11. Wara’

Wara’ adalah kehati-hatian. Tahapan terendahnya, yaitu menghindari yang haram dan yang meragukan. Di pertengahannya, yaitu berpaling dari yang meragukan untuk memilih segala yang pasti mendatangkan manfaat. Artinya, menghindari segala sesuatu yang mungkin menggelapkan hati. Adapun tahapan tertingginya, yaitu menghindari segala hasrat, kecuali hasrat kepada Allah.

Hasan al-Basri radhiallahu’anhu suatu hari ditanya, apakah pokok dari Din (transaksi kehidupan) ini? Ia menjawab, wara’.

Jika anda penuh kehati-hatian memeriksa diri anda sendiri dan lapang atas penilaian pada orang lain, itu lebih baik bagi anda daripada anda begitu berhati-hati dalam menilai orang lain dan berlapang-lapang menilai perilaku anda sendiri.

Sang faqir harus berjaga dari mentafakuri kehati-hatiannya sendiri, atau berbangga atasnya, atau menikmatinya, karena itu bisa saja berubah jadi cobaan baginya. Ingatlah, bahwa ada orang-orang yang melaksanakan segala amal saleh dan berhati-hati atas segala sesuatu, namun hatinya tetap saja mengeras. Pelaksanaan wara,’ yaitu dengan membebaskan diri dalam pencarian mendesak atas pencerahan dan ilmu. Itulah biaya yang harus dibayar dan pajak yang harus ditanggung dengan gembira seraya menyadari bahwa tidak ada apapun padanya, selain manfaat bagi diri anda dan orang lain. Maka, tidak ada apapun dalam hal ini yang dapat digunakan untuk membenarkan berpuas diri, karena semuanya demi kebaikan diri anda.

Jika anda berhenti di wara’, khalayak terpelihara, namun diri anda sendiri tidak terpelihara. Jika anda menjadikannya sebagai jalan, anda aman dan orang lain pun terdidik.

Sumber: 100 Langkah

100 Langkah

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Buku Lain

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Tingkatan Alam Menurut Para Sufi

“Tingkatan Alam Menurut Para Sufi” فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُّوحِى فَقَعُوا لَهُۥ سٰجِدِينَ “Maka…

Islam, Iman dan Ihsan

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى…

Hidup Ini Terlalu Singkat

Postingan yg indah dari Bunda Amanah: Bismillahirrahmanirrahim. “Hidup ini Terlalu Singkat” Oleh: Siti Amanah Hidup…
All articles loaded
No more articles to load

Mengenal Yang Mulia Ayahanda Guru

Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin al-Khalidi qs.

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj (Rajab)

26 Jan - 05 Feb

Ramadhan

30 Mar - 09 Apr

Hari Guru & Idul Adha

20 Jun - 30 Jun

Muharam

27 Jul - 06 Ags

Maulid Nabi

28 Sep - 08 Okt

Rutin

30 Nov - 10 Des

All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

WhatsApp
Facebook
Telegram
Twitter
Email
Print