39. Maqam

Maqam, yaitu tingkatan stasiun. Shaykh Al-Akbar berkata: “Itu menyatakan terpenuhinya hak-hak peraturan-peraturannya secara menyeluruh.”

Dapat dikatakan, maqam dicapai jika si hamba telah teguh dalam suatu tingkat adab, baik dalam khidmat, pengabdian kepada Allah, maupun ketika ia telah mendapatkan kedudukan yang kukuh dalam keyakinan batiniah. Maqam-maqam itu awalnya mewujud, melintas sekilas, dalam bentuk ahwal (bentuk jamak dari hal), lalu menjadi tetap bagi si murid. Serupa dengan mewarnai kain, maka ia dicelupkan dalam warna yang sama lalu dijemur, dicelup dan dijemur, hingga warnanya pada suatu saat menjadi tetap. Saat pewarnaan menetap, maka maqamnya terwujud.

Si pencari bergerak dari maqam ke maqam. Dengan demikian ia mengalami peningkatan ilmu dan makrifat, itulah derajat tingkatan-tingkatan yang disebut dalam Al-Quran. Selanjutnya, maqamat orang-orang besar dapat menjadi suatu perangkap dan godaan. Jika berbagai tingkatan itu ialah godaan untuk para pencinta, bayangkan sebuah kata istilah musibah seperti apa yang bisa dipakai untuk menggambarkan kondisi si ulama yang tidak pernah mencium wanginya. Kami mohon kepada Allah untuk memelihara kalian agar selalu berada dalam golongan mereka yang beramal. Jika si pencari berada dalam genggaman tangan seorang Shaykh yang arifin maka ia tidak akan membiarkan muridnya berlama-lama di berbagai tingkatan itu, ia akan menyegerakannya pergi ke tempat pertemuan, sebagaimana para haji yang harus bersegera kepada syiar-syiar Allah di lembah yang suci. Saat engkau mendengar sedesah nafas dari bahasa maqamat, maka dekaplah Shaykhmu, jangan lagi melihat dengan mata, awasi dengan hati. Minumlah dari sumbernya, ambil gelas cangkirnya jika ia tiba padamu. Kini kobarkan kerinduanmu pada Sang Kekasih.

Sumber: 100 Langkah

100 Langkah

Mulai Perjalanan

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Buku Lain

Rekomendasi

Di sejumlah pesantren salafiyah, buku ini (Tanwir al-Qulub) biasanya dipelajari bersamaan dengan kitab-kitab fikih. Yang sedikit membedakan, kitab ini ditulis oleh seorang pelaku tarekat sekaligus mursyid dari tarekat Naqsyabandiyah.

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Tingkatan Alam Menurut Para Sufi

“Tingkatan Alam Menurut Para Sufi” فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُّوحِى فَقَعُوا لَهُۥ سٰجِدِينَ “Maka…

Islam, Iman dan Ihsan

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى…

Hidup Ini Terlalu Singkat

Postingan yg indah dari Bunda Amanah: Bismillahirrahmanirrahim. “Hidup ini Terlalu Singkat” Oleh: Siti Amanah Hidup…
All articles loaded
No more articles to load

Mengenal Yang Mulia Ayahanda Guru

Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin al-Khalidi qs.

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj (Rajab)

26 Jan - 05 Feb

Ramadhan

30 Mar - 09 Apr

Hari Guru & Idul Adha

20 Jun - 30 Jun

Muharam

27 Jul - 06 Ags

Maulid Nabi

28 Sep - 08 Okt

Rutin

30 Nov - 10 Des

All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

WhatsApp
Facebook
Telegram
Twitter
Email
Print