Anggapan semacam itu termasuk sikap tercela dan dapat merusak keimanan. Sikap itu bahkan lebih buruk daripada dosa yg kau lakukan.
Hal itu mencerminkan ketidaktahuanmu tentang Tuhanmu dan memperlihatkan bahwa kau mengandalkan diri sendiri di hadapan Tuhanmu. Siapa yg mengenal Tuhannya dengan baik tentu akan mengetahui dosa apa saja yg tidak ada ampunan dan maafnya.
Lain halnya jika anggapan itu mendorong pelakunya untuk bertobat dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Ini adalah anggapan yg terpuji dan merupakan tanda keimanan seorang hamba.
Ada yg berkata: “Semakin ketaatan seseorang dianggap kecil maka ia semakin besar di sisi Allah. Semakin maksiat dianggap besar maka ia akan semakin kecil di sisi-Nya.”
Wallaahu a’lam