100 Langkah

Shaykh Abdalqadir As-Sufi

01. Tasawuf

Sufisme adalah ilmu berjalan menuju Sang Raja.Yang lebih disukai secara etimologi berasal dari kata suf,

02. Syariat

‘Tak ada jalan menuju hakikat, kecuali melalui syari’at,’Shaykh al-Akbar*.” Syari’at Islam adalah pengakuan bahwa tak

03. Thariqah

Jalannya terletak di antara dua kutub, syari’at dan hakikat. Ia dapat dikenali secara lahiriah, dan

04. Haqiqah (Hakikat)

Haqiqat, kebenaran-kenyataan, adalah pencerahan ilmu batiniah yang memenuhi hati sang Pencari. Tariqat adalah arena maknawi,

05. Adab

Adab adalah tata krama spiritual, kesantunan tulus. Adab menyiratkan keikhlasan dan itu menyiratkan kerendahan-hati. Sebab

06. Istiqamah

Istiqamah berarti teguh lurus. Penjelasannya yaitu melaksanakan sunnah Rasulullah, perkataannya, perilakunya, dan hal-ahwalnya sesuai ilmumu

07. Suluk

Suluk adalah ilmu tentang semua unsur-unsur batiniah perjalanan. Si salik ialah dia yang teguh kukuh

08. Yakin

Yakin, sungguh-sungguh percaya, memiliki tiga tahapan:Ilm al-yaqin keyakinan karena ilmu.Ayn al-yaqin keyakinan karena penyaksian.Haqq al-yaqin keyakinan karena kebenaran.

09. Faqir

Pada lembar awal sebelum menjelaskan daftar isi buku The Hundred Steps, Sayyidina Shaykh Abdalqadir as-Sufi dalam

10. Taubat

Taubat, berpaling dari perilaku salah merupakan awal dari proses perubahan diri. Pertengahannya yaitu berpaling dari

11. Wara’

Wara’ adalah kehati-hatian. Tahapan terendahnya, yaitu menghindari yang haram dan yang meragukan. Di pertengahannya, yaitu

12. Zuhud

Zuhud berarti berlaku cukup. Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibn Majah, al-Hakim, dan Bayhaqi menyatakan, “Berlaku

13. Tawakal

Tawakal artinya bergantung. Sangat dianjurkan zikirnya untuk menggapai kaifiat*) ini bagi faqir yang ingin bersegera

14. Sabar

Sabar adalah obat pahit yang manis buahnya. Imam kita (Imam al-Junayd radhiallahu’anhu) berkata bahwa sabar adalah

15. Shukur/Syukur

Shukur, berterimakasih, ialah sebentuk ilmu dan suatu pendorong. Ia menyadarkan anda akan sumber hidup anda

16. Taqwa

“Tiada daya, tiada kekuatan kecuali dari Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Besar.” Shaykh Ibn

17. Ikhlas

Ikhlas yaitu kemurnian yang suci bersih. Mukhlisin ialah mereka yang selalu menyaksikan perjumpaan dengan Rabb-nya.

18. Sidq/Shidiq/Sidiq

Mereka yang sidq berada diderajat tertinggi para ahli tauhid. Di bawah mereka ialah para muqarrabun*. Sang

19. Murid

Mursyid kami, Shaykh al-Kamil, Sayyidi Muhammad ibn al-Habib berkata, ‘Murid berasal dari akar kata iradat (kehendak/kemauan) dan

20. Ubudiyya/Ubudiyah

Ubudiyya berarti penghambaan. Ada tiga derajat menurut ahli Darqawa. Ibada. Berada di arena ketaatan sederhana,

21. Dhikir/Dzikir

Dhikir, mengingat Allah, ialah amalan utama para Sufi. Ada tiga derajatnya. Bagi kalangan awam adalah

22. Fikir

Fikir. Tafakur. Shaykh Ibn Atha’illah telah berkata dalam kitab Hikam: “Fikir adalah perjalanan hati pada

23. Himma

Azas perjalanan kepada Allah ada tiga perkara. Himma adalah yang ketiga. Shaykh ibn al-Habib berkata

24. Nafsu

Tiga serangkai pengertian berikut mendefinisikan makhluk manusia dalam semesta kearifan mereka. Tingkat pengalaman pertama bagi

25. Ruh

Ruh berarti nyawa. Shaykh al-Akbar menyatakannya: Ruh, diterapkan pada apa yang mencurahkan ilmu tentang yang

26. Sir

Langkah Keduapuluh Enam – Sir Sirr, sir, berarti rahasia. Inilah penggambaran ketiga dari lokus diri.

27. Mulk

Mulk merupakan kerajaan berbagai bentuk padat. Sekarang di sisi tiga serangkai istilah yang menyatakan lokus

28. Malakut

Malakut merupakan kerajaan bentuk/wujud Gaib. Inilah kerajaan unsur berbagai wujud keberadaan ciptaan berbagai kristal, atom,

29. Jabarut

Jabarut, yaitu kerajaan daya upaya kekuatan. Inilah kerajaaan nur cahaya. Shaykh Al-Akbar mencatat: “Bagi Abu

30. Khawf/Khauf

Khawf berarti takut, rasa gentar kepada Sang Pencipta dan Penguasa Hari Perhitungan. Dalam masanya si

31. Raja’

Raja’ adalah harapan. Pria saleh yang membawa Shaykh Ibn Al-Habib ke Jalan Sufi, biasa meniti

32. Rida/Ridha

Rida, berarti kepuasan menentramkan. Inilah kondisi sangat penting seseorang yang telah menyeimbangkan ketakutan dan harapannya.

33. Hiss

Hiss atau indrawi, adalah keberadaan kehidupan sebagai suatu yang padat, ketebalannya. Sedangkan makna atau arti,

34. Makna

Makna adalah arti. Sidi Ali al-Jamal berkata: “Setiap ciptaan, baik dan buruk, menyaksikan Allah. Namun,

35. Lubb

Lubb, inti adalah sebuah istilah Qur’ani. Shaykh al-Akbar menyatakannya sebagai: “Perihal cahaya Ilahi.” Pada taraf

36. Isyarat

‘Ishara atau isyarat, berarti petunjuk. Dinyatakan oleh Shaykh al-Akbar sebagai: “Bisa saja berupa kedekatan, dan kehadiran

37. Waktu

Waqt yaitu waktu, berarti saatnya. Shaykh Al-Akbar menyebutnya: “Ia menentukan keadaanmu pada saat keadaan itu. Ia

38. Hal

Hal berarti keadaan. Shaykh Al-Akbar menyebutnya: “Itulah apa yang terjadi pada hati tanpa ketergantungan atau

39. Maqam

Maqam, yaitu tingkatan stasiun. Shaykh Al-Akbar berkata: “Itu menyatakan terpenuhinya hak-hak peraturan-peraturannya secara menyeluruh.” Dapat

40. Mawqif

Mawqif berarti tempat berhenti. Ini istilah yang paling berguna dan bermanfaat. Inilah tempat berhenti. Mawqif

41. Warid

Warid ialah apa yang turun ke hati berupa Nur-Nur yang mengisyaratkan hadiah-hadiah dari Rabb Yang

42. Futuwwa

Futuwwa berarti kemuliaan. Futuwwa adalah berfikir lahiriah bukan bagi dirimu sendiri tetapi hanya bagi muslimin.

43. Qabd

Qabd berarti Penyempitan. Shaykh Al-Akbar berkata tentangnya: “Ini ialah keadaan takut. Inilah saatnya (Waqt).” Disebut sebagai

44. Bast

Bast berarti Kelapangan. Shaykh Al-Akbar menyatakan sebagai berikut: “Bagi kita ia adalah sesiapa yang cukup lapang

45. Wajd

Wajd adalah derajat awal ekstase*). Istilah ini berasal dari akar huruf w – j – d. Artinya

46. Wujud

Wujud adalah derajat ketiga ekstase. Dalam wujud, kesadaran menguasai kekaguman dan tafakur menerangi kekuatan. Tanda

47. Jadhb/Jadzab

Jadhb berarti daya tarik. Si majdhoub ialah penjelmaan daya tarik Ilahiah. Istilah ini umum dipakai di tariqat Darqawi

48. Lawa’ih

Lawa’ih berarti pancaran-pancaran cahaya lahiriah. Shaykh al-Akbar menyebutnya sebagai “Ialah apa yang memancar dari rahasia-rahasia lahiriahnya,

49. Al-Lawami’

Al-Lawami’ berarti pancaran-pancaran cahaya. Disebut Shaykh al-Akbar sebagai: “Apa yang yang ajek* dari cahaya-cahaya tajalli selama

50. At-Tawali’

At-Tawali’ berarti kesemarakan*. Mereka dinyatakan oleh Shaykh al-Akbar sebagai : “Cahaya-cahaya tawhid yang menyinari hati-hati ahli

51. Shawq

Shawq berarti gairah, yaitu hasrat hati untuk berjumpa dengan Sang Kekasih dan keceriaan hati saat menuju

52. Dhawq/Dzauq

Dhawq berarti merasakan. Buahnya shawq ialah dhawq. Shaykh al-Akbar menyebutnya : “Yang pertama dari berbagai awal tajalli Illahi.” Dhawq pertama akan

53. Ash-Shurb

Ash-Shurb berarti minumannya. Merasakan yang terus meningkat menjadi minuman. Shaykh al-Kamil dalam Diwannya berkata, “Kekasihku memberiku

54. Sukr/Sakr

Sukr berarti mabuk, kemabukan. Meminum yang semakin meningkat menjadi kemabukan. Didefinisikan oleh Shaykh al-Akbar sebagai :

55. Khamr

Khamr yaitu anggur. Shaykh al-Harraq berkata dalam Diwannya: “Dengan jahil, engkau menyalahkan anggurnya. Jika kesadaran seseorang tersapu,

56. Ka’s

Ka’s berarti cangkirnya. Seorang sufi berkata, “Cangkirnya ialah hati sang Shaykh.” Shaykh al-Fayturi berkata dalam kitab Fayyturiyya:

57. Sahwa

Sahwa yaitu kesadaran. Shaykh al-Akbar menyebutnya: “Kembali ke sensasi setelah tersingkir karena warid yang kuat.” Sebuah

58. Farq

Farq berarti pemisahan. Sudah tiba saatnya untuk memperkenalkan sepasang istilah berlawanan yang penting dan membawanya pada

59. Jam’

Jam’ berarti penyatuan. Shaykh al-Akbar berkata: “Ia menerangkan Allah tanpa makhluk.” Penarikan diri dari pemisahan akan

60. Jam’ al-Jam’

Jam’ al-Jam’ yaitu penyatuan atas penyatuan. Disebut oleh Shaykh al-Akbar sebagai: “Sepenuhnya terkonsumsi dalam Allah.” Maka

61. Tauhid

Tauhid berarti ketunggalan, tasdik*nya. Imam kita (Imam al-Junayd) berkata: “Ia ialah sebuah makna yang menghilangkan

62. Tafrid

Tafrid berarti isolasi. Makna tafrid ialah ajaran pengalaman sebagaimana tauhid ialah ajaran ilmu tentangnya. Tauhid

63. Af’al

Af’al berarti tindakan-tindakan, yaitu tindakan Allah. Af’al adalah tindakan-tindakan Allah pada ciptaan dan Perintah-Nya. Artinya baik dalam arena

64. Sifat

Sifat yaitu sifat-sifat Allah. Ketika si pencari mendalami pemahaman atas tidak berhingganya tindakan-tindakan maka dapat

65. Zat/Dhat/Dzat

Dhat atau Zat, yaitu Zat Allah. Allah Ahad. Sebelum penciptaan Semesta, Allah telah ada dan tidak

66. Makrifat/Ma’rifat

Makrifat berarti tahu benar. Makrifat adalah pengetahuan di mana bertumpu seluruh pengetahuan lain. Seluruh pengetahuan

67. ‘Ism al-‘Adham

‘Ism al-‘Adham berarti Nama Teragung. Ialah “ALLAH” yang diucapkan berulang-ulang dengan cara yang sesuai dengan pengajaran

68. Ghurba

Ghurba berarti pengasingan. Sebuah hadis menjelaskan: “Pencarian al-Haqq ialah satu pengasingan.” Dalam Diwan, Shaykh Ibn al-Habib

69. Khalwa/Khalwat

Khalwa atau khalwat*) adalah mengundurkan diri dari dunia, untuk memfokuskan perhatian pada amal berzikir ‘Ism ‘al-Adhim agar tiba

70. Ghuzla

Ghuzla berarti rehat. Setelah khalwa, hadir ghuzla. Ghuzla adalah pengunduran diri setelah khalwa untuk meneguhkan dalam hati makna-makna dan rahasia-rahasia dahsyat yang

71. Simsima

Simsima berarti sesam*)! Shaykh al-Akbar menyatakan simsima adalah “Makrifat yang terlalu halus untuk diungkap.” Dalam makrifat -dalam makna

72. Tajalli

Tajalli berarti perwujudan. Pembukaan penglihatan Allah bagi hamba-Nya. Iluminasi. Tajalliyat, kadang disebut kasyaf, adalah pembukaan-pembukaan yang tiba

73. Takhalli

Takhalli berarti pelepasan.Inilah kekalahan terakhir dunya’ / dunia sebagai ilusi. Saat arifin merasakan tajalliyat dan mabuk oleh berbagai cahayanya maka

74. Al-‘Ama

Al-‘Ama berarti halimun*) agung. Dalam riwayat Tirmidhi terdapat hadis mulia ketika Rasulullah ditanya: “Di mana Allah

75. Muraqaba

Muraqaba yaitu berjaga. Penjagaan ini dimulai saat si faqir menjaga diri dari berbagai perbuatan keliru nafsunya.

76. Musyahada

Musyahada berarti Penyaksian. Shaykh al-Fayturi berkata: “Rahasia dari muraqaba ialah musyahada.” Shaykh Ibn al-Habib berkata dalam Diwannya:“Yang

77. Wilayat/Wilayah

Wilayat. Persahabatan dengan Allah, penerimaan. Wilayat ialah maqam sang wali -dia yang didudukan dalam ilmu. Shaykh Ibn al-Habib

78. Fana’

Fana’ berarti punah dalam Allah. Shaykh al-Akbar berkata, “Si hamba melihat dengan tindakannya bahwa Allah

79. Bala

Bala berarti ujian. Setelah fana datanglah bala. Setelah fana datanglah ujian. Akibat iluminasi makrifat yang

80. Baqa’

Baqa’ berarti berkekalan. Senantiasa kekal dalam Allah. Shaykh al-Akbar berkata, “Si hamba melihat bahwa Allah melestarikan

81. Sahq

Sahq berarti pelumatan. Shaykh al-Akbar menyatakan, “Hilangnya strukturmu karena paksaan kekuatan.” Ia menyebut Mahq sebagai, “Fananya dirimu dalam

82. Nasut

Nasut berarti keinsanan. Kita telah tiba pada tiga serangkai istilah yang menyatakan kehidupan dari wawasan baru

83. Lahut

Lahut berarti keilahian. Inilah istilah kedua dalam rangkaian baru ini. Dengan istilah ini dijelaskan alam kekuasaan

84. Rahamut

Rahamut berarti sumbernya. Hadirat Rahmat. Inilah istilah ketiga. Sebagaimana yang kedua mengisyaratkan sang arifin dalam aspeknya

85. Mahabba

Mahabba berarti cinta. Sang arifin memasuki cinta dalam kesempurnaannya. Awalnya ialah suluk, pertengahannya jadhb dan fana. Akhirnya adalah baqa’.

86. Qurb

Qurb berarti keakraban. Dalam kasidahnya yang lembut dan tidak tertandingi, berjudul ‘Kerinduan Murid Yang Bersuluk dan Permata

87. Taraqqi

Taraqqi berarti kebangkitan. Talaqqi adalah penerimaan. Yang pertama dirinci Shaykh al-Akbar sebagai, “Berkelana dalam berbagai hal, maqam, dan

88. Lisan

Lisan, lidah. Shaykh al-Akbar menyebutnya, “Yang darinya kefasihan ilahi terjadi pada telinga para arifin.” Bagi

89. Tamkin

Tamkin berarti tetap. Shaykh Akbar menyatakan, “Dengan kami, ialah tetap kokoh dalam talwin.” Dikatakan inilah hal-nya mereka yang

90. Talwin

Talwin berarti perubahan. Shaykh al-Akbar menyebutnya dengan, “Bergeraknya hamba dalam hal-hal-nya.” Bagi kaum awam, itulah maqam penurunan.

91. Afrad

Afrad berarti pribadi-pribadi keseorangan. Mereka dinyatakan oleh Shaykh al-Akbar sebagai: “Itu merujuk kepada orang-orang yang berada

92. 300 Nuqaba

300 Nuqaba, para pimpinannya. Shaykh al-Akbar berkata, “Merekalah yang menyarikan hal-hal tersembunyi dalam jiwa-jiwa. Mereka berjumlah

93. 40 Nujaba

40 Nujaba, para bangsawannya. Dari nuqaba, terdapat empat puluh ningratnya. Tentang mereka Shaykh al-Akbar menyebut, “Mereka itu

94. 7 Abdal

Para badal, para pengganti. Shaykh al-Akbar berkata, “Mereka bertujuh. Sesiapa berjalan dari satu tempat sedangkan tubuhnya tetap

95. 4 Awtad

4 Awtad. Empat pilar. Merekalah empat pilar, soko guru, dipilih dari tujuh abdal. Shaykh al-Akbar berkata tentang

96. 2 Imam

2 Imam. Shaykh al-Akbar berkata, “Mereka adalah dua pribadi perorangan. Salah satu berada di sisi

97. Qutb

Kutub – Sang Poros. Soko Guru. Dan dari keduanya ada satu. Dialah Sang Kutub. Shaykh

98. Sukun

Sukun. Keheningan. Tanda baca dalam tata bahasa yang menyatakan tidak ada vokal setelah sebuah konsonan,

99. Tajrid

Tajrid. Melucuti. Manusia kaffah dan kamal tidak dapat dikenali kecuali jika engkau lihat padanya konfirmasi atas berbagai

100. Kamal

Kamal – sempurna. Manusia Kamal itu tidak sempurna dalam cara apapun selain bahwa makrifatnya sempurna

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Sabilus Salikin

Sabilus Salikin atau Jalan Para Salik ini disusun oleh santri-santri KH. Munawir Kertosono Nganjuk dan KH. Sholeh Bahruddin Sengonagung Purwosari Pasuruan.
All articles loaded
No more articles to load

Tingkatan Alam Menurut Para Sufi

“Tingkatan Alam Menurut Para Sufi” فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُّوحِى فَقَعُوا لَهُۥ سٰجِدِينَ “Maka…

Islam, Iman dan Ihsan

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى…

Hidup Ini Terlalu Singkat

Postingan yg indah dari Bunda Amanah: Bismillahirrahmanirrahim. “Hidup ini Terlalu Singkat” Oleh: Siti Amanah Hidup…
All articles loaded
No more articles to load

Silsilah Kemursyidan

Dokumentasi

Download Capita Selecta

Isra' Mi'raj

17 Feb - 27 Feb

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

Ramadhan

7 Apr - 17 Apr

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

El Amin

Pekanbaru

Karya Limboto

Gorontalo

Hari Guru

10 Jun - 20 Jun

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Akhlaqul Amin

Lombok

Mujibul Amin

Samarinda

Idul Adha

29 Jun - 9 Jul

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Maulid Nabi

29 Sep - 9 Okt

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Baitul Amin 6

Bekasi

Ghausil Amin

Jember

El Amin

Pekanbaru

Rutin

15 Des - 25 Des

Darul Amin

Medan

Baitul Malik

Depok

Akhlaqul Amin

Lombok

Karya Limboto

Gorontalo

Ar Rahman

Johor Baru

Download:

Masalah 93

162 Masalah Sufistik (Masalah 93): Syaikh Ahmad bin Muhammad al-Ghusyam az-Zaidi ra. bertanya: “Tentang orang²…

Masalah 92

162 Masalah Sufistik (Masalah 92): Syaikh Ahmad bin Muhammad al-Ghusyam az-Zaidi ra. bertanya: “Tentang berbagai…
All articles loaded
No more articles to load

Masalah 93

162 Masalah Sufistik (Masalah 93): Syaikh Ahmad bin Muhammad al-Ghusyam az-Zaidi ra. bertanya: “Tentang orang²…

Masalah 92

162 Masalah Sufistik (Masalah 92): Syaikh Ahmad bin Muhammad al-Ghusyam az-Zaidi ra. bertanya: “Tentang berbagai…
All articles loaded
No more articles to load
All articles loaded
No more articles to load

Kontak Person

Mulai perjalanan ruhani dalam bimbingan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Sayyidi Syaikh Ahmad Farki al-Khalidi qs.

Abangda Teguh

Kediri, Jawa Timur

Abangda Tomas

Pangkalan Bun 

Abangda Vici

Kediri, Jawa Timur

Share via
Copy link
Powered by Social Snap